Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 35


__ADS_3

Fei Li terbangun di tengah malam karna belum sempat memakan apapun dan hanya minum segelas air tadi saat sadar. Perlahan, Fei Li berusaha bangun karna tubuhnya sedikit lemas jadinya dia membutuhkan sedikit tenaga ekstra untuk hanya bisa bangkit dari tempat tidurnya dan duduk. Di sebelah tempat tidurnya terdapat meja kecil dengan sebuah lonceng kecil di atasnya. Fei Li menggapai lonceng itu lalu membunyikannya.


tokk tok tokk


"siapa?" tanya Fei Li sedikit berteriak


"ini saya Fi Suer nona" jawab Fi Suer


"masuk" sahut Fei Li


Fi Suer pun membuka pintu kamar Fei Li perlahan lalu memasukinya.


"astaga nona! kenapa anda duduk seperti itu?? sebaiknya anda berbaring saja karna tubuh anda masih lemah" nasehat Fi Suer


"aku tidak apa² Fi Suer, oh iya bisakah kamu mengambilkan aku makanan? aku kelaparan hehehe" ucap Fei Li


"baik nona akan segera saya ambilkan" ucap Fi Suer berlalu pergi dari kamar


Fei Li pun menatap ke jendela kamarnya. Sinar rembulan perlahan - lahan mulai menyinari kamar Fei Li yang hanya bercahayakan lilin. Rembulan malam ini terasa sangat indah, cahayanya dengan berani menerangi dunia dari gelapnya malam. Tak lama kemudian Fi Suer datang sembari membawa makanan untuk Fei Li.


"ini nona makanannya" ucap Fi Suer


"terima kasih Fi Suer kamu boleh kembali nanti kalau aku membutuhkan sesuatu, aku akan membunyikan belnya lagi" ucap Fei Li tersenyum tipis


"baik nona" ucap Fi Suer pergi dari kamar Fei Li


"hahh akhirnyaa" gumam Fei Li mulai memakan makanannya


Selesai makan, Fei Li segera mengfokuskan pikirannya untuk memasuki Dimensi Mawar Kegelapan.


~•••~


"selamat datang nona" ucap Wang Jie


"terima kasih Wang Jie" ucap Fei Li tersenyum ramah


"oh iya apakah kamu menemukan sebuah buku jurus elemen tumbuhan lagi?" tanya Fei Li


"ada nona, sudah saya letakkan di meja nona"


"baiklah kalau begitu terima kasih"


Fei Li pun pergi untuk melihat buku jurus elemen tumbuhan yang direkomendasikan Wang Jie. Jurus itu bernama Keajaiban Peri, salah satu jurus milik Dewi Vivian. Buku jurus itu hanya ada 2 di dunia ini, yang satu berada di ruang penyimpanan Dunia Keindahan Alam dan satunya lagi berada di alam dimensi Mawar Kegelapan Fei Li.



Jurus Keajaiban Peri membuat penggunanya bisa membuat sesuatu dengan bantuan para peri sesuai dengan keinginannya. Jurus ini cukup berbahaya karna jika jatuh ke tangan yang salah maka dunia akan menjadi kacau. Penggunaan Qi nya cukup banyak tergantung seberapa besar sihir para peri yang dikeluarkan untuk membuat sesuatu itu.


Setelah membaca dan mempelajari jurus Keajaiban Peri dengan seksama, Fei Li mengangkat salah satu tangannya lalu mulai membaca mantra jurus Keajaiban Peri.

__ADS_1


...In This World There Will Always Be a Miracle...


...A Pair of Beautiful Wings and Gentle Hand...


...Movements Create a Miracle...


...Stay on The Path of Goodness...


...and Help Me Right Now...


Seketika muncul cahaya² kecil dari tangan Fei Li yang lama kelamaan membentuk suatu makhluk kecil terbang yang membawa sebuah tongkat bersinar.



Fei Li yang melihat makhluk itu terkejut.


"kyaaa dia imutt sekaliii!!" batin Fei Li gemas


"hamba menghadap kepada tuan" sahut peri itu sedikit membungkuk hormat


"ekhem! siapa namamu?" tanya Fei Li


"nama hamba Heavin, tuan" jawab peri itu a.k.a Heavin


"baiklah kalau begitu mari kita membuat kontrak" ucap Fei Li


"baik, tuan hanya tinggal menyalurkan elemen cahaya dan elemen angin yang sudah tercampur sempurna lalu kontrak antara kita pun akan terjadi" jelas Heavin


Sesaat kemudian muncullah sebuah bola berukuran sedang berisi elemen cahaya dan elemen angin yang sudah tercampur sempurna. Heavin segera mendekati bola itu dan perlahan - lahan mulai menyerap energi dari bola itu. Seketika tubuh Fei Li dan Heavin bersinar lalu terbentuklah sebuah hiasan di telinga kiri Fei Li.



"hiasan telinga itu pertanda bahwa kontrak antara kita sudah terjalin tuan" ucap Heavin


"ohh begitu lalu menurut di buku kamu akan membantuku membuat sesuatu sesuai keinginanku, apakah itu benar?" tanya Fei Li


"benar tuan" jawab Heavin


Fei Li pun terus berlatih membuat sesuatu bersama dengan Heavin hingga 10 jam lamanya.


"hahh sepertinya ini sudah cukup, terima kasih untuk bantuannya Heavin" ucap Fei Li


"sama² tuan" ucap Heavin yang perlahan - lahan tubuhnya bercahaya lalu menghilang dari pandangan Fei Li


"Wangg Jiee!!" panggil Fei Li


"iya nona" sahut Wang Jie berlari kecil menghampiri Fei Li


"aku akan kembali jadi tetap jaga tempat ini yaa" pesan Fei Li

__ADS_1


"baik nona" ucap Wang Jie


Fei Li mengfokuskan pikirannya untuk kembali ke dunia nyata. Saat sudah kembali, Fei Li pun tertidur.


~•••~


Sang surya perlahan - lahan mulai keluar dari kediamannya. Awan - awan pun pergi mengelilingi dunia dengan cerianya. Burung² bernyanyi merdu menambah kesan indahnya hari ini. Tapi semua keindahan itu tidak membuat seorang gadis cantik yang tengah tertidur di atas ranjangnya itu bangun. Perlahan pintu kamar gadis itu terbuka dan terlihatlah pelayan pribadinya.


"nonaa ayo bangunn ini sudah pagi" ucap Fi Suer


"ughh aku masih sangat mengantuk Fi Suerr" rengek Fei Li


"ayolah nonaa ini sudah pagii" ucap Fi Suer mulai menarik perlahan selimut Fei Li


"hoaammmm baiklah² terserah" ucap Fei Li yang mulai bangun


"saya sudah menyiapkan air untuk nona membersihkan diri, apakah nona akan membersihkan diri sekarang?" tanya Fi Suer


"iyaa dan jangan lupa untuk menyiapkan hanfu yang sederhana dan ringan tapi tetap elegan" pesan Fei Li


"baik nona akan segera saya siapkan" ucap Fi Suer mulai melakukan perintah Fei Li


Setelah selesai membersihkan diri dan sarapan, Fei Li pun pergi jalan² di sekitar kediamannya.


"apakah terjadi sesuatu saat aku tertidur lama, Fi Suer?" tanya Fei Li


"tidak ada nona hanya saja..." ucapan Fi Suer terhenti


"hanya saja kenapa Fi Suer?" tanya Fei Li mengerutkan keningnya penasaran


"ada surat lamaran dari Putra Mahkota Kerajaan Qurey untuk nona" lirih Fi Suer


"ohh gitu-- hah?! apa?! surat lamaran untukku?!!" ucap Fei Li terkejut


"be-benar tapi nona tenang saja, Tuan besar Yue masih belum mengirimkan balasan untuk surat lamaran itu karna menurut beliau hanya nona yang bisa memutuskan untuk diterima atau tidaknya surat lamaran itu" jelas Fi Suer


"kalau begitu ayo kita ke ruang kerja ayahanda sekarang" ucap Fei Li


"baik nona" ucap Fi Suer


Fei Li dan Fi Suer pun pergi ke ruang kerja Yue Neryi, ayahanda Fei Li.


"surat lamaran?! untukku?!! yang benar saja! aku bahkan tidak mengenal baik Putra Mahkota dari Kerajaan Qurey itu! lebih baik aku bertanya ke ayahanda dahulu untuk lebih jelasnya tentang surat lamaran itu" batin Fei Li


Ket:


Dewi Vivian adalah seorang dewi pertanian dan kesuburan. Dewi Vivian mengendalikan panen, kesuburan tanah, dan musim. (jadi kayak Dewi Demeter gitu tapi namanya author ganti)


Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Tolong...👇🏻


{like + vote + komen}


__ADS_2