Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 20


__ADS_3

Fei Li dan Fi Suer mulai berjalan - jalan di ibukota Kekaisaran Xiao sambil menengok kanan kiri, melihat para pedagang dan pembeli yang sedang melakukan transaksi jual beli. Mata Fei Li lalu terjatuh pada seorang pedagang seruling. Dia ingat bahwa nanti saat acara ulang tahun Kaisar Xiao, akan ada pertunjukan bakat yang akan dilakukan para nona bangsawan jadi mulai sekarang dia harus menyiapkannya.


Fei Li mulai berjalan ke arah pedagang penjual seruling itu diikuti Fi Suer di belakangnya.


"mari nona silahkan di pilih² terlebih dahulu, barangkali ada yang nona suka" ucap pedagang seruling dengan ramah


"iyaa paman" ucap Fei Li


Fei Li pun melihat - lihat seruling yang dijual. Sampai akhirnya dia memilih salah satu seruling berwarna putih yang sederhana namun nampak indah.


"aku akan membeli yang ini paman, berapa harganya?" tanya Fei Li sembari menunjukkan seruling pilihannya


"pilihan yang bagus nona, harganya 15 koin perak" ucap pedagang itu


1 koin emas\= 30 koin perak


1 tael emas\= 200 koin emas


1 tael perak\= 200 koin perak


seruling yang dibeli Fei Li👇🏻



"baiklah ini paman, kembaliannya ambil saja" ucap Fei Li memberikan 1 koin emas ke pedagang itu


"wahh terima kasih nona, semoga nona bisa segera bertemu dengan pasangan hidup nona dan hidup bahagia selamanua" ucap pedagang itu tersenyum penuh arti


"emmm... baiklah kalau begitu aku pergi dulu" ucap Fei Li lalu mengajak Fi Suer untuk lanjut jalan lagi


Pedagang seruling tadi membereskan barang dagangannya dan pergi ke gang sepi. Tak lama kemudian penampilan pedagang itu berubah menjadi roh seorang pemuda tampan.

__ADS_1


"kau memang tidak pernah berubah istriku, tetap sering keluar tanpa ijin dan selalu baik hati kepada sesama tanpa memandang kedudukan" ucap roh pemuda itu lalu perlahan menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus


Fei Li dan Fi Suer lanjut jalan² sampai akhirnya mereka kelaparan.


"ughhh... aku lapar sekali" gumam Fei Li


"sama nona, saya juga... oh iya di depan sana ada kedai makanan, apakah nona mau makan disana?" tanya Fi Suer


"emm baiklah ayo kita makan disana setelah itu kita kembali ke istana" jawab Fei Li


Mereka berdua lalu pergi ke kedai makanan dan memesan beberapa makanan. Tak lama kemudian mereka menyelesaikan acara makan² dan pulang kembali ke istana. Saat sampai di istana, ada banyak orang yang sepertinya tengah mencari sesuatu.


"Fei'er!" pekik Yue Jisang, Yue Jian, dan Yue Zian sembari berlari - lari kecil menghampiri Fei Li dan langsung memeluknya erat


"aku kenapa?" ucap Fei Li cengo


"kau darimana saja?" tanya Yue Jian


"ohh itu, aku tadi jalan² bersama Fi Suer di ibukota" jawab Fei Li


"aduh! yaa maaf, aku memang sengaja tidak ijin agar kalian tidak menyuruhku membawa penjaga hehehe" ucap Fei Li sambil mengusap dahinya


"hadehhh, yaudah sekarang kau pergi ke pavilium ibunda Mei Lin, beliau sangat mencemaskanmu meimei" ucap Yue Zian


"baiklah gege, ayo Fi Suer" ucap Fei Li mulai berjalan menuju pavilium ibunda Mei Lin


Saat sampai ibunda Mei Lin dan ibunda Hua langsung memeluk erat Fei Li.


"kau darimana saja Fei'er?" tanya ibunda Mei Lin


"aku tadi berjalan - jalan di ibukota bersama Fi Suer, ibunda" jawab Fei Li

__ADS_1


"lalu mengapa kau tidak ijin dulu, Fei'er? kami sangat mencemaskanmu" ucap ibunda Hua


"maafkan Fei Li, ibunda" ucap Fei Li


"iyaa tidak apa - apa, sekarang kau pergi ke pavilium mu dan beristirahatlah, nanti siang acara ulang tahun Kaisar Xiao akan dimulai" ucap ibunda Mei Lin


"baik ibunda" ucap Fei Li lalu pergi ke kamarnya


~•••~


Saat sampai di kamar, Fei Li langsung rebahan di kasurnya sambil memandangi seruling yang dia beli di pasar ibukota tadi. Setelah cukup memandangi, Fei Li bangun dan pergi ke halaman paviliumnya. Dia baru sadar kalau di pavilium ini ada ayunan yang cukup indah. Fei Li menghampiri ayunan itu dan duduk di atasnya. Perlahan, Fei Li mulai menganyun.


Saat ayunan sudah bisa mengayun sendiri, Fei Li mengambil serulingnya dan mulai memainkannya. Dia memainkan lagu Hymn for the Weekend - Coldplay. Alunan merdu dari seruling mulai terdengar. Iramanya yang lembut mengalun indah menghiasi langit. Para pelayan dan penjaga menghentikan pekerjaan mereka sejenak untuk mendengarkan alunan merdu itu. Alunan itu pun akhirnya sampai di kediaman putra mahkota yang sedang mengobrol ringan dengan para pangeran lainnya.


visualnya👇🏻



"gege, apakah kau mendengar suara seruling?" tanya pangeran kedua


"iya, aku mendengarnya" jawab putra mahkota


"suara seruling itu sangatlah indah, siapa gerangan yang memainkannya?" tanya pangeran kelima


"entahlah gege, tapi aku akan mencari sumber suara itu, apakah gege mau ikut?" ucap pangeran keenam


"baiklah, mari kita cari sumber suara seruling yang merdu itu" ucap putra mahkota


Para pangeran pun pergi mencari sumber suara seruling yang indah nan merdu itu.


Ok sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Tolong...👇🏻


{like + vote + komen}


__ADS_2