
Melihat hal ini Fei Li tersenyum miring. Pasti nanti kedua anak ular itu akan mencoba mempermalukannya saat pertunjukkan bakat karna mereka berpikir dia masihlah Fei Li si cupu dan lemah. Fei Li pun melirik ke arah kedua anak ular itu dan ternyata mereka berdua menatap sinis ke arah Fei Li. Dia hanya menghela nafasnya saat mengetahui itu.
"ada apa meimei?" tanya Yue Jisang yang duduk di sebelah Fei Li
"tidak apa² gege, oh iya apakah sebentar lagi waktunya pertunjukkan bakat para putri dari masing² kediaman?" tanya Fei Li
"iya benar meimei, kalau kau tidak ingin ikut berpartisipasi juga tidak apa², nanti biar gege yang memberitahukan hal ini ke Yang Mulia Kaisar" jawab Yue Jisang
"tidak perlu gege, aku akan ikut berpartisipasi kok" ucap Fei Li tersenyum tipis di balik cadarnya
"apa kau yakin? jika kau tidak ingin mengikutinya juga tidak apa² kok meimei" ucap Yue Jisang khawatir
"aku yakin, gege tenang saja yaa" ucap Fei Li
"humm baiklah" ucap Yue Jisang
Para putri dari kediaman masing² pun mulai menunjukkan bakat mereka, sampai tibalah giliran kediaman Jendral Besar Yue. Yue Tiaqi dan Yue Wuyi maju bersama - sama. Yue Tiaqi menunjukkan bakat menarinya yang seperti cacing kepanasan sembari sesekali mencuri - curi pandang para pangeran, sedangkan Yue Wuyi memainkan kecapinya untuk mengiringi tarian sang kakak yang juga sambil sesekali mencuri - curi pandang para pangeran, terutama pangeran kedua Xiao. Tapi para pangeran itu hanya menatap datar nan dingin pada pertunjukkan bakat para putri dari setiap kediaman itu.
Yue Tiaqi dan Yue Wuyi pun akhirnya selesai.
"bagus², tarian dan alunan kecapi kalian sangatlah bagus" ucap Kaisar Xiao
"terima kasih Yang Mulia, tapi hal ini bukan apa² dibandingkan dengan bakat yang dimiliki Fei jiejie" ucap Yue Tiaqi
"benar Yang Mulia, bakat Fei jiejie bahkan lebih bagus daripada kami" ucap Yue Wuyi diam² tersenyum licik
Para tamu pun kembali bergosip ria.
"apa maksud dari kedua nona kediaman Jendral Besar Yue? jelas² bakat mereka berdua yang lebih baik dibandingkan si sampah itu, lagipula mungkin yang bisa dilakukan oleh si sampah itu hanya mempermalukan dirinya sendiri"
"hahaha kau benar"
__ADS_1
"aku jadi tidak sabar menunggu untuk si sampah itu mempermalukan dirinya sendiri"
"hahaha"
"dasar anak² ular! berani² nya mereka mempermalukan Fei meimei!! awas saja nanti!!" batin Yue Jisang, Yue Jian, dan Yue Zian
"hahaha... berniat mempermalukan meimei? huh! hanya dalam mimpimu!" batin para pangeran yang diam² menyeringai
Fei Li pun hanya tersenyum miring saat mendengar itu. Mereka belum tahu saja bahwa Fei Li yang sekarang bukanlah Fei Li yang dulu. Fei Li yang merasa di tatap oleh seseorang akhirnya mencari keberadaan orang itu dan ternyata itu adalah Kaisar Xiao. Sorot matanya menandakan kekhawatiran akan dirinya nanti. Dengan segera Fei Li menganggukan pelan kepala untuk sekedar memberi kode bahwa dirinya tidak apa². Kaisar Xiao pun menghela nafas berat.
"baiklah, apakah nona pertama Yue ingin menunjukkan bakatnya?" tanya Kaisar Xiao
"tentu Yang Mulia" jawab Fei Li
Kedua anak ular itu pun (Yue Tiaqi dan Yue Wuyi) kembali ke tempat duduk mereka sambil tersenyum puas.
"hahaha rencana kalian bagus sekali" bisik selir pertama
"itu benar! dan juga berani² dia mendekati pangeran kedua?!! aku tidak akan tinggal diam!" bisik Yue Wuyi penuh kebencian
"bagus², mari kita terus permalukan anak j*l*ng itu" bisik selir pertama
"hahaha baiklah ibunda" bisik Yue Wuyi dan Yue Tiaqi tersenyum licik
Fei Li pun berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan ke arah panggung yang sudah disediakan sambil membawa serulingnya. Para tamu pun langsung mencibir keberanian Fei Li yang akan membawanya kepada kehancuran harga dirinya sendiri. Tapi semua cibiran itu hanya di anggap angin lewat yang masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri oleh Fei Li.
Fi Suer hanya tersenyum miring saat mendengar ocehan para tamu yang mencibir nona-nya. Mereka belum tahu, kalau nona-nya ini sudah sangat berubah dari yang dulu. Fei Li lalu mulai memainkan serulingnya. Dia memainkan lagu My Heart Will Go On - Celine Dion (ost Titanic). Alunan lembut dari seruling Fei Li pun mulai menari - nari di langit. Para tamu pun langsung tertegun mendengar alunan lembut dari seruling Fei Li. Mereka mulai sedikit sadar jika si sampah ini bukanlah si sampah yang dulu.
Keluarga Jendral Besar Yue juga sangat tertegun. Padahal selama ini Fei Li yang sepertinya tidak memiliki bakat apapun bisa memainkan seruling dengan begitu indah dan anggunnya. Permainan Fei Li sangat memanjakan telinga para pendengarnya yang bahkan sampai ada yang meneteskan air mata karna terlalu mendalami. Akhirnya permainan seruling Fei Li pun selesai.
"astagaa ini napa ada yang nangis?? apa permainan gue terlalu jelek ya?" batin Fei Li sedikit cemas
__ADS_1
Hening untuk beberapa saat. Sampai akhirnya ada salah satu orang yang bertepuk tangan lalu diikuti oleh seluruh orang yang ada di aula Kekaisaran itu.
"permainan serulingmu sangat bagus Fei'er" ucap Kaisar Xiao terharu
"terima kasih Yang Mulia" ucap Fei Li
Fei Li pun kembali duduk di tempatnya, sedangkan selir pertama, Yue Tiaqi, dan Yue Wuyi sangatlah kesal. Bagaimana bisa si sampah itu memainkan seruling dengan begitu bagusnya? Mereka menatap tajam ke arah Fei Li, otak mereka bertiga sedang rapat untuk memikirkan rencana selanjutnya untuk mempermalukan Fei Li.
"diharapkan untuk diam karna sebentar lagi akan diumumkan para pemenang pertunjukkan bakat ini" ucap kasim Wu
"pemenang ketiga adalah nona kedua dari kediaman Li, untuk nona Li Yuwei di harap naik ke atas panggung"
"lalu untuk pemenang kedua adalah nona ketiga dari kediaman Go, untuk nona Go Quo di harap untuk naik ke atas panggung"
"dann sekarang, untuk pemenang pertama adalah...."
Para peserta dan para tamu mulai penasaran.
"pemenang pertama dari pertunjukkan bakat ini adalah nona pertama dari kediaman Jendral Besar Yue, Yue Fei Li. Di harapkan nona pertama Yue untuk naik ke atas panggung" ucap kasim Wu
Para tamu pun bersorak gembira menyambut para pemenang pertunjukkan bakat, sedangkan Yie Tiaqi dan Yue Wuyi sangat kesal serta marah saat tahu bahwa Fei Li yang menang.
"sialan! bagaimana bisa si sampah itu menjadi pemenang pertama?!!" batin Yue Wuyi kesal
"tcih! jangan senang dulu sampah! karna permainan akan segera di mulai" batin Yue Tiaqi diam² tersenyum licik
Setelah pertunjukkan bakat, kini para tamu dan keluarga Kekaisaran Xiao membaur untuk sekedar berbincang santai. Para anak muda di persilahkan pergi ke taman istana jika ingin dan tentu saja Fei Li langsung mengajak Fi Suer untuk pergi ke taman istana karna sudah mulai bosan dengan suasana di aula.
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
Tolong...👇🏻
__ADS_1
{like + vote + komen}