DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Insting Lusiana


__ADS_3

Lusiana merintih kesakitan, ia memohon pada pria gendut yang baru saja melecehkannya dan karena pria itu tak mendengarkan, Lusiana pun memohon dalam hati supaya pria itu mendapatkan hukumannya.


Dan karena doanya tak segera terjawab, maka, Lusiana meminta ijin pada Tuhan untuk menghukumnya dengan menggunankan tangannya sendiri


Lusiana yang sudah putus asa itu pun mengambil pisau, lalu pergi ke rumah pria gendut tersebut, Lusiana pun melancarkan aksinya.


****


Lusiana yang baru saja teringat dengan kesakitan hatinya itu pun segera merasuki Raya dan kali ini Lusiana tidak semudah itu masuk dan apa yang membuatnya seperti itu.


Lusiana merasa heran dan karena tidak dapat merasukinya, Lusiana hanya bisa berbisik, menghasut Lusiana untuk menghabisinya yang membuat dirinya terluka.


Raya yang sedang menangis itu seperti mendengarnya, Raya pun melihat ke kanan dan kirinya, tetapi, Raya tidak melihat siapapun.


"Ada apa?" tanya Ibu Raya dan raya menggelengkan kepala.


****


Karena besok hari libur, Melodi menjemput Cila dan Cila yang melihat itupun merasa senang.


Cila segera berlari menuju Melodi berdiri. Cila mengecup pipinya juga memeluknya.


Setelah itu, Melodi mengajaknya untuk pulang, di rumah Melodi, Cila merasa risih pada suami baru ibunya dan itu yang membuat Cila memilih tinggal bersama dengan Karin.


Dan sore ini, Melodi memesan makanan online untuk makan malam bersama.


Seraya menunggu, Melodi yang merindukan putrinya itu menyisir rambutnya dan Melodi yang melihat cincin ada di kalung putrinya itu menanyakan.


"Apakah kamu sudah memiliki pacar?" tanya Melodi seraya memperhatikan cincin itu.


"Cila masih kecil, Mom!" jawab Cila seraya menunjukkan cincin perak itu.


"Cincin ini pemberian Dady, cantik, kan?" tanya Cila seraya menatap Melodi.


"Apakah Dady mu jatuh miskin setelah menikah dengan kekasihnya? tanya Melodi seraya melepaskan kalung itu, ia berniat mengambil cincin itu dan Cila yang menyukai pemberian dari Arion tak mengijinkan.

__ADS_1


"Mom, Cila menyukainya, jadi biarkan cincin ini ada di sini," kata Cila saraya melepaskan tangan Melodi.


Dan Melodi kembali berusaha melepaskannya lagi."Nanti akan Mommy ganti dengan yang baru, yang lebih bagus dari ini," katanya.


"Tidak, Mom. Kalau Mommy akan membelikan, Cila tidak akan menolak," kata Cila dan Melodi ta dapat memaksanya.


Lalu, suami baru Melodi itu mengetuk pintu kamarnya, pria yang mengandalkan paras tampannya itu mengatakan kalau pesanan Melodi sudah datang.


"Baiklah," jawab Melodi padanya, lalu, setelah itu Melodi meminta pada Cila untuk mengganti seragamnya dan Cila pun menurut.


Dan disaat Cila melepaskan seragamnya, tak sengaja membuat kalung itu lepas dan membuat cincinnya itu menggelinding ke bawah ranjang.


Cila yang tak mengenakan cincinnya itu hampir diketahui keberadaannya oleh Lusiana yang sekarang setia menemani Raya.


Lusiana dengan mata merah menyala itu terbang, keluar melalui jendela dengan cepat mengikuti instingnya, tetapi, Lusiana yang baru setengah perjalanan itu berhenti, ia tiba-tiba kehilangan instingnya untuk memburu keturunan Arion.


"Siapa yang telah melindunginya?" tanya Lusiana pada dirinya sendiri dan Lusiana yang tak ingin membuang waktunya dengan percuma itu kembali ke rumah Raya.


Di sana, Lusiana melihat Raya sedang mengikat tali tambang ke kipas yang ada di langit-langit kamarnya dan Lusiana menertawakannya.


"Kalau aku mati dengan cara seperti ini, aku akan menjadi gentayangan dan aku akan menghukum mereka dengan caraku!" gumam Raya dan Lusiana yang mendengarnya itu mendukungnya.


Tetapi, Rencana Raya harus gagal karena ibunya datang untuk kembali mengantarkan makan malam putrinya.


Dan di saat itu juga, Lusiana kembali menatap keluar rumah Raya, Lusana kembali merasakan keberadaan keturunan Arion.


Ya, Cila yang sudah mendapatkan kembali cincinnya itu meletakkannya sebentar di meja belajarnya dan setelah mengambil pakaian gantinya, Cila segera memakainya kembali seperti semula.


"Kamu tidak boleh hilang!" kata Cila seraya menatap cincin itu dan apa yang Cila lakukan itu membuat Lusiana merasa geram karena sebentar insting itu datang lalu hilang. Lusiana merasa sedang di permainkan.


"Keturunan Arion sangat menyebalkan, pasti seperti ayahnya dan Arion harus melihat bagaimana aku akan menghukumnya karena dia telah berani menghalangi jalanku dan kalian masih menjadi targetku yang selanjutnya!" kata Lusiana yang haru kembali ke rumah Raya.


Lusiana yang melihat Raya tengah tidur itu pun masuk ke alam mimpinya.


Raya yang membuka mata itu merasa heran karena berada di tempat yang gelap dan Raya si gadis belia itu mendengar suara Lusiana yang memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Halo, Raya."


Raya pun berbalik badan dan Raya melihat Lusiana dengan wujud aslinya, Raya melihat gadis imut dengan rambut panjang dan berwajah oriental, sangat cantik, tetapi, wajah gadis itu terlihat pucat dan sedang menatapnya dingin.


"Siapa kamu dan dari kamu mengenalku?"


"Aku Lusiana dan kita adalah sama, aku juga sepertimu, aku mengalami kekerasan fisik dan aku juga korban pelecehan," kata Lusiana yang sedang memperkenalkan dirinya.


Raya sedikit bingung dari mana Lusiana tahu tentangnya dan Raya pun menanyakan, tetapi, Lusiana tidak menjawab, ia takut Raya akan takut padanya dan Lusiana mengatakan kalau dirinya akan mendampinginya.


Setelah itu, raya bangun dari tidurnya karena Lusiana menghilang begitu saja, Raya berkeringat dan mengusap keringat yang membasahi dahi dan lehernya.


****


Di rumah Arion, pria itu merasa sedikit lega setelah mendapatkan perisai dari Hendru, tetapi, itu tak membuat Arion sepenuhnya tenang. Aron yang sedang berdiri di tepi jendela itu menghubungi Melodi.


Melodi yang sedang menonton televisi itu mengambil ponselnya, tetapi Melodi keduluan oleh suaminya.


Suaminya itu memberikan ponselnya pada Melodi, "Dari mantan suamimu!"


Melodi menerima itu dengan wajah datar dan setelah mendapatkan ponselnya kembali, melodi nampak sedikit tersenyum.


Ya, Melodi yanag merindukan Arion itu merasa senang, walau Melodi tau kalau Arion menghubunginya untuk Cila, tetapi Melodi menjadi memiliki kesempatan untuk bicara dengannya, begitulah yang Melodi pikirkan.


"Ada, dia sedang belajar," kata Melodi dan Arion mengatakan kalau dirinya akan menjemput Cila.


"Tidak, biarkan dia di sini selama hari liburnya, senin akan ku antar ke rumahmu!" kata Melodi dan Arion tidak mengijinkan selama itu.


"Tidak, besok sore aku akan menjemputnya," kata Arion dan belum sempat Melodi menjawab, Arion sudah menutup teleponnya.


Lalu, Arion merasa ada pelukan hangat dari belakang dan itu pelukan dari karin yang sedari tadi memperhatikannya dari belakang.


"Aku mengerti ke khawatiranmu, Mas!" kata Karin.


"Ya, yang ku hadapi adalah setan dan aku merasa akan lebih baik berhadapan dengan bandit."

__ADS_1


Bersambung..


Dapatkah Arion menjaga keluarganya dari kejaran Lusiana?


__ADS_2