
Saat ini Fei Li sedang rebahan di ranjangnya sambil memikirkan rencana untuk mengikuti Ahn Xiumin pergi berkelana dan untuk memecahkan beberapa misteri. Yang agak sulit adalah ketika nantinya dia akan ijin ke keluarganya, karna pasti mereka akan menentang keras dan tidak akan mengijinkan Fei Li. Lamunan Fei Li berakhir saat terdengar suara ketukan pintu atau lebih tepatnya gedoran pintu dari luar disertai dengan suara orang yang sedang sangat tidak ingin ditemuinya.
"heii sampahhh!! cepat buka pintunya!!" teriak Yue Tiaqi dari luar
"cepatt buka pintu ini atau akan ku ledakkan kamar ini dengan kau di dalamnya!!" teriak Yue Wuyi
Sepasang saudari itu terus mengoceh dari balik pintu dan Fei Li tidak ada niatan sama sekali untuk membukakan pintu kamarnya untuk kedua anak ular itu. Setelah beberapa jam, akhirnya tidak terdengar lagi suara gedoran dan teriakan dari kedua anak ular. Fei Li bangkit dari tidurnya dan mulai berjalan perlahan untuk mengintip dan mengecek dari bawah pintu kamarnya.
Tiba² lantai dan pintu kamar Fei Li sedikit bergetar. Melihat hal itu Fei Li langsung menjauh dari pintu dan mundur perlahan.
bruukkkkk...
Pintu kamar Fei Li benar² di ledakkan oleh dua bersaudara ular itu. Fei Li hanya menatap datar ke arah mereka berdua yang tengah menguarkan aura permusuhan yang sangat kuat kepadanya. Setelah menatap datar ke arah tamu tak di undang, Fei Li menatap sendu ke arah pintu kamarnya yang sebelumnya baik² saja kini telah hancur menjadi beberapa keping. Fei Li menghela nafas panjang lalu kembali menatap datar ke arah para anak ular.
"apa mau kalian? hal yang sangat penting apakah yang membuat kalian kurang kerjaan hingga merusak pintu kamar orang lain dengan seenaknya saja??" tanya Fei Li menatap sinis ke dua bersaudara ular itu
"aku tidak terima dengan kemenangan tadi!! kau pasti menggunakan ilmu sihir kan?!! karna tidak mungkin kau bisa sekuat itu padahal kau hanyalah seorang sampah, dasar j*lang sialann!!" geram Yue Tiaqi
Yue Wuyi mulai mengangkat tangannya untuk menampar Fei Li tapi dengan cepat sebuah tangan menahan tangan Yue Wuyi yang hampir mengenai pipi mulus nan putih Fei Li.
"dasar sialan!! siapa yang berani menghentikanku untuk menampar j*lang sialan itu?!!" tanya Yue Wuyi marah
"saya" sahut Ahn Xiumin mantap
"tcih! siapa kau hah?! berani² nya kau mengganggu kami disini!!" ucap Yue Tiaqi marah
"ohh~ atau jangan² kau adalah lelaki ranjang si j*lang itu??" tanya Yue Wuyi sinis
"sialan! tutup mulut kotormu itu! jangan pernah kau menghinanya di depanku!!" bentak Ahn Xiumin marah dan langsung melayangkan sebuah tamparan kecil yang mampu menghempaskan Yue Wuyi cukup keras
"arghh!!" pekik Yue Wuyi merasakan sakit yang luar biasa di pipi bekas tamparan Ahn Xiumin
"cepat pergi dari sini dan bawa saudara sialanmu itu" ucap Ahn Xiumin datar + dingin
"dasar j*lang sialan! akan ku balas kau nanti!" ucap Yue Tiaqi membantu Yue Wuyi untuk berdiri dan mulai meninggalkan kamar Fei Li
"hahh... terima kasih sudah membantuku mengusir para anak ular itu" ucap Fei Li menghela napas lega
"sama² nona lagipula itu adalah salah satu kewajiban saya" ucap Ahn Xiumin tersenyum tipis
"lalu apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" tanya Fei Li
"tidak ada hanya saja kalau bisa selesaikan masalah nona yang belum selesai itu secepatnya karna saya mungkin akan berangkat berkelana lebih cepat dari yang kita bicarakan kemarin" jawab Ahn Xiumin
"hmmm baiklah akan kuusahakan" ucap Fei Li
"kalau begitu urusan saya sudah selesai, saya permisi dulu" ucap Ahn Xiumin pergi dari kamar Fei Li
"ck! dasar anak ular sialan! lihatlah pintu kamarku sampai hancur seperti ini dibuatnya, haishhh" gumam Fei Li menggeleng - gelengkan kepalanya
Fei Li lalu pergi berjalan - jalan ke taman istana diikuti Fi Suer di belakangnya. Fei Li berhenti sejenak melihat ikan - ikan di danau yang berenang kesana kemari berebut makanan yang dia bagikan. Tiba² entah darimana ada sebuah angin kencang yang berhembus dari arah belakang Fei Li dan Fi Suer. Fei Li yang lengah akhirnya terdorong danau yang cukup dalam di depannya.
__ADS_1
Fi Suer yang melihat itu berteriak histeri memanggil - manggil nama Fei Li sembari berteriak minta tolong. Di dalam air, Fei Li sedang berusaha naik ke permukaan tapi karna hanfu yang digunakannya kali ini sedikit berat akhirnya dia perlahan - lahan mulai tenggelam ke bawah. Napasnya mulai habis, Fei Li sangat tidak menyangka bahwa dirinya akan kembali mati untuk yang kedua kalinya dengan cara seperti ini.
byurrrr...
Di sela² napas terakhir Fei Li, dia bisa merasakan ada seseorang yang menarik tangannya menuju permukaan.
~•••~
"bagaimana keadaan meimei saya Tabib Chen?" tanya Yue Jisang khawatir
"kondisi nona saat ini sudah mulai membaik karna begitu di angkat keluar dari danau dia langsung mendapatkan perawatan tapi untuk sementara ini mungkin nona belum akan menunjukkan tanda² kesadaran karna di terlalu banyak menghirup air danau" jawab Tabib Chen
"putrikuu kenapa hal seperti ini bisa terjadi padamu?!!" sahut ibunda Mei Lin menangis histeris dipelukan suaminya, Yue Neryi
"tenanglah Mei'er, Fei Fei kita pasti akan segera sadar" ucap Yue Neryi menenangkan istrinya
nb: Fei Fei tuh panggilannya Fei Li dari kedua orang tuanya yaa(◠‿◕)
ibunda Mei Lin hanya terdiam dan tetap menangis dalam pelukan suaminya. Semua orang yang berada di kamar Fei Li itupun tertunduk sedih, kecuali 3 orang yang kini sedang bersorak gembira dalam hati.
1 minggu kemudian...
Seorang gadis dengan penutup cadar yang tak pernah terlepas dari wajahnya kini masih terbaring pucat di atas tempat tidurnya. Di sebelahnya ada seorang pria bertopeng yang menatap sendu ke arah sang gadis.
"apakah kau sangat nyaman berada di alam bawah sadarmu itu istriku? kembalilah ke dunia ini, jangan tinggalkan aku lagi untuk yang kedua kalinya..." batin pria bertopeng menggenggam erat tangan sang gadis
Tak lama kemudian seorang pelayan datang sambil membawa wadah berisi air dan sebuah kain.
"tuan Ahn tolong tinggalkan kamar ini terlebih dahulu, ini sudah waktunya saya menyeka tubuh nona" ucap pelayan itu a.k.a Fi Suer sopan
"hmm baiklah, jaga dia baik²..." pesan pria bertopeng a.k.a Ahn Xiumin
"baik tuan" ucap Fi Suer menunduk sopan
Sejenak Ahn Xiumin menatap sendu ke arah Fei Li lalu beranjak pergi dari kamar itu. Fi Suer pun mulai melakukan tugasnya dengan hati².
"hiks... saya harap anda segera sadar nona, maafkan saya yang saat itu tidak bisa berbuat apapun..." gumam Fi Suer menitikkan air mata
Tiba² jari jemari lentik Fei Li perlahan bergerak. Fi Suer yang melihat itu pun sangatlah terkejut lalu segera pergi memanggil Tabib Chen dan keluarga Fei Li. Tak lama kemudian segerombolan orang datang ke kamar Fei Li dengan beragam perasaan. Ada yang senang dan lega saat mendengar Fei Li sadar, namun juga ada yang kesal dan marah saat mendengar Fei Li sadar. Tabib Chen pun langsung meminta sedikit ruang agar bisa memeriksa nona pertama dari kediaman Jendral Besar Yue itu.
"nona sudah melewati masa kritisnya sekarang dan mungkin beberapa saat lagi nona akan sadar" ucap Tabib Chen setelah memeriksa Fei Li
"terima kasih hamba panjatkan kepadamu Dewi Yovanka, terima kasih banyak karna telah mengabulkan doa hamba selama ini" sahut ibunda Mei Lin bersyukur sembari menangis haru
"kalau begitu saya permisi dulu" pamit Tabib Chen
"silahkan" ucap Yue Jisang
Tabib Chen pun pergi. Tak lama kemudian kelopak mata Fei Li terbuka perlahan - lahan.
"akhirnya kau sadar meimei" ucap Yue Jisang menangis haru
__ADS_1
"ughhh... air..." gumam Fei Li
Dengan cepat Ahn Xiumin yang berada di dekat Fei Li langsung membantunya meminum air.
"hahhh hahh" Fei Li menghela napas lega
"akhirnya kau sadar juga Fei'er" ucap Yue Jisang pergi memeluk Fei Li
"jiejie jangan tinggalkan Ji Ziu" ucap Ji Ziu pergi memeluk Fei Li juga
"tenanglah semuaa, aku baik² saja" ucap Fei Li
Yue Jisang dan Ji Ziu pun melepas pelukan mereka.
"jangan lagi membuat ibundamu ini cemas dan takut untuk kehilangan dirimu lagi, Fei Fei" ucap ibunda Mei Lin memeluk erat Fei Li
"tidak akan ibunda" ucap Fei Li memeluk balik ibunda Mei Lin
"baiklah kalau begitu mari kita pergi terlebih dahulu, biarkan Fei Fei beristirahat" sahut Yue Neryi
"baiklah" semua orang pun pergi dari kamar Fei Li, kecuali Ahn Xiumin yang masih setia berada di dekat Fei Li
"mengapa kau masih disini dan tidak-"
"akhirnya... akhirnya kamu lebih memilih kembali..." gumam Ahn Xiumin yg langsung memeluk erat Fei Li
Fei Li hanya terdiam saat dipeluk erat oleh Ahn Xiumin. Padahal menurutnya ini sangatlah tidak sopan, namun entah mengapa pelukan sangat menenangkannya dan pelukan ini juga mengingatkannya akan sesuatu tapi ingatan itu masihlah kabur. Tak lama kemudian Ahn Xiumin pun melepas pelukannya.
"apakah kamu butuh sesuatu?" tanya Ahn Xiumin dengan nada lembut
"tidak ada" jawab Fei Li
Keheningan pun melanda kamar itu.
"emm kalau begitu aku akan pergi dulu kamu beristirahatlah" ucap Ahn Xiumin mengelus kepala Fei Li penuh kasih sayang
"hmmm ya" ucap Fei Li
Ahn Xiumin pun pergi dari kamar itu.
"eh bentar, dia tadi bicara pake 'aku-kamu'? Aneh, biasanya ga gitu tapii pelukannya tadi bikin gue inget sesuatu tapi ingatan itu masih sangat kabur. Keknya ini salah satu misi yang harus gue pecahin nih" batin Fei Li
Merasa lelah, Fei Li pun pergi tidur.
Ket:
Dewi Yovanka adalah seorang Dewi Pengobatan Universal. (jadi kayak Dewi Panacea gitu tapi namanya author ganti)
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
Tolong...👇🏻
__ADS_1
{like + vote + komen}