Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 21


__ADS_3

Para pangeran terus mencari sumber suara yang begitu indah itu. Sampai akhirnya mereka tersadar bahwa suara itu berasal dari pavilium Fei Li.


"gege, bukankah ini pavilium Fei meimei?" tanya pangeran kelima


"iya benar dan suara merdu itu berasal dari sini" jawab pangeran keempat


"mari kita masuk" ajak putra mahkota


"baik" ucap para pangeran lainnya


Penjaga yang bertugas menjaga pavilium Fei Li segera mengumumkan kedatangan para pangeran.


"putra mahkota dan pangeran² datang!" teriak penjaga


Para pangeran mulai memasuki pavilium Fei Li dan mendapat sambutan dari beberapa pelayan yang bertugas di pavilium Fei Li, termasuk Fi Suer. Putra mahkota mengedarkan pandangannya untuk mencari Fei Li.


"dimana Fei meimei?" tanya putra mahkota


"nona ada di halaman, Yang Mulia" jawab Fi Suer


"antarkan kami kesana" ucap pangeran kedua


"baik, mari" ucap Fi Suer


Para pangeran akhirnya sampai di halaman pavilium Fei Li. Disana masih terlihat Fei Li yang masih asik bermain seruling sembari menganyun perlahan ayunannya. Angin sejuk mengelus wajahnya lembut lalu sedikit membuat rambut dan hanfunya berkibar. Para pangeran pun takjub melihat pemandangan Fei Li yang bak seorang dewi yang turun dari kayangan.


Mereka terdiam untuk beberapa saat, tapi tak lama kemudian permainan seruling Fei Li selesai. Fei Li sedikit terkejut saat menyadari bahwa para pangeran sedari tadi menatap takjub padanya. Fei Li segera turun dari ayunan dan memberi penghormatan.


"salam untuk Putra Mahkota dan para pangeran" ucap Fei Li sedikit membungkuk hormat


"salam diterima" ucap putra mahkota


"apakah kau yang baru saja memainkan seruling yang mengeluarkan suara indah nan merdu itu, meimei?" tanya pangeran keenam


"iya Yang Mulia, maaf jika permainan seruling saya membuat para pangeran sekalian terganggu" ucap Fei Li menundukkan kepalanya


"hei apa maksudmu meimei? kami tidak pernah merasa terganggu akan hal itu, malah justru kami sangatlah menikmati permainan serulingmu" puji pangeran ketiga


"ya itu benar gege, kami sangatlah menikmatinya" puji pangeran keempat


"terima kasih atas pujiannya Yang Mulia" ucap Fei Li tersenyum manis di balik cadarnya

__ADS_1


Meskipun tertutupi cadar, namun senyuman Fei Li masih bisa terlihat walaupun hanya samar².


"iya sama² meimei" ucap pangeran ketiga


"kalau begitu maukah kau memainkannya untuk kami selama kau disini?" tanya pangeran kedua


"saya bersedia Yang Mulia" jawab Fei Li


"baiklah kalau begitu mainkan lagi yaa besok, kami akan mengunjungi pavilium ini lagi besok" ucap pangeran keenam sembari mengelus kepala Fei Li


"hei! apa yang kau lakukan?!" tanya pangeran kedua merasa jengkel


"aku hanya mengelus kepala meimei, memangnya kenapa?" tanya balik pangeran keenam


"aku tidak suka, jauhkan tanganmu dari kepala meimeiku!" jawab pangeran kedua menarik tangan Fei Li ke belakangnya


"gege, dia juga meimeiku, kau sangat curang! seharusnya kau mau berbagi dengan kami" sahut pangeran kelima


"iya benar, kau harus mau berbagi" sahut pangeran keempat


"tidak, aku tidak akan berbagi meimei kecilku ini dengan kalian" bantah pangeran kedua


Fei Li yang mendengar itu, diam² langsung melotot.


Saat pangeran kedua, pangeran keempat, pangeran kelima, dan pangeran keenam sedang bertengkar, putra mahkota dan pangeran ketiga malah membawa Fei Li pergi dari paviliumnya.


"gege! kau mau bawa kemana meimei kecilku?!" tanya pangeran kedua, pangeran keempat, pangeran kelima, dan pangeran keenam secara bersamaan


"kabur!!" ucap pangeran ketiga dan putra mahkota sembari membawa lari Fei Li dari paviliumnya


Dengan segera para pangeran yang lainnya mengejar Fei Li, pangeran kedua, dan putra mahkota. Para pelayan dan penjaga yang sedang melakukan tugasnya sangat terkejut melihat pemandangan yang sangat langka ini.


Para pangeran terus kejar - kejaran di sekeliling istana tanpa menghiraukan tatapan² terkejut dari para penjaga dan pelayan. Mereka terus bermain kejar - kejaran sampai di taman istana.


"Yang Mulia... saya lelah" ucap Fei Li sembari mengatur nafasnya


"iya gege, aku juga lelah" sahut pangeran ketiga


"gege... cukup, kami lelah" sahut para pangeran yang baru saja datang


"baiklah mari kita istirahat dulu" ucap putra mahkota

__ADS_1


"hahhh... akhirnyaa..." ucap Fei Li yang langsung duduk di atas rerumputan taman


"meimei, jangan duduk langsung di atas tanah, nanti hanfumu menjadi kotor" ucap pangeran keempat


"saya lelah dan sudah dalam posisi nyaman duduk seperti ini" ucap Fei Li


"baiklah kalau begitu" ucap pangeran kelima


Semua pangeran lalu ikut duduk di tanah dan itu langsung membuat Fei Li terkejut.


"Yang Mulia, anda semua jangan duduk di atas tanah, bagaimana jika hanfu anda kotor? lalu jika hal ini sampai diketahui Kaisar, Permaisuri, dan Selir Agung, pasti saya akan terkena amarah dari mereka bertiga" ucap Fei Li mulai berkeringat dingin saat membayangkannya


Tentu saja dia berkeringat dingin karna dia tidak ingin mati untuk yang ketiga kalinya. Kalau nantinya mati lalu kembali hidup di raga orang lain masih tidak apa², nahh kalau nantinya mati tapi malah kembali ke Tuhan kan bisa menjadi masalah.


"kau tenang saja meimei, ayahanda, ibunda Permasuri, dan ibunda Selir tidak akan memarahimu, lagipula jika mereka memarahimu kami akan selalu membelamu" ucap putra mahkota menenangkan Fei Li


"huftt... yasudahlah kalau begitu" ucap Fei Li


Suasana tiba² menjadi hening.


"aku haus" ucap pangeran kedua


"sebentar Yang Mulia" ucap Fei Li lalu pergi menghampiri pelayan dan membisikkan sesuatu ke pelayan itu, setelah itu pelayan tadi langsung pergi ke dapur untuk melaksanakan perintah Fei Li, kemudian Fei Li kembali ke para pangeran dan duduk diantara mereka


"apa yang kau lakukan tadi meimei?" tanya pangeran ketiga


"rahasia" jawab Fei Li sambil tersenyum tengil


"ohh jadi meimei kecil kami ini sudah mulai berani bermain rahasia yaa" ucap pangeran keenam lalu mendekati Fei Li dan menggelitikinya


"hahaha... cukup, hahaha... gege cukupp gelii" ucap Fei Li sembari tertawa tanpa sadar dia menyebut pangeran keenam dengan panggilan 'gege'


"baiklah² jika meimei kecilku ini yang meminta" ucap pangeran keenam


Tak lama kemudian pelayan tadi membawakan barang yang diminta Fei Li.


"untuk apa semua ini meimei?" tanya putra mahkota mengerutkan keningnya bingung


"rahasia" jawab Fei Li sembari memulai kegiatannya


Ok sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Tolong...👇🏻


{like + vote + komen}


__ADS_2