
" cihhhhh... kamu mau ganti? hahahhaha.. mau ganti pakai apa? gaji kamu 10 bulan pun belum tentu bisa mengganti baju saya.. kamu kira orang miskin seperti kamu ini bisa beli baju mahal seperti saya? jangan mimpi kamu..dasar jalang.." teriak wanita itu menghina Dahlia.
Dahlia yang mendapat penghinaan bertubi tubi itu, sangat sakit hati. tanpa terasa air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Dahlia ketakutan dan malu, karena banyak staf yang melihat kejadian itu..
" hei bodoh..jalang..kampungan.. kenapa menangis? kamu kira air mata kamu bisa untuk mengganti baju saya?" terdengar kembali caci maki dan hinaan dari wanita itu, membuat Dahlia semakin terpuruk.
" kurang ajar.. sekarang..saya mau, sebagai ganti nya kamu berlutut dan cium sepatu saya, sambil memohon maaf" perintah wanita itu membuat Dahlia semakin terhenyak.
" masih diam juga?? kurang ajar kamu..." ujar wanita itu sambil melayangkan tangan ke wajah Dahlia. Dahlia pun hanya memejamkan mata tanpa mengelak sedikitpun..
" apa yang kamu lakukan, mini?" tanya Nadia setelah tangannya bisa di tangkap oleh Nadia.
wanita bernama mini yang merupakan salah satu staff senior yang cukup disegani di perusahaan.
"apa yang kamu lakukan? jangan mentang-mentang kamu adalah sekpri pak Leon , kamu seenaknya ikut campur urusan saya" teriak mini sambil menarik tangan nya yang di genggam Nadia.
" saya bukan mau ikut campur, tapi saya hanya mengingatkan kamu. supaya bisa menyelesaikan masalah dengan baik baik. bukan dengan kekerasan.." ujar Nadia.
Dahlia yang dari tadi terpejam, mendengar suara yang di kenalnya, langsung membuka mata.. dan melihat sesosok wanita berdiri di depannya menghadang mini yang tadi ingin menamparnya.
" kak Nadia.." panggil Dahlia..Nadia yang berada di depannya,menoleh .
" Dahlia?? astaghfirullah.. apa yang terjadi dengan mu?" tanya Nadia sambil menghapus air mata Dahlia.
"hmmmm... kamu ternyata mengenal gadis kampungan ini, Nadia? ternyata kalian memang saling mengenal .. dasar sama sama kampungan" teriak mini.
" tutup mulut kamu.. kami memang berasal dari kampung. tapi kami punya sikap dan sopan santun . tidak seperti kamu yang tidak punya adat" ujar Nadia tidak kalah kerasnya.
" brengsek.. kamu malah membelanya.. kamu lihat gara gara dia baju saya basah.. dan saya hanya minta pertanggung jawaban dia..jadi tidak ada urusannya sama kamu.. minggir" ujar mini sambil mendorong Nadia
" apa yang kamu lakukan?" ujar Nadia menarik mini ke belakang.
" saya bilang jangan ikut campur . ini urusan saya dengan dia.." tunjuk mini kepada Dahlia yang hanya terdiam..
" tidak.. urusan dia urusan saya juga.." teriak Nadia.
" baik.. kalau itu mau kamu. sekarang kamu bayar 20juta untuk baju saya."
" whattttt???" teriak Nadia kaget.. mini memang anak orang kaya. dan pasti bajunya memang mahal harganya, tapi tidak mungkin sampai segitu mahalnya.
" saya sudah bilang kamu jangan ikut campur. kamu sama saja tidak akan membantu.. kamu juga miskin dan kampungan, tidak akan mampu mengganti harga baju saya. jadi kamu diam saja.. " ujar mini dengan tatapan menghina
" terus kalau tidak diganti, apa yang kamu lakukan?" tanya Nadia
__ADS_1
" dia harus berlutut, mencium kaki saya dan memohon maaf kepada saya, maka saya anggap urusan selesai"
" gila kamu..dasar wanita sombong tidak ada akhlak.. baik saya akan menggantikan nya.." jawab Nadia.
" oke. sekarang berikan uang 20jt kepada saya.maka urusan selesai.dan saya mau sekarang" ujar mini sambil menjulurkan tangannya ke arah Nadia.
" kamu gila? mana bisa seperti itu, saya harus ke bank dulu untuk ambil uang. baru bisa kasih kamu. tunggu 30 menit..."
"tidak usah kak.. ini kesalahan saya, biar saya yang menebusnya" ujar Dahlia bergerak maju, tapi dihadang oleh Nadia.
" tapi , Dahlia itu penghinaan.. jangan lakukan itu.kakak akan membayarnya." ujar Nadia yang merasa tidak suka dengan penghinaan ini.
"sudah kak..saya yang akan bertanggung jawab.. saya akan melakukan apa yang dia mau kak..saya mohon jangan halangi saya" jelas Dahlia sambil berjalan menghindari Nadia. Nadia hanya pasrah, air matanya pun menetes melihat penghinaan yang di terima sahabat sekaligus orang yang di anggap sebagai adik kandungnya itu.
" bagus anak kampung... sekarang lakukan..kamu memang pantas untuk melakukannya ..hahhahha" ujar mini tertawa senang sambil menunjuk ke lantai memberi isyarat supaya Dahlia berlutut.
Dahlia hanya pasrah melakukan apa yang di inginkan oleh mini..
"cukuppppp"... suara seorang yang sangat di kenal semuanya menggelegar.. Sanjaya berjalan ke arah Dahlia yang berlutut dan memegang bahu Dahlia mengangkatnya untuk berdiri.
Dahlia pun hanya mengikuti Sanjaya.. dia pun berdiri di belakang Sanjaya.
" tuan muda?" ujar mini dan Nadia berbarengan.sementara yang lain segera berinisiatif mundur. dan melihat semua yang akan terjadi dari kejauhan.
" di..dia si cleaning Service baru ini membasahi baju saya tuan..saya hanya minta ganti . karena sia tidak bisa mengganti, maka saya suruh dia untuk berlutut minta maaf.." terang mini sambil menunjuk kepada Dahlia .
" cleaning Service?? mana cleaning Service nya?" tanya Sanjaya mengernyitkan dahi.
" itu tuan si kampungan yang ada di belakang tuan" tunjuk mini.
" maksud kamu Dahlia?" tanya Sanjaya dengan sinis.
" iya tuan" jawab mini.
" Nadia.... panggil Leon kesini cepat.." perintah Sanjaya.
" baik tuan" jawab Nadia sambil berlalu.
Mini menjadi keheranan, kenapa Sanjaya malah menyuruh memanggil Leon? apa hubungannya?
" kamu diam...." ujar Sanjaya dengan jari telunjuk ke arah mini..
tap.. tap... tap
__ADS_1
" ada apa tuan?" tanya Leon..
" buka dan lihat rekaman CCTV itu sekarang" perintah Sanjaya
Leon pun langsung melaksanakan perintah Sanjaya.. dan terhenyak melihat apa yang terjadi..melihat bagai mana Dahlia di permalukan dan di hina..sesaat kemudian wajah Leon berubah . Leon bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan nasib mini selanjutnya..Leon berjalan mendekat melalui Mini. dan membisik kan sesuatu.
" habis kamu mini.." mini yang mendengar itu langsung berubah pucat.. dia tau kalau dia akan dalam masalah besar. dia semakin penasaran dengan siapa Dahlia sebenarnya.
" ini tuan rekamannya." ujar Leon menyerahkan tablet berisi rekaman CCTV kepada Sanjaya.
Sanjaya yang melihat rekaman tersebut mengerang... rahangnya mengeras.giginya bergemeletuk..tangan terkepal dan wajahnya memerah.. Sanjaya sangat marah melihat orang yang paling di cintai nya mendapat perlakuan seperti itu..
"plaakkkk" sebuah tamparan mendarat di pipi mini dan membuat darah mengalir di sela bibir nya yang pecah, karena tamparan sanjaya.dan sudah tentu tubuh mini terhuyung kebelakang.
" kenapa tuan menampar saya? apa salah saya?" tanya mini sambil memegang pipinya yang sakit .
" mau tau salah kamu? kamu terlalu sombong.. menghina orang yang tidak kamu tau siapa.." teriak Sanjaya dengan mata berapi api
" dia hanya cleaning Service yang bikin masalah sama saya tuan. saya hanya ingin memberi pelajaran padanya." ujar mini sambil menatap penuh dendam kepada Dahlia.
" cleaning Service kamu bilang?? asal kamu tau..kamu hanya staff disini dan posisi dia jauh beberapa tingkat diatas kamu.. kalau dia mau gaji dia bisa membeli 5 buah baju seperti yang kamu pakai..kamu tau siapa dia??" ujar Sanjaya sambil menunjuk ke arah Dahlia yang dari tadi hanya menunduk sambil terisak di pelukan Nadia..
Mini terkejut mendengar penjelasan Sanjaya...bagaimana mungkin gadis kampung ini punya posisi lebih tinggi darinya..sedang kan seisi kantor pun menghormati dia..
" Dia adalah sekretaris pribadi saya.. sekretaris Sanjaya , CEO MBS grup. dan posisinya jauh lebih tinggi dari kamu" ujar Sanjaya kembali.
Mendengar semua itu, Mini dan yang lain langsung syok.. mereka tidak menyangka kalau gadis kampung berpakaian lusuh yang sudah di hina nya itu adalah atasannya sendiri. tubuh mini langsung lemas dan jatuh terduduk.
mini membayangkan apa yang terjadi dengan nasib nya setelah ini .. jadi ini maksud dari perkataan Leon kepadanya tadi..mini menjadi sangat ketakutan.
" saya minta maaf tuan.. saya tidak tau kalau nona Dahlia adalah sekretaris pribadi tuan.." ujar mini sambil menangkupkan tangan di dadanya.
" maaf kamu bilang? wah.. gampang sekali kamu minta maaf setelah semua perkataan, hinaan, cacian dan makian yang kamu lontar kan tadi...hanya karena melihat penampilan nya saja kamu sudah berani merendahkannya, sekarang kamu malah dengan mudahnya minta maaf? saya yakin kalau dia bukan sekretaris pribadi saya dan sia hanya seorang cleaning Service, kamu dan semua disini akan dengan mudahnya menghina dia... saya tidak mau terima permintaan maaf kamu.. sekarang juga, kamu bereskan semua barang kamu.. bawa pergi dari sini dan kamu saya PECATTTTTTT..." teriak Sanjaya membuat mini sangat terkejut..
" tuan.. saya benar benar minta maaf.. saya mohon jangan pecat saya tuan..." rengek mini seraya maju memeluk kaki Sanjaya.
"LEONNNNNNNNN...." teriak Sanjaya kembali.
" iya tuan..." jawab Leon mendekat.
" Bereskan wanita jalang tidak bermoral ini sekarang juga" perintah Sanjaya..
"AKKKKKHHHHHHHHHHH"....
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=