Danudara

Danudara
Bab 9. Dia Danudara


__ADS_3

...<••••>...


"Aaaaah!


Suara d*sahan terdengar dari bibir seorang gadis yang berada di bawah rungkukan seorang pria bertubuh kekar dan berotot yang menghentakkan pinggulnya dengan kuat memasukkan p*nisnya ke liang kenikmatan dari gadis yang telah ia bayar untuk memuaskan n*fsunya.


Gadis berambut pirang itu menggigit bibir bawahnya dengan kuat menahan rasa sakit saat pria yang memesannya hari ini yang rupanya memiliki p*nis yang begitu besar dan panjang.


Mulutnya terbuka dengan kedua matanya yang membulat bahkan dadanya membusung ke depan saat pria berparas tampan itu menghentak-nya dengan kuat. Kedua tangannya berpegangan erat pada permukaan sprei yang sudah berantakan karena perbuatan dari pria yang masih berada di atas tubuhnya.


"Shhhh, Ah!!!"


"Aaaahh!!! Sa-kit!"


"Pe-pe-lan-pelan!" ringisnya dengan suaranya yang terputus-putus karena hentakan kuat dari pria yang terus menghujaninya.


Pria itu hanya tersenyum, sudut bibirnya terangkat. Satu hal yang ia suka adalah membuat gadis yang ia maini malam ini merasa kesakitan. Semakin gadis itu merasa kesakitan maka semakin bergairah pula ia melakukannya.


Pria itu bangkit setelah beberapa menit ia merungkuki gadis bayaran itu. Ia ******* dua buah berlemak tak bertulang yang naik turun saat ia menghentakkan pinggulnya.


Ia menghentikan hentakannya lalu menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan pelan seakan memutar p*nisnya yang besar itu di liang kenikmatan milik si wanita membuat sang pemilik itu melenguh panjang.


Pria itu kembali merungkuk dan menjilati p*ting wanita bayarannya dan menyesapnya persis seperti bayi. Saat ia ingin melepas p*ting berwarna kemerahan dan pinggirannya yang berwarna kecoklatan milik wanita bayaran itu dari mulutnya ia sengaja menggigitnya pelan dan menariknya membuat gadis itu menjerit merasakan sakit pada p*tingnya yang rasanya ingin putus saja.


"Tolong, Ah!"


Gadis itu melenguh panjang lagi saat pria itu menenggelamkan wajahnya ke bagian lehernya dan menyesapnya dengan kuat meninggalkan bekas memerah di sana. Bukan hanya satu tanda kemerahan yang ada di sana karena ulah pria itu namun, begitu banyak. Pria tampan yang memiliki iris mata coklat itu benar-benar menyiksanya malam ini.


Apakah setelah ini ia masih bisa hidup atau bahkan setelah ini ia mungkin tidak akan bisa berjalan lagi. Seharusnya dari awal ia mendengar ujaran sahabatnya jika pria itu akan melakukan hubungan dengan kasar dan kuat seperti ini.


Tapi saat ia berusaha menelusuri foto yang ada di media sosial milik pria itu rasanya ia begitu tertarik apalagi wajah pria yang ada di atasnya sekarang ini memiliki wajah yang sangat tampan.

__ADS_1


"Aaah, tolong jangan cepat! Sa-kit!" ujarnya memohon.


Pria itu menghentikan hentakannya lalu ia kembali tersenyum. Ia menarik nafasnya dalam-dalam. Dadanya naik turun setelah melakukan aktivitas panasnya.


Pria itu menggerakkan tangannya lalu menyentuh kedua pipi wanita malam yang ada di hadapannya. Ia menekan kedua pipi wanita malam yang ada di depannya itu dan membawanya mendekat membuat bibir wanita itu mengerucut. Pria itu benar-benar menekan pipinya dengan kuat.


Wanita itu hanya bisa terdiam. Matanya menatap serius pada iris mata tajam dari mata pria yang p*nisnya masih berada di dalam miliknya yang berdenyut nikmat bercampur sakit.


"Dengar, kan aku!"


"Aku sudah membayar kamu malam ini maka itu berarti kamu harus menerima apa yang aku lakukan."


Pria itu mendorong wajah wanita yang baru saja ia bisiki membuat kepala wanita malam itu terhempas ke bantal.


Setelahnya pria itu kembali menghentak-hentakkan pinggulnya dengan sangat keras hingga berhasil menciptakan bunyi persatuan membuat gadis itu kembali m*ndesah dengan kuat.


Beberapa menit kemudian ia menyudahi kegiatan panasnya lalu melangkah turun dari tempat tidur. Pria itu melepaskan k*ndom dari miliknya lalu melemparnya ke belakang hingga mendarat di atas kasur dan mengenakan pakaiannya dengan tenang.


Sudah beberapa kali ia dibayar untuk melakukan hubungan i*tim kepada banyak pria tetapi baru kali ini ada seorang pria yang benar-benar membuatnya begitu kesakitan.


"Ini uang untukmu!"


Pruak!


Suara dari lembaran uang merah yang berhamburan di atas tempat tidur itu terdengar membuat wanita malam mendongak menatap pria yang telah mengenakan jas hitamnya melemparkan tumpukan uang ke tempat tidur.


"Malam ini sangat enak tapi sepertinya aku tidak akan memesan kamu lagi. Kamu terlalu berisik."


Kedua mata wanita itu membulat tidak menyangka. Ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pria yang telah menikmati tubuhnya.


"Bagaimana aku tidak berteriak jika milikmu itu sangat panjang dan besar. Kamu seakan telah mengoyakkan milik aku."

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat pria itu tersenyum sinis. Ia mengenakan jam tangan bermerek-nya lalu berujar, "Tidak apa-apa. Punyamu juga longgar dan itu tidak terlalu memuaskan na*fsuku."


Wanita itu terkejut setelah mendengar perkataan dari pria yang ada di hadapannya. Setelah mengatakan hal itu ia melangkah keluar meninggalkan wanita bayarannya di atas tempat tidur.


"Dasar pria gila."


Ia menunduk menatap bagian liangnya. Menyentuhnya dengan hati-hati lalu meringis kesakitan. Miliknya benar-benar telah dikoyankkan oleh milik pria itu.


Darah, bahkan miliknya berdarah padahal ini bukan yang pertama kalinya ia berhubungan dengan seorang pria. Ia sudah puluhan kali melakukan hubungan berdosa ini tapi baru kali ini ada yang membuat miliknya jadi berdarah.


...<••••>...


Pria itu melangkahkan kakinya keluar dari pintu hotel disambut sekretarisnya yang langsung mengikuti langkahnya setelah menunggu di depan pintu kamar hotel. Sekertaris-nya yang bernama Dirga Sadirga itu berusia 25 tahun. Pekerjaannya hanya satu yaitu mendampingi Tuannya.


Dirga memiliki tubuh tinggi namun, Tuannya itu jauh lebih tinggi dari dirinya. Tubuhnya tidak terlalu kurus, agak berisi dengan kulit yang terlihat putih, matanya juga sedikit sipit. Katanya, dulu ia keturunan orang Cina.


"Apa kamu sudah memimpin rapat?" tanya pria itu yang masih melangkahkan kakinya.


"Sudah Tuan Danu," jawabnya sambil mengikuti langkah pria berwajah tampan itu.


Danu, nama lengkapnya Danudara Pramana Wingrat. Ia merupakan seorang pengusaha muda dan kaya raya yang baru berusia 27 tahun, tidak jauh beda umurnya dengan Dirga. Tubuh tinggi berotot dengan dada yang lebar. Ia bahkan berjalan dengan tubuh tegak.


Wajah yang tampan, janggut tipis di pipinya, alis yang indah, bulu mata yang melentik, iris mata yang coklat dengan tatapan tajam bak elang membuatnya benar-benar terlihat begitu tampan. Memiliki darah keturunan Australia membuatnya memiliki tampan bule dan itu juga yang merupakan salah satu bagian yang membuat wanita menjadi tergila-gila dengannya.


Mapan sudah, tampan sudah dan pekerja keras sudah pasti iya namun, tak ada satupun seorang gadis yang bisa menyentuh hatinya hingga sampai saat ini dia belum juga menikah.


Menurutnya sebuah pernikahan tidak ada pentingnya. Jika ia menginginkan tubuh wanita untuk ia tiduri atau sekedar bersenang-senang dan melepaskan n*fsunya maka ia hanya perlu mengeluarkan sedikit uang untuk membayar beberapa wanita yang bisa memberikan kepuasan untuknya.


Ia tidak perlu melewati sebuah kata pernikahan untuk mendapatkan semuanya. Baginya pernikahan tidak sama sekali penting dan hanya membuang-buang waktu saja.


Yah, pendapat siapa itu? Tentu saja Danudara.

__ADS_1


...<••••>...


__ADS_2