Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
DAHLIA KEMBANG DESA


__ADS_3

Pagi itu, pagi yang sangat indah. matahari tersenyum dengan indahnya..


"huammmmppphhh..."


Kevin menguap sambil membuka matanya.. melihat jam menunjukkan pukul 10 pagi menjelang siang, Kevin baru bangun tidur menggeliat, meregangkan otot-otot nya...ya Kevin memang bangun kesiangan, karena tadi malam dia tak bisa tidur. karena, memikirkan tugas yang diberikan kepada Leon.. kebetulan hari itu, hari minggu..jadi dia libur kerja..dia segera meraih ponsel yang ada di meja di samping tempat tidurnya. dia segera menghubungi kontak Leon...


berkali-kali Kevin menelepon tapi nomor Leon tidak aktif..karena Leon kebetulan mematikan ponselnya.. saat ini Leon sedang dalam pesawat menuju ke sana.


"shitttttt....dasar tidak becus.... mau menghindar ya? berani nya kamu mematikan ponsel mu Leon...kau akan terima akibatnya" teriak Kevin marah...ponsel pun dia lempar sembarangan diatas tempat tidur..


"sial...sial.. dasar Leon tidak berguna"


"bukkkkk.." Kevin memukul keras ranjang nya..walaupun tidak terasa sakit, karena kasur itu begitu empuk...


akhirnya untuk mendinginkan hatinya yang sedang kacau akibat emosi yang meluap-luap, Kevin memutuskan untuk melangkah ke kamar mandi.. Kevin memutar keran shower dan menyiram tubuhnya sangat lama. sampai tubuhnya berasa kaku karena kedinginan.


setelah merasa susah untuk bergerak, Kevin melangkah gontai keluar kamar mandi, lalu berganti pakaian kasual.. Kevin mengenakan kaos lengan pendek putih dan celana pendek selutut berwarna senada.


Selanjutnya, Kevin bergegas untuk keluar kamar dan turun mau sarapan..


\=\=\=\=\=\=


sementara Leon sudah tiba di bandara. ketika turun dari pesawat, waktu sudah mendekati waktu makan siang, .. di luar bandara, Leon memesan taksi online dan menuju restoran untuk bersiap makan siang..


drrrrtttt... drrrrtttt.. drrrrtttt


Nadia yang sedang bersantai ngobrol bersama orang tuanya. mengambil ponsel yang diletakkan diatas meja. Nadia melihat yang menelpon adalah Leon. seketika, Nadia tersenyum dan matanya berbinar senang. karena, orang yang dia tunggu pun meneleponnya.


"nak, kok senyum sendiri? apa gerangan yang membuat mu senang" tanya Bu Hartati , yang sedari tadi melihat tingkah Nadia.


"mmhhh... gak apa-apa Bu. sebentar ya Nadia angkat telpon dulu" jawab Nadia sambil berlari ke kamarnya.


" halo tuan. tuan sudah sampai? sekarang ada dimana?" tanya Nadia


" Aduh.. Nadia...bisa gak kamu tanya satu persatu? saya bingung mau jawab apa. bukannya ucap salam" maki Leon.


"eh iya.. maaf tuan. assalamualaikum" ujar Nadia gugup


" waalaikumsalam. kenapa? sudah gak tahan mau ketemu saya ya? kamu merindukan ku?" Leon menggoda Nadia.


" mmhhh... bukan begitu tuan. Nadia cuma bertanya.." jawab Nadia malu.


" hhhmmm.. ya sudah , kalau memang kamu sudah gak sabar ketemu, sekarang saya tunggu di Restoran AB. kita makan siang" ujar Leon masih menggoda Nadia


"tuan Leon.. ada-ada saja..ya sudah saya ke sana sekarang" jawab Nadia salah tingkah..


Nadia pun pamit kepada orang tua dan kakaknya , dan Nadia segera menuju lokasi di yang sudah di tentukan.. Bram dan semua pengawal pun berangkat.


setelah menelpon Nadia, Leon pun menghubungi Kevin.


" halo.. Leon ... kamu berani ya sekarang mematikan ponselmu.. sudah bosan hidup kamu??mau ku antar ke neraka kamu" teriak Kevin marah.


" waduh bos.. sabar dulu. jangan marah, tadi saya sengaja mematikan ponsel, karena sedang ada di pesawat..."


" apa yang kamu lakukan?? kamu pergi kemana? bukan kah aku sudah beri tugas ke kamu? awas saja kalau lewat.. waktu tinggal 2 jam lagi..kamu akan terima akibatnya." maki Kevin.


" waduh dasar CEO kejam. memangnya gak capek marah-marah terus?" goda Leon.


"bre****k...kamu ditanya, malah balik nanya.. memang sudah bosan hidup kamu ya?" maki Kevin makin kesal.


" hahahaha.. dasar bos kejam" jawab Leon tertawa, tidak menghiraukan ancaman Kevin.


"kenapa kamu tertawa? cepat jawab kamu dimana? aku sedang tidak main-main leonnnn..." teriak Kevin.


"iya... iya... aku jawab bos. aku tadi lagi di pesawat, dan sekarang aku sudah menunggu tuan untuk makan siang di restoran AB?" jawab Leon.


" Restoran AB? berarti si bodoh ini sedang disini?" batin Kevin


"kamu jangan bercanda Leon... aku lagi tidak ingin bercanda" ujar Leon tidak percaya.

__ADS_1


" tidak bercanda tuan Kevin Sanjaya yang terhormat. cepat lah datang.. aku sudah lapar.."


siallll.. main matikan telpon seenaknya.. dasar bos sialan...maki Leon..


\=\=\=\=\=\=\=\=


sesaat kemudian, Nadia sampai di restoran yang dimaksud oleh Leon. Nadia masuk dan melihat Leon di dalam sedang duduk dipojok ..


" selamat siang tuan" sapa Nadia


" selamat siang tuan Leon" sapa Bram


" selamat siang Nadia , selamat siang Bram " jawab Leon tersenyum..


" silahkan duduk" ujar Leon.


" terima kasih tuan" jawab Nadia duduk di kursi depan Leon


" saya tunggu dimobil saja tuan" ujar Bram berlalu, setelah Leon mengangguk.


" apa kabar tuan? sudah lama menunggu? " Nadia memulai pembicaraan.


" kabar baik.. belum lama kok.. Oya, kamu sendiri bagaimana kabar mu?"


" baik tuan..." ujar Nadia terputus karena tiba-tiba....


bukkkkkk....


sebuah tangan memukul keras pundak Leon. membuat Leon kaget dan hampir terjatuh.. Nadia pun tak kalah kaget melihat sosok tampan yang baru saja memukul Leon.


"tu..tu..tuan muda kevi..." ujar Nadia kaget..


" Nadia? kenapa kamu ada disini?" ujar Kevin tak kalah terkejutnya..


" Ng...Ng...anu...."


" dasar bos kejam...., datang main pukul..dasar bos tidak punya hati..." teriak Leon sambil menahan sakit..


" sebaiknya kita makan dulu tuan . aku lapar...."


" pelayan.." teriak Leon


Kevin mendengus kesal..tapi tidak melanjutkan marahnya . karena dia sendiri sudah merasa lapar.


" kamu hutang penjelasan ke aku...kalau sampai penjelasan mu tidak memuaskan, terima akibatnya" ancam Kevin kesal.


" tenang bos.. tuan akan senang mendengar apa yang akan aku dan Nadia sampaikan." ujar Leon tersenyum penuh arti.sedang kan Nadia sedang dalam mode bingung tingkat dewa . tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


baru saja Kevin mau melanjutkan.. pesanan sudah datang..


" baiklah, kita makan dulu" ujar Kevin.


merekapun menyantap makan siang.. setelah beberapa saat, makanan sudah habis. dan meja pun sudah di bersihkan oleh pelayan.


" Leon ... cepat jelaskan" perintah Kevin dengan nada tinggi.


"ehmmmm... begini tuan ada dua berita yang akan saya sampaikan.. berita baik dan berita buruk ....." Leon menghentikan pembicaraannya melihat dahi Kevin berkerut..


" tuan mau yang mana dulu? berita buruk atau berita baik?" lanjut Leon.


Kevin termenung sejenak..


" sampaikan berita buruknya..."


" begini tuan.. berita buruknya adalah.. perusahaan sedang ada masalah dan menurut tuan besar Michael Sanjaya ,papa tuan hanya tuan yang bisa menyelesaikannya...."


" seberapa buruk dan besar masalahnya? sampai papa pun tidak bisa menyelesaikannya?"


" ini berhubungan dengan kejadian pembatalan perjodohan tuan muda beberapa tahun yang lalu, sebelum tuan memutuskan untuk meninggalkan perusahaan dan memilih menenangkan diri disini karena kasus tersebut..karena sekarang Aldo Mahardika pemimpin perusahan Mahardika grup sudah keluar dari penjara dan mengincar tuan.. dan kabar terakhir Aldo sudah mengetahui tempat tuan berada sekarang...tuan besar meminta saya sekalian menjemput tuan muda kembali..karena, kalau tuan muda masih disini, tanpa pengawalan akan sangat membahayakan tuan dan orang sekitar tuan..."

__ADS_1


" bajingan itu tidak bosan mencari masalah dengan ku..baik lah. aku butuh paling tidak 3 hari untuk mengurus surat pengunduran diri ku sebagai guru disini.. setelah itu aku akan kembali ke perusahan dan kamu harus menemani ku disini"


" baik tuan.. saya akan menemani tuan disini. apa perlu kita tambah pengawal untuk menjaga keselamatan tuan?"


"maksud kamu, aku lemah begitu?" Kevin menggertakkan giginya merasa dianggap lemah oleh Leon


" bukan begitu tuan.. tapi, ini hanya untuk berjaga saja.. mengantisipasi segala kemungkinan yang ada" jelas Leon.


" tidak usah.. lagi pula mereka tidak akan berani bertindak disini.." jawab Kevin


" baik tuan, jika itu keputusan tuan" ujar Leon menyanggupi..


" terus apa berita baiknya? dan kenapa Nadia ada disini ?" tanya Kevin sambil memandang tajam ke arah Nadia . membuat Nadia ketakutan.


" begini tuan.. Nadia adalah orang yang saya percaya menyelidiki tentang gadis yang tuan perintahkan.. kebetulan tempat tinggal nadia juga disini dan rumah gadis itu tepat berada disebelah rumah Tante nya Nadia.." jelas Leon


" apa benar begitu Nadia?" tanya Kevin tidak percaya.


" be...be..nar sekali tuan" jawab Nadia gugup


" hmm .. bagai mana informasi yang kamu dapat kan?"


" informasi nya......"


"diam kamu Leon... aku bertanya pada Nadia..aku mau mendengar langsung penjelasan Nadia" bentak Kevin..Leon mengalah dan memilih untuk diam..


" Nadia ... cepat jelaskan" perintah Kevin


" ini tuan.. saya ada rekaman percakapan dengan Dahlia. dan ini juga ada file yang saya dapat dari kelurahan tentang identitas dan informasi valid tentang Dahlia...silahkan tuan lihat" ujar Nadia sambil menyerahkan rekaman dan berkas file tersebut..


Kevin memutar rekaman percakapan Nadia dan Dahlia ...lalu melihat berkas informasi dengan seksama.


setelah menerima informasi tersebut, wajah Kevin yang tadinya marah, berubah sendu..


" kenapa muka tuan kelihatan sedih?" Leon memberanikan diri untuk bertanya..


" ternyata diluar dugaan ku... Dahlia kembang desa dan begitu sedih dan susah cerita hidup nya......" wajah Kevin semakin sendu.. dan hal itu membuat Leon serta Nadia heran melihatnya...Kevin yang dingin serta tegas bisa bersedih..


" Leon kamu nanti menginap di rumah om Syahrial... kamu tidur di kamar tamu. kamu mau pulang sekarang atau nanti?"


" tuan muda duluan saja.. saya masih ada yang perlu dibicarakan dengan Nadia...lagipula saya tau rumah tuan Syahrial..nanti saya menyusul tuan muda" kata Leon..


" oke. aku duluan dan menunggu kamu dirumah.. ada yang perlu kita bahas setelah urusan mu dengan Nadia selesai." ujar Kevin berlalu tanpa mendengar jawaban dari Leon..


" uhhh ... selalu seenaknya .. dasar bongkahan es.." umpat leon kesal melihat tingkah laku tuan muda Kevin yang selalu bertindak semaunya.


"ehmmm... maaf tuan, tadi tuan bilang mau membahas sesuatu dengan Nadia...mau membahas apa tuan?" tanya Nadia penasaran sekaligus deg-degan.


" oh.. iya.. saya mau membicarakan sesuatu. tapi tidak disini" jawab Leon membuat Nadia semakin bertanya-tanya.


" ayo ikuti saya" ajak Leon sambil melangkah keluar restoran.. Nadia pun segera mengekor Leon.


" Bram, kamu ikut pengawal lain dan segera kerumah Nadia. saya sama Nadia akan pergi sebentar.. dan saya akan bawa mobil yang kamu bawa." perintah Leon.


" baik tuan" jawab Bram segera berpindah ke mobil satunya. lalu mereka melajukan mobil pulang ke rumah Nadia.


" ayo Nadia, kita pergi sekarang" ajak Leon sambil membuka pintu mobil untuk Nadia.


setelah berada di dalam mobil, Nadia pun bertanya penuh keheranan.


" kita mau kemana tuan? memangnya tidak bisa di bahas di sini , atau dirumah Nadia?"


" hmmm... kita butuh tempat privasi dan kamu tenang saja . saya tidak akan berbuat macam-macam sama kamu..kamu ikut saja.. nanti kamu akan tau sendiri" jawab Leon.


Nadia hanya mengangguk.. lalu, Leon pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang, menuju tempat yang sudah direncanakan oleh Leon...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**AUTHOR MEMOHON DUKUNGAN KEPADA READERS SEMUA DENGAN VOTE , LIKE DAN KOMEN.

__ADS_1


SEBAGAI ACUAN , DEMI KEBAIKAN KEDEPANNYA..


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYAπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š**


__ADS_2