DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Menjebak Alea Dan Lusiana


__ADS_3

Di taman, Arion dan Cila duduk bersama di ayunan, keduanya tengah menikmati es krim.


"Dad, tumben tidak sibuk?" tanya Cila seraya memakan es krimnya.


"Iya, Cila mau ikut tinggal bersama Dady? Minggu ini, Dady tidak ada pekerjaan," kata Arion seraya mengusap rambut coklat Cila yang lembut.


Cila yang memang merindukan Arion pun bersorak hore. Setelah dari taman, Arion mengajak Cila pulang ke rumah Melodi.


Di sana, Arion mengatakan niatnya yang mengajak Cila untuk tinggal bersamanya dan Melodi dengan senang hati mengiyakan.


Di perjalanan, Cila yang duduk di bangku depan itu bertanya, "Dad, kenapa Mommy tidak ikut?"


"Mommy kamu benyak pekerjaan, jadi tidak bisa ikut," jawab Arion yang tetap fokus mengemudi.


Dan malam ini, Arion yang sedang menikmati masa hukumannya itu meletakkan ponselnya begitu saja di meja makan dan Arion melewatkan panggilan dari Karin.


Karin yang diam-diam mengawasi Alea itu sedang menguntitnya.


Dan Alea mengantarkan Lusiana ke rumah Ibran dan rumah itu terlihat sepi, benar saja, saat Lusiana berhasil masuk, di dalam Lusiana tidak menemukan yang dicarinya.


Lusiana pun keluar menemui Alea yang sedang menunggunya di gang komplek tersebut.


Lalu, saat Alea memasukkan Lusiana ke tas, Alea harus tersungkur saat Karin menjorokannya.


Alea yang terkejut itu segera menoleh dan merasa sial karena Karin telah memergokinya.


Karin segera mengambil tas Alea dan Alea yang tak mau kehilangan Lusiana itu menahan kaki Karin sehingga Karin terjatuh saat akan membawa lari Lusiana.


Alea dan Karin saling berebut tas.


"Alea, dia bukan teman yang baik, dia bisa menghabisi siapapun yang dia mau!" kata Karin seraya menatap Alea yang berada di atasnya dan Alea tak mau mendengar.


"Dia lebih dari teman, dia sahabatku!" kata Alea."


Setelah berhasil menarik tasnya kembali, Alea segera berlari dan Karin segera mengejarnya.


Tanpa keduanya sadari, kalau Ibran mengetahui apa yang membuat Alea menjadi berani yaitu karena adanya boneka setan.


Ibran yang memperhatikan dari tempatnya bersembunyi itu ingin mendapatkan Lusiana untuk membalaskan dendam teman-temannya.


****


Alea yang terus berlari itu hampir tertabrak mobil dan Karena Alea yang berhenti berlari, Karin dapat menarik tasnya dari belakang dan sekarang, Karin meminta pada Alea untuk mendengarkan.

__ADS_1


Dan Alea yang sama sekali tak mau mendengarkan itu mendorong Karin sehingga Karin hampir tertabrak motor.


"Woy, kalau berantem di lapangan sana!" kata pengendara motor dan Karin yang terkejut itu kehilangan jejak Alea.


"Sial!" kata Karin seraya berkacak pinggang dan gadis berpenampilan tomboi itu memilih untuk pulang dengan berjalan kaki.


Karin merasakan sakit di lengannya dan ia pun mengusap, lalu, Karin harus berhenti saat di depannya itu ada Ibran.


"Kamu mau boneka itu?" tanya Ibran dan Karin yang sama sekali tidak mengenalnya itu tak menggubrisnya. Karin melanjutkan langkah kakinya.


"Aku adalah target selanjutnya," kata Ibran dan Karin yang mendengar itu pun menghentikan langkah.


Karin berbalik badan.


"Apa hubunganmu dengannya?" tanya Karin seraya menatap Ibran.


"Aku salah satu yang selamat dari semua teman-temanku dan Alea mengatakan kalau aku akan menjadi target selanjutnya," kata Ibran, pria yang menggunakan hoodie hitam itu memasukkan dua tangannya ke saku hoodie.


"Benarkah?"


"Ya, aku satu sekolah dengannya," jawab Ibran.


"Apa yang membuat Lusiana mengejarmu?" tanya Karin seraya berjalan mendekati Ibran.


****


Alea bingung, ia tidak tau harus pergi ke mana selain ke rumahnya dan benar saja, apa yang Alea khawatirkan terjadi, pagi-pagi sekali, Karin sudah ada di depan rumahnya dan Alea yang menghindarinya itu keluar melalui jendela dan pergi lewat samping rumahnya.


Sesampainya di sekolah, Alea tak melihat keberadaan Ibran dan Alea bertanya-tanya, lalu, Alea mendengar kalau Ibran ada rumah neneknya.


Sepulang sekolah, Alea yang masih mengenakan seragam itu pergi ke rumah nenek Ibran yang ada di Jakarta Selatan.


Sesampainya di sana, Alea melihat rumah yang sepi dan Alea mengeluarkan Lusiana dari tasnya.


Lusiana pergi melalui pintu samping dan Lusiana yang sudah banyak memakan korban itu merasa kalau dirinya semakin hebat dan semakin bertambah kuat.


Itu membuat Lusiana ingin terus mendapatkan korbannya, tentunya, itu menjadi misi tambahan selain membalas dendam dan mengurangi sampah yang berserakan.


****


Lusiana masuk melalui pintu belakang dah rumah itu benar-benar sepi.


Lalu, Lusiana yang berbadan kecil itu, berjalan menaiki tangga, ia berpikir kalau Ibran ada di lantai atas.

__ADS_1


Dan Lusiana yang mencarinya itu mendapati Ibran ada depannya dan Karin ada di belakangnya.


Ibran sedikit takut saat melihat Lusiana yang berjalan cepat ke arahnya dan Lusiana menghentikan langkah kakinya saat Karin memanggilnya.


"Lusiana, katanya, kamu ada di pihakku?"


"Karin," lirih Lusiana yang mengenal suaranya.


Lusiana berbalik badan.


"Ya, kalau kamu mau membantuku, aku akan selalu ada untukmu," jawab Lusiana seraya turun untuk kembali pada Karin.


Setelah sampai di bawah, Karin menangkapnya dan ternyata Lusiana yang memang tidak mempercayai Karin itu menempel di lehernya, Lusiana menggunakan rambut Karin yang panjang untuk menjerat.


Karin Ibran yang melihat itu tak tinggal diam, pria berbadan tinggi dan sedikit kekar itu menarik Lusiana dan Lusiana yang berkata merah itu memutar kepalanya 90 derajat.


Mendapatkan tatapan yang mengerikan dari Lusiana mampu membuat Ibran kembali takut.


Sementara Karin, ia hampir kehabisan nafas dan Karin menggunakan sisa tenaganya untuk mematahkan leher Lusiana dan boneka Lusiana yang terbuat dari karet itu merasa geli saat kepalanya terpelintir.


"Bo-bodoh, Jangan diam saja," kata Karin dengan suara yang putus-putus.


Setelah itu, Ibran menarik Lusiana dan membantingnya.


Setelah itu, Ibran segera menginjak Lusiana dan boneka itu berbunyi 'tetot' Ibran yang tengah ketakutan itu sedikit terkejut, terlebih lagi Alea yang tak mendapatkan Lusiana segera kembali itu menyusul ke rumah Nenek Ibran.


Melihat Lusiana yang sedang diinjak, Alea pun mendorong Ibran.


"Manusia tidak berguna," kata Lusiana pada Ibran dan Lusiana melihat vas bunga yang ada meja ruang tengah itu segera membantingnya sehingga vas itu menjadi runcing.


Alea yang sedang menahan Karin itu memberi semangat pada Lusiana.


"Cepat Lusi, dia adalah manusia sampah!" kata Alea dan Lusiana tersenyum.


"Bangun bodoh, apa kamu mau tewas di tangannya?" tanya Karin dan kemudian Karin memutar balikkan keadaan, yang semula Karin tertahan, sekarang, Karin memelintir tangan Alea, setelahnya mendorong Alea dan gadis itu tersungkur.


Karin segera mengambil kursi mebel kecil untuk memukul Lusiana dan Karin terus memukuli.


Kali ini, apakah Lusiana akan tertangkap?


Cerita ini hanya fiktif, murni khayalan atau pandangan Author semata, mohon maaf untuk segala kekurangannya.


Jangan lupa like dan komen, ya, all.

__ADS_1


__ADS_2