Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 30


__ADS_3

"para penonton sekalian, di arena ini kita akan menyaksikan sebuah pertandingan menarik dari 20 kandidat yang akan menguji kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan untuk menentukan siapa saja yang akan melanjutkan pertandingan ke babak selanjutnya dan layak untuk mendapatkan gelar Putri Pertama Xiao, beri tepuk tangan yang meriah untuk para kandidat kita" ucap pembawa acara


Para penonton pun langsung bertepuk tangan yang meriah untuk menyemangati jagoan mereka. Para kandidat di bagi menjadi 2 kelompok dan sekarang sedang bersiap - siap di tenda kelompok masing².


"hufftt aku cukup gugup" ucap Go Quo


"tenang saja Quo, jangan terlalu gugup" ucap Fei Li menenangkan Go Quo


"kita pasti bisa menang. Jika pun kita tidak bisa maju bersama, salah satu dari kita harus tetap maju dan berjuang" sahut Li Yuwei


"iya itu benar" ucap Fei Li


"baiklah~ terima kasihhh, kalian berdua memang sahabat terbaikku" ucap Go Quo tersenyum manis


"sama²" ucap Fei Li dan Li Yuwei


Akhirnya giliran Go Quo pun tiba. Dia akan melawan seorang nona muda dari kediaman Fu yang terkenal akan kekuatannya yang cukup hebat. Selama beberapa jam, pemenang pun sudah di dapatkan dan nona dari kediaman Fu itulah yang menjadi pemenangnya.


"tidak apa² Quo, mungkin ini belum keberuntunganmu" ucap Li Yuwei


"iyaa mungkin saja" ucap Go Quo tersenyum tipis


Selanjutnya adalah giliran Li Yuwei yang akan melawan seorang nona dari kediaman Wu. Fei Li dan Go Quo melihat dari tenda pertarungan sengit antara Li Yuwei dan nona Wu itu. Akhirnya yang menjadi pemenang adalah Li Yuwei.


"selamat Yuweii!! kau sudah bekerja keras dengan sangat baikk" ucap Go Quo


"hmm terima kasih" ucap Li Yuwei tersenyum tipis


Sekarang adalah giliran Fei Li. Dia akan melawan salah satu adik tersayangnya, yaitu Yue Tiaqi. Para penonton pun bersorak saat melihat kedua kandidat mulai memasuki arena. Mereka mulai berbisik - bisik ria saat melihat Fei Li memasuki arena tanpa ragu.


"hahahaha pasti sampah itu akan mempermalukan dirinya sendiri disini" batin Yue Tiaqi menatap sinis ke arah Fei Li


"gue ga akan semudah itu lo kalahkan, My litte sister" batin Fei Li menyadari tatapan sinis dari Yue Tiaqi


Pertandingan pun dimulai. Yue Tiaqi langsung menyerang Fei Li dengan elemen anginnya.


"Jurus Angin Kemarahan - Level 5" ucap Yue Tiaqi melancarkan serangan elemennya ke Fei Li


Dengan gesit Fei Li menghindar dan langsung menembakkan serangannya.

__ADS_1


"Jurus Kilauan Kristal - tahap 4" ucap Fei Li lalu kristal² kecil berwarna ungu berputar di tangannya dan langsung dilemparkannya ke arah Yue Tiaqi


Yue Tiaqi pun terpental beberapa meter dari tempatnya semula dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Para penonton yang melihat itu membulatkan mata mereka karna sampah yang dulunya tak bisa berkultivasi dan tak memiliki elemen apapun bisa melakukan serangan balik seperti itu. Bahkan beberapa dari mereka pernah mendengar bahwa Jurus Kilauan Kristal adalah sebuah jurus yang sangat sulit di pelajari, para kultivator yang mencoba mempelajari jurus itu hanya bisa sampai tahap 1 dan tak melanjutkan untuk mempelajari jurus itu karna tingkat kesulitannya.


"heh! dasar sialann!! rasakan iniii!! Jurus Angin Hitam - tahap 10!!" pekik Yue Tiaqi melancarkan kembali serangannya ke arah Fei Li


Fei Li langsung membuat barier pelindung dari elemen airnya.


"siall!! apa yaa nama salah satu jurus yang pake elemen air kemaren?!! shhh lupa gue anyinggg!! emmm apa yaa... OH IYA! Jurus Lautan Kemarahan Dewa! tapii gue belum selesai baca tuh jurus sampe selesai, aman gak ya? aduhh trobos ajalah" batin Fei Li


Setelah mengingat nama jurus elemen airnya, Fei Li menyatukan kedua tangannya dan duduk bersikap lotus di tengah arena sembari menggumamkan beberapa kata. Tiba² angin berhembus kencang, langit menjadi gelap, dan terdengar suara guntur yang marah saling bersautan. Fei Li masih tetap fokus dengan pikirannya untuk merapal mantra jurus Lautan Kemarahan Dewa. Jurus Lautan Kemarahan Dewa adalah sebuah jurus yang memakan cukup banyak energi Qi dalam sekali pemakaiannya dan dibutuhkan tingkat kefokusan yang sangat tinggi untuk menciptakannya.


Para penonton yang berada di arena pun kebingungan melihat fenomena yang sedang terjadi, sedangkan para tetua yang mengetahui apa yang akan di lakukan Fei Li mulai berkeringat dingin lalu berteleportasi untuk mendekati Fei Li.


"nona pertama Yue, saya mohonn tolong hentikan ini" ucap salah satu tetua bersujud di hadapan Fei Li


"iya benar nona, tolong hentikan ini atau seluruh dataran Kekaisaran Xiao ini akan terendam air Dewa Calder¹ yang sangat mematikan" sahut tetua lainnya ikut sujud di hadapan Fei Li


"kami mohon nona" sahut para tetua lainnya ikut sujud di hadapan Fei Li


Para penonton dan seluruh keluarga Kekaisaran Xiao atau Kekaisaran lain pun sangat terkejut dengan pernyataan yang di katakan oleh para tetua. Tapi seakan tuli, Fei Li tetap melanjutkan rapalan mantra Jurus Lautan Kemarahan Dewa. Melihat guntur semakin marah dan tanah yang mulai bergetar membuat semua orang yang berada di arena mulai panik. Yue Tiaqi juga sudah melarikan diri sejak tiba² alam seakan - akan hendak mengamuk pada dunia. Para gege Fei Li pun langsung turun ke arena dan mendekati Fei Li.


"tidak! jangan mengganggunya!" sahut seseorang


"memangnya mengapa? dan siapa kau? kenapa kau mencegah kami untuk menghentikan meimei?? atau jangan² kau adalah seorang pemberontak hah?!!" bentak Putra Mahkota menahan amarahnya


"tidak bukan begitu, tapi jika dia berhenti sebelum mantra jurus itu selesai, maka taruhannya adalah nyawanya sendiri karna sudah meminjam kekuatan dari Dewa di dunia atas!!" ucap orang bertopeng


"lalu apa yang harus kita lakukan?!! jika ini tidak di hentikan maka seluruh dataran Kekaisaran Xiao akan terendam air!!" ucap Pangeran kedua mulai panik


"aku akan mencoba menenangkannya dan kalian semua bisa membantu para penduduk yang masih berada di arena ini" ucap orang bertopeng


"apa kau bisa di percaya?" tanya Yue Jisang dengan nada khawatir


"tentu saja, kalian tidak perlu khawatir. Sekarang pergilah dan bantu para penduduk" jawab orang bertopeng


"kami percayakan Fei'er padamu, awas saja jika kau melakukan hal yang buruk kepada Fei'er" sahut Yue Zian


"hmm" ucap orang bertopeng

__ADS_1


Para gege Fei Li pun membagi tugas dan pergi menyebar, sedangkan orang bertopeng itu mengerahkan energi Qi nya ke tubuh Fei Li. Fei Li yang masih tidak sadar dengan keadaan sekitarnya mulai menyelesaikan rapalan mantra jurus Lautan Kemarahan Dewa. Setelah selesai mengucapkan mantra jurus Lautan Kemarahan Dewa, tubuh Fei Li langsung terasa kaku akibat energi Qi yang menyelimuti tubuhnya menghentikan seluruh saraf geraknya.


Saat mantra selesai diucapkan, angin semakin mengamuk, burung² mulai berteriak panik, petir semakin menggelegar, dan awan mulai menumpahkan isinya dengan deras. Orang bertopeng itu mulai mengucapkan beberapa patah kata yang membuat tubuh Fei Li melayang lalu mulai bercahaya. Cahaya itu semakin terang, seakan - akan memberi perintah kepada alam untuk menghentikan amukannya. Setelah itu, angin perlahan berhenti mengamuk, hujan pun lambat laun mulai berhenti, awan gelap tadi mulai pudar dan berganti menjadi sebuah awan senja.


Tubuh Fei Li pun berhenti bercahaya, tubuhnya perlahan turun, dan langsung ditangkap oleh orang bertopeng itu.


"meimeiiii!!" pekik para gege Fei Li berlarian ke arah Fei Li setelah selesai mengevakuasi para penduduk


"tenang saja, dia hanya pingsan untuk sementara waktu karna jurus tadi hampir memakan seluruh energi Qi nya" sahut orang bertopeng


"apakah benar begitu?" tanya Yue Jian


"tentu saja, lebih baik sekarang kalian bawa dia ke dalam agar bisa beristirahat dan segera panggilkan tabib untuk memeriksanya" jawab orang bertopeng


"terima kasih telah membantu meimei kami, kalau boleh tau siapakah dirimu?" tanya Pangeran Ketiga


"ahh itu, namaku adalah Ahn Xiumin" jawab Xiumin tersenyum tipis di balik topengnya


"kalau begitu mari masuk ke dalam, kami akan menjamu - mu karna sudah membantu Kekaisaran Xiao dari bencana" tawar Pangeran Keempat


"itu tidak perlu lagipula aku akan pergi sekarang" tolak Xiumin


"kalau begitu ikutlah sebentar saja, kami akan memberikanmu perbekalan" tawar Pangeran Kelima


"hmm? kalau gitu, baiklah aku akan mengikuti kalian" ucap Xiumin


"ayo kita masuk ke istana" ajak Putra Mahkota


"hmm iya" sahut Yue Jisang yang sudah menggendong Fei Li


Mereka semua pun masuk ke dalam istana Kekaisaran Xiao.


Ket:


Dewa Calder adalah seorang Dewa pengendali laut, badai, dan gempa bumi (jadi kek Dewa Posaidon gitu tapi namanya Author ganti).


Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻


Tolong...👇🏻

__ADS_1


{like + vote + komen}


__ADS_2