Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
CERITA NADIA ( revisi )


__ADS_3

Setelah hanyut dalam kebahagiaan dan melepas kerinduan..mereka berempat masuk kedalam ruang tamu diikuti oleh Bram..sementara empat pengawal masih setia berjaga di depan, karena warga yang masih ramai dan syok melihat kejadian langka itu.


mereka semua tidak menyangka kalau keluarga yang mereka hina dan caci maki dulu, sekarang sudah diluar dugaan mereka. Sementara Nadia ,tidak hentinya mengucap rasa syukur atas apa yang telah tuannya berikan padanya..Nadia tidak menyangka bahwa Leon melakukan semuanya demi membalas sakit hati kepada warga kampung xy yang sudah menghinanya dahulu.


karena di rumah sederhana pak Soleh tidak ada pembantu , maka Bu hartati sendiri yang langsung membuatkan minuman untuk mereka semua..


"Ayo semua diminum dulu dan cicipi cemilannya" tawar Bu hartati.


" ayo pak Bram duduk disini, jangan berdiri disitu"ajak Nadia , melihat Bram yang hanya berdiri di belakangnya.


"Ya..tapi nona, ini sudah tugas saya menjaga nona. bukan untuk minum atau makan bersama nona. kami punya waktu istirahat nanti. kalau melanggar, pasti nanti pak Leon akan marah besar" terang Bram.


"Tenang pak, nanti saya yang akan bertanggung jawab." ujar Nadia meyakinkan.


" ta..tapi non...."


" Sudah duduk sekarang" perintah Nadia.


" b..b..baik nona" jawab Bram gugup seraya duduk di sofa di samping Frans..


"kenalin bang, saya Frans kakak Nadia" ujar Frans mengulurkan tangannya..Bram belum menjawab, tapi menoleh ke arah Nadia dan di balas anggukan oleh Nadia.


" m.mm. saya Bram tuan, pengawal sekaligus sopir nona Nadia selama disini" .ujar Bram sambil membalas jabat tangan Frans.


"Jangan sungkan nak Bram, anggap rumah sendiri ya, walaupun rumah ini sederhana" ujar pak Soleh tersenyum.. Bram pun mengangguk sambil tersenyum. Bram yang tadi masih kaku, sekarang sudah lebih santai dengan perlakuan baik keluarga Nadia...Bram tidak menyangka, kalau dia mendapat perlakuan seperti itu.


" nak, tolong ceritakan tentang semua ini. ibu masih heran apa yang......" ujar Bu hartati.


" Sabar ya bu, nanti Nadia ceritakan semua.Tapi, setelah Nadia kasih oleh-oleh yang Nadia bawa sekalian makan siang dulu.ibu sudah masak kan? Nadia lapar." ujar Nadia manja.


" oh iya , ibu sampai lupa. ya sudah sekarang kita makan dulu semuanya.. sebentar ibu siap kan dulu." Bu hartati meninggalkan ruang tamu menuju ruang makan.


" pak Bram, bantu Nadia sebentar bawa oleh-oleh yang ada di mobil" Nadia bangkit dari duduknya dan keluar.


" baik nona, " Bram langsung mengikuti Nadia keluar.


sementara diluar masih banyak warga.. melihat Nadia keluar mereka berteriak nama Nadia..nadia pun tersenyum menuju ke arah mereka.. para pengawal langsung bertindak mengamankan Nadia dari warga yang rebutan mau salaman.


Tapi Nadia melarang pengawal tersebut. membuat mereka menoleh ke arah Bram dan dijawab anggukan oleh Bram. para pengawal mundur, memberi jalan kepada Nadia. Nadia pun segera menyalami satu per satu warga . setelah selesai warga pun berlalu sambil menyimpan rasa penasaran di hati masing-masing.

__ADS_1


Setelah itu Nadia menyuruh para pengawal beserta Bram masuk untuk makan siang. para pengawal pun keheranan mendapat perlakuan itu. mereka takut lalu menoleh ke arah Bram. Bram hanya mengangguk.


Akhirnya mereka masuk ke dalam, dan para pengawal beserta Bram pun membawa paperbag berisi oleh-oleh untuk keluarganya.


mereka semua menuju meja makan setelah meletakkan oleh-oleh di ruang tamu. di meja makan telah tersedia menu sederhana , ada sambal, tahu dan tempe goreng, serta lalapan khas makanan kampung.


semua termasuk para pengawal makan dengan lahapnya. setelah selesai makan, Frans mengantar para pengawal ke rumah kecil di samping, untuk beristirahat.. rumah itu lebih tepat di sebut kamar .tempat biasa Frans menyendiri kalau lagi ada masalah . lumayan besar dengan kasur besar cukup untuk 3 orang. sementara Bram,yang memang diberi tugas ekstra oleh Leon,tidak beranjak dan tetap berada di dekat Nadia dan ikut ngobrol di ruang tamu.


Setelah mengantar para pengawal beristirahat, Frans kembali ke dalam rumah.


lalu duduk disamping Nadia, tangan nya langsung merangkul pundak nadia, sehingga Nadia pun langsung bersandar di dada bidang kakak kesayangannya itu.


" Ayo nak, cerita semuanya. " desak Bu hartati


" hmm.. baik Bu" jawab Nadia


Selanjutnya Nadia bercerita dari awal dia bekerja selama tiga tahun sampai saat dia pulang. menceritakan kisah kerjanya sebagai sekretaris pribadi Leon sang asisten CEO MBS grup.. lalu menceritakan tugas yang di beri Leon.. Bram yang sudah mengetahui semuanya, hanya diam. sedangkan Bu hartati dan keluarganya, bingung dengan tugas Nadia.


" Dahlia , itu gadis tetangga Tante indah kan, nak" tanya pak Soleh.


" iya pak." jawab Nadia singkat.


" Nadia juga gak tau Bu, Nadia tidak bertanya, dan Nadia hanya menjalankan tugas". jawab Nadia.


" kalau menurut kakak, ini ada hubungan nya dengan masalah hati..." ujar Frans membuat semua kaget, termasuk Bram.


" maksud kakak?" Nadia mengernyitkan dahinya.


" menurut kakak, pak Kevin menaruh hati pada gadis itu, sehingga dia mau informasi sekecil apapun ." jawab Frans menerangkan . Nadia dan semua mengangguk mengerti.


" tapi, darimana pak Kevin tau tentang Dahlia? setau Nadia, pak Kevin sudah 1 tahun di luar negeri.." jawab Nadia menggantung.


" hmmm dari pada penasaran, mending kamu lakukan aja nak, jangan kecewa kan atasan kamu yang baik itu" pinta pak Soleh.


" iya pak, sore ini juga, Nadia akan kesana. nanti di temani ibu. sekalian mau beli oleh-oleh buat Tante indah dan Dahlia " jawab Nadia.


Setelah memberikan oleh-oleh untuk pak Soleh, Bu hartati dan Frans ... Nadia pun pamit untuk istirahat. banyak oleh-oleh yang di bawa, baju dan makanan membuat semua bahagia.


" eh lupa, ada titipan hadiah buat ibu/bapak dan kak Frans dari pak Leon." ujar Nadia sambil menyerah kan dua buah kotak kepada orang tuanya dan Frans.

__ADS_1


mereka terkejut..


" ini apa dek?," tanya Frans


" Nadia juga gak tau kak. kata pak Leon Nadia gak boleh buka. biar kalian aja yang buka langsung" tutur Nadia, karena Nadia memang gak tau isinya apa.


buru-buru mereka membuka kotak hadiah itu,sesaat kemudian mereka berteriak kaget. ..


ternyata isi nya handphone keluaran terbaru yang harganya diatas 10jt..


" dek, ini gak salah?" tanya Frans gemetar.


" memangnya kenapa kak?, ini kan handphone. Alhamdulillah bisa buat telpon Nadia kalau sudah d kerja lagi" jawab Bu hartati senang.


" maksud kakak Bu, ini harganya mahal banget" jelas frans, membuat Nadia berbalik dan melihat handphone tersebut.. Nadia terkejut melihat handphone itu sama dengan handphone Nadia yang di berikan pak Kevin..dan Nadia tau pasti harganya.


"haaaaa?? memang berapa harganya nak?" tanya pak Soleh.


" handphone ini sama dengan yang Nadia punya,pak. harganya diatas 10 juta" jawab Nadia sambil menunjukkan handphone nya yang sama persis.


penjelasan Nadia membuat pak Soleh dan keluarganya manyun, melihat benda mahal itu. yang dalam mimpi pun mereka tidak pernah melihat apalagi memilikinya. begitu juga Frans , tidak pernah bermimpi mendapatkan barang mahal yang harganya setara dengan 5 bulan gaji nya itu..


" Tapi, kenapa pak Leon memberikan ini ke kita ya?" tanya Bu Hartati.


Nadia termenung, dia mengingat ceritanya pada pak Leon, mungkin karena itu pak Leon memberikan hadiah itu.. Nadia tersenyum, dan sekaligus berterimakasih atas perhatian atasannya tersebut.membuat kebahagiaan Nadia berlimpah.


" loh, ibu tanya kok malah senyum?" tanya Bu Hartati.


" gak apa-apa Bu. ya sudah Nadia istirahat dulu sebentar. nanti jam 2 ibu antar Nadia ke rumah Tante indah ya.." ujar Nadia berlari ke kamarnya, dia ingin segera istirahat karena perjalanan tadi menguras tenaganya.


sementara, Bu Hartati, pak Soleh dan Frans malah bengong melihat nya. tapi selanjutnya mereka pun segera meminta Frans mengajari mereka berdua cara mengoperasikan hp tersebut. Frans pun mengajari kedua orang tuanya , sampai mereka bisa mengoperasikan hp tersebut. setelah itu, Frans mengajak Bram istirahat di kamar tamu, meninggal kan orang tuanya yang masih sibuk dengan hp baru mereka.


sementa Nadia sudah terbawa mimpi, saking capeknya. Nadia terlelep dengan senyum mengembang, mengingat kebahagiaan yang tak pernah di bayangkan itu.


\=\=\=\=\=


**JIKA ADA KESALAHAN DAN KEKURANGAN, HARAP KRITIK DAN MASUKANNYA.


MOHON JUGA DUKUNGAN VOTE, LIKE ,KOMENTAR UNTUK LEBIH BAGUS LAGI KEDEPANNYA .

__ADS_1


__ADS_2