Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 22


__ADS_3

Fei Li mulai mengambil lemon yang sudah disediakan lalu mencucinya dengan air bersih. Setelah lemon tadi dicuci, dia memotongnya tipis² lalu menyisihkannya. Selanjutnya Fei Li mengambil teh yang sudah di seduh oleh pelayan tadi lalu memasukkan beberapa lemon yang sudah dipotong tipis².


Fei Li memasukkan beberapa sendok gula dan mengaduknya. Kemudian dia mengambil air putih biasa yang sudah disiapkan pelayan lalu mendinginkan air itu dengan elemen es nya. Saat es sudah beku, Fei Li memecahkannya menjadi potongan² kecil lalu memasukkannya ke gelas teh tadi dan jadilah lemon tea khas dunia asalnya dulu. Semua pangeran menatap keheranan dengan minuman yang baru saja dibuat Fei Li.


"apa itu meimei?" tanya putra mahkota keheranan


"iya... apa itu? aku tidak pernah melihatnya, apakah rasanya enak?" sahut pangeran kedua


"ini namanya lemon tea dan rasanya sangat segar" jawab Fei Li


"wahh benarkah? bolehkah kami mencobanya?" tanya pangeran keenam dengan mata berbinar - binar


"tentu saja, ambillah satu² dan rasakan kesegarannya" jawab Fei Li


Para pangeran pun mengambil lemon tea buatan Fei Li dan meminumnya. Para pangeran terkejut karna tidak pernah merasakan minuman seperti ini sebelumnya.


"meimei minuman ini sangatlah menakjubkan" puji putra mahkota


"iya benar, rasa manis dari gula dan asam dari lemon menjadi satu, rasanya sangat menyegarkan" ucap pangeran ketiga


"benar gege, ditambah potongan es yang dipotong menjadi dadu menambah kesegarannya" sahut pangeran kelima


"wahhhh kau hebat sekali meimei" ucap pangeran keenam


"ini sangat enak dan menyegarkan, rasa hausku tadi langsung menghilang setelah minum inii" sahut pangeran kedua


"hahaha... anda sekalian terlalu berlebihan pangeran" ucap Fei Li


"meimei, panggil kami gege" ucap pangeran keenam sambil cemberut


"tapi itu hal yang tidak sopan pangeran" tolak Fei Li halus


"tidak apa² karna kami yang menyuruhmu, jadi mulai sekarang panggil kami gege" sahut pangeran ketiga


"baiklah pa- ee maksud saya gege(?)" ucap Fei Li


"yaa benar meimei kecilku" ucap putra mahkota mengelus kepala Fei Li


"emm meimei" ucap pangeran kedua


"iya gege, ada apa?" tanya Fei Li


"mengapa kau selalu memakai cadar?" tanya balik pangeran kedua dengan hati²


"ohh itu, tidak apa² hanya ingin saja" jawab Fei Li


"eee maaf kalau pertanyaanku mengganggumu" ucap pangeran kedua dengan nada bersalah

__ADS_1


"hei, tidak apa², wajar saja bila gege penasaran dengan alasanku yang selalu memakai cadar ini" ucap Fei Li


"iyaa" ucap pangeran kedua


"yasudah, ayo kita kembali ke kediaman masing² untuk bersiap - siap, karna sebentar lagi acara ulang tahun ayahanda Kaisar akan segera dimulai" ucap putra mahkota


"baik gege" ucap para pangeran dan Fei Li


Mereka semua pun kembali ke kediaman masing². Saat sampai di paviliumnya, Fei Li langsung rebahan karna kegiatan kejar - kejaran tadi membuatnya sedikit kelelahan.


"nona, saya sudah menyiapkan air mandi untuk nona, apakah nona akan membersihkan diri sekarang?" tanya Fi Suer


"hmm sebentar, oh iya tolong ambilkan kue jeruk dan teh melati, aku akan memakannya setelah membersihkan diri nanti" ucap Fei Li


"baik nona akan segera saya ambilkan" ucap Fi Suer lalu pergi dari kamar Fei Li


"OMG!! gue belum menyiapkan hadiah untuk Kaisar!! eh? apa gue pergi ke dimensi Mawar Kegelapan aja ya? mungkin aja gue nemu barang bagus disana, hihihi" batin Fei Li


Fei Li lalu memfokuskan pikirannya untuk bisa masuk ke dimensi Mawar Kegelapan. Saat sudah sampai di dimensi Mawar Kegelapan, Fei Li langsung disambut dengan antusias oleh Wang Jie dan Qiang.


"selamat datang nona" ucap Wang Jie dan Qiang


"hmm... oh iya, Wang Jie apakah kau tau letak gudang senjata?" tanya Fei Li


"tau nona, memangnya ada apa? apakah nona membutuhkan senjata?" tanya balik Wang Jie


"iya ayo cepat tunjukkan tempatnya sebelum pelayan pribadiku kembali" jawab Fei Li


Wang Jie pun membawa Fei Li ke tempat gudang senjata dan tentu saja diikuti dengan Qiang. Sekarang mereka sudah sampai di tempat gudang senjata.


"apakah ini tempatnya?" tanya Fei Li


"iya nona, mari kita masuk" ucap Wang Jie


Saat pintu gudang terbuka, terlihat berbagai macam senjata segala ukuran dengan kekuatan yang tentunya bukan kaleng². Fei Li mulai masuk dan takjub akan apa yang dia lihat sekarang. Untuk sesaat dia sempat melamun karna masih terpesona dengan gudang senjata ini, sampai akhirnya dia sadar akan tujuan awalnya. Fei Li mulai berkeliling diantara senjata² dan akhirnya menemukan salah satu senjata yang menurutnya cocok untuk Kaisar Xiao.


"Wang Jie, senjata apa ini?" tanya Fei Li


"ini adalah Pedang Cahaya Es nona, pedang ini hanya ada 3 di seluruh dunia dan salah satunya ada disini. Pedang ini sangat cocok untuk pengguna elemen es tapi juga cocok untuk pengguna elemen lain, entah itu elemen air, api, angin, dll." jelas Wang Jie


*P**edang Cahaya Es👇🏻*



"yaudah aku ambil yang ini yaa" ucap Fei Li


"silahkan nona, karna semua senjata disini sejatinya adalah milik nona, jadi nona tidak perlu ijin jika ingin mengambil salah satu senjata disini" ucap Wang Jie

__ADS_1


"baiklah kalau begitu aku pergi dulu, terima kasih karna telah membantukuu" ucap Fei Li lalu mengfokuskan pikirannya untuk kembali ke dunia nyata


Saat sampai, Fei Li langsung membungkus pedang tadi dengan cantik lalu menyimpannya didalam lemari. Setelah selesai menyiapkan hadiah untuk Kaisar Xiao, Fei Li pergi ke pemandian. Saat ini Fei Li sedang dibantu Fi Suer untuk mengganti hanfunya setelah itu sedikit dirias.


Yue Fei Li👇🏻



"wahhh nona semakin hari semakin cantikk" puji Fi Suer


"bisa saja kau Fi Suer" ucap Fei Li terkekeh


"memang benar nonaa" rengek Fi Suer


"baiklah², oh iya dimana teh melati dan kue jeruk ku?" tanya Fei Li sembari memakai cadarnya


"itu di sebelah nona" jawab Fi Suer


"ohh iya ya"


"ayo bawa ke halaman, aku tidak ingin datang lebih awal" ucap Fei Li lalu pergi ke halaman


"baik nona" ucap Fi Suer lalu mengikuti Fei Li dari belakang


"hahhh disini sangat sejuk" ucap Fei Li sembari memakan kue jeruknya dengan anggun


"hehehe iya nona" ucap Fi Suer sembari tersenyum tipis


"Fei'er" sapa Yue Jisang dari kejauhan


"ada apa gege?" tanya Fei Li


"kenapa kau masih disini? acara ulang tahun Kaisar Xiao sebentar lagi akan dimulai" jawab Yue Jisang


"ahh jadi begitu... baiklah sebentar, aku akan menghabiskan kue dan teh ini dulu sebentar, gege bisa duduk dulu disini" ucap Fei Li


"baiklah" ucap Yue Jisang lalu duduk di sebelah Fei Li


Fei Li pun memakan kue jeruknya dengan cepat lalu menghabiskan teh melatinya.


"nahh sudah habis, mari kita pergi gege" ucap Fei Li


"baiklah" ucap Yue Jisang


Mereka pun pergi ke aula istana Kekaisaran Xiao.


Ok sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Tolong...👇🏻


{like + vote + komen}


__ADS_2