Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
OSB 4


__ADS_3

Sementara itu pak Kevin sudah sampai di ruang UKS. Tapi pintu bum terbuka karena Rangga lupa kalo kunci ada di tasnya.


" Aduh ... Rangga kemana? kenapa pintunya masih terkunci?" ujar Kevin kesal karena sudah lumayan pegal menggendong gadis itu. walaupun tubuhnya kurus tapi karena dia pingsan terasa berat juga.


" Rangga ambil kunci di kelas dalam tasnya pak" ujar seorang siswa.


" Ada yang bawa minyak kayu putih gak?" tanya Kevin.


" Ada pak. ini." jawab Rangga yang kebetulan sudah sampai ditempat itu.


" Kamu darimana? kenapa lama sekali?" hardik Kevin dengan tatapan tajam ke arah Rangga


" Maaf pak, tadi kuncinya saya taruh di tas. Saya takut hilang" jawab Rangga sambil menunduk. tubuhnya gemetar dan tidak berani memandang wajah killer gurunya


" Ya sudah... Cepat buka pintunya" perintah Kevin.


" Baik pak." jawab Rangga


" Kamu .. siapa namamu?" tanya Kevin pada salah seorang siswa cewek yang dia ajak untuk menemani gadis yang pingsan tadi.


"Saya Dara pak. dan teman saya Dini" jawabnya.


" Baik Dara.. oleskan minyak kayu putih ke hidungnya" perintah Kevin.. Tanpa menjawab Dara pun langsung mengoleskan minyak kayu putih ke hidung gadis itu..


Kemudian Kevin melangkah masuk menuju ke tempat tidur yang ada di dalam ruang UKS tersebut. Sebelum membaringkan gadis itu disana, tanpa sengaja Kevin melihat ke wajah gadis yang ada di gendongannya.


"*hmmm.. gadis ini cantik sekali..cantik alami..tanpa polesan make up.. kulit wajahnya putih berseri walaupun pucat, hidungnya mancung dan bibirnya merah alami.. uhhhh membuat jiwa jomblo ku memberontak...aduhhhh apa yang ku pikir kan? "batin Kevin


"Tidak ...tidak mungkin... perasaan apa ini? kenapa jantung ku berdegup kencang? ahhhh apa yang sebenarnya terjadi*?


"Aaaaaaaaaaaaaa...." suara teriakan terdengar membuat kaget kevin. dan tanpa sadar gadis itu terlepas dari gendongannya. Untung saja jatuhnya pas di tempat tidur jadi gadis itu tak merasa sakit.Semua yang ada di ruangan itu pun kaget seperti halnya Kevin.


" Hei... apa yang kamu lakukan?" ujar Kevin tersadar dari kagetnya.


" Siapa kamu? dan apa yang kamu lakukan?? kenapa kamu menyentuh saya??" tanya gadis itu dengan suara keras.


"Haaaaa????"ujar Kevin kaget.


" Saya pak Kevin ,pembina OSIS kalian". jawab Kevin heran


Gadis itu menatap Kevin lalu melihat ruangan sekeliling..lalu tersadar dan tiba-tiba mukanya bertambah pucat.


"Maaf pak. saya hanya kaget"jawab gadis itu menunduk ketakutan.karena tau orang yang ada didepannya adalah guru tampan yang baik tapi killer.


"Tapi saya dimana? Kenapa saya ada disini? apa yang terjadi?" tanya gadis itu kebingungan.


" Kamu tadi pingsan di lapangan dan pak Kevin yang bawa kamu ke sini" jawab Dara menjelaskan.


"oh.oh.. maaf pak saya tidak sadar. maafkan kelancangan saya tadi pak. mohon bapak memaafkan dan saya akan terima apa saja hukuman yang bapak berikan atas kelancangan saya" ujar gadis itu memelas sambil menunduk menangis.


" Hei.. jangan menangis.. saya tidak marah dan saya tidak akan menghukum kamu.. kamu tidak salah" jawab Kevin sambil mengelus kepala gadis itu dan tersenyum.


"deggg.." jantung Kevin berdegup kencang setelah menyentuh kepala gadis yang tertutup hijab tersebut.


hal yang sama pun dirasakan oleh gadis itu.


"aduh..ada apa ini..kenapa jantung ku berdebar kencang? kenapa aku merasakan kehangatan dari sikapnya?" batin gadis itu.


" Te...te.. terimakasih pak" ujar gadis itu tersenyum.


"Rangga segera ke aula. sebentar lagi bapak menyusul" perintahnya pada Rangga


"Baik pak. saya pergi dulu" jawab Rangga sambil berlalu.


Kevin kembali mendekati gadis itu..

__ADS_1


" Apa yang kamu rasakan?"tanya Kevin.


" Sedikit pusing pak".jawab gadis itu.


" Hmmm.. Oya,siapa nama kamu?"


"Dahlia pak" jawab nya singkat.


"Hmmmm.. cantik seperti orangnya.."gumam Kevin.


"Apa pak?" tanya Dahlia.


"Ahhh.. tidak apa-apa.." jawab Kevin salah tingkah.


" Oya saya mau tanya. Kenapa kamu bisa pingsan?apa yang kamu rasakan?"


" Eh ..ehm... tidak apa-apa pak... cuma mual saja"jawabnya terbata-bata.


" loh kalo gak apa apa-apa,kenapa bisa pingsan?"


"ehh..ehhh saya..saya...belum sarapan pak..maag saya kambuh..makanya tadi mual dan pusing" jawab nya malu-malu.


" Loh, kok bisa gak sarapan? emangnya kamu tadi gak minta dimasakin sarapan sama orang tua kamu?" tanya Kevin lagi.


Dahlia terdiam menunduk sedih ..


" Loh kok diam?"


" maaf pak, tadi kesiangan dan saya buru-buru takut terlambat dan kena hukum kakak senior"jawab Dahlia semakin merunduk takut.


" Kalo begitu kenapa gak sarapan di kantin tadi? kan ada waktu sebelum kegiatan." ujar Kevin.


"ehh..ehhh...anu pak. saya gak pernah jajan. saya gak pernah dikasih uang jajan. karena keluarga saya tidak mampu" ujarnya sedih.


"deggg...." Kevin kaget , begitu susah keadaan gadis ini.. dia cantik... tapi kelihatan sangat menderita..


" tapi pak???"....


"Sudah gak usah dipikirkan. nanti saya yang bayar.." ujar Kevin


"Tapi pak... saya gak mau repotin orang lain termasuk bapak.. saya sudah terbiasa begini.. sebentar lagi pasti sembuh.. saya hanya perlu air putih saja" jawab gadis itu menunduk .


"Sudah gak usah dipikirkan. saya yang bayar. karena kamu mengidap sakit maag. kalau kamu selalu telat makan, nanti maag kamu kronis dan masuk rumah sakit.Bukan kah itu akan menjadi beban keluarga kamu? kamu harus makan supaya tidak sakit dan bisa belajar supaya bisa menggapai cita-cita mu"


"Tapi pak....." jawab Dahlia.."


"aduhhh bagai mana ini? aku malu tapi kalo aku tidak makan dan sakit, kasihan nenek pasti kepikiran dan sedih. aku gak mau nenek sedih.."ujarnya dalam hati.


Tak disadari air mata Dahlia mengalir di wajah cantik nya.


" Hei kenapa menangis?? sudah... sudah.. sekarang kamu sarapan dulu biar saya pesankan." ujar Kevin.


"Benarkah pak??apa tidak memberatkan dan merepotkan bapak??"tanya Dahlia.


"Tidak sama sekali.. kesehatan itu lebih penting." jawab Kevin.


"Dini , Dara kalian beli sarapan dikantin bawa kesini. sekalian kalian juga beli sarapan biar temenin Dahlia sarapan disini. Biar bapak yang bayar" perintah Kevin.


"Baik pak. terimakasih" ujar kedua gadis itu dan berlalu ke kantin yang tidak jauh dari ruang UKS itu.


Sementara itu Kevin yang memilih duduk di kursi berada tidak jauh dari tempat tidur Dahlia.


" Tak q sangka kamu begitu cantik , tapi terlihat begitu menderita. siapa dirimu sebenarnya dan derita apa yang kamu rasakan? ahhhh ... tidak.. kenapa aku malah tidak rela melihat kesedihan itu??apa yang sebenarnya terjadi ujarnya. ada baiknya ku selidiki siapa dan bagaiman keadaan sebenarnya dari gadis ini..dia terlalu menarik di balik wajah alami nya yang membuatku pertama kali nya merasa nyaman. baik lah aku akan hubungi orang kepercayaan ku."


Lalu mengeluarkan handphonenya.. menelepon seseorang..

__ADS_1


"halo. ada apa tuan??ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara dari seberang sana.


" ehhhhmmm... Leon.. tolong kau selidiki orang ini .. dan aku mau hasilnya secepatnya.." perintah Kevin kepada asistennya Leon.


"siap tuan. tapi siapa yang harus saya selidiki?sedangkan saya belum dapat informasi orangnya dari tuan" jawab Leon.


"Aduh aku lupa... baik lah nanti aku kirim ke kamu siapa yang harus kamu selidiki.."


" Baik tuan" jawab leon


"Tut.. Tut.. Tut.." suara telpon terputus


" Sialll... kebiasaan nih Kevin.. belum juga selesai main putus aja telponnya..tapi aku jadi heran dan bingung siapa sebenarnya yang di maksud Kevin?? ya sudahlah tunggu aja dulu" gumam Leon kesal


Sementara itu Kevin sedang kebingungan..bagaimana caranya ambil foto Dahlia..Kevin berpikir keras.. kalau minta secara langsung malu sekali rasanya..


Akhirnya Kevin melihat ke arah Dahlia yang sedang termenung..


"Wahhh .. ini kesempatan ..aku ambil foto diam-diam ,mumpung dia lagi bengong" ujar Kevin lega melihat kesempatan itu..


Kevin kembali mengambil handphone di saku celananya lalu membuka kamera.. tidak lupa mematikan suara kamera supaya tidak ketahuan saat dia mengambil foto Dahlia.


"ssrrtt" "YESS.. akhirnya dapat juga. Walaupun dia lagi bengong, tapi tetap kelihatan sangat cantik" Puji Kevin dalam hati..


Sementara itu Dahlia yang tidak sadar Kevin telah memotretnya karena sedang termenung..


" Apa ini? apa yang kurasakan? kenapa aku senang diperhatikan pak Kevin? aku merasa jantung ku berdebar keras saat diperhatikan olehnya. Aku merasa nyaman dan terlindungi. aku merasa sangat senang.tapi aku tidak boleh berpikir lebih jauh. semoga saja apa yang ku pikirkan dan ku harapkan benar adanya...."


"Assalamualaikum"...ucap Dara dan Dini serempak.


"Waalaikumsalam" jawab Kevin.


"Waalaikumsalam..." jawab Dahlia kaget. dan tersadar dari lamunannya..


" Baiklah sekarang kalian habiskan dulu sarapan kalian. Dan setelah Dahlia sudah baikan kalian segera ke aula. Dara dan Dini kalian temani Dahlia sampai baikan"..


"Baik pak" jawab Dara dan Dini serempak.


" Dan kamu Dahlia , habis kan sarapan kamu biar cepat pulih dan gak sakit." ujar Kevin.


"BBB...BBB..baik pak. Terimakasih" Jawab Dahlia gugup.


" Baiklah semua , bapak ke aula dulu.. nanti kalian susul ke aula.." ujar Kevin sambil berlalu.


"Tapi pak..." ujar Dara, memanggil Kevin. sehingga Kevin menghentikan langkahnya dan berbalik .


"Tapi apa?" tanya Kevin mengernyitkan dahi nya heran..


"Ini uang kembaliannya pak" jawab Dara sambil menyerah kan uang kembalian ke Kevin.


" Ada berapa uangnya?" tanya Kevin.


" Lima puluh ribu pak " jawab Dara


"Sudah ambil buat mu saja"


"Tapi pak...."


"Sudah .. sudah... ini ambil berikan buat teman mu Dahlia dan Dini. untuk makan siang atau ongkos pulang" Kevin memberikan dua lembar uang lima puluh ribuan kepada Dara.


"Ba.. baik pak. terimakasih pak" ujar Dara


"Tidak usah sungkan. Ya sudah saya ke aula dulu. dan kalian secepatnya menyusul." ujar Kevin sambil berlalu


"Baik pak." jawab Dara sambil kembali masuk ke ruang UKS, tempat Dahlia dan Dini yang sedang menunggunya untuk memakan sarapan yang di belinya tadi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2