
Tak lama kemudian Fi Suer datang dengan seseorang bertopeng di belakangnya.
"ini adalah pria bertopeng yang menyelamatkan anda nona" ucap Fi Suer
"baiklah sekarang kau keluarlah Fi Suer, aku akan berbicara secara pribadi dengannya" ucap Fei Li
"baik nona" ucap Fi Suer pergi dari kamar itu dan berjaga di luar
"apakah kau yang menyelamatkanku?" tanya Fei Li
"itu benar nona" jawab Ahn Xiumin dengan nada maskulinnya yang sangatlah menakjubkan
"nada bicara itu... kayak nada bicara yang tadi di bawah alam sadar gue dan anehnya gue ngerasa familiar banget sama nada bicaranya" batin Fei Li terkejut
"siapa namamu?" tanya Fei Li
"nama saya Ahn Xiumin nona" jawab Ahn Xiumin tersenyum tipis
"apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Fei Li mengerutkan dahinya
"sepertinya iya dan sepertinya tidak" jawab Ahn Xiumin penuh misteri
"apa maksudmu?" tanya Fei Li penasaran
"anda akan segera memahaminya sendiri nantinya nona" jawab Ahn Xiumin
"huffftt terserah kau saja tapi terima kasih karna telah menolongku dan dataran Kekaisaran Xiao ini, jika kau tak ada mungkin dataran Kekaisaran Xiao ini sudah rata dengan tanah karna kekuatanku yang tak terkendali tadi" ucap Fei Li tersenyum tipis dibalik cadarnya
"sama² nona, itu memang adalah salah satu tanggung jawab saya untuk menjaga nona apapun yang terjadi" ucap Ahn Xiumin
"lagi² kau berbicara hal yang tak kumengerti_-" ucap Fei Li datar
Sedangkan Ahn Xiumin tidak menghiraukan perkataan Fei Li barusan dan hanya menatap lekat ke arah bunga mawar biru di sebelah Fei Li.
"mengapa kau menatap bunga mawar biru itu?" tanya Fei Li penasaran
"ahh, tidak nona hanya saja bunga itu mengingatkan saya pada istri saya yang sudah lama tak saya jumpai" jawab Ahn Xiumin tersenyum penuh arti ke arah Fei Li
"oh begitu lalu apakah kau ini? emm maksudku apakah kau seorang pedagang atau apa gitu?" tanya Fei Li
"saya hanyalah seorang pengelana biasa nona" jawab Ahn Xiumin
"pengelana? lalu darimana asalmu?" tanya Fei Li
"saya dari sebuah daerah yang sangat jauh dari sini nona" jawab Ahn Xiumin
"lalu-"
"tunggu nona, bukankah anda terlalu banyak bertanya?" tanya Ahn Xiumin memotong ucapan Fei Li
"ahh iya maafkan aku tapi tolong jawab 2 pertanyaanku saja kali ini" ucap Fei Li
__ADS_1
"huftt baiklah, jadi apa yang akan anda tanyakan?" tanya Ahn Xiumin menghela napas panjang
"pertama, sudah daerah mana saja yang kau jelajahi dan yang kedua, apakah... apakah aku boleh ikut berkelana denganmu?" tanya balik Fei Li memalingkan wajahnya dengan semburat merah yang sedikit mewarnai wajah putih pucatnya
"untuk jawaban yang pertama, saya sudah menjelajahi Kekaisaran Xiao ini dan Kekaisaran Hexiu lalu rencananya saya akan mengunjungi Kekaisaran Qurey kemudian untuk jawaban yg kedua, saya tidak yakin keluarga anda akan mengijinkan anda untuk ikut berkelana bersama saya" jelas Ahn Xiumin
"bisakah kau memberiku waktu seminggu? ada masalah yang harus aku bereskan terlebih dahulu sebelum aku pergi dan untuk urusan ijin biar aku yang memikirkannya" ucap Fei Li
"hmm... baiklah saya akan menunggu anda selama satu minggu ini, jika lebih dari itu anda akan saya tinggal" ucap Ahn Xiumin
"baiklah terima kasih" ucap Fei Li tersenyum tipis dibalik cadarnya
"sama² nona, kalau begitu saya permisi" pamit Ahn Xiumin
Selepas Ahn Xiumin pergi, Fi Suer masuk kembali ke kamar Fei Li.
"apa yang baru saja anda bicarakan dengan tuan bertopeng itu nona?" tanya Fi Suer sedikit antusias
"hanya beberapa hal dan bisakah kau ambilkan aku cemilan serta teh lemon?" tanya Fei Li
"tentu saja akan segera saya ambilkan nona" jawab Fi Suer lalu pergi ke dapur istana untuk melakukan perintah Fei Li
Sedangkan Fei Li termenung di kamar, memikirkan kembali keputusannya untuk ikut berkelana dengan Ahn Xiumin.
"apakah ini sudah tepat? maksud gue, ga seharusnya juga gue ikut tuh cowok berkelana tapii ada beberapa misteri yang harus gue pecahin dan keknya jawaban dari beberapa misteri itu bakal gue temuin pas gue pergi menjelajah ke dunia luar... hahh udhlah bomat, ntar aja gue pikirin lagi" batin Fei Li menatap ke jendela yang bermandikan air hujan
~•••~
"apa yang anda lakukan nona? anda masih belum pulih sepenuhnya" ucap Fi Suer khawatir
"tenang saja aku bisa menjaga diriku dengan baik. Nanti jika aku merasa sudah tidak kuat, aku akan menyerah" ucap Fei Li menangkan Fi Suer
"tapi-"
"sudahlah Fi Suer, nonamu ini sudah kuat tidak seperti dulu lagi jadi kau tenang saja yaa" sahut Fei Li memotong ucapan Fi Suer
"huftt baiklah kalau begitu nona, hamba akan selalu mendukung nona! Semangattt nona!!" ucap Fi Suer antusias
"hahaha terima kasih Fi Suer" ucap Fei Li
~•••~
Pertadingan kali ini dimulai dari Yue Tiaqi yang akan melawan Li Yuwei. Fei Li yang melihat itu hanya berharap semoga Li Yuwei yang menang tapi ternyata dewi fortuna sedang tidak memihak Li Yuwei kali ini dan akhirnya Yue Tiaqi lah pemenangnya.
"tak apa Yuwei mungkin ini belum keberuntunganmu" ucap Fei Li
"hmm ya tapi apakah kau benar² sudah baik² saja?" tanya Li Yuwei datar namun masih terkesan ada sedikit nada khawatir di dalamnya
"aku sudah baik² saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu" jawab Fei Li menenangkan Li Yuwei
"hufftt baiklah kalau begitu, semangat Fei Li" ucap Li Yuwei tersenyum tipis
__ADS_1
"hehehe baiklah Yuwei" ucap Fei Li
Sekarang adalah giliran Fei Li. Dia akan melawan salah satu adik tiri kesayangannya lagi, yaitu Yue Wuyi. Keduanya mulai memasuki lapangan yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Sangat terlihat bahwa Yue Wuyi sedang menatap sinis ke arah Fei Li, namun tak dihiraukan sama sekali oleh sang empu yang ditatap. Setelah sampai di tengah, mereka berdua mulai fokus agar bisa menyerang dengan maksimal. Yue Wuyi melesat dan langsung merapal jurusnya.
"Jurus Getaran Bumi - level 5" ucap Yue Wuyi
Seketika tanah yang di pijak Fei Li bergetar lalu muncullah dua tangan yang terbuat dari tanah yang langsung memerangkap Fei Li.
"eh anjir keknya nih jurus pernah ada di anime yang dulu pernah gue tonton deh waktu masih idup di dunia gue yang dulu, apa ya namanya? lupa gue tapii yaudahlah ntar aja gue inget² lagi judulnya apa" batin Fei Li
"hahaha kau tidak akan bisa lepas dari jurusku, dasar kau sampah!" ejek Yue Wuyi
"ohh ga bisa? yakin?" bisik Fei Li yang tiba² sudah ada di belakang Yue Wuyi
"ka-kau?!! bagaimana- ARGHHH"
Ucapan Yue Wuyi terpotong saat Fei Li langsung melancarkan jurus Kilauan Kristalnya, sedangkan Yue Wuyi yang terkena jurus itu langsung terpental beberapa meter dari tempatnya semula dan memuntahkan seteguk darah.
"dasar j*lang sialan!!" batin Yue Wuyi kesal
Yue Wuyi bangkit dan langsung menghajar Fei Li dengan ganasnya. Namun setiap serangan dari Yue Wuyi bisa Fei Li atasi dengan baik hingga akhirnya Yue Wuyi kelelahan sendiri karna terlalu banyak mengeluarkan energinya. Melihat itu Fei Li langsung menyerang balik Yue Wuyi dengan membabi buta sampai akhirnya Fei Li yang jadi pemenangnya. Yue Wuyi pun langsung pingsan karna kelelahan akibat terlalu banyak mengeluarkan energinya. Para penonton pun bersorak dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada sang pemenang, yaitu Yue Fei Li.
Fei Li kembali ke tendanya dan beristirahat sejenak. Dia memanfaatkan waktu istirahatnya untuk mempelajari sebentar jurus yang kemarin malam dia baca. Jurus Akar Kematian adalah namanya. Jurus ini adalah sebuah jurus untuk elemen tumbuhan dan terdapat 4 level didalamnya.
Tak lama kemudian suara penanda pertadingan kembali dimulai pun berbunyi. Fei Li langsung kembali ke dunia nyata dan mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lawannya. Lawannya kali ini sama seperti kemarin, yaitu Yue Tiaqi. Entah karna dunia ini yang terlalu sempit atau dirinya yang selalu bernasib sial karna selalu bertemu dengan para anak ular itu. Dengan cepat Fei Li langsung merapal jurusnya.
"Jurus Akar Kematian - level 2" ucap Fei Li
Seketika akar² berwarna hitam muncul dari tanah dan langsung membelit tubuh Yue Tiaqi. Tiba - tiba, akar² itu memanas dan membakar kulit Yue Tiaqi hingga kulit putih nan mulus Yue Tiaqi kini berwarna kemerahan. Fei Li tersenyum miring di balik cadarnya. Tanpa menunggu Yue Tiaqi terbebas dari jurus pertamanya, Fei Li langsung merapal jurus keduanya untuk melengkapi penderitaan Yue Tiaqi.
"Jurus Kilauan Kristal - tahap 5" ucap Fei Li
Butiran² kristal kecil berwarna ungu mulai berkumpul di tangan Fei Li lalu dia lemparkan ke arah Yue Tiaqi.
"TIDAKKKK!!!" pekik Yue Tiaqi kala jurus Fei Li mulai membuat seluruh anggota tubuhnya mengalami kelumpuhan dan kebisuan sesaat
Saat dirasa pemenang telah di dapatkan, para penonton kembali bersorak gembira untuk sang pemenang. Pertandingan babak terakhir langsung dilanjutkan agar pertandingan di bidang kekuatan ini segera selesai dan bisa lanjut ke pertandingan bidang kecerdasan. Kali ini Fei Li mendapatkan lawan yang cukup tangguh dari kediaman Mentri Strategi Perang Zue, yaitu Zue Jia.
"let's start this game" batin Fei Li menyeringai
visual Ahn Xiumin👇🏻
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
Tolong...👇🏻
{like + vote + komen}
__ADS_1