
Sesampainya di ruang tamu, terdapat tiga orang yang tengah menanti sembari berbincang santai.
"wahhh kalian semua sudah datang!! Cobaa tebak siapa wanita dibelakangku inii hayoo~" ucap Eleanor segera menarik lengan Fei Li yang semula berada di belakangnya agar pindah ke depannya.
"ARBEL?!!" pekik ketiganya terkejut
"haloo semuanyaa hehe", Fei Li tersenyum tipis melihat reaksi ketiganya.
"kau darimana sajaa?? kenapaa baru muncull sekaranggg??" tanya Yovanka berhambur memeluk Fei Li diikuti dengan Vivian yang malah sudah nangis bombay
"aku melewati beberapa kehidupan lalu akhirnya kembali ke dunia ini dalam tubuh ini" jelas Fei Li membalas pelukan kedua sahabatnya
"aaaa jadi pengen jugaa~" sahut Calder mulai mendekati Fei Li, Yovanka, dan Vivian
Namun, dengan cepat Dewi Caitlin menarik kerah belakang hanfu Calder dan langkahnya menjadi terhenti.
"kau tidak boleh, ingat dia akan kembali menjadi istri seseorang besok" ujar Dewi Caitlin memperingati Calder yang terlihat cemberut tak terima
"akuu hanya ingin memeluknya sebagaii sahabatt, apakah tidakk boleh??" tanya Calder berkacak pinggang
"astaga kalian berdua. Kemarilah Calder, beri sahabat tangguhmu ini sebuah pelukan hangat" sahut Fei Li merentangkan kedua tangannya
Calder dengan cepat langsung memeluk Fei Li. Jujur, dia merindukan sahabat tangguhnya ini karna tanpa Fei Li hidupnya seakan kurang tantangan.
"aku merindukanmu bodoh. Kenapa kau butuh waktu singkat untuk kembali lagi kemari, dasar Arbel sialan" ujar Calder setengah ngegas tapi mereka tahu kalau tiada hari tanpa merindukan Fei Li yang notabenenya adalah sahabat dekat sekaligus rivalnya dalam beberapa hal
"sejak aku pergi kau sepertinya tetap tidak berubah, bodoh. Aku juga merindukanmu" ucap Fei Li membalas pelukan Calder
__ADS_1
Setelah acara temu kangen selesai, mereka mulai berbincang tentang hari esok di Alam Bawah dimana Fei Li akan menikah dengan Putra Mahkota Qurey yang adalah reinkarnasi dari Dewa Aland.
"tolong rahasiakan jati diri kalian apapun yang terjadi. Jika terjadi masalah tapi aku masih bisa mengatasinya, jangan pernah kalian ungkap jati diri kalian" pesan Fei Li
"baiklah aku mengerti, setelah ingatanmu kembali pasti kekuatanmu juga hampir kembali sepenuhnya bukan?" sahut Eleanor menebak
"iyaa kau benar, jadi percayakan saja padaku" ucap Fei Li
"apakah kau memang harus kembali sekarang?? tak bisakah besok saja??" tanya Dewi Caitlin belum bisa melepas kembali Fei Li
"hahahaha kau tenang saja, besok kalian juga akan turun dan bertemu denganku. Kalau begitu aku pamit" ucap Fei Li tersenyum tipis laku perlahan menghilang dari hadapan Dewa Dewi tersebut
"apakah besok akan baik² saja, Dewi Caitlin?" tanya Yovanka cemas
"ntahlah. Meskipun kita tau apa yang terjadi esok hari, kita tetap tidak bisa melawan takdir yang telah ditentukan oleh Yang Agung Semesta Alam. Kita bisa mengubah, namun tidak bisa melawan apa yang telah ditentukan. Semua kembali kepada usaha kita masing², ingin menerima takdir tersebut dengan lapang dada ataukah ingin mencoba untuk mengubah sedikit takdir yang akan kita terima" jelas Dewi Caitlin
"kuharap besok berjalan dengan lancar" sahut Eleanor
wushhhh
Fei Li sampai di kamarnya dalam keadaan diluar yang telah gelap.
"untung saja hari sudah gelap, jadi tidak akan terlalu mencolok" gumam Fei Li segera masuk ke ruang ganti dan mengganti hanfunya
"hahh hari yang melelahkan, mungkin secangkir teh bisa meringakan rasa lelahku" gumam Fei Li beranjak pergi ke arah pintu untuk memanggil Fi Suer
__ADS_1
cklekk
"ahh iyaa nona ada apa? apakah nona membutuhkan sesuatu?" tanya Fi Suer meletakkan sapu yang ia pegang
"aku bisa minta tolong buatkan teh dan ambilkan beberapa cemilan? aku sedikit kelaparan" jelas Fei Li tersenyum kikuk
"baiklah nona, tunggu sebentar biar saya ambilkan", Fi Suer segera pergi melakukan tugasnya dan Fei Li kembali masuk ke kamarnya
Beberapa menit kemudian Fi Suer datang dan menghidangkan secangkir teh hangat beserta beberapa cemilan.
"terima kasih Fi Suer, kau boleh kembali" ujar Fei Li tersenyum tipis
"baik nona", Fi Suer keluar dari kamar dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda
Selama beberapa jam Fei Li menghabiskan waktunya untuk memikirkan esok hari, dimana pernikahannya dengan Putra Mahkota Qurey akan dilaksanakan. Sebenarnya upacara pernikahan sesungguhnya akan dilaksanakan di tempat asal Putra Mahkota Qurey, namun untuk memperjelas status maka untuk yang pertama akan dilakukan di Kekaisaran Xiao.
"aku bisa merasakan akan terjadi sesuatu besok, Dewi Caitlin. Semoga aku bisa menghadapinya tanpa merepotkan kalian" gumam Fei Li menatap ke arah jendela kamarnya yang terbuka
Merasa malam semakin larut, Fei Li memutuskan untuk menyudahi acara merenung sambil minum teh dan cemilannya lalu segera tidur untuk menyambut hari esok.
...****************...
...Haloo haloo semuanyaa🤗...
...Author balik lagii setelah sekian lama ngga nulis hehe😅...
...Makasihh buat kalian yang udaa sabar nungguin author balik lagii!!...
__ADS_1
...Maaf tiba - tiba menghilang tanpa ngasih kabar kalo hiatus hehe😅🙂...
...Sekali lagi maaf dan terima kasih untuk semuanya yang sudah bersabarr🤗😽...