
Saat ini Fei Li sedang duduk di gazebo taman belakang paviliumnya sembari menikmati cemilan yang dibawakan Fi Suer sebelumnya.
"hmmm sepertinya gue bakalan memulai rencana balas dendam ke para ular itu. Liat aja kalian nanti" batin Fei Li menyeringai
Seharian penuh Fei Li hanya bersantai di gazebo taman belakang dengan tenang. Sampai akhirnya malam pun tiba dan semuanya pergi ke ruang makan. Kegiatan makan malam pun berlangsung dengan tenang. Selesai makan malam, Fei Li pergi ke kamarnya.
"aku akan tidur sekarang Fi Suer, jadi kau bisa kembali ke kamarmu untuk beristirahat" ucap Fei Li
"baik nona" ucap Fi Suer pergi ke kamarnya
Saat Fi Suer sudah pergi, Fei Li memusatkan pikirannya dan akhirnya dirinya memasuki ruang dimensi Mawar Kegelapan.
"selamat datangg nona" sapa Wang Jie dan Qiang
"hehehe terima kasih" ucap Fei Li tersenyum tipis
"oh iya! saya menemukan beberapa buku jurus yang sepertinya cocok untuk nona, apakah anda ingin membaca dan mempelajarinya?" tanya Wang Jie
"hmm... akan aku lakukan nanti, kau siapkan dulu saja di atas mejaku seperti biasa" jawab Fei Li lalu pergi ke tempat latihannya
"baik nona" ucap Wang Jie pergi melaksanakan perintah Fei Li
Fei Li sampai di tempat latihannya diikuti Qiang yang berada di belakangnya. Perlahan, Fei Li mulai mencoba mengeluarkan elemen kebangkitannya lalu mengumpulkannya di tangan. Seketika, cahaya abu - abu pekat mulai berkumpul di tangan membentuk sebuah bola kecil yang sangat dahsyat kekuatannya.
Fei Li pun mencoba mengalirkan cahaya abu - abu pekat tadi ke pohon yang sudah ditebang dan tak akan tumbuh lagi. Dia membayangkan sebuah pohon kristal ungu yang sangat indah nan menawan. Tiba² pohon itu sedikit bergetar dan keluarlah pohon baru yang lebih besar dan lebih indah dari sebelumnya. Di tengah - tengah atas batang pohon itu terdapat sebuah berlian indah yang memancarkan cahayanya.
visual pohonnya👇🏻
"wahhh indah sekalii~" ucap Qiang kagum
"aku baru tahu kalau elemen kebangkitan bisa menghasilkan sesuatu seperti ini" gumam Fei Li terpesona
Fei Li mendekati berlian yang berada di pohon itu. Perlahan, dia mulai menyentuh berlian itu. Seketika berlian itu pun bersinar saat merasakan sentuhan dari tangan Fei Li.
"sangat menakjubkan..." gumam Fei Li
"nona anda sangat hebatt!! saya bangga bisa menjadi spirit beast nona" ucap Qiang antusias
"hehehe" ucap Fei Li terkekeh
Fei Li lalu pergi mengelilingi pohon itu dengan tatapan takjub sambil memikirkan nama yang tepat untuk pohon menawan itu.
"nama mu adalah pohon Shuǐjīng shí" ucap Fei Li sembari mengalirkan sedikit Qi miliknya ke pohon Shuǐjīng shí
"setelah ini nona akan melakukan apa?" tanya Qiang
"aku mungkin akan membaca buku² yang di ajukan Wang Jie tadi" jawab Fei Li
"oh begitu..." gumam Qiang menunduk
"eh? ada apa? apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Fei Li
"yaa seperti itulah nona..." jawab Qiang lesu
"hm? yasudah beritahukan kepada nona hebatmu ini tentang masalah yang kau miliki" ucap Fei Li
"se-sebenarnya saya terkadang mulai merasa bosan untuk terus berada disini nona... saya penasaran dan ingin melihat dunia luar dimana nona tinggal" lirih Qiang
"ohh jadi kau ingin keluar dan melihat dunia luar, begitu?" tanya Fei Li
"iya benar nona" jawab Qiang
"hmmm... apakah kau bisa berubah menjadi bentuk hewan kecil? emm mirip Wang Jie misalnya" tanya Fei Li
"saya bisa nona" jawab Qiang
Tiba² tubuh Qiang bersinar dan dia berubah menjadi seekor kucing kecil.
visualnya👇🏻
__ADS_1
"Qi-Qiang? apakah itu kau?" tanya Fei Li terkejut
"iyaa nona ini saya" jawab Qiang
"KYAAAA KAU IMUTTT SEKALIII!!" pekik Fei Li langsung menggendong Qiang
"no-nona..." ucap Qiang gugup dan kaget
"kenapa kau tidak pernah memberi tahuku kalau kau bisa berubah seperti ini hmm?? kau menggemaskan sekalii~" ucap Fei Li mengelus pelan bulu Qiang
"e-eh? i-iya nona" ucap Qiang gugup
"baiklahh mari kita pergi ke ruang baca" ucap Fei Li pergi ke ruang bacanya
Selama beberapa jam berkutat membaca sebuah buku mengenai elemen kebangkitan ditemani dengan Qiang yang tertidur di pangkuannya.
"hahhh... akhirnyaa selesaii" gumam Fei Li sedikit meregangkan tubuhnya
"permisi nona" ucap Wang Jie
"iya Wang Jie ada apa?" tanya Fei Li
"tidak apa² nona, apakah anda masih akan disini untuk membaca buku?" tanya balik Wang Jie
"emm tidak, sebentar lagi aku akan kembali karna besok ada acara penting yang harus ku ikuti" jawab Fei Li
"ohh begitu, apakah nona menginginkan sesuatu?" tanya Wang Jie
"emm sepertinya tidak ada" jawab Fei Li
"baiklah nona, kalau begitu saya pergi dulu" ucap Wang Jie
"iyaa"
Fei Li kembali membaca bukunya selama beberapa menit lalu. Tiba² Qiang menggeliat dan terbangun.
"nona?" tanya Qiang yang mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya
"iyaa Qiang ada apa?" tanya balik Fei Li
"hmm? yasudah apakah kau tetap ingin ikut denganku ke dunia luar?" tanya Fei Li
"iya nona saya mau!!" jawab Qiang bersemangat
"baiklah... Wangg Jiee" ucap Fei Li
"iya nona ada apa?" tanya Wang Jie datang
"aku akan kembali ke dunia nyata dan Qiang akan ikut bersamaku" jawab Wang Jie
"Qiang? mana? saya tidak melihatnya nona" ucap Wang Jie celingukan
"ck! ini aku dasar rubah bodoh!" ketus Qiang yabg berada di gendongan Fei Li
"hah? pffttt bwahahahahahahhhaaaa" Wang Jie tertawa lepas
"apa yang kau tertawakan rubah bodoh?!!" tanya Qiang kesal
"pfffttt... ka-kau jadi kucing?!! hahahahahaaa astaga astagaa aku tidak menyangkanya" jawab Wang Jie masih tertawa
"hmph! sialan!" gerutu Qiang
Sedangkan Fei Li hanya terkekeh melihat kedekatan Qiang dan Wang Jie.
"baiklah Wang Jie aku akan kembali sekarang, jaga tempat ini untukku yaa" pesan Fei Li
"baik nona saya akan selalu menjaganya dengan sepenuh hati" ucap Wang Jie
"kau singa jelek! jangan sampai kau merepotkan nona nantinya kalau tidak awas saja kau" ancam Wang Jie
"tcih! dasar rubah sialan" gerutu Qiang
Fei Li lalu memusatkan pikirannya dan akhirnya tiba di kamarnya kemudian segera pergi tidur dengan Qiang yang tidur di atas perutnya.
__ADS_1
~•••~
"selamat pa- astaga nona!!!" pekik Fi Suer terkejut
Dengan segera Fei Li langsung terbangun saat mendengar pekikan Fi Suer.
"ada apa Fi Suer?" tanya Fei Li dengan nada serak khas orang baru bangun tidur
"i-itu ada kucing, darimana asal kucing itu?" tanya balik Fi Suer
"ohh ini... dia kemarin kutemukan terjebak di semak² taman dan sempat mengalami luka, jadii ya ku rawat dan pelihara saja" jawab Fei Li
"oh begitu, baiklah. Apakah nona akan membersihkan diri sekarang?" tanya Fi Suer
"tentu dan karna setelah ini pertandingannya adalah tentang kekuatan, jadi aku ingin kau siapkan hanfu ringan yang sederhana namun terlihat berkelas dan elegan" ucap Fei Li
"baik nona" ucap Fi Suer pergi melakukan perintah Fei Li, sedangkan Fei Li pergi membersihkan dirinya
hanfu yang dipakai Fei Li👇🏻
Setelah berganti baju, Fei Li sedikit di rias Fi Suer lalu mulai memakan sarapan yang sudah di bawakan Fi Suer dari dapur istana. Selesai sarapan, Fei Li pun pergi ke lapangan istana kekaisaran Xiao.
"Fei Lii!!" sapa Go Quo sambil melambaikan tangan kanannya ke arah Fei Li
"iyaa" ucap Fei Li terkekeh melihat sikap Go Quo
Fei Li sampai lalu duduk di sebelah Go Quo.
"eh? tumben kamu sendirian, biasanya kan selalu bersama Yuwei" ucap Fei Li
"dia belum datang, mungkin sebentar lagi" ucap Go Quo
"ohh begitu... lalu, apakah kamu sudah ada disini sejak tadi?" tanya Fei Li
"iyaa hehehe" jawab Go Quo
"ohh gitu"
"hahaha apakah tidak salah nih??" tanya Yue Tiaqi yang tiba² datang bersama dengan Yue Wuyi
"dia pasti disini hendak mempermalukan dirinya sendiri, jiejie" sahut Yue Wuyi
"ah iya! tentu saja, karna dia kan sampah yang tak bisa berkultivasi~" ejek Yue Tiaqi
"apa maksud kalian hah?!!" sahut Go Quo menahan amarahnya
"heh? kau tidak usah ikut campur! lagipula siapa kau? berani² nya menyela pembicaraan kami" sinis Yue Wuyi
"aku siapa? heh! aku adalah nona ketiga dari kediaman Mentri Keuangan Go dan kau yang hanya putri selir saja bisa² nya berani menghina nona pertama yang lahir dari rahim istri sah, dasar tidak tau diri" sinis Go Quo
"tcih! awas saja kau nanti sampah!" ancam Yue Tiaqi lalu pergi menjauh dari Go Quo dan Fei Li bersama Yue Wuyi
"apakah kau memang selalu di hina seperti itu Fei Li?" tanya Go Quo khawatir
"yaa begitulah... tapi tenang saja, aku tidak apa² kok" jawab Fei Li santai
"huffttt baiklah terserahmu saja" ucap Go Quo
"maaf aku terlambat tadi ada sedikit kendala saat di perjalanan" sahut Li Yuwei
"ohh begitu, tidak apa²" ucap Fei Li tersenyum tipis
"apakah pertandingannya sudah dimulai?" tanya Li Yuwei
"belum, mungkin sebentar lagi" jawab Go Quo
Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya pertandingan pun di mulai.
Ok sampe sini dulu ya, maaf kalo masih ada kesalahan kata dalam penulisannya🙏🏻🙏🏻
Tolong...👇🏻
__ADS_1
{like + vote + komen}