DARI DUNIA LAIN UNTUK ANDA ( Kumpulan Cerita Misteri )

DARI DUNIA LAIN UNTUK ANDA ( Kumpulan Cerita Misteri )
[ Horor ] [ Misteri ] K u r i r ( Babak Kesembilan - End )


__ADS_3

#9


Zainal Abidin Al-Kathiri, membuka kelopak matanya. Mendapati dirinya tengah terikat kuat pada sebuah ruangan kecil yang lembab. Butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan ruangan tersebut. Ia pusing, pandangannya berkunang – kunang dan pelipis kanannya sakit sekali, darah merah kehitaman masih mengucur deras pada luka tersebut. Ia mengalami gegar otak yang cukup parah.


Dalam jarak lebih kurang 3 meter, Zain bisa melihat seorang wanita bertubuh sintal berdiri membelakanginya. Wanita itu mengamati mata sebilah pisau tajam berkilat – kilat tertimpa cahaya lampu.


“Yes... Yessy, apa yang kau lakukan ?” tanya Zain menahan sakit, suaranya gemetar dan tubuhnya bergetar hebat.


“Kau telah membunuh kakakku, Fera... Polisi malah membiarkanmu bebas berkeliaran. Kalau hukum tidak mampu menjamahmu, maka ... akulah yang meminta keadilan untuk kakakku,” kata wanita itu sambil membalikkan badan, berjalan ke arah pemuda keturunan Arab itu. Seringai mengerikan tergambar jelas pada wajahnya. Di mata pemuda itu, Yessy dulu adalah wanita cantik dan lembut yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi, tapi, sekarang dia bagaikan seorang bidadari yang siap untuk mencabut nyawanya sewaktu – waktu.


“Sreth !”


Suara itu terdengar sekejab saja, tahu – tahu mata pisau dapur telah basah oleh darah segar yang muncrat membasahi lantai sebagian memercik ke wajah Yessy, kulit pada dada Zain terbuka. Pemuda itu berteriak kesakitan, matanya melotot. Wanita itu seakan tidak peduli, sepasang matanya tajam dan dingin ke arah Zain yang berteriak – teriak sambil meronta – ronta hendak melepaskan diri dari belenggu yang mengikatnya.


"allaenati! laenat amra'atin! sa'adfae lak eidat maraat muqabil sikik hadha. 'ant eahirat allaena !! " umpatnya dalam bahasa Arab.


( “Keparat ! Wanita sialan ! Aku akan membalasnya berkali – kali lipat atas perbuatanmu ini. Dasar pelacur sialan !!” )


“Lihat saja keadaanmu sekarang ! Nyawamu berada di ujung tanduk tapi lidahmu masih tajam ! Mari kita lihat, lebih tajam mana ... Lidahmu atau pisauku ini !” kata Yessy sambil membuka paksa mulut pemuda itu. Begitu mulut terbuka, ia menarik lidahnya dengan tang bergerigi, dan ...


“Crash ...”


Mata pisau bergerak cepat, memotong lidah Zain yang kini meringis kesakitan. Selain sepasang mata yang melotot menahan sakit, urat – uratnya bertonjolan keluar. Sakit dan marah, dia tidak terima atas perlakuan Yessy. Itulah yang bisa digambarkan lewat airmukanya.


Yessy melempar tang yang masih menjepit potongan lidah Zain ke lantai. Mengambil sekantong plastik berisi serbuk putih mengkilap, lalu berkata, “Kau mencekoki kakakku dengan serbuk ini, bukan ? Bagaimana jika kau sendiri yang dijejali serbuk ini ? Ehm... coba setengah kilo dulu, ya !” katanya sambil memasukkan kantong itu ke mulut Zain, “Telan !” bentaknya sambil terus memasukkan serbuk itu berikut plastiknya. Ia tidak peduli betapa wajah pemuda itu membiru, batuk – batuk ataupun tersedak, tujuannya sudah jelas memasukkan seluruh kokain itu ke dalam kerongkongan Zain.


Yessy beringas, bagaikan kesetanan sekalipun sepasang matanya basah oleh airmata. Dendam telah membakar seluruh jiwa dan raganya. Masih terbayang dengan jelas di benaknya segala kejadian pahit yang telah merubah hidupnya juga kakaknya. Kenangan-kenangan itu bagaikan sebuah slide adegan film yang diputar berulang – ulang.


***


Waktu itu Covid 19, merebak ke seantero negeri. Banyak perusahaan besar melakukan PHK pada karyawannya. Yessy dan Fera adalah dua orang dari banyak karyawan yang jadi korban PHK tersebut. Mereka tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya yang kian melejit. Fera harus menghidupi 3 orang anaknya setelah bercerai dengan suami.


Adalah Eric Yeung, salah satu CEO muda gigih, pantang mundur menghadapi situasi yang tidak pasti itu. Akhirnya, dibukalah kantor jasa angkutan Ok Go, bergerak di bidang pengiriman barang. Pemuda brilian itu dalam waktu singkat berhasil membuat perusahaannya berada di puncak saat banyak perusahaan – perusahaan lain berada diambang kehancuran.


Eric Yeung tidak berhenti sampai disini. Ia mengembangkan sayap perusahaannya ke berbagai daerah dalam dan luar negeri. Karena sibuk dengan bisnisnya, CEO muda itu mengangkat Zainal Abidin Al-Kathiri sahabat karibnya untuk menangani salah satu anak cabang perusahaan. Sayangnya, Eric Yeung salah memilih orang. Pada bab – bab sebelumnya telah diceritakan bagaimana Ok Go yang semula bergerak di bidang jasa pengiriman barang beralih fungsinya menjadi kantor penjual barang haram.


Sebelum Zainal memimpin perusahaan milik Eric Yeung, Fera sudah menjadi salah satu kurir Ok Go. Dia nyaman sekali bekerja di kantor tersebut dan berniat memasukkan Yessy, adiknya menjadi kurir juga. Tapi, nasib berkata lain, suatu hari Yessy bertemu dengan Zain. Keduanya saling jatuh hati, hingga mereka menjadi sepasang kekasih. Zain tidak tahu – menahu bahwa Yessy adalah adik Fera. Membuat hubungan mereka merenggang.


Selama menjadi kekasih Zain, Yessy menurut saja apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Hingga suatu hari, terjadi peristiwa yang membuat hatinya serasa disayat – sayat sembilu. Ia diajak ke sebuah tempat terpencil dan melihat kakaknya dicekoki kokain, diperkosa secara bergantian oleh beberapa anak buah Zain, sementara, ia diminta untuk merekam adegan tersebut. Jika tidak ada Zain di sampingnya, mungkin ia akan menolak keras permintaan mereka. Akan tetapi, ia tahu siapa pemuda bernama Zain itu. Pemuda yang manja, kejam, ambisius dan brutal. Demi memenuhi ambisinya, tega berbuat apa saja menyiksa bahkan membunuh siapapun yang menghalanginya.


Dengan sangat terpaksa Yessy merekam adegan itu, sementara, di dalam hatinya, ia menangis pilu dan bertekad membalas perlakuan Zain pada kakaknya. Demi membalas dendam, ia rela menjadi budak pemuas nafsu pemuda keturunan Arab itu, namun, tidak ada lagi kata cinta dan sayang di hatinya.


“Kak, maafkan aku. Aku terpaksa melakukannya, tapi, jangan khawatir aku akan membalas sakit hati ini kelak, bila saatnya tiba,” kata Yessy kepada kakaknya sebelum Zain mengajaknya pergi dari tempat itu. Selanjutnya, ia tak tahu apa yang terjadi pada kakaknya, yang ia tahu setelah mengalami kejadian itu Fera menghilang entah kemana. Entah hidup atau sudah mati.


Yessy berusaha mencari tahu keberadaan kakaknya lewat Pak Pomo yang malam jahanam itu juga mengalami kekerasan fisik hingga menderita cacat. Bersama dengannya, ia mencoba mengumpulkan bukti – bukti kuat untuk menyeret Zain ke meja hijau atau setidaknya berita ini sampai ke telinga Eric Yeung.


Tapi, entah bagaimana caranya, setelah berhasil menyeret Zain ke pihak berwajib, pemuda keturunan Arab itu tidak terjamah oleh hukum.


Kemarahan Yessy meledak, ia memilih untuk meninggalkan semua pekerjaan gelap dan haramnya, terlebih Zain walau sebenarnya, ada rasa takut menghantuinya setiap hari. Takut untuk bertemu dengan Zain dan orang – orangnya sambil menunggu. Dan, saat itu telah tiba.


Zain masuk ke dalam perangkapnya, tangan dan kaki pemuda itu terikat kuat. Yessy yang sudah terlanjur dibakar oleh api dendam dan kebencian menyiksanya habis – habisan.

__ADS_1


***


[ MOHON PERHATIAN !! PADA BAGIAN INI TERDAPAT UNSUR KEKERASAN FISIK, PEMUTILASIAN DAN SEJENISNYA. PENULIS BERHARAP PARA PEMBACA MENYIKAPINYA DENGAN BIJAK ]


Setelah mencekoki Zain dengan kokain, sekujur tubuh pemuda itu membiru pucat, matanya terbelalak lebar, kosong. Tubuhnya sudah tidak bergerak – gerak lagi, tak terhitung berapa mili gram atau bahkan kilo kokain yang sudah terserap dalam tubuhnya. Jelas, tubuhnya tak mampu mencerna serbuk – serbuk kokain itu, pada mulutnya penuh dengan busa.


Yessy menatap tajam dan dingin ke arah Zain yang sudah terbujur menjadi mayat itu.


“Kau tadi bertanya, apa yang hendak aku lakukan, bukan ? Aku akan menjawabnya sekarang sekalipun telingamu sudah tak bisa mendengar apa – apa lagi. Kubelah tubuhmu, kukeluarkan seluruh isinya, kuganti dengan barang – barang haram ini agar tak ada lagi orang yang menderita karenanya,” kata Yessy sambil menyambar sebuah pisau pemotong daging yang sudah disiapkan di sebuah meja tempat Zain terikat.


Tubuh Yessy bergetar hebat, sepasang matanya berkilat – kilat mengerikan dan...


“Sreth... sreth... sreth...”


Mata pisau sudah menusuk lambung Zain, darah menyembur keluar, sebagian membasahi tubuh Yessy. Wanita cantik bertubuh sintal itu mulai memberi sayatan panjang pada perut dan berhenti pada dada. Ia mengeluarkan seluruh organ dalam Zain dan memasukkannya ke dalam kuali berisi air mendidih. Setelah bagian tubuh yang terbuka dirasa bersih, ia memasukkan kokain, sabu – sabu, ganja dan sejenisnya ke dalam tubuh itu dan menjahitnya dengan rapi.


Di sisi lain, hati Yessy hancur berkeping – keping, tak terhitung berapa kali kenangan pahit terlintas di benaknya. Ia dan kakaknya berusaha memperbaiki nasib dengan bekerja : kakaknya sebagai kurir dan ia rela menjadi PSK. Namun, siapa sangka harus mengalami nasib yang lebih buruk. Ia mengambil jirigen berisi bensin dan membasahi semua ruangan dengan bensin itu. Terakhir, ia menyiram tubuh Zain dengan bensin.


“Bu Lasmi, mungkin mau membeli seluruh organ dalammu yang beratnya lebih dari satu kilo ini. Selamat tinggal, Zain... aku berharap, tidak akan bertemu manusia sepertimu lagi di dunia ini,” sambil berkata demikian, ia mengambil pemantik, menyalakannya dan saat api masih menyala, pemantik itu dilemparkan sembarangan.


Saat Yessy keluar, rumah yang telah meninggalkan kenangan pahit maupun manis itu sudah dilalap si jago merah. Membakar segala – galanya.


***


Pagi itu ...


Aku, Pak Pomo dan Ella kembali menuju ke tempat pembuangan besi – besi tua yang sempat kami kunjungi beberapa waktu yang lalu. Setelah berjalan cukup lama, tibalah aku pada sebuah tempat. Tempat itu terpencil, banyak tanaman liar, merambat dan ilalang tumbuh lebat. Tampaknya, tempat itu satu – satunya yang jarang sekali dijamah oleh tangan – tangan manusia. Besi – besi tua diletakkan berserakan tumpuk – menumpuk tak keruan. Sebagian permukaan besi – besi itu diselimuti oleh tanaman merambat. Mendadak bulu kudukku merinding melihat keadaan sekitar. Bukan hanya aku, tapi, perasaan yang sama juga dirasakan oleh Ella dan Pak Pomo.


“El... apakah kau membawa ponsel ?” tanyaku.


“Iya, saya membawanya, Raisa... kenapa ?”


“Saya bisa minta tolong untuk memanggil petugas pemadam kebakaran, kepolisian atau apapun. Tampaknya, kita menemukan sesuatu,” ujarku.


Sekalipun heran Ella dan Pak Pomo heran, Ella mengangguk dan jari – jemarinya menekan keypad.


Dan...


Tidak kurang dari 20 menit, mobil damkar muncul dan aku menjelaskan semua pada salah seorang petugas.


Setelah melalui perundingan yang cukup alot, akhirnya beberapa petugas damkar mulai bekerja membabat, memotong dan menyingkirkan tanaman – tanaman liar. Setelah bekerja lebih kurang satu jam, tampak mobil VW berwarna oranye, berkarat dan ringsek pada bagian depan. Aroma busuk segera tercium, beberapa petugas Damkar muntah – muntah, sebagian lagi memeriksa setiap inci tempat tersebut, mencari sumber bau itu dengan mengenakan masker.


Mereka menemukan sesosok mayat mengenakan pakaian kurir Ok Go, berjenis kelamin wanita dan pada bagian dada sebelah kiri tercantum label nama. Sekalipun sudah usang namun, aku bisa melihat dengan jelas 4 huruf balok yang tertera disana “FERA”. Keadaan mayatnya tampak sebagian sudah membusuk dan dirayapi belatung, cacing, kelabang dan lalat. Semua orang yang melihat luka – lukanya sama – sama bisa menarik kesimpulan bahwa wanita ini telah mengalami kekerasan seksual.


Maka, demikianlah ....


Fera berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dan mengenaskan. Hari itu juga jenazahnya dibawa ke RS terdekat untuk keperluan otopsi. Beberapa hari kemudian, pihak keluarga membawanya pulang untuk dimakamkan dengan layak.


Yessy menghilang entah kemana, pembunuhan dan pembakaran yang dilakukannya tetap menjadi misteri bagi pihak kepolisian.


__________

__ADS_1


E P I L O G :


Wanita cantik bertubuh sintal itu berjalan menyusuri jalanan sepi dan gelap. Ia berbelok tiga sampai empat kali hingga tiba di sebuah rumah sederhana dengan papan nama tergantung pada pagar depan WARUNG BU LASMI. Ia mengangkat tangan kanan dan mengetuk pintu. Pintu terbuka, sesosok wanita berusia kepala 4. Ia tersenyum ramah, mempersilahkan wanita yang tak lain adalah Yessy, masuk.


“Mbak Yessy... “ sapa wanita itu.


“Bu Lasmi, ini ada jeroan... mungkin bisa digunakan untuk lauk tambahan pada menu makanan ibu,” kata Yessy sambil menyodorkan tas plastik berwarna hitam.


“Oh, terima kasih, mbak... lauk macam apapun, jika sudah sampai di warung ini akan menjadi menu masakan yang enak,” sahut wanita yang dipanggil dengan nama Bu Lasmi itu sambil menerimanya, “Berapa saya harus membayarnya, mbak ?”


“Gratis, bu.... “ jawab Yessy.


“Yang benar, mbak ini lebih dari satu kilo, lo...”


“Tidak apa – apa, bu... ini benar – benar gratis,” sahut Yessy.


Bu Lasmi menatap Yessy dalam – dalam, susah menebak apa yang menari – nari di benaknya. Ia tertawa, “Terima kasih, ya, mbak Yessy. Oya, kalau ada daging manusia yang sekiranya lebih, anda bisa memberikannya ke warung ini. Jangan khawatir, saya berani membayar mahal untuk itu, terlebih jika daging itu adalah daging manusia – manusia munafik dan berhati jahat. Aku akan senang sekali menerimanya,”


Yessy tersentak, semula ia menyangka bahwa warung itu hanya menjual daging kambing, sapi, ayam dan sejenisnya. Tapi, ternyata ...


Ia tertawa, hatinya girang setengah mati, bertemu dengan penjagal terlebih untuk orang – orang berhati jahat meski di depannya tampak alim.


“Baik, bu.... saya setuju,” kata Yessy sambil meyodorkan tangannya, Bu Lasmi menyambutnya dan menyalaminya kuat – kuat. “Terima kasih, mbak Yessy ...”


Tawa mereka memecah kesunyian malam, mendiamkan suara – suara binatang malam seakan mereka ngeri mendengar percakapan mereka. WARUNG BU LASMI, nantinya akan menjadi saksi bisu pembantaian orang – orang yang mengaku dirinya baik, benar dan kebal hukum. Akan tetapi sesungguhnya adalah : MUSANG BERBULU DOMBA. MUNAFIK. PENEBAR KEBENCIAN DAN PERPECAHAN.


____ T A M A T ____


( Kamis, 05 Des 2022 )


Akhirnya ....


Setelah melalui proses yang panjang dan berat, akhirnya, KURIR tamat juga...


Sambil menunggu proses review pihak noveltoon, para pembaca yang Budiman dan berbahagia, jika berkenan, bisa membaca ulang kisah yang sudah saya upload tersebut.


Kurir berakhir pada jilid lima dan berlanjut ke cerita WARUNG BU LASMI dalam bentuk chat story. Cerita itu sudah saya upload dulu sekali, sebelum Kurir selesai.


Terima kasih pada para pembaca yang telah bersabar menunggu kelanjutan cerita tersebut juga memberikan support kepada saya dalam bentuk apapun baik like, follow, koment dan share... itu benar-benar berharga bagi saya...


Warung Bu Lasmi memang tak ada hubungannya dengan Kurir sama sekali. Tapi, cukup membuat bergidik author.


Setelah ini saya akan melanjutkan menulis ( Tersesat ) Di Desa Nakampe Gading yang sudah lama mangkrak, juga Alas Sewu Dino dan lain sebagainya. Selain itu, saya juga akan membuat cerita-cerita ringan di sela-sela waktu luang saya.


Dan, apabila dalam kisah Kurir tersebut adalah salah ketik, atau bahkan membuat tersinggung pihak-pihak tertentu, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Dalam hati kecil saya, sama sekali tidak ada niatan untuk itu.


Nah, sampai jumpa lagi di lain kisah. Saya tetap memohon kerjasama dari anda sekalian untuk menyisihkan waktu membaca, memberi komentar, memfollow dan share. Terima kasih atas kesediaannya.


Salam dari Penulis


Kamis, 05 Januari 2023

__ADS_1


__ADS_2