Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 39


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Fei Li masih tak kunjung sadar, sedangkan Putra Mahkota Qurey masih setia menunggu Fei Li. Keluarga Kekaisaran Qurey yang mendengar kejadian yang menimpa Fei Li turut bersedih tentang hal yang terjadi pada calon menantu mereka.


~•••~


Kini sudah genap 6 hari dan Fei Li masih tak kunjung sadar padahal 2 hari lagi adalah hari pernikahannya dengan Putra Mahkota Qurey. Malam ini Putra Mahkota Qurey sangat berharap agar Fei Li segera sadar. Dirinya duduk di kursi di dekat ranjang sambil menggenggam erat tangan Fei Li.


Disisi lain, roh Fei Li tengah melayang dan saat ini tengah berdiri di samping Putra Mahkota Qurey. Fei Li menatap penuh haru ke arah pria yang selalu menunggunya sadar selama ini. Perlahan Fei Li mulai menghilang dari kamar sederhana itu dan berpindah ke tempat lain.


~ Alam Kematian Abadi ~


Fei Li kini tengah berada di sebuah kamar mewah dan elegan yang di dominasi oleh warna hitam dan merah. Dia membuka lemari pakaian dan memilih salah satu gaun yang berada di dalam lemari itu. Lalu Fei Li mulai mengganti hanfunya dengan sebuah gaun hitam legam yang nampak indah dan elegan.



Setelah mengganti pakaiannya, Fei Li berjalan dengan anggun menuju meja rias dan mulai memoleskan riasan tipis ke wajah cantiknya. Selesai merias wajahnya dan berganti pakaian, Fei Li mulai keluar dari kamar itu dengan langkah tegas namun masih terkesan anggun dan berwibawa. Hingga akhirnya sampailah dia di depan sebuah pintu besar berukirkan Naga Kegelapan. Para penjaga membungkuk hormat dan mulai membukakan pintu untuk Fei Li.


"Yang Mulia Dewi Kematian, Dewi Arabella telah tiba!!" seru salah satu penjaga


Para iblis yang sudah menunggu Fei Li di dalam ruangan itu segera berdiri dan meletakkan salah satu tangan yang terkepal di dada sebelah kiri, sedangkan tangan yang lain di belakang lalu segera membungkuk hormat.


"salam kepada Yang Mulia Dewi Kematian, Dewi Arabella. Semoga selalu dilimpahkan karunia-Nya sang Penguasa Agung" salam para raja iblis


"duduklah" ucap Fei Li tegas


Para raja iblis itupun duduk di tempat mereka masing². Saat Fei Li duduk di kursinya, muncullah sebuah mahkota kristal hitam dan bersamaan dengan itu warna rambut Fei Li pun berubah menjadi putih seputih salju serta bola matanya juga berubah menjadi biru samudra.


"terima kasih telah bersedia datang ke jamuan ini, kalau begitu mari kita mulai" ucap Fei Li


Para raja iblis itupun mulai memakan makanan yang ada di hadapan mereka dengan lahap. Fei Li yang melihat itu hanya terkekeh pelan dan segera meneguk habis darah suci yang berada di gelasnya. Selesai makan para raja iblis itu segera merapikan keadaan masing².


"selamat datang kembali Yang Mulia. Selama anda tidak ada, kami tetap menjalankan tugas kami dengan baik" ucap salah satu raja iblis, Lucifer


"kerja bagus. Lalu bagaimana dengan manusia yang baru saja kukirim ke tempatmu, Mammon?" tanya Fei Li


"menjawab Yang Mulia, para manusia itu telah hamba masukkan ke dasar paling dalam penjara bawah tanah dan sampai sekarang masih belum hamba serta para pengikut hamba sentuh" jawab Mammon dengan sopan


"kalau begitu setelah ini antarkan aku kesana, aku akan segera menghukum mereka karna telah melukai orang yang kusayangi" ucap Fei Li penuh dendam


"baik Yang Mulia" ucap Mammon


"baiklah sekarang kalian boleh kembali ke tempat masing²" ucap Fei Li


"baik Yang Mulia, terima kasih atas jamuannya" ucap seluruh raja iblis yang lalu kembali ke tempat mereka masing²

__ADS_1


Mammon segera mengantarkan Fei Li ke penjara para bandit diikuti Diablo di belakangnya. Setiap langkah Fei Li selalu meninggalkan jejak kehitaman yang memiliki suhu sepanas Api Neraka Keabadian. Para pengikut Mammon yang melihat Fei Li segera membungkuk hormat lalu langsung melanjutkam kegiatan mereka sebelumnya.


Akhirnya Fei Li pun sampai di dasar paling dalam penjara bawah tanah Alam Keserakahan. Terlihat sekumpulan bandit yang menyerangnya dan Putra Mahkota Qurey beberapa hari yang lalu diikat rantai besi di leher mereka masing². Raut wajah mereka nampak pasrah dan putus asa.


"ehem!"


Para bandit itu perlahan mendongak dan terkejut. Mendadak wajah mereka pucat pasi dan keringat dingin mulai mengalir dengan deras padahal mereka kini tengah berada di salah satu alam yang berada di Alam Kematian Abadi, yaitu Alam Keserakahan yang pastinya suhunya sangatlah panas.


"buka pintunya" perintah Fei Li


"baik Yang Mulia" ucap Mammon segera membuka pintu penjara


Fei Li, Mammon, dan Diablo pun memasuki


"to-tolong jangan bunuh kami" ucap salah satu bandit dengan gugup


"tcih! setelah apa yang kalian perbuat kepadaku dan calon suamiku, kalian kira aku akan dengan mudah melepaskan kalian hah?!!" bentak Fei Li


"ka-kami tidak bermaksud mencelakai kalian, ka-kami hanya disuruh" ucap salah satu bandit ketakutan


"hmm? lalu siapa yang menyuruh kalian? mungkin saja setelah mendengar jawaban kalian, aku akan sedikit meringankan hukuman yang akan kalian jalani setelah ini" ucap Fei Li kemudian menjentikkan jarinya dan tiba² muncullah sebuah singgasana mewah lalu Fei Li duduk dengan angkuh menatap tajam para bandit di depannya


"ka-kami hanya disuruh oleh seseorang untuk mencelakai anda serta pria yang bersama anda saat itu, tolong ampuni kami" ucap salah satu bandit segera bersujud setelah menjelaskan


"ka-kami tidak tahu karna dia tidak mengucapkan namanya ta-tapi saya masih ingat dengan ciri²nya karna saya sendiri yang saat itu menerima pekerjaan darinya" sahut ketua bandit


"hmmm... baiklah kalau begitu, hukuman untuk kalian akan kutunda dan kamu ikut denganku" ucap Fei Li menunjuk ke ketua bandit lalu segera beranjak pergi dari sana dan singgasana mewah tadi pun mendadak langsung hilang


Mammon segera membuka rantai besi di leher ketua bandit lalu Diablo segera membacakan sebuah mantra dan dalam sekejap ketua bandit berada di sebuah kurungan kecil untuk satu orang. Setelahnya Mammon dan Diablo serta ketua bandit tadi meninggalkan penjara itu.


Para bandit yang lain hanya bisa berdoa semoga saja setelah ini mereka diampuni karna mereka sendiri tidak tahu jika ini misi terakhir mereka. Mereka mengutuk seseorang yang memberi misi berbahaya itu hingga sekarang mereka harus berhadapan dengan orang yang paling menakutkan, yaitu Dewi Kematian. Disisi lain kini Fei Li tengah berada di ruang utama Kerajaan, duduk dengan anggunnya di singgasana kebanggaannya.


"perkenalkan dirimu" ucap Fei Li tegas


"na-nama saya adalah Anlie, saya adalah ketua dari kelompok Mata Hitam. Kelompok pembunuh bayaran terhebat di dataran Kekaisaran Xiao" ucap Anlie sedikit gugup


"lalu bagaimana ciri² suara seseorang yang membayarmu untuk membunuhku dan calon suamiku itu?" tanya Fei Li dingin


"ciri² suaranya bernada maskulin dan lumayan berat, orang itu memakai pakaian serba hitam dan bertudung, lalu dia juga memakai sebuah topeng. Seingat saya hanya itu saja, Yang Mulia" jawab Anlie


"hmmm... baiklah kalau begitu, Diablo kau antarkan dia kembali ke dalam penjara dan katakan pada Mammon untuk jangan menyentuh mereka terlebih dahulu sampai aku menemukan pelaku sebenarnya" perintah Fei Li


"baik Yang Mulia" ucap Diablo segera melakukan perintah Fei Li

__ADS_1


Fei Li kini sendirian di ruang utama itu. Karna bosan, Fei Li pun pergi ke ruangan pribadinya. Ruangan itu hanya bisa dimasuki Fei Li. Setelah sistem ruangan itu merasakan elemen kebangkitan milik Fei Li, secara otomatis pintu ruangan itu pun terbuka. Fei Li segera memasukinya dan seketika saja pintu kembali tertutup setelah Fei Li masuk ke dalam.


Di dalam ruangan itu terdapat banyak buku jurus, buku mantra, dan kitab² terlarang serta beberapa peralatan sihir milik Fei Li. Yang mengetahui ruangan ini pun hanya Diablo, sedangkan rakyat Alam Kematian Abadi dan para raja iblis tidak mengetahuinya. Fei Li kemudian duduk di sebuah sofa single dan disebelahnya terdapat sebuah meja kecil dengan bola kristal ajaib di atasnya.


"hahh... santai bentar abis itu balik lagi ke dunia bawah" gumam Fei Li bersantai sejenak lalu perlahan memejamkan matanya


"hei, kau sudah kembali? mengapa tidak ada yang memberitahuku??" sahut seseorang


Fei Li membuka matanya dan nampaklah sebuah spirit yang tengah menatap tajam kepadanya.


"maaf tadi saat sampai aku langsung mengurus beberapa binatang jadi tidak sempat menyuruh Diablo untuk memberitahumu, Liona" ucap Fei Li kembali menutup matanya


"tcih! lalu kalau kau sudah disini, apakah kau mengurus alam ini lagi seperti dulu?" tanya Liona duduk di pinggir sofa yang di duduki Fei Li


"belum, mungkin nanti saat urusanku telah selesai semua baru aku akan mengurus alam ini lagi seperti dulu. Jadi untuk sementara ini Diablo tetap akan mengurus semua pekerjaanku walaupun aku juga akan tetap mengawasinya dari jauh" jawab Fei Li


"hahh baiklah kalau begitu terserahmu saja, lalu bagaimana dengan Dewa Aland? apakah kau sudah menemukannya?" tanya Liona penasaran


"sudah tapi sepertinya ingatannya belum kembali..." jawab Fei Li mendadak lesu


"yang sabar saja, nanti seiring berjalannya waktu juga ingatan itu akan kembali kepadanya" ucap Liona


"hmm iyaa... eh tapi tumben kau bisa bijak seperti ini, apakah kau salah menyerap sumber energi?" tanya Fei Li heran


"dasar perempuan aneh! aku bijak kau protes, aku biasa saja kau protes, aku tidak melakukan apapun juga kau protes. Mau kau apa sih? pusing aku jadinya" ucap Liona melayang menjauh dari Fei Li dan memasang raut muka garang


"hahahaha maaf² hanya saja mendengarmu kembali bijak membuatku sedikit heran hehehe" ucap Fei Li menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"hmph! terserah kau sajalah" ucap Liona yang tiba² saja menghilang dari pandangan Fei Li


"dari ciri² yang disebutkan ketua bandit tadi sepertinya itu mengingatkanku pada seseorang, tapi siapa?" batin Fei Li


Ket:


Liona adalah sebuah spirit yang tercipta dari elemen kebangkitan Fei Li. Dia sering membantu Fei Li dalam menyempurnakan sihir. Liona juga bisa melihat masa lalu dan masa depan seseorang serta dia juga bisa melihat baik buruk sifat seseorang.



ps: Ohh iya author baru aja bikin cerita baruu nihh hehehe. Judulnya "I'm Not Your Little Girl, Mr. CEO". Bagi yang minat bisa langsung cek di profil author yaa.


Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻


Tolong...👇🏻

__ADS_1


{like + vote + komen}


__ADS_2