Death Goddess Reincarnation

Death Goddess Reincarnation
DGR 31


__ADS_3

Fei Li kini terbaring lemah tak sadarkan diri di ranjang kamarnya dan sedang periksa seorang tabib Kekaisaran ditemani dengan sekumpulan makhluk Tuhan yang wajahnya sangat rupawan. (azekk:v)


"bagaimana keadaannya Tabib Chen?" tanya Yue Jisang khawatir


"dia hanya kelelahan saja dan energi Qi nya juga terkuras sangat banyak jadi nantinya harus banyak² istirahat dan jangan melakukan aktifitas berat terlebih dahulu" jawab Tabib Chen


"huftt syukurlah" ucap kembar Yue (Yue Jian & Yue Zian)


"kalau begitu saya permisi dulu karna akan membuatkan ramuan herbal untuk mengembalikan daya tahan tubuh" pamit Tabib Chen


"silahkan" ucap Yue Jisang


Tabib Chen pun pergi ke balai pengobatan istana untuk membuat ramuan untuk Fei Li.


"semoga meimei bisa cepat sadar" sahut Putra Mahkota


"iyaa kau benar, aku lebih suka dia yang cerewet seperti biasanya daripada dia yang pendiam seperti ini" ucap Pangeran Kedua sendu


"sama aku juga gege" ucap Pangeran Keempat


Mereka pun terus menunggu Fei Li sadar.


di alam bawah sadar Fei Li...


"ini dimana? tempat ini indah sekali... apa gue udah mati untuk yang kedua kalinya?" gumam Fei Li



Tiba² ada sebuah bola cahaya putih terang menghampiri Fei Li dan berubah menjadi sesosok roh gadis cantik yang anggun nan menawan.


"salam hormat hamba Yang Mulia" ucap gadis itu


"si-siapa kamu? dan mengapa kamu memanggilku dengan sebutan Yang Mulia?" tanya Fei Li a.k.a Liza heran


"hamba adalah Yue Fei Li, Yang Mulia" jawab Fei Li dengan tenang


"tunggu² jawab pertanyaanku dulu yang mengapa kamu memanggilku dengan sebutan Yang Mulia?" tegas Liza


"karna itu memang sebutan hormat untuk anda dari hamba, Yang Mulia" jawab Fei Li sedikit membungkukkan badannya lalu kembali tegap


"tcih! terserah kau saja! lalu apa yang kau lakukan disini? apakah kau akan mengambil tubuhmu ini kembali?" tanya Liza penasaran


"tentu saja tidak Yang Mulia. Tubuh ini adalah tubuh milik anda, hamba hanyalah orang yang menumpang sebentar di tubuh Yang Mulia sampai Yang Mulia akhirnya kembali lagi ke dunia ini" jawab Fei Li tersenyum tipis


"ini tubuhku? kau hanyalah menumpang? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Liza semakin kebingungan


"waktu akan menjawab satu persatu dari semua pertanyaan Yang Mulia dan hamba disini hanya ingin mengucapkan terima kasih karna telah meminjamkan tubuh Yang Mulia untuk hamba tempati selama Yang Mulia belum kembali ke dunia ini" ucap Fei Li mulai bersujud di hadapan Liza


"eh eh eh ayo bangun jangan bersujud seperti itu, aku bukanlah dewi yang harus kau sembah seperti itu" ucap Liza membantu Fei Li kembali berdiri


"terima kasih atas kebaikan hati anda Yang Mulia tapi anda memanglah seorang dewi yang harus hamba sembah dengan sepenuh hati" ucap Fei Li tersenyum penuh arti


"huh? apa maksudmu itu?" tanya Liza kebingungan


Ting!

__ADS_1


"ah, sepertinya ini sudah waktunya hamba pergi kembali ke alam akhir hamba dan terima kasih untuk segalanya, Yang Mulia Dewi Arabella" ucap Fei Li tersenyum lembut


"hei hei hei!! jangan pergi dulu! jelaskan dulu apa maksudmu untuk semua yang kau katakan tadi" ucap Liza berusaha meraih Fei Li yang semakin lama semakin memudar dan akhirnya kembali ke sebuah bola cahaya putih terang lalu terbang ke atas


"arghhh!! apa maksudnya tadi?? gue ga paham sama sekaliiii!" teriak Liza prustasi


"sayang..." ucap seseorang


"siapa disana?" tanya Liza waspada


"kau masih sama seperti dulu yaa" ucap seseorang


"katakan siapa dirimu dan tunjukkan dirimu sekarang! jangan jadi pengecut kau!" tegas Liza


"hahaha kau masih sama pemarahnya seperti dulu ya sayang" ucap seseorang


"kubilang keluar dan tunjukkan dirimu yang sebenarnya berengsek!" bentak Liza mulai kesal dengan suara yang seakan mempermainkannya itu


"hahaha baiklah² aku akan berhenti menggodamu tapi belum saatnya kau bertemu lagi denganku sayang" ucap seseorang


"lalu apa maksudmu dengan panggilan sayang itu hah?! aku bahkan tak tahu dirimu siapa, bisa² nya kau memanggilku sesuka hatimu" ketus Liza


"itu karna panggilan dariku untukmu sayangku atau harus ku jelaskan lebih detail lagi, Deliza Queen Arabella" ucap seseorang


"ba-bagaimana kau bisa tau namaku?!!" tanya Liza terkejut dan mulai meningkatkan kewaspadaannya


"tentu saja aku mengetahuinya karna kau adalah istriku, pendampingku, hidupku, dan takdirku sayang... Saat waktunya tiba nanti, kau dan aku tidak akan pernah terpisahkan bahkan oleh maut sekalipun karna dimanapun kau berada pasti disitu akan ada diriku yang selalu menemanimu walaupun kau tidak menyadari akan kehadiranku" ucap seseorang


Liza mulai sedikit ketakutan setelah mendengar beberapa kalimat dari seseorang misterius yang hanya terdengar suara tanpa wujud tersebut. Dirinya mulai berlari tanpa tau arah dan hanya memikirkan bagaimana caranya dia bisa kembali ke dunia nyata. Liza terus berlari hingga akhirnya dia terhenti di depan sebuah portal.



di dunia nyata...


Para pangeran kini telah kembali ke kediaman mereka masing² dan yang tersisa hanyalah para gege Fei Li. Yue Jisang terbelalak kaget saat melihat gerakan kecil dari tangan Fei Li.


"Ji-Jian! Zian! li-lihat tangan Fei'er bergerak! cepat panggilkan Tabib Chen!!" pekik Yue Jisang


"hah?!! baiklah akan segera kupanggilkan" ucap Yue Jian langsung pergi memanggil tabib Chen


Tak lama kemudian Tabib Chen datang dan langsung memeriksa Fei Li. Saat hendak memeriksa denyut nadi Fei Li, tiba² Fei Li membuka matanya lebar² dan langsung terduduk dengan raut wajah ketakutan yang langsung membuat semua orang yang berada di ruangan itu kaget.


"hahhh... hahhh..." Fei Li menghela nafas panjang


"Fe-Fei'er! kau baik² saja? apa ada yang sakit? katakan kepada kami Fei'er" sahut Yue Jisang cemas


"a-aku tidak apa², ambilkan aku air" lirih Fei Li mengatur pernafasannya


"ini airnya, perlahan saja saat meminumnya" ucap Yue Jian


Fei Li langsung menyambar gelas air dari Yue Jian dan langsung menghabiskannya dalam sekali teguk. Tabib Chen lalu mengalirkan sedikit energi Qi nya ke Fei Li.


"bagaimana? apa ada anda merasakan sakit di bagian tertentu, nona?" tanya Tabib Chen


"tidak ada dan terima kasih" jawab Fei Li

__ADS_1


"bagaimana keadaannya Tabib Chen?" tanya Yue Zian khawatir


"nona tidak apa² hanya saja tolong jangan melakukan aktifitas berat terlebih dahulu agar energinya bisa lebih cepat pulih dan ini ramuan diminum setelah makan untuk membantu pemulihan energi" jelas Tabib Chen


"baik terima kasih Tabib Chen" ucap Yue Jisang


"sama² kalau begitu saya permisi" pamit Tabib Chen


"apa kau benar² tidak merasa sakit atau apa gitu Fei'er?" tanya Yue Jian masih saja cemas


"tidak gege, kalian tidak perlu khawatir" ucap Fei Li menenangkan para gegenya


"hufftt kalau begitu akan kupanggilkan pelayan pribadimu itu karna maaf sekali, kami harus mengurus beberapa urusan bersama ayahanda" ucap Yue Zian merasa bersalah


"tidak apa² gege, Fi Suer sudah cukup bagiku" ucap Fei Li tersenyum tipis di balik cadarnya


"baiklah kalau begitu kami pergi dulu. Jika kau butuh sesuatu kau bisa menyuruh pelayan pribadimu itu untuk melakukannya, kau mengerti Fei'er?" tanya Yue Jisang mengusap pelan kepala Fei Li


"aku mengerti gege" jawab Fei Li


Para gege Fei Li pun pergi dan Fi Suer mulai memasuki kamar Fei Li.


"no-nona... huaaaa nonaaa hiks hiks hiks saya sangat takut saat mendengar nona tak sadarkan diri tadi... saya takutt kejadian dulu terulang kembaliii huhuhu" ucap Fi Suer sambil menangis


"cup cup cup... jangan menangis Fi Suer dan mengenai pertandingan tadi, siapa yang menang?" tanya Fei Li


"nona! bagaimana bisa anda masih memikirkan pertandingan disaat keadaan anda sendiri masih seperti ini huhuhu" ucap Fi Suer menghapus air matanya


"itu karna lawannya si anak ular! aku harus menang apapun yang terjadi jika dia yang menjadi lawanku!" tegas Fei Li


"i-itu para juri tidak sempat menilai karna semua saat itu sedang panik akan jurus yang nona keluarkan" jelas Fi Suer


"jurus? jurus... ahh jurus itu, memangnya ada apa dengan jurus itu?" tanya Fei Li penasaran


"a-anda tidak tahu apa yang efek dari jurus itu?!" tanya balik Fi Suer kaget


"i-iyaa... soalnya aku belum tuntas juga saat membaca dan mempelajari buku jurusnya, memangnya ada apa sih?" tanya Fei Li semakin penasaran


"astaga nona! jurus itu membuat cuaca yang sangat cerah tiba² menjadi gelap, burung² berteriak panik, petir dan angin saling bersautan tak mau kalah, lalu tanah juga berguncang dengan hebatnya, huihhh sangat mengerikan" jawab Fi Suer bergidik ngeri


"a-apakah se-mengerikan itu dampaknya?" tanya Fei Li


"tentu saja nona! tapi untung saja ada seseorang bertopeng datang lalu membantu nona mengendalikan jurus itu melalui kekuatannya" ucap Fi Suer menghela nafas lega setelah memberitahukan resolusi dari masalah yang dihadapi Fei Li tadi


"orang bertopeng? apakah orang itu masih berada di istana ini?" tanya Fei Li


"sepertinya masih ada, apakah nona ingin saya panggilkan dia untuk menghadap anda?" tanya balik Fi Suer


"iya tolong panggilkan dia untuk menghadap kepadaku, ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padanya" jawab Fei Li


"baik nona, akan segera saya panggilkan" ucap Fi Suer pergi memanggil orang bertopeng a.k.a Ahn Xiumin


"siapa sebenarnya orang bertopeng yang sudah membantuku?" batin Fei Li bertanya - tanya


Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Tolong...👇🏻


{like + vote + komen}


__ADS_2