DARI DUNIA LAIN UNTUK ANDA ( Kumpulan Cerita Misteri )

DARI DUNIA LAIN UNTUK ANDA ( Kumpulan Cerita Misteri )
Bab XX - ( Kutukan ) Arwah Penghuni Rumah Angker - Babak Kelima


__ADS_3

05. KEMBALINYA MIMPI BURUK


‘Tepat lebih kurang 25 tahun yang lalu, Keluarganya menyewa sebuah rumah di pinggiran kota Malang. Kala itu Abigail masih bocah lugu dan memiliki seorang adik, namanya : Amigail. Meski rumah itu sudah lama ditinggal oleh pemiliknya, namun, disamping harganya murah, kondisinya masih bagus dan terpelihara. Banyak tersebar gosip dari penduduk setempat, rumah itu tak layak huni karena didirikan di atas tanah pemakaman dan saat developer membangunnya tidak menuruti semua persyaratan yang diajukan oleh pemilik tanah sebelumnya. Namun, orang tua Abigail tidak memiliki pilihan lain dan juga tidak mempercayai hal-hal yang berbau takhayul ataupun sejenisnya.


Semula keluarga REZA tidak mengalami kejadian apa-apa, aktifitas keluarga berjalan wajar-wajar saja. Akan tetapi, beberapa minggu kemudian berbagai macam kejadian aneh dialami oleh mereka. Hampir setiap tengah malam Amigail terbangun dari tidurnya, kadang menangis terisak-isak, kadang berjalan menuju lantai dua dan berlaku tidak wajar / aneh; Abigail kadang berbicara sendiri di dalam kamar saat tengah malam tiba, ibunya yang semula lemah lembut jadi bertemparamen keras, pemarah, saat marahnya kambuh ... ia gemar sekali memukuli dan menyakiti anak-anak. Terlebih lagi saat anak-anaknya tidak mematuhi apa yang diperintahkan, tangannya bergerak menampar, memukul, mencubit, dan menyiksa. Ayahnya, REZA...jadi sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk berat, terkadang tidak pulang sama sekali dan seringkali bertengkar dengan ibunya, ARUM.


Abigail dan Amigail dalam keadaan depresi, stress berat lebih sering memilih bermain-main di lantai 2 bersama seorang wanita misterius bernama FENI yang ternyata sudah meninggal beberapa tahun silam. Hingga pada suatu hari, pertengkaran orang tuanya memuncak saat Arum memergoki Reza tengah bercinta dengan wanita lain yang merupakan rekan kerjanya DIAN. Kemarahan Arum dilampiaskan pada Abigail dan Amigail dengan memukuli serta menyiksa mereka, hingga akhirnya Arum ditemukan gantung diri di lantai dua.


Sementara DIAN, wanita simpanan Reza juga ditemukan, MATI SECARA TIDAK WAJAR di rumah tersebut saat sendirian, dan Amigail menghilang.


Kejadian demi kejadian yang menimpa Reza dan keluarganya, mempertemukan Reza dengan MAK BOLOT, pembantu sekaligus penjaga rumah tersebut selama tiga generasi. Lewat Mak Bolot, dijelaskan bahwa ARWAH NONA FENI, bekas penghuni terdahulu yang mati sambil membawa rasa penasaran, amarah, dendam sedang menebar terornya dan untuk menghentikan itu, ada dua pilihan PINDAH DARI RUMAH itu atau MENEMUKAN JASAD FENI yang entah dimana, mengeluarkan dari rumah itu dan memakamkannya secara layak dan pantas. Reza memilih untuk pergi dari rumah itu. Namun, di tengah perjalanan, mobil yang dikendarai Reza dan Abigail mengalami kecelakaan maut. Reza tewas di tempat sedang Abigail hilang ingatan dan sekarat.


Demikian pula ingatan Abigail mulai pulih sedikit demi sedikit, ia terpana, ternyata rumah yang ditempatinya sekarang adalah rumah angker tersebut.

__ADS_1


Pantas saja saat pertama kali ia dan teman-temannya menginjakkan kaki di halaman rumah ini, banyak sekali gambaran-gambaran aneh yang terlintas di kepalanya, bagaikan sebuah potongan slide sebuah film yang diputar berulang-ulang dengan adegan yang sama. Mimpi buruk terulang kembali, maka, Abigail memutuskan untuk mengakhirinya segera, bagaimanapun juga harus segera diakhiri entah bagaimana caranya.


Abigail memandang wanita di hadapannya dari ujung rambut hingga ujung kaki, “Apakah benar kau Amigail ?” tanyanya heran. Wanita itu mengangguk, “Benar, aku sudah meninggal 25 tahun yang lalu, namun, jiwaku masih terperangkap di tempat ini dan berada dalam kekuasaan Roh Feni yang merupakan gambaran rasa amarah, dendam, benci, dan kesepian sewaktu masih ia masih hidup dan sudah lama tak terlampiaskan,”


Abigail termangu sejenak, lalu berkata, “Lalu ..., apa yang harus kulakukan untuk menghadapi Arwah Feni ? Bukankah ayah sudah mencoba mematahkan teror yang ditebarkannya, tapi, malah berakibat buruk. Sepertinya roh Feni tidak mudah dihadapi,”


Untuk sekian lamanya mereka membisu, yang terdengar adalah detak jantung Abigail yang sudah normal, entah mengapa saat ini ketenangan merayapi seluruh jiwa raganya akan tetapi, kebekuan masih tersisa di setiap relung hatinya, sehingga aliran darah seakan tersendat-sendat oleh hawa dingin yang masih menguasai setiap urat nadinya.


“Daripada kau buang-buang waktu disini, kita harus segera keluar dari tempat ini,” sahut Amigail.


“Apakah kau tahu jalan keluar dari ruangan ini ?” tanya Abigail.


“Aku sudah terperangkap di tempat ini lebih dari 25 tahun, semua ruangan di tempat ini, tidak ada yang tidak aku ketahui. Jalan keluar ruangan ini akan mengarah ke halaman belakang, tepatnya pada tempat perapian di dapur,” kata Amigail sambil berjalan setengah melayang mendahului Abigail yang masih terpaku.

__ADS_1


“Rasanya aneh, aku berjalan dengan hantu, yang ternyata adalah saudara kembarku,” kata Abigail yang kemudian mengikuti Amigail.


“Abi, meski dunia kita berbeda, maukah kau menolongku ?” pinta Amigail.


“Bicara apa kau, Ami ? Ingatlah,kemana pun kita pergi, kita selalu bersama, bukan ? Kau dan aku adalah saudara kembar. Kita adalah satu. Saat kau menghilang, aku merasa sebagian dari diriku menghilang. Aku putus asa, jika aku memiliki kemampuan untuk memutar balik dunia ini ... aku pasti tidak akan membiarkanmu lepas dari genggamanku, ” jelas Abigail.


“Terima kasih, Abi. Jasadku masih ada disini, bawa serta jasadku, bakarlah dan biarlah abuku terbawa oleh angin mengembara sampai ujung dunia yang tak terbatas. Dengan demikian aku bisa beristirahat dengan tenang dan damai. Tapi, ingatlah ... kita tetap satu sampai kapan pun,” pinta Amigail.


“Sesuai dengan cita-citamu semasa kecil ... kau ingin seperti SINBAD yang mengarungi 7 samudra di dunia ini,” sahut Abigail.


Mereka berdua merasa senang dan bahagia sekalipun dunia mereka berbeda, namun, kebahagiaan mereka seakan menghapus perbedaan itu.


..._____...

__ADS_1


__ADS_2