Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
PENOLAKAN


__ADS_3

****


Tidak terasa sudah satu bulan Dahlia bekerja di perusahaan Sanjaya. Dan Sanjaya pun sebenarnya sudah tidak tahan dengan perasaan nya. Sanjaya benar-benar merasa dibikin pusing. Karena, sampai saat ini pun tidak ada perubahan dari sikap Dahlia kepadanya.


Padahal dalam hati kecil Sanjaya sangat berharap agar Dahlia sedikit memberikan perhatian lebih atau mengungkapkan perasaannya pada Sanjaya.


"Arggggghhhh.. Kenapa sih, semakin lama perasaan ini semakin tak bisa kutahan. Aku berada dekat dengan nya, tapi aku tak bisa. Ini semua karena rencana yang ku buat sendiri. Aku malah merasa sekarang semakin jauh darinya. Dan, apa yang harus ku lakukan sekarang? Baiklah sekarang akan kulaksanakan sandiwara puncaknya..." ujar Sanjaya menarik keras rambutnya sendiri.


Sanjaya pun segera menghubungi Leon dan Nadia melalui interkom.


Tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan di pintu. Sanjaya yang sudah mengetahui siapa yang datang.


"Masuk.." Teriak Sanjaya..


Setelah mendapat izin muncul lah sosok Leon dan Nadia dari arah pintu. Mereka berdua berjalan menuju ke arah Sanjaya yang sedang duduk di sofa, dengan wajah keheranan.


"Duduk lah.." Ujar Sanjaya mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di sofa yang ada di hadapannya.


"Ada apa tuan memanggil kita berdua?" Tanya Leon setelah duduk di depan Sanjaya.


Dengan panjang lebar Sanjaya pun mengutarakan masalah yang ditanyakan oleh Leon. Sementara Leon dan Nadia malah mengernyitkan dahi mereka.


" Kenapa wajah kalian seperti itu?" Tanya Sanjaya .


"Apa tuan yakin dengan rencana tuan?" Tanya Nadia memberanikan diri.


"Tentu aku sangat yakin. Dan aku tidak akan menundanya lagi." Jawab Sanjaya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan Dahlia? Kalau dia menerima tuan dalam keadaan seperti ini sebagai Sanjaya dan bukan Kevin yang dikenalnya? Lalu bagaimana kalau dia menolak?"


"Ah Leon.. Apa kau tidak bisa bertanya satu per satu? Kenapa pertanyaan mu itu lebih tepat seperti polisi yang sedang menginterogasi penjahat?"


" Maaf tuan. Bukan seperti itu maksud saya..." ujar Leon agak ciut melihat Sanjaya menatap tajam ke arahnya.


"Aku melakukan semua ini karena aku memikirkan kalian berdua.." terang Sanjaya membuat Leon dan Nadia terhenyak.


" Kami , tuan?" Tanya Leon dan Nadia kompak.


" Iya . Karena aku sudah tau semua alasan kenapa Leon belum mau menikahi Nadia. Aku sempat mendengar semua percakapan kalian kemarin. Dan aku merasa sangat bersalah..Maka dari itu, aku akan mempercepat rencanaku, supaya kalian bisa cepat menikah dan melepaskan tanggung jawab kalian kepadaku.." Terang Sanjaya membuat Leon dan Nadia menunduk.


#Flashback on#


Leon sedang berada di ruangan Nadia untuk mengambil berkas yang diperlukan untuk persiapan meeting. Setelah semua berkas terkumpul, maka Leon pun segera berniat kembali ke ruangannya.


"Mas..... Tunggu..." Panggil Nadia .Leon yang sudah mau beranjak dari duduknya pun kembali duduk dan menatap Nadia penuh keheranan.


"Ehmm..emmm..itu.anu...." Ujar Nadia gugup.


"Ada apa sayang? udah bilang aja gak usah takut." Ujar Leon.


"Ta..tapi, mas jangan marah ya sama Nadia ." Pinta Nadia.


"Iya, mas gak akan marah kok." Jawab Leon meyakinkan Nadia.


" Janji ya jangan marah." Ujar Nadia sambil mengangkat jari kelingking nya.


"Iya, mas janji." Jawab Leon sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Nadia.

__ADS_1


Sejenak Nadia menghela nafas, lalu selanjutnya dengan memberanikan diri Nadia mulai mengatakan semua kepada Leon.


" Nadia hanya mau bertanya kepada mas, kapan mas akan menghalalkan Nadia? kita udah lama berhubungan. Bahkan, sudah sangat lama hampir tiga tahun. Orang tua Nadia pun sudah bertanya kepada Nadia.Karena , ayah sama ibu gak mau kita terlalu lama tunangan, takutnya nanti jadi fitnah dan mas sendiri tau kan kalau hubungan kita tidak mudah. Banyak rintangan dari orang ketiga yang suatu saat akan menjadi duri dalam hubungan kita ....." Ujar Nadia sambil menunduk dan meremas jarinya sendiri.


Leon terkejut mendengar penjelasan Nadia, dan menghela nafas panjang.


" Sayang, baiklah. Sekarang mas akan jujur tentang alasan kenapa mas selalu menunda pernikahan kita. Tuan Michael Sanjaya orangtua nya tuan muda Kevin Sanjaya adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup mas. Keluarga beliau sudah menganggap mas sebagai anak kandung mereka. Dan tuan muda sudah menganggap mas sebagai saudara kandungnya. Maka dari itu, mas sudah berjanji dan bersumpah akan selalu melindungi mereka semua. Dan mas tidak akan menikah sebelum tuan muda menikah. Karena, mas tidak akan bahagia kalau tuan muda belum bahagia. Mas akui kalau mas egois. Tapi, mas harap kamu bisa menerima apa alasan mas. Mas sayang sama kamu dan sangat mencintai kamu. Mas hanya ingin kamu jadi pendamping mas menjadi ibu dari anak anak ku nanti....Aku harap kamu bisa bersabar ya sayang. Kita berdoa semoga secepatnya hubungan tuan muda dengan Dahlia bisa segera berlanjut ke jenjang pernikahan..." Ujar Leon sambil menggenggam tangan Nadia. Nadia yang mendengar penjelasan Leon pun merasa bersalah. Tanpa di sadari air mata pun menetes di pipi Nadia . Leon kaget dan segera menghapus airmata nya.


"Sekali lagi aku minta maaf sayang. Aku hanya percaya bahwa jodoh ditangan Tuhan. Dan aku sangat percaya semua akan indah pada waktunya. Tapi, jika kamu memang tidak bisa menunggu, aku akan dengan sangat ikhlas melepaskan kamu. Aku rela kamu pergi dengan pilihan mu. Asal kamu bahagia aku pun akan sangat bahagia , walaupun aku tidak bisa memiliki mu...." Sontak penjelasan Leon membuat Nadia yang tadi menunduk, langsung mengangkat kepalanya menatap Leon.


"Aku......" tiba-tiba jari telunjuk Nadia sudah berada di bibir Leon. Sehingga Leon pun tak dapat melanjutkan perkataannya.


"Asal kamu tau mas, Nadia sangat mencintai mas Leon. Nadia akan menunggu sampai kapan pun. Kamu adalah cinta pertama dan terakhir Nadia ,mas.Maaf kan Nadia kalau egois. Nadia tidak tau begitu besar yang telah di berikan oleh tuan muda dan tuan besar untuk mas. Setelah tau kenyataannya Nadia janji akan menunggu mas . Nadia pun hanya ingin mas Leon yang menjadi pelabuhan terakhir Nadia.." ujar Nadia sambil menangkupkan tangan di pipi Leon.


"Tapi, bagaimana dengan ayah dan ibumu sayang?" Tanya Leon.


" Mas tenang aja . Nadia akan menjelaskan semuanya. Dan Nadia yakin kalau ayah dan ibu pasti akan sangat mengerti." Jawab Nadia tersenyum lalu memeluk Leon.


" Terima kasih , sayang" ujar Leon sambil mengecup puncak kepala Nadia ." Kita doakan semoga masalah ini cepat selesai" lanjutnya


"Amin"


#Flashback off#


Suasana hening . Leon dan Nadia masih menunduk merasa ada gejolak di hati mereka masing-masing.


"Tapi, tuan....." Ujar Leon


"Tidak ada tapi-tapian lagi. Sudah cukup kalian berkorban . Sudah saatnya kalian mereguk kebahagiaan kalian . Sekarang kalian doakan semoga rencanaku cepat berhasil." Ujar Sanjaya diikuti anggukan setuju dari kedua orang kepercayaannya itu.

__ADS_1


#####


__ADS_2