
Tiga gadis itu mulai memegangi boneka jailangkung tersebut dengan kuat. Lalu, Fara mulai mengucapkan mantra yang berbunyi (datang tak dijemput pulang tak diantar)
Seketika udara dingin menyeruak membuat seluruh bulu halus berdiri dan boneka yang berkepala dari batok kelapa itu bergerak.
Fara menanyakan pada arwah yang datang dan arwah itu bukanlah arwah Lusiana.
Justru ketiganya mengundang masalah baru dengan hadirnya sosok kuntilanak yang datang.
"Kami tidak memanggilmu, kamu harus pulang!" kata Karin dan kunti yang sudah terpanggil itu tak mau pulang.
"Kalian sudah memanggilku, setidaknya kalian harus mendengar masalahku!" kata kunti yang masih belum menunjukkan wujudnya.
Padahal, kunti itu sudah ikut duduk diantara ketiganya. Lalu, kunti itu tertawa dengan nyaring membuat boneka itu terlepas karena semua orang menutup telinganya.
"Ini yang aku khawatirin, bukan Lusi yang datang, tapi mahluk lain!" kata Fara dan setelah mendengar nama Lusi, kunti itu berhenti tertawa.
Ya, kunti itu mengenal Lusiana.
Lalu, kunti yang ternyata takut dengan Lusiana itu harus terbang, ia duduk di atas lemari dan menyarankan tiga gadis itu untuk tidak berhubungan dengan Lusiana.
Karin yang yang ingin mengetahui alasan itupun bertanya dan kunti tersebut menceritakan kalau Lusi adalah roh jahat yang sedang balas dendam dan saat itu juga ada suara benda jatuh.
Benda itu adalah gelas yang ada di atas nakas samping ranjang Dania.
Semua orang melihat ke arahnya dan seketika kunti itu pergi tanpa disuruh dan rupanya, Karin kedatangan tamu yang diundangnya.
Lusi yang datang itu mengambil boneka jailangkung dan menuliskan kata DENDAM di kertas kosong yang tersedia.
Lalu, Lusiana yang memang mengincar Karin itu mencoba merasukinya dan karena Karin wanita yang kuat membuat Lusiana tidak semudah itu untuk masuk, lalu, Lusiana mencoba menyerang menggunakan benda-benda yang ada di kamar Dania.
Dan sebuah lampu hias melayang ke arah Karin dan Fara mendorong Karin.
Karin menatap Fara dan karena Lusiana tak terlihat membuat tiga gadis itu membuat formasi dengan saling memunggungi. Ketiganya memperhatikan sekitar dan Dania yang sudah menyediakan garam kasar itu memberikannya juga pada Karin dan Fara.
Lalu, ketinganya dengan kompak menebarkan garam itu, tak sengaja sebutir garam itu mengenai wajah Lusiana dan itu melukainya.
Lusiana menggerakkan tirai untuk melilit tiga gadis itu dan Karin mengucapkan nama Allah membuat lilitan tirai itu mengendur dan Karin melihat sedikit bayangan hitam yang ada di depan lemari Dania itu segera menaburkan garam ke arahnya.
__ADS_1
Dan karena itu, Lusiana memilih pergi.
Lusiana menutup jendela kamar Dania dengan sangat kencang sehingga kaca itu menjadi pecah.
"Jaga kau Karin!" kata Lusiana sebelum benar-benar pergi.
Setelah itu, semua dapat bernafas lega dan baru saja Lusiana pergi, kunti yang tadi pergi sudah datang kembali, ia duduk di depan Karin dan ia lupa menyembunyikan wujudnya sehingga Karin harus terjengkang saat bertatapan dengannya.
Setelah hari itu, Karin demam dan sekarang, Arion sedang membesuknya.
"Untuk apa kamu bermain mainan itu?" tanya Arion setelah mendengar cerita lengkapnya.
"Untuk membuktikan kalau dia benar-benar masih ada," jawab Karin yang sedang di kompres oleh Arion.
Arion menarik nafas dan merasa kalau Karin kekanakan untuk membuktikan kalau dirinya benar.
Dan tanpa Karin sadari, permainan malam itu membuat kunti yang datang terus mengikutinya.
Seperti sekarang ini, kunti itu duduk di atas lemari Karin dan memperhatikan Karin yang sedang dirawat oleh Arion.
Arion mengira kalau itu adalah ulah anak-anak yang sedang iseng, Arion memperhatikan sekitar dan Arion tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Setelah itu, Arion berniat menghapus tanda itu yang terbuat dari darah.
"Darah apa ini?" tanya Arion seraya menatap tanda itu.
Lalu, Arion meminta pada temannya yang di bagian forensik untuk memeriksa dan ternyata itu adalah darah anjing.
"Anjing?"
"Ya," jawab teman Arion.
"Siapa yang bermain-main dengan anjing untuk lelucon seperti ini," gumam Arion dalam hati.
Setelah itu, Arion memeriksa CCTV mobilnya dan Arion tak menemukan siapapun di sekitar mobilnya.
****
__ADS_1
Di rumah Rima, Rima sedang merawat Oki yang berbaring di ranjang dan Syahnaz ada di kamar bersama mereka.
Lalu, Rima harus mengambil air hangat di belakang. "Aku ambil air dulu," kata Rima yang kemudian bangun.
Oki yang melihat itu menjadi terharu, ia menyesal telah melukai istri yang begitu menyayanginya.
Lalu, Syahnaz yang berada di samping Oki itu terus menangis dan Oki berusaha untuk memenangkannya dengan cara menjujungnya, tetapi, Syahnaz tidak juga diam, ia sedang memberi tanda kalau di rumahnya ada sesuatu yang mengerikan yaitu kehadiran Lusiana yang mengincar Rima.
Rima yang sedang menuang air panas ke termos itu harus harus terkejut saat pintu belakang tiba-tiba saja terbanting, padahal, memang sejak awal pintu itu tertutup.
Oki segera menggendong syahnaz dan pergi ke dapur untuk melihat itu dan betapa terkejutnya Oki saat melihat Rima terjerat kain serbet dan Oki yang melihat itu segera berteriak memanggil mertuanya yang sudah tertidur.
"Ibu!" teriak Oki dan mertuanya yang sangat pulas itu tak mendengar suara Oki. Lalu, Oki meletakkan Syahnaz begitu saja di lantai dan Oki mencoba untuk membantu melepaskan kain serbet yang menjerat leher istrinya.
Lalu, mertua Oki datang karena mendengar suara Syahnaz yang menangis dan wanita berbadan sedikit sekal itu melihat Oki yang ia kira sedang melakukan aksi pembunuhan terhadap istrinya.
Mertuanya itu memukul punggung Oki menggunakan teko yang ada di meja makan.
Oki tak menghiraukan mertuanya dan karena Lusiana memang berniat untuk meneror, Lusiana pun melepaskan jeratannya dari leher Rima.
Rima pun jatuh pingsan dan seketika kain serbet itu terlepas dan Oki yang sebenarnya masih belum pulih betul itu berteriak meminta tolong dan tetangga Oki yang kebetulan baru pulang bekerja itu segera berlari kearahnya.
"Tolong istri saya," pinta Oki dan kemudian semua orang membawa Rima ke rumah sakit dan di sana Rima masih dapat diselamatkan.
Karena menuduh Oki yang berbuat, sekarang, Oki harus ditahan dan setelah Rima membuka mata, Rima menjelaskan kalau tadi ada yang datang dan menyerangnya.
Oki bertanya siapa dia dan Rima menjawab kalau ia tidak terlihat.
Apa yang dialami Rima membuat keluarga itu merasa tidak aman.
****
Karin yang baru saja membaik itu mendengar kabar Rima dan Karin kembali menyangkut pautkannya dengan Lusiana.
Dan kali ini Arion sedikit percaya dan Arion mengalami flashback di mana dirinya mendapatkan tanda R yang berarti adalah Rima.
Bersambung.
__ADS_1