
Tidak terasa sudah 3 tahun berlalu sejak berpisahnya Kevin dan Dahlia ...
pagi itu ,cuaca cerah, matahari tersenyum di ufuk timur ...seorang gadis cantik berhijab menambah kecantikan alami , wajah cantik alami tanpa make up tebal, hidung mancung , sempurna dibalut hijab warna putih kontras dengan baju putih lengan panjang dan rok panjang warna hitam. gadis itu tampak berlari lari kecil menuju halte bus yang tidak jauh dari kosan nya..
gadis itu adalah Dahlia... dia sedang menuju ke kantor tempatnya akan interview . Dahlia sekarang berada di kota x untuk melanjutkan kuliahnya serta bekerja guna memenuhi kebutuhan serta membantu biaya kuliahnya.
sejenak kemudian bus kota yang ditunggu pun datang...Dahlia dengan cepat naik ke bus, kebetulan nasib baik sedang berpihak. masih tersisa bangku kosong, sehingga Dahlia tidak harus berdiri sampai di tujuan..
sekitar 15 menit kemudian bus berhenti di halte yang tidak jauh dari tempat yang akan menjadi tujuannya...
Nadia pun terkagum kagum melihat sebuah gedung bertingkat 20 yang bertuliskan Mega Bintang Sentosa Grup.... inilah tempat tujuannya , karena hari ini adalah hari interview kerjanya... setelah kemarin ada panggilan telpon untuk hadir pada hari ini..
Dahlia melirik ke arah jam tangannya..jam menunjukkan pukul 07.40. dia merasa beruntung karena interview dimulai jam 08.00.. dia bersyukur tidak terkena macet..sehingga bisa datang awal sebelum interview dimulai.
" bismillah" ujar Dahlia seraya melangkah ke dalam lobi gedung tersebut. Dahlia lalu duduk di kursi tamu didepan resepsionis.
tampak beberapa orang berpakaian sama sepertinya, ada juga yang berhijab..tampaknya mereka pun mendapat panggilan interview..Dahlia pun tersenyum ramah ke arah mereka, dan dibalas dengan senyuman...
sekitar 1 jam kemudian akhirnya tiba giliran Dahlia melakukan interview..dia masuk ke dalam ruangan HRD...
"LEONNNNNNNNN....."Suara teriakan menggema memekakkan telinga...
seorang Pemuda tampan segera berlari menuju sumber suara tersebut.. dia adalah Leon sang asisten yang sudah 1 tahun ini menemaninya setelah perusahaan cabang MBS grup di kota xx di serahkan kepemimpinan kepada calon kakak iparnya Frans.
"permisi tuan ...."
" cepat kesini....." panggilnya..
" ada apa tuan Kevin?" tanya Leon....ya benar sekali..laki laki itu adalah Kevin Sanjaya.. CEO MBS grup..seorang lelaki berusia 28 tahun..tampan,idola setiap wanita..tapi tidak pernah punya pacar dan menurut kabar setiap ada yang mendekatinya selalu saja dia mengatakan bahwa sudah bertunangan...sampai saat ini tidak ada satupun orang yang tau siapa dan dimana serta bagaiman rupa gadis tunangan nya itu..
" lihat ini..." tunjuk Kevin ke arah laptop yang menunjukkan CCTV di ruang HRD..hari ini Kevin memantau wawancara para peserta calon sekretaris nya.
" lihat apa tuan?" tanya Leon masih kebingungan ..
" ini leonnnn... lihat gadis itu..." ujar Kevin menunjuk ke arah gadis cantik berhijab yang sedang melakukan interview.. Leon pun menurut dan melihat ke arah laptop tersebut.
" i...i..itu.. Dahlia tuan"...seru Leon lalu menutup mulutnya..
" iya Leon dia tunangan ku Leon...." ujar Kevin sumringah lalu bangkit memeluk Leon..
" astaghfirullah" tiba tiba suara seorang perempuan membuat Kevin dan Leon yang masih berpelukan menoleh kearah suara tersebut...
" Nadia??" seru Kevin dan Leon..
" mas Leon... jadi ini alasan kenapa mas Leon selama ini selalu saja menunda pernikahan kita? Nadia sungguh tidak menyangka, ternyata mas Leon tidak normal.. mas Leon dan tuan Kevin berhubungan ... Nadia benci mas Leon...hiks..hiks..." Nadia menangis histeris melihat pemandangan tersebut..orang yang dicintainya berpelukan dengan atasannya yang juga seorang lelaki..
" maksud kamu apa Nadia?" tanya Kevin heran..
" tidak usah berbasa basi tuan...kalau memang tuan mencintai mas Leon , Nadia akan melepaskan mas Leon... karena Nadia juga tidak mau punya suami seorang homo.." teriak Nadia ...Nadia sungguh marah melihat kejadian itu...
__ADS_1
sementara Kevin dan Leon masih kebingungan dan masih berpelukan ...mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Nadia...
" hei Nadia , tutup mulut mu...kenapa kamu tega menyebut tunangan mu homo?? aku selama ini menunda pernikahan kita karena aku masih mempersiapkan semuanya..." teriak Leon..
" bohong...mas Leon dan tuan Kevin homo..." ujar Nadia berlari keluar..
" NADIAAAAA...." langkah Nadia terhenti mendengar suara tersebut..
" apa tuan?? belum puas tuan membentak, memarahi saya selama ini..sekarang tuan malah menyakiti hati saya..hiks... hiks... hikss..." tangis Nadia menjadi jadi..membuat Leon dan Kevin menjadi tambah marah dan bingung..
" apa maksud kamu? saya dan Leon bukan homo...." teriak Kevin
" benarkah?" tanya Nadia sinis.
" kalau memang bukan homo, kenapa kalian berpelukan?....."
mendengar kata berpelukan, Leon dan Kevin pun saling pandang..
"AAAAAAAAAAAAAAA..." Seru keduanya seraya melepaskan pelukan mereka...dan menyadari apa yang dimaksud Nadia..
" Nadia, kemari cepat dan duduk " perintah Kevin sambil menunjuk ke arah kursi di depannya dan Leon pun berdiri disamping Kevin.
setelah Nadia duduk, Kevin pun tersenyum..
" kenapa tuan tersenyum ? dan kamu juga mas Leon, kenapa tersenyum? apa ada yang lucu?" tanya Nadia mendelikkan matanya
" apannya yang salah paham? sudah jelas jelas aku melihat kamu dan tuan Kevin berpelukan" protes Nadia ...
" Nadia lihat lah CCTV ini..kamu akan tau alasan kenapa aku reflek memeluk Leon" ujar Kevin sambil menunjukkan video CCTV yang ada di laptopnya..
Nadia pun menurut, dan betapa terkejutnya dia melihat gadis yang sedang interview di ruang HRD tersebut...
" Dahlia??" serunya... " jadi tuan tau kalau dia Dahlia?tapi, kenapa melihat Dahlia tuan senang sampai memeluk mas Leon?" tanya Nadia heran...
" sayang...kamu tau kan kalau tuan Kevin yang terhormat ini tidak pernah pacaran karena katanya sudah punya tunangan?"...ujar Leon kepada kekasihnya..
" iya..tapi apa hubungannya dengan Dahlia?" tanya Nadia bertambah bingung..." jangan jangan......."Nadia menutup mulutnya
" betul sayang... tunangan tuan Kevin adalah Dahlia.." jelas Leon..
" ahhhhhhhh.....maaf kan Nadia mas..tuan..." ujar Nadia menutup wajahnya .. Nadia sangat malu karena menuduh macam macam..
" hmmm... ya sudah tidak apa apa..sekarang aku perlu bantuan kalian berdua.." ujar Kevin
" apa tuan? saya akan membantu" jawab Nadia ..sedang kan Leon pun hanya diam.
" saya mau Nadia hubungi.HRD dan katakan padanya kalau saya minta Dahlia diterima sebagai sekretaris saya..tapi, jangan beritahu Dahlia siapa saya..dan Leon ambilkan rambut, jenggot dan kumis palsu untuk penyamaran" perintah Kevin
" tapi .. tuan.. kenapa tidak langsung ditemui saja nona Dahlia? bukan kah selama ini tuan sangat merindukan nona?" tanya Leon.
__ADS_1
" Nadia... Leon..dengarkan saya baik baik. saya mau menguji kesetiaan dan seberapa besar cinta Dahlia kepada saya...saya akan merayunya sebagai atasan dan Nadia bantu saya untuk menyukseskan sandiwara ini..Nadia ceritakan semua hal baik tentang saya...Dan jangan panggil saya Kevin , tapi Sanjaya.." jelas Kevin mengenai sandiwara nya.
" apa tuan yakin? kenapa tidak langsung temui saja Dahlia nya..?" tanya Nadia ragu..Leon pun sama ..
" saya yakin.. kalau memang dia jodoh saya, saya yakin dia tidak akan berpaling..sekarang cepat laksanakan.." perintah Kevin.
" baik tuan. saya akan segera mengambil peralatannya" ujar Leon segera keluar ruangan Kevin dan menelepon seseorang untuk membeli perlengkapan yang diminta Kevin...
" baik tuan, saya akan segera menghubungi HRD , saya permisi tuan" ujar Nadia beranjak mengikuti Leon..
\=\=\=\=\=\=\=\=
sementara itu di ruang HRD, Dahlia pun telah selesai melakukan interview..
" baiklah selesai sudah interview hari ini, kamu silahkan pulang dulu.. nanti akan kami kabari hasilnya" ujar Bu Tiwi kepala HRD tersebut.
" baik Bu.. terimakasih atas waktunya.. saya akan sangat menantikan hasil nya..saya pamit dulu bu" jawab Nadia sambil mengulurkan tangan kepada Bu Tiwi..lalu bangkit dari tempat duduk nya dan segera melangkah keluar ruangan..
tapi, baru saja Dahlia bangkit dan mau beranjak , ponsel Bu Tiwi berbunyi dan Bu Tiwi memberi isyarat supaya Dahlia untuk duduk kembali..
setelah beberapa saat Bu Tiwi pun selesai menerima telepon dan tersenyum kepada Dahlia..
" selamat Dahlia...kamu diterima sebagai sekretaris tuan Sanjaya..besok kamu mulai kerja".. ujar Bu Tiwi membuat Dahlia terkejut...Dahlia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
" ibu serius? tidak sedang bercanda kan?" tanya Dahlia..
Bu Tiwi tersenyum dan mengangguk.
" Alhamdulillah..." saking senangnya, tanpa sadar Dahlia melakukan sujud syukur di depan Bu Tiwi.. Bu Tiwi pun hanya tersenyum melihat kebahagiaan Dahlia.
" terimakasih banyak Bu... saya janji akan bekerja dengan giat dan berusaha tidak membuat kesalahan" janji Dahlia sambil mencium tangan Bu Tiwi
" hmmm... selamat bergabung Dahlia..jangan lupa besok kamu sudah harus hadir jam 07.00 pagi.. karena tuan Sanjaya CEO MBS grup, sangat tidak suka dengan kata terlambat.." Bu Tiwi menjelaskan
" baik Bu, saya tidak akan terlambat" ujar daia menyanggupi
" saya pamit dulu bu, assalamualaikum"
" waalaikumsalam"
Dahlia pun meninggalkan ruangan itu dengan penuh kebahagiaan..besok dia mulai bekerja..bisa meneruskan kuliah dan membantu biaya sekolah serta kebutuhan nenek nya...Dahlia pun pulang ke kosannya dengan penuh keceriaan..
Dahlia sangat bersyukur dengan anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya..
tapi, tiba-tiba wajah Dahlia kelihatan sendu..
" kamu dimana mas? kenapa tidak ada kabar? aku sangat merindukanmu...apa kamu memang benar-benar sudah melupakan aku? aku ingin sekali membagi kebahagiaan ini dengan mu" ujar Dahlia dalam hati sambil memandang cincin yang ada dijari manisnya.dahlia sangat merindukan sosok itu.. tanpa terasa air mata kerinduan pun jatuh dari sudut matanya..
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1