
Di serambi depan sebuah rumah yang sangat luas dan mewah, duduk sepasang suami istri yang sedang memperhatikan kedua anaknya yang sedang bermain. Mereka adalah Gerald sanjaya putra sulung mereka yang berusia 5 th dan Irene Sanjaya putri mereka yang berusia 3 tahun.
Tiba-tiba terdengar Isak tangis sang istri yang membuat suaminya terkejut langsung bergerak mendekati istrinya.
" Mama sayang, ada apa kok menangis? apa yang sedang mama pikirkan?" tanya sang suami sambil memeluk istrinya.
"Gak ada apa-apa pa...mama sedang berbahagia, mengingat apa yang sudah terjadi selama ini.." ujarnya sambil menaruh kepalanya di dada suaminya yang bidang.
" Sudahlah ma.. mungkin ini takdir dari yang Maha kuasa yang harus kita jalani dan terima dengan ikhlas". mengusap air mata istrinya lalu mengecup kepala istrinya.
" Jangan menangis lagi nanti dilihat anak-anak"lanjutnya.
" Iya pa, makasih suamiku sayang" mempererat pelukannya seolah tidak mau berpisah dari orang yang sangat dicintainya.
" Baiklah. papa kedalam dulu, papa mau siap- siap ke kantor. jangan sedih lagi ya sayang". sang suami mengecup mesra bibir sang istri.
" Iya sayang" ujarnya kemudian.
Tidak lama kemudian suaminya kembali dan bersiap pergi kekantor.
" Papa ke kantor dulu ya sayang. jangan banyak pikiran." sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Iya sayang.." ambil mencium punggung tangan sang suami.
" Gerald.. Irene.. jangan nakal dan jangan buat mama susah ya" ujar sang suami kepada ke 2 buah hati nya.
"Iya pa." jawab kedua anak itu kompak sambil mencium tangan papa mereka.
" Ya sudah papa berangkat dulu. Assalamualaikum"
" iya pa, hati-hati di jalan.waalaikumsalam" jawabnya sambil melambaikan tangan.
Sesaat kemudian mobil yang dinaiki suaminya sudah meninggalkan halaman rumah mewah itu dan menuju ke kantornya.
Dia pun kembali duduk di kursi sambil memperhatikan kedua bocah yang merupakan anak yang sangat dicintainya.
Tanpa disadarinya lamunannya pun berlanjut ke masa lalunya yang penuh liku..
**********
Dug....dug...dug...
Dug....dug...dug...
Dug....dug...dug...
Suara beduk yang terdengar sangat keras yang ditabuh oleh gharim masjid, membangun kan para penduduk di sekitar masjid tersebut ...tidak terkecuali dengan penghuni rumah kecil yang terbilang sederhana dan tidak jauh dari masjid tersebut berada...
kreeeekk....
terdengar suara dipan (ranjang/tempat tidur)...seorang wanita yang sudah menginjak usia senja bangun dan duduk dipinggir tempat tidur yang sudah reot yang dimana ketika orang yang tidur diatas nya bergerak..akan menimbulkan suara yang bisa mengganggu penghuninya...
Rita....Rita...
Rita...Rita...
__ADS_1
Panggil wanita tersbut sambil menggoyang pelan tubuh di samping nya...
wanita tersebut adalah ibu Murti seorang nenek yang mengasuh 2 orang cucunya..anak dari putra pertamanya yang sudah ditinggal ibu mereka untuk selama lamanya...sedang kan putra ibu Murti sendiri sudah menikah lagi dan tinggal bersama istri nya..
Rita adalah cucu bungsu dari ibu Murti yang semenjak ibunda tercinta nya meninggal ..Rita dan kakak nya yang juga perempuan tinggal dan diasuh oleh ibu Murti seorang diri.. di karena kan ibu Murti pun telah ditinggal suaminya 10 tahun yang lalu karena usia tidak lagi muda..
"Rita .... Rita cucu nenek yang cantik dan pintar..." sebut ibu Murti sambil menggoyang pelan tubuh cucu tercinta nya tersebut.
"mmmhhhhhh"... orang yang dipanggil tersebut hanya bergumam tanpa membuka matanya...
"Rita ..cucu nenek sayang..bangun sayang..beduk subuh sudah berbunyi bentar lagi adzan.."
masih belum ada sahutan dan masih terdengar dengkuran kecil..menandakan orang yang dibangunkan benar-benar masih bergelut dengan mimpi indahnya...
ibu Murti tersenyum..lalu beliau duduk dan membungkuk sedikit sambil mendekati telinga sang cucu tersayang.
"Rita sayang...bangun..udah subuh sayang..."ucap Bu Murti sambil menggoyang tubuh cucunya..
akhirnya Rita pun membuka matanya...dilihat nya nenek nya tersenyum ke arah nya..
"huammmmm....nek, Rita masih ngantuk banget..Rita tidur bentar lagi ya...huaaaammm" ujar sang cucu sambil menarik selimut dan memejamkan mata kembali.
ibu Murti tersenyum melihat kelakuan cucu nya...lalu beliau turun dari tempat tidur sambil berkata..
"ya sudah ..nenek duluan ya..nenek mau ambil wudhu udah waktunya subuh..."
"iya nek..nenek duluan aja..Rita masih pewe nek"sahut Rita sambil memejamkan matanya kembali..
sang nenek agak bingung mendengar jawaban cucunya.."pewe???" beliau gak atau apa yang dimaksud cucunya...
"duh nenek pewe aja gak tau...posisi wuenak nek" ujar Rita tanpa membuka matanya.
ibu Murti tersenyum sambil geleng-geleng kepala...sambil melangkah ke kamar mandi bersiap mengambil air wudhu untuk sholat subuh...
Setelah selesai berwudhu ibu Murti menuju ke kamar dan berharap sang cucu sudah bangun...tapi ternyata orang yang diharapkan malah meringkuk dalam selimut..ibu Murti tau sebenarnya cucunya sudah bangun..cuma bermalas-malasan...
Kemudian ibu Murti berjalan menuju kamar yang ada di samping kamar tidur mereka..
kreekkkk....beliau membuka pintu kamar perlahan...setelah pintu terbuka beliau kembali tersenyum melihat sosok cantik yang ada di atas dipan di kamar tersebut..
wajah nya cantik,rambut nya lurus,hidung mancung dan bibir tipis yang sungguh sempurna bagi gadis seusianya..begitu teduh dipandang..
Bu Murti mendekati sosok tersebut lalu menyentuh pipinya lembut...
"Dahlia..cucun nenek yang cantik..bangun sayang udah beduk subuh..ayo kita sholat subuh dulu" ujar Bu Murti.
tak berlangsung lama gadis yang di bangunkan Bu Murti pun membuka matanya.. lalu menoleh ke arah Bu Murti..
"nenek?" ujarnya tersenyum..."nenek udah lama disini?
"baru aja sayang..ayo bangun sholat subuh dulu"ujar Bu Murti
"oh udah beduk ya nek??iya baik lah Dahlia ambil wudhu dulu ya nek" ujar gadis itu bangun dari tidurnya lalu menuju kekamar mandi..sedang kan neneknya langsung masuk ke kamarnya dan memakai mukenah untuk bersiap siap sholat..
beliau menunggu di ruang tamu..tempat mereka biasa sholat berjamaah..beliau duduk sambil berdzikir menunggu cucunya..
__ADS_1
"nenek..Rita mana?belum bangun ya?" ujar Dahlia lembut kepada nenek nya..nenek nya hanya tersenyum..
lalu Dahlia masuk ke kamar nenenknya dimana adik tercintanya masih tidur..
"Rita sayang bangun yuk sholat subuh dulu dek.."ajak Dahlia..
"Rita masih ngantuk kak.."sahut Rita sambil menarik selimutnya
"Dek, ayo bangun sholat ..kalo gak nanti Allah marah dan gak sayang lagi sama Rita.." ujar Dahlia..
sang adik mendengar kata Allah marah langsung bangun loncat dari tempat tidur langsung ke kamar mandi..
Dahlia tersenyum melihat kelakuan adiknya yang selalu ketakutan kalo dengar Allah marah...kemudian Dahlia pun melangkah menuju kamarnya Lamu mengenakan mukenah nya dan bersiap untuk sholat..Dahlia mengambil tempat di belakang neneknya yang biasa jadi imam sholat berjamaah mereka...
Rita pun sudah siap disamping kakaknya...
tidak lama pun terdengar adzan berkumandang dari masjid..mereka pun bersiap untuk sholat berjamaah...
setelah selesai sholat Dahlia membantu neneknya mempersiap kan sarapan pagi mereka..sedangkan Rita mengambil sapu lalu mulai menyapu ruangan rumah mereka..
sambil memasak Bu Murti bertanya pada Dahlia..
"sayang..hari ini hari pertama osb(orientasi siswa baru) kamu kan sayang?"
"iya nek" jawab Dahlia singkat.
"bagaimana persiapan nya ?apa semua yang diperlukan sudah di siapkan?" tanya Bu Murti kembali
."udah semua nek..sudah siap semua..tinggal nanti berangkat ke sekolah baru..."jawab Dahlia.
"oya. bagaimana dengan adik mu Rita?dia juga akaan melaksankan osb kan?"
"iya nek.rita pun sudah siap sama seperti kakak Dahlia" jawab Rita yang tiba-tiba sudah berada di samping mereka berdua...
lalu Bu Murti pun menyuruh mereka berdua mandi dan bersiap-siap ..lalu sarapan..karena jam sudah menunjuk kan pukul 06.00wib.
setelah selesai sarapan Dahlia dan adiknya Rita pun berpamitan kepada neneknya..
"nek, Dahlia berangkat sekolah dulu ya nek."
"Rita juga nek."ujar Rita menimpali.
"iya cucu-cucu nenek..Kalian hati-hati dijalan danbelajar yang rajin supaya cita-cita kalian bisa tercapai..jangan melakukan kesalahan supaya tidak menyesal nanti di kemudian hari" ujar Bu Murti menasehati kedua cucunya.
" iya nek, kami akan ingat selalu pesan nenek" jawab kakak beradik itu kompak..
"ya udah nek..kami berangkat dulu ya..kebetulan angkotnya udah ada..kami pamit ya nek.. assalamualaikum" ujar Dahlia sambil mencium punggung tangan neneknya diikuti adiknya melakukan hal yang sama.
"hati-hati ya jaga diri kalian" jawab Bu Murti.
setelah kedua kakak beradik itu menaiki angkot menuju sekolah mereka yang kebetulan berdekatan mereka melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Bu Murti.
Bu Murti pun membalas lambaian tangan mereka lalu berujar dalam hati," Semoga kalian bisa sukses mengejar mimpi kalian cucu ku..dan terlepas dari penderitaan dan kesusahan yang kita derita saat ini...nenek sangat menyayangi kalian berdua..sungguh malang nasib kalian cucuku..semoga kalian selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.."
tak terasa Bu Murti menangis mengenang apa yang telah dialami kedua cucunya setelah ditinggal ibu mereka yang merupakan isteri dari anaknya...
__ADS_1
BERSAMBUNG