
Di dunia atas kini telah terjadi sebuah pesta peringatan kelahiran seorang gadis cantik yang imut dan menggemaskan.
"selamat ulang tahun Arabella, sang Dewi Kematian" ucap Penguasa Agung mencium kedua pipi gembul putrinya
"hidup Dewi Kematian!! Hidup Dewi Kematian!!" sorak seluruh Dewa dan Dewi
Arabella hanya tersenyum manis saat mendengar sorakan dari para Dewa dan Dewi.
~•••~
Pagi hari telah tiba. Setelah pesta meriah kemarin malam, Arabella segera pergi ke kamarnya untuk istirahat dan sekarang dia tengah berada di ruang makan bersama ayahnya untuk sarapan bersama.
"selamat pagi ayah" sapa Arabella mengecup kedua pipi pria kesayangannya
"pagi juga Araa" sapa Penguasa Agung, Abraham mengelus pelan surai putih Arabella
"apakah ayah hari ini sibuk?" tanya Arabella sambil memakan rotinya
"sedikit, memangnya kenapa?" tanya balik Abraham
"aku ingin bermain dengan ayah! Di alam Dewa Jovy" jawab Arabella tersenyum ceria
"baiklah kalau begitu nanti setelah pekerjaan ayah selesai, kita akan bermain di alam Dewa Jovy. Ara bisa menunggukan?" tanya Abraham mengelus pelan surai rambut putih putri tercintanya
"iya ayah! kalau begitu aku sudah selesai, aku mau main sama Geordo dulu yaa" ucap Arabella kemudian berlalu pergi menemui sahabat baiknya
Arabella kecil berlari hingga sampai di taman kerajaan. Terlihatlah seorang anak laki² sedang duduk di sebuah bangku, tangannya terulur ke atas dan tiba² sebuah kupu² cantik bertengger disana. Arabella yang melihat itu membulatkan matanya karna kupu² cantik itu dengan mudahnya di dapatkan oleh sahabat baiknya tanpa harus capek² mengejar, sedangkan dirinya yang sudah berlarian mengejar tidak pernah bisa menangkapnya.
"Geordooo" panggil Arabella berlarian kecil mendekati anak laki² itu
Geordo menoleh ke arah Arabella dan tersenyum manis. Saat sedang berlari, tiba² Arabella tersandung batu dan terjatuh. Geordo membulatkan matanya terkejut lalu segera menghampiri Arabella yang meringis kesakitan.
"apakah kau baik² saja Arbel?? Apakah ada yang luka? apakah berdarah?? ayo katakan padaku cepatt" ucap Geordo khawatir
"hehehe tidak apa², ini hanya tergores sedikit" ucap Arabella menenangkan Geordo
"sstt! Diam, aku akan membawamu ke ruang kesehatan" ucap Geordo segera menggendong tubuh mungil Arabella menuju ruang kesehatan
Sesampainya di ruang kesehatan, Arabella langsung diobati oleh perawat yang ada disana. Selesai dirawat Arabella dan Geordo berjalan - jalan di taman.
"bagaimana kabarmu Geordo?" tanya Arabella
"kabarku baik dan selamat bertambah umur yang ke 14 tahun Arbel" ucap Geordo mengelus pelan surai putih Arabella
(nb: perbedaan usia dan fisik antara manusia biasa dengan dewa dewi disini beda ya. Contohnya, seorang remaja usia 14 tahun di dunia atas/ dunia dewa dewi itu fisiknya sama dengan seorang anak kecil berusia 8 tahun di dunia bawah/ dunia manusia biasa. Usia remaja di dunia dewa dewi tuh masihlah dianggap usia kanak², usia dewasa mereka adalah saat berusia 25-30 tahun. Saat itu mereka akan mulai melaksanakan tugasnya sebagai Dewa/Dewi seperti yang telah di titahkan Penguasa Agung. Yang kurang paham nanti bisa tanya di kolom komentar yaa)
"hihihi terima kasih Geordo, kau yang terbaik" ucap Arabella memeluk sahabat baiknya
"nah kalau begitu aku mempunyai hadiah untukmu, sebentar yaa" Geordo melepas pelukannya lalu mengambil sebuah kotak dari saku pakaiannya
"wahh terima kasih!! Ini boleh kubuka?" tanya Arabella antusias
"tentu saja, itu adalah hadiahmu Arbel" jawab Geordo tersenyum manis
Arabella membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah kalung permata Amethyst yang sangat indah.
"wahh ini indah sekalii" ucap Arabella terpesona
"hehehe, mau kupakaikan?" tawar Geordo
"iya! tolong pasangkan!" ucap Arabella bersemangat
Geordo mengambil kalung tersebut lalu memakaikannya di leher Arabella.
"ini indah sekali... Terima kasih, Geordo" ucap Arabella memeluk erat sahabat baiknya
"sama - sama Arbelku sayang" lirih Geordo memeluk balik Arabella
Setelah itu mereka pun bermain bersama. Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Abraham memperhatikan semuanya. Dimulai dari jatuhnya Arabella hingga sampai pemberian hadiah ulang tahun berupa kalung permata Amethyst. Asisten Abraham, Dewa Jovy juga melihat keakraban antara Arabella dan Geordo.
"Arabella sangat manis dan imut ya, Yang Mulia" sahut Dewa Jovy, sang Dewa Kehidupan
"kau benar, dia memang putri kecilku yang paling imut dan menggemaskan" ucap Abraham tersenyum bangga
Setelah itu kedua pria tadi melanjutkan pekerjaan mereka, meninggalkan Arabella dan Geordo yang nampak asik bermain.
~•••~
Hari semakin siang, Arabella dan Geordo memutuskan untuk berhenti bermain dan pergi beristirahat. Arabella kini sedang berjalan dengan riang gembira menuju ruang kerja ayahnya untuk mengajaknya makan siang bersama.
Saat melewati danau, Arabella melihat seorang anak laki² tengah berjongkok memperhatikan ikan² yang tengah berenang kesana kemari. Karna penasaran, Arabella pun mendekati anak laki² tersebut.
"hei sedang apa kau?" tanya Arabella yang nampaknya mengagetkan anak laki² itu
"a-aku hanya melihat - lihat ikan² ini" jawab anak laki² itu
"kau tahu, di danau ini ada hewan peliharaan kesayanganku loh~ apakah kau mau melihatnya?" tanya Arabella mulai ikut berjongkok di sebelah anak laki² itu
"benarkah?! kalau begitu aku ingin melihatnya!" ucap anak laki² itu nampak antusias
"hahaha baiklah! kau tunggu sebentar ya"
Arabella menutup matanya dan menyatukan kedua tangannya di depan dada sambil membacakan sebuah mantra. Tiba² air danau yang sebelumnya tenang menjadi bergetar. Perlahan - lahan muncul sebuah kabut dari dalam air bersamaan dengan munculnya ujung kepala dari seekor hewan yang sepertinya memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Perlahan tapi pasti, hewan itu mulai muncul dari air. Anak laki² tadi hanya duduk diam sambil memasang wajah kagum dan terpesona melihat kemunculan dramatis hewan tersebut.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup, Arabella menyelesaikan mantra dan mulai membuka mata. Di hadapannya kini terdapat seekor naga putih besar yang tengah menatap ke arahnya.
"hai Xiozie, bagaimana kabarmu?" tanya Arabella tersenyum manis
"kabar saya baik, nona" jawab Xiozie, si naga putih
"i-ini hewan peliharaanmu?!!" sahut anak laki² di sebelah Arabella
"iya, namanya adalah Xiozie! Dia adalah hewan peliharaanku" ucap Arabella sombong
"wahh hebat sekali..." gumam anak laki² itu menatap kagum ke arah Xiozie dan Arabella secara bergantian
"kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Arabella penasaran
"eh? Na-namaku Aland" jawab Aland sedikit gugup
"Aland? Aku sepertinya pernah mendengar nama itu..." gumam Arabella nampak mulai berpikir keras
"Ara! Apa yang kau lakukan disitu?!!" tanya Abraham yang langsung berlari menuju Arabella dan langsung menggendongnya menjauh dari Xiozie diikuti Dewa Jovy di belakangnya
"ayah? apa yang ayah lakukan disini?" tanya Arabella mengerutkan keningnya
"seharusnya ayah yang berkata seperti itu. Kenapa kau bermain - main dengan naga putih besar itu?!! Bagaimana kalau dia melukaimu?!!" tanya balik Abraham memeluk tubuh mungil Arabella
"itu hewan peliharaanku ayah dan itu adalah hadiah ulang tahun dari Dewa Jovy lohh" ucap Arabella sembari melirik ke arah Dewa Jovy yang tengah membantu anak laki² tadi berdiri
"apakah benar, Jovy?" tanya Abraham
"benar Yang Mulia, dia adalah naga putih pemberian hamba sebagai hadiah ulang tahun Arbel" jawab Dewa Jovy
"hahh... kukira akan terjadi sesuatu tadi" gumam Abraham menghela napas lega
"apakah kau mengenalnya Dewa Jovy?" tanya Arabella yang sedari tadi penasaran melihat kedekatan Dewa Jovy dan Aland
"dia adalah anak saya, Arbel" jawab Dewa Jovy sambil menggendong Aland
"benarkah?!! kalau begitu bisakah aku berteman dengannya?!!" tanya Arabella bersemangat
Dewa Jovy hanya tersenyum ramah lalu menatap ke arah Aland.
"bagaimana? apakah kau mau?" tanya Dewa Jovy ke Aland
"i-iya..." lirih Aland langsung menyembunyikan wajahnya yang telah sedikit memerah di ceruk leher ayahnya
"hahaha dia berkata boleh Arbel, maklum dia sedikit pemalu" ucap Dewa Jovy mengelus pelan surai rambut putih Aland
"kalau begitu ayo kita makan siangg!! perutku sudah kelaparan hehehe" ucap Arabella tersenyum bahagia
~•••~
Sejak saat itu Arabella, Aland, dan Geordo berteman baik. Mereka selalu bermain bersama dan menghabiskan waktu bersama.
Seiring berjalannya waktu, mulai tumbuh perasaan lain di hati Aland dan Geordo untuk Arabella. Dan disinilah kedua pria itu berada. Di sebuah danau tempat mereka bertiga sering bermain bersama saat kecil.
"apakah kau menyukai Arbel?" tanya Geordo
"bagaimana dengan dirimu sendiri? kau tentu juga menyukainya bukan?" tanya balik Aland
"kalau tau aku menyukainya, mengapa kau juga ikut - ikutan sialan?!!" Geordo melayangkan pukulan ke wajah tampan Aland
"jika aku juga menyukainya memang kenapa?!! kau pikir hanya karna kau bertemu lebih dulu dengannya jadi kau bisa menandainya sebagai milikmu begitu, hahh?!" bentak Aland merasa tidak terima
"tentu saja! aku lebih dari dirimu! kau seharusnya mundur dan mengalah untuk bisa mendapatkannya karna Arbel adalah milikku!" sinis Geordo
"tcih! jangan sombong dulu kau! kita lihat saja nanti! mari kita bersaing untuk mendapatkan hatinya tanpa paksaan, bagaimana menurutmu? tapi jika dipikir - pikir kau tidak mungkin akan menerimanya karna dia sudah pasti akan memilihku" sinis Aland
"ck! mari kita bersaing! aku yakin Arbel akan lebih memilihku daripada pria sialan sepertimu!" ketus Geordo
Kedua pria itu saling berjabat tangan tapi tatapan tajam, sinis, dan meledek tetap saja dilayangkan ke arah lawan masing². Dari situlah persahabatan mereka mulai hancur.
Geordo dan Aland saling bersaing untuk mendapatkan hati Arabella dengan segala cara. Hingga sampailah mereka di akhir persaingan. Dimana mereka berencana mengungkapkan perasaan mereka ke Arabella di sebuah festival di Alam Langit Surgawi tentunya dengan cara mereka masing².
(nb: disini peradabannya beda jauh yaa dari dunia manusia/dunia bawah. Di dunia bawah author memakai semacam latar tradisional/jaman dulu, sedangkan di dunia atas memakai latar modern tapi tidak sampai ada handphone, mobil, dan alat² elektronik lainnya.)
"psstt! El, kau ingat rencananya kan?" bisik Aland
"tentu saja, sana kau siap² dulu. Biar kualihkan perhatian Arbel" bisik Eleanor
"Arbel! Aku dengar ada sebuah kedai yang menyajikan beberapa makanan dari dimensi lain lohh" sahut Eleanor
"benarkah?! kalau begitu ayo kita kesana!!" ucap Arabella antusias
"maaf aku tidak bisa ikut kesana" sahut Aland
"eh? ada apa? apakah terjadi sesuatu?" tanya Arabella khawatir
"ayahku baru saja memanggil, katanya dia butuh bantuanku di Alam Kehidupan Akhir" jawab Aland menenangkan Arabella
"baiklah kalau sudah selesai nanti kau langsung menyusul yaa" pesan Arabella
"tentu saja aku akan menyusul, sampai jumpa" ucap Aland yang dalam sekejab langsung menghilang dari pandangan Arabella dan Eleanor
Arabella dan Eleanor pun pergi menuju kedai yang menyajikan beberapa makanan dari dimensi lain, yaitu Bumi. Kedua gadis cantik itu terlihat sangat menikmati waktu mereka saat berada di kedai makanan. Disisi lain, Aland tengah menyiapkan sesuatu untuk Arabella bersama dengan Dewa Calder, Dewi Yovanka, dan Dewi Vivian.
__ADS_1
~•••~
Hari mulai sore. Setelah puas bermain di festival, Eleanor mengajak Arabella ke suatu tempat.
"ini mau kemana?" tanya Arabella penasaran
"udahh diem, bentar lagi sampai kok" ucap Eleanor yang tengah menutup kedua mata Arabella
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai. Perlahan, Eleanor mulai melepaskan tangannya. Arabella mengedip - kedipkan matanya sebentar untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
"wahhh apa ini?..." gumam Arabella berdecak kagum
"kejutannn" ucap Aland, Dewa Calder, Dewi Vivian, Dewi Yovanka, dan Eleanor
"kalian yang menyiapkan ini?" tanya Arabella
"kami hanya membantu saja, ini semua rencananya Aland" sahut Dewa Calder
"ehem! yang akur yaa kalian berduaa" goda Dewi Yovanka menaik turunkan kedua alisnya
"kalau begitu ayo kita pergi semuanya, biarkan keduanya makan malam dengan romantis" sahut Eleanor
Kedua pipi Arabella merona saat mendengar itu, sedangkan yang lain hanya terkekeh pelan. Eleanor, Dewa Calder, Dewi Yovanka, dan Dewi Vivian pun pergi dari tempat itu. Aland perlahan berjalan mendekati Arabella lalu mengulurkan tangannya.
"mari kita duduk" ucap Aland tersenyum hangat
"tentu" jawab Arabella tersenyum manis menerima uluran tangan Aland
Keduanya duduk di tempat masing². Arabella masih terpaku pada indahnya matahari yang seolah di telan samudra. Suasana yang tenang dan angin yang berhembus tak terlalu kencang tapi juga tak terlalu pelan menambah keindahan sore ini. Tiba² kedua tangan Arabella di genggam Aland. Sontak Arabella menoleh ke arah Aland yang tengah menatapnya hangat dan penuh cinta.
"i-ini ada apa? tumben sekali kau bisa bersikap romantis seperti ini" ucap Arabella kikuk
Aland tiba² berdiri lalu berjongkok ke arah Arabella.
"Arabella, sang Dewi Kematian, sekaligus sahabat terbaikku. Maukah kau menjadi istriku, pendamping hidupku, ibu dari anak - anakku, dan takdir hidupku baik dimasa kini maupun masa depan?" tanya Aland mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin
Arabella sontak menutup mulutnya dengan kedua tangannya karna terkejut mendengar pengakuan Aland. Dihadapannya kini bukan lagi sahabat masa kecilnya yang ceroboh, penakut, dan pemalu. Ternyata waktu telah berjalan dengan cepat sehingga sahabat masa kecilnya kini telah menjadi seorang pria dewasa yang tampan rupawan dan dia baru menyadari hal itu saat ini.
Sambil tersenyum haru, Arabella menganggukkan kepalanya beberapa kali untuk menjawab pernyataan Aland tadi. Aland yang melihat itu langsung tersenyum bahagia dan segera memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Arabella. Setelah memasang cincin, Aland langsung memeluk erat Arabella.
"terima kasih telah menerimaku, Bella" gumam Aland tersenyum bahagia
Tanpa keduanya sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap iri, kesal, benci, dan marah ke arah keduanya.
"sialan! berani - beraninya kau merebut Arbelku, Aland! dasar kau bed*bah sialan!" geram Geordo
"hahaha! kasihan sekali dirimu, Dewa api. Pujaan hatimu kini telah direbut oleh sahabat baikmu sendiri, sangat menyedihkan!" ejek seorang wanita dari arah belakang Geordo
"lebih baik kau pergi sebelum kau menjadi sasaran amarahku, Dewi Lydia!" ucap Geordo kesal
"oh astaga, aku takutt~ hahaha! daripada kau membunuhku, lebih baik kau ikut denganku untuk memisahkan mereka berdua" sinis Lydia
"memisahkan mereka berdua? terdengar rencana yang bagus, bagaimana rencanamu?" tanya Geordo merasa tertarik dengan rencana Lydia
"rencanaku ini dijamin akan memisahkan mereka, bahkan sang Penguasa Agung pun tidak akan bisa membantu mereka" ucap Lydia tersenyum licik
"baiklah, aku ikut" ucap Geordo menyeringai
~•••~
Dewi Yovanka
Dewi Vivian
Dewa Calder
Dewa Aland
Dewi Arabella
Dewa Geordo (Dewa Api)
Dewi Lydia (Dewi Rubah)
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
Tolong...👇🏻
__ADS_1
{like + vote + komen}