
Setelah Liona pergi, Fei Li pun sendirian. Hanya keheningan yang menemani gadis cantik itu. Karna terlalu lama tidak melakukan apapun, dia mulai bosan.
"setelah ini apa yang bakal gue lakuin ya? bosen juga kalo gini doang, kok gaada perang ato gimana gitu ya? humm main ke alam sebelah keknya sabi tuh" batin Fei Li mendapatkan ide cemerlang
Fei Li segera beranjak dari sofa dan segera keluar dari ruangan pribadinya lalu menuju ke kamarnya. Sampai di kamar dia merapalkan mantra teleportasi lalu menutup matanya.
wusshhh
Saat Fei Li membuka matanya, dia sudah berada di Alam Langit Surgawi. Lebih tepatnya saat ini Fei Li berada di ibukota Alam Langit Surgawi. Disini banyak makhluk seperti elf yang berkeliaran kesana kemari. Anak² elf nampak saling bermain dengan gembira dan para orang tua hanya tersenyum melihat anak² mereka yang sangat ceria. Fei Li berjalan memasuki kerumunan dan saat keluar, pakaiannya telah berubah.
Setelah itu Fei Li menyamarkan aura kepemimpinannya dan membaur bersama rakyat Alam Langit Surgawi. Fei Li sempat berhenti untuk membeli beberapa manisan dan beberapa hal yang menurutnya menarik setelah itu mulai melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke Kerajaan Langit Surgawi. Di depan kerajaan terdapat beberapa prajurit yang memeriksa setiap orang yang hendak memasuki Kerajaan Langit Surgawi.
"maaf nona, tolong tunjukkan tanda anda" ucap salah satu penjaga dengan sopan
(Jadi kalo mau masuk ke sebuah kerajaan di dunia atas itu kayak di cek dulu tanda yang ada di pergelangan tangan kanan. Setiap orang di dunia atas punya tanda yang berbeda tergantung asal alamnya. Kayak semisal Alam Kematian Abadi, tanda rakyat alam ini tuh gambar tengkorak yang memiliki warna yang berbeda - beda tergantung pangkat rakyat itu. Kalo Alam Langit Surgawi tandanya adalah sepasang sayap berwarna putih lalu di tengah²nya terdapat sebuah mawar. Nah mawarnya ini juga warnanya beda² tergantung pangkat rakyat itu. Oke lanjot(☞^o^) ☞)
Fei Li memperlihatkan tanda di pergelangan tangan kanannya kepada penjaga itu. Sesaat kemudian penjaga itu tertegun karna mengetahui bahwa Fei Li adalah seorang Dewi Kematian setelah melihat tanda tengkorak emas dengan sebuah Pedang Kematian menancap di atas tengkorak emas itu.
"silahkan masuk Yang Mulia, maaf telah menghambat perjalanan anda" ucap penjaga itu dengan sopan lalu membungkuk hormat
"hmm iya" ucap Fei Li segera memasuki wilayah Kerajaan Langit Surgawi
Karna merasa sudah terlalu lama berjalan, Fei Li pun merapal mantra teleportasi untuk bisa segera sampai di ruangan Dewi Eleanor, Sang Penguasa Alam Langit Surgawi.
wusshhh
Fei Li tiba di sebuah ruangan mewah nan elegan. Nampak seorang wanita cantik yang telah berumur ratusan tahun sedang berkutat di mejanya membaca beberapa berkas² penting. Dahinya sesekali berkerut saat membaca kata demi kata yang tertulis pada kertas yang dipegangnya.
"ekhem!"
Wanita cantik itu mendongak dan seketika menjatuhkan kertas yang dipegangnya karna terlalu terkejut.
"Arbel?!!" pekik Eleanor terkejut + senang
"hmm iya ini aku" ucap Fei Li lalu mendudukan pantatnya di sofa single yang ada di dekatnya
Eleanor segera berdiri dan menghampiri Fei Li dengan raut wajah bahagia, sedangkan Fei Li sendiri tengah sibuk memenuhi meja oval di depannya dengan semua manisan serta cemilan yang dibelinya tadi di pasar.
"astaga kapan kau sampai di dunia atas?!! kenapa tidak memberitahuku?!!" tanya Eleanor sedikit kesal karna tidak bisa menyambut sahabat baiknya ini
"baru tadi kayaknya" jawab Fei Li santai sambil memakan tanghulunya
"ohh begitu" ucap Eleanor mengangguk - anggukan kepalanya tanda paham
"ekhem! Dion! kemari kau!" tegas Eleanor
Seketika seorang pria tampan tinggi bertubuh atletis muncul di depan Eleanor dan Fei Li.
"saya menghadap kepada Yang Mulia Dewi Eleanor dan salam kepada Dewi Arabella, semoga selalu diberkati oleh Sang Penguasa Agung" ucap Dion membungkuk hormat
"tolong ambilkan teh hijau dan segelas darah suci untukku dan Arbel" perintah Eleanor
"baik Yang Mulia" ucap Dion segera menghilang dari tempat itu untuk melaksanakan perintah Eleanor
"apakah kau sedang sibuk? jika benar silahkan kau lanjutkan dulu pekerjaanmu itu, biar aku bersantai dulu sejenak" ucap Fei Li
"apakah tidak apa²?" tanya Eleanor memastikan
"tentu saja, mengapa juga tidak boleh" jawab Fei Li santai
"terima kasih" ucap Eleanor segera beranjak berdiri dan kembali duduk di meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sedikit menumpuk
Tak lama kemudian Dion datang sambil membawa nampan berisi segelas teh hijau dan segelas darah suci. Dengan perlahan Dion meletakkan gelas berisi teh hijau di meja kerja dan gelas berisi darah suci di meja oval yang ada di depan Fei Li. Setelah itu Dion lalu membungkuk hormat dan kemudian menghilang dari ruangan.
"asistenmu itu masih sama seperti dulu, dasar kutub es" ucap Fei Li terkekeh pelan sembari meneguk gelas berisi darah suci
"yaa memang seperti itu, mau bagaimana lagi. Dia sangat jarang tertawa, sekalipun tertawa mungkin hanya sebentar" sahut Eleanor yang masih tetap fokus dengan berkas² yang menumpuk di meja kerjanya
Tiba² keheningan melanda ruangan itu hingga akhirnya Fei Li membuka suara.
"setelah ini mungkin aku akan kembali ke dunia bawah" sahut Fei Li tiba²
"hah? kembali ke dunia bawah? untuk apa?" tanya Eleanor penasaran
__ADS_1
"untuk menikah" jawab Fei Li singkat
"menikah?! kau akan menikah dengan siapa?!! lalu bagaimana dengan Dewa Aland?!! apakah kau akan melupakannya?!!" tanya Eleanor sangat penasaran
"bisakah kau bertanya satu²?" tanya balik Fei Li sambil memutar bola matanya jengah
"hehehe maaf²" ucap Eleanor memasang wajah tanpa dosa
"aku akan menikah dan kau tahu sendiri bukan aku orangnya sangat setia, jadi aku tidak mungkin menghianati Dewa Aland" ucap Fei Li
"jadi... oh astaga! berarti kau sudah menemukan reinkarnasi dari Dewa Aland?!" tanya Eleanor heboh lalu segera berdiri dan duduk di sebelah Fei Li
"iya dan aku akan menikahinya besok, untuk yang kedua kalinya" ucap Fei Li tersenyum pahit
"hei... apakah dia belum mendapatkan ingatan masa lalunya?" tanya Eleanor sedikit cemas saat melihat Fei Li yang tersenyum pahit saat membahas reinkarnasi dari Dewa Aland, yaitu Putra Mahkota Qurey
"belum tapi aku yakin pasti cepat atau lambat setelah kami menghabiskan waktu bersama nantinya setelah menikah, ingatan masa lalunya pasti akan segera kembali" ucap Fei Li mencoba menyemangati dirinya sendiri
"semangat Arbel dan apakah aku boleh datang ke pernikahanmu?" tanya Eleanor mencoba mengganti topik
"tentu saja boleh, mengapa tidak?" jawab Fei Li santai
"yes! kalau begitu bolehkah aku mengajak beberapa sahabat kita juga??" tanya Eleanor
"siapa dulu beberapa sahabat kita itu?" tanya balik Fei Li
"emm Dewa Calder, Dewi Yovanka, Dewi Vivian, dan Dewi Caitlin" jawab Eleanor
"kalau hanya mereka, baiklah tidak apa²" ucap Fei Li
"syukurlah" ucap Eleanor mengelus dadanya lega
"hmm Dewi Caitlin ya? sepertinya aku akan mengunjunginya saja setelah ini dan baru kembali ke dunia bawah besoknya" sahut Fei Li
"kau akan pergi mengunjungi Dewi Caitlin? apakah aku boleh ikut??" tanya Eleanor sedikit antusias
"boleh saja, tapi bagaimana dengan tumpukan kertas itu?" tanya balik Fei Li sembari menunjuk ke arah tumpukan berkas² penting yang berdiri tegak di meja kerja Eleanor
"itu bisa kukerjakan nanti, aku sebenarnya sangat ingin menemui Dewi Caitlin tapi kau tau sendiri bukan suasana alamnya seperti apa? jadi aku sedikit tidak berani jika mengunjunginya sendirian hehehe" celetuk Eleanor
"baiklah ayo kita mengunjunginya bersama - sama" ucap Fei Li
Wushhh
Fei Li dan Eleanor tiba di Alam Takdir Semesta. Terlihat sangat suram dan hawa dingin sangatlah terasa.
"lihatlah alamnya saja begini, kau tahu bukan aku sedikit takut dengan suasana semacam ini" bisik Eleanor lalu memeluk erat lengan Fei Li
"ayo kita ke Kerajaan Takdir" ucap Fei Li
Kedua wanita cantik itu melangkah menuju ke sebuah kerajaan yang nampak suram dan gelap. Para penjaga gerbang menghentikan langkah kedua wanita itu untuk melihat tanda mereka.
"tolong perlihatkan tanda anda" ucap salah satu penjaga datar
Fei Li dan Eleanor segera menunjukkan tanda mereka lalu segera dipersilahkan masuk oleh para penjaga gerbang. Karna Eleanor semakin ketakutan dengan suasana Alam Takdir Semesta, Fei Li segera membacakan mantra teleportasi agar bisa langsung sampai di depan ruangan Dewi Caitlin.
tokk tokk tokk
"masuk"
Fei Li dan Eleanor segera memasuki ruangan Dewi Caitlin. Terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang mengawasi beberapa benang takdir dengan penuh ketelitian.
"Dewi Caitlin" panggil Fei Li
Dewi Caitlin sempat menegang sejenak lalu mulai memutar kepalanya untuk melihat siapa yang ada di belakangnya.
"Arabella" lirih Dewi Caitlin merasa sangat terharu
Fei Li tersenyum manis saat melihat wanita paruh baya itu masih mengingat dirinya. Perlahan Dewi Caitlin berjalan ke arah Fei Li lalu memeluknya dengan erat.
"selamat datang kembali, Arabella" ucap Dewi Caitlin sembari melepas pelukannya
"terima kasih" ucap Fei Li tersenyum lembut
"selamat datang Eleanor, sudah lama kau tidak kemari" ucap Dewi Caitlin
__ADS_1
"anda tau bukan jika aku sedikit penakut, jadi aku tidak berani kemari sendirian hehehe" celetuk Eleanor menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"hahh selalu itu masalahnya" ujar Dewi Caitlin menghela napas
"suasana alam ini ternyata juga tidak jauh berubah seperti di Alam Langit Surgawi ya" sahut Fei Li memperhatikan beberapa benang takdir dan suasana di ruangan itu
"hahaha kau benar, lalu bagaimana dengan Dewa Aland? kau pasti sudah menemukannya bukan? lalu seharusnya besok adalah pernikahanmu dengan reinkarnasi dari Dewa Aland, apa aku benar?" tanya Dewi Caitlin smirk
"hahaha kau selalu saja mengetahui semua hal dari benang takdir dan karna kau membahas tentang pernikahanku, maukah hadir esok?" tanya balik Fei Li
"tentu saja. Untuk kawan lama, apa yang tidak" jawab Dewi Caitlin
"bisakah aku meminjam alat komunikasi anda? aku hendak memberitahu Dewa Calder, Dewi Yovanka, dan Dewi Vivian tentang kabar ini" sahut Eleanor
"silahkan saja, tempat alat komunikasi itu tidak berubah dan kau pasti tau dimana itu" ucap Dewi Caitlin
Eleanor segera pergi ke ruang alat komunikasi untuk memberitahukan kabar tentang pernikahan Fei Li.
"apakah kau sudah menemui Penguasa Agung?" tanya Dewi Caitlin sembari berjalan menuju sebuah kurungan emas putih berisikan ribuan bahkan mungkin ratusan juta benang takdir
"belum, aku masih belum siap untuk menemui beliau lagi setelah kejadian itu" jawab Fei Li sedikit murung
"saat kau siap nanti temuilah dan kalau bisa bersama Dewa Aland yang telah mengingat ingatan masa lalunya, dia terkadang berkata kepadaku bahwa dia merindukanmu" ujar Dewi Caitlin
"aku tahu tapi luka itu masihlah belum pulih. Setelah dia lebih memihak Dewi Rubah dan Dewa Api lalu dengan mudahnya melupakanku dan Dewa Aland, hal itu membuatku menaruh rasa benci kepadanya walaupun dia sendiri adalah ayahku serta penguasa dari semua Dewa dan Dewi" ucap Fei Li mulai merasakan sesak di hatinya
"aku tahu kau pasti membencinya, namun dia saat itu juga harus mengambil keputusan yang adil bagi semuanya karna dia sendiri adalah Sang Penguasa Agung. Dia harus adil dan tidak boleh membeda - bedakan para Dewa dan Dewi, tapi saat itu juga dia merasakan sesak yang teramat dalam setelah mengatakan hukuman untukmu dan Dewa Aland" jelas Dewi Caitlin
"kau tahu? aku sebenarnya sudah tidak terlalu membencinya, namun ketika mengingat kenangan kelam itu tiba² saja kebencianku terhadapnya semakin meningkat. Aku sudah berusaha melupakan kejadian itu, namun takdir telah menetapkanku untuk selalu mengingat kenangan kelam itu bukan?" tanya Fei Li tersenyum getir dan akhirnya se tetes air mata mengalir dengan lancar di pipi seputih giok Fei Li
Dewi Caitlin segera mendekat ke arah Fei Li lalu memeluknya erat.
"tenanglah, di setiap kejadian kelam selalu ada hal indah di akhir. Meskipun hal indah itu masihlah lama, namun jika itu sudah ditetapkan oleh takdir maka tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnya" nasehat Dewi Caitlin menepuk - nepuk pelan punggung Fei Li untuk menenangkannya
Setelah dirasa cukup tenang, Dewi Caitlin pun melepas pelukannya. Tak lama kemudian Eleanor datang.
"ayo kita pergi ke ruang tamu, mereka sudah datang" ucap Eleanor
"baiklah"
Ketiga wanita itu lalu pergi ke ruang tamu.
Bagi readers yang berminat boleh atuh mampir ke cerita author yang lain hehehe
╰( ・ ᗜ ・ )➝
**1. Time Travel to Tokyo Revengers
I'M The Antagonist
Ratu Tawuran itu Milikku
I'M Not Your Little Girl, Mr. CEO
Saranghaeyo, My Teacher**
~•••~
Dewi Eleanor
Dion
Dewi Caitlin
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Tolong...👇🏻
{like + vote + komen}