DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Akhirnya Menikah


__ADS_3

Karin tak menjawab pertanyaannya dan Karin mengucapkan selamat pada Arion.


Arion yang tak mengerti itu pun bertanya, "Selamat untuk apa? Kalau kamu saja menolakku!"


"Selamat karena kalian akan kembali bersatu," kata Karin seraya mengambil tangan Arion dan Karin melihat tangan Arion terluka, dalam hatinya sangat ingin sekali mengobati luka itu.


Tetapi, tujuan Karin adalah mengembalikan cincin dan Karin mengembalikannya, tetapi, Karin tidak dapat lepas dari tangan Arion yang menggenggam tangannya.


Arion membawa Karin ke dalam pelukan dan Arion tanpa meminta ijin lebih dulu itu mencium Karin.


Karin yang sama sekali belum pernah melakukan itu pun mematung, matanya terbuka lebar saat bibir Arion mendarat di bibirnya dan Karin mendorong dada Arion.


Arion tersenyum melihat Karin yang merona dan Arion mengulanginya lagi dan kali ini Arion mengarahkan Karin untuk membalasnya dan Karin mencubit pinggang Arion dengan kencang.


"Aaaaaa!" teriak Arion seraya menahan tangan Karin dan karena malu, Karin pun berlari keluar dan di pintu masuk, Karin bertemu dengan Melodi yang membawa makan malam untuk mantan suaminya.


Karin dan Melodi saling menatap, Arion yang berniat menyusul Karin itu tak tinggal diam saat Karin akan keluar dari rumahnya.


Arion yang masih menggenggam cincin itu kembali melingkarkannya di jari manis Karin.


"Aku mencintaimu, tetaplah bersamaku apapun rintangan yang ada di depan nanti," kata Arion dan Karin menatapnya, Arion kembali melamar Karin dan kali ini di depan mantan istrinya.


Melodi yang melihat itu menjatuhkan apa yang dibawanya, lalu, Melodi pergi tanpa mengatakan apapun.


Karin memperhatikan Melodi dan Arion membawa wajah Karin untuk kembali menatapnya.


"Dia masa laluku, kamu dan Cila adalah masa depanku! Menikahlah denganku!"


Dan akhirnya, Karin mengangguk membuat Arion yang sudah menunggu lama itu segera menggendong Karin ala bridal.


"Arion, turunkan aku!" pinta Karin yang takut jatuh karena Arion kembali membawa Karin masuk.


"Arion, kita belum menikah," kata Karin yang Arion bawa ke kamar dan Karin harus turun dari gendongan pria itu.


"Aku harus pulang, mau kah kamu mengantarkan ku?" tanya Karin dan Arion mengusap pucuk kepala gadis itu.


Arion mengantarkan Karin menggunakan sepeda motornya dan Karin yang membonceng itu memeluk dengan menyenderkan kepalanya di punggung Arion.


Karin sendiri tak menyangka akan jatuh cinta sedalam ini dan tanpa Karin juga Arion sadari, sebenarnya mereka tidak berdua, ada kunti yang selalu mengikuti Karin dan sekarang kunti itu ikut membonceng di belakang Karin.


****


Beberapa hari kemudian, Arion sudah mengikrarkan janji sucinya bersama Karin dan Arion meminta pada Karin untuk tidak meninggalkannya apapun masalahnya.

__ADS_1


Karin mengangguk dan saat ini, pengantin baru itu ada di kamar Karin dan Arion yang sudah tidak dapat menahan segala rasa itu harus terganggu dengan suara berisik dari lemari Karin.


Arion yang sudah ada di atas Karin itu menatap lemari.


"Apakah setiap hari dia seberisik ini?" tanya Arion yang kemudian kembali menatap Karin.


Karin mengangguk dan Arion menggelengkan kepala, kemudian Arion yang sudah tanggung itu tak menghiraukan Lusiana yang masih terus mengamuk.


Olahraga malam pun terjadi dan Lusiana harus menutup telinganya saat mendengar Karin yang sedikit berteriak.


Ya, Karin merasa sakit terlebih lagi ini adalah pertama kali baginya.


Arion yang mendapatkan kesucian itu merasa bangga dan semakin menyayangi Karin. Arion pun mengecup kening istrinya.


****


Lima tahun berlalu, sekarang, Karin sedang mengantar Cila ke sekolah dengan mengendarai mobilnya dan Karin tidak berdua saja karena sudah ada Arion junior yang ikut bersama dengan Mereka.


Arka namanya, balita itu berusia tiga tahun dan Cila sangat menyayangi adiknya.


Setelah mengantar Cila, Karin mengajak Arka untuk ikut pergi ke acara pesta pernikahan Dania yang digelar di hotel berbintang.


"Mi, dia selalu mengikuti kita," kata Arka seraya melihat ke bangku belakang.


"Jangan dilihat," kata Karin pada Arka yang duduk di sampingnya.


"Iya, Mi."


Tidak lama, Karin dan Arka sudah sampai di hotel dan seperti biasa, Karin mendapatkan pertanyaan, "Dimana suamimu?"


"Dia sangat sibuk dengan semua kasusnya," jawab Karin dan Arka ingin menjadi seperti ayahnya.


"Dady sangat keren, Arka ingin menjadi sepertinya," celetuk Arka dan balita itu membuat semua orang menjadi gemas.


****


Siang berlalu, sekarang, Karin sedang mengusap dadanya karena Cila yang selalu menguji kesabarannya.


Cila sangat sulit untuk belajar dan nilainya kain hari makin menurun.


Lalu, setelah Arka tidur, Karin menemui Cila ke kamar.


Karin mengajak Cila untuk bicara.

__ADS_1


Dan Cila sedang bermain ponsel itu meletakkannya karena Karin memintanya.


"Ada apa, Mi?" tanya Cila seraya merubah posisinya menjadi duduk.


"Kenapa kamu tidak mau belajar?"


"Cila bosan, Mi," jawab Cila seraya kembali berbaring di ranjang, meraih ponselnya dan sebelum Cila mendapatkan ponsel itu, Karin sudah mengambilnya.


"Cila, kamu bisa bermain lagi setelah belajar, apa kamu tidak kasihan dengan Dadymu? Dia bekerja keras untuk kita dan kami sebagai orang tua tidak menuntut apapun, kami hanya merawatmu, membesarkan dan Mami rasa belajar bukanlah pekerjaan yang sulit," kata Karin seraya membawa ponsel Cila.


Dan Cila yang masih belum menyukai Karin itu berteriak. "Kembalikan ponsel Cila, ponsel itu pemberian Mommy bukan Mami!"


Dan Karin yang keluar dari kamar itu menutup pintu dan ternyata di depan pintu sudah ada Arion yang baru saja kembali bekerja.


Arion mengusap pucuk kepala Karin dan membawanya ke pelukan.


"Tidak apa, kamu tidak salah, jangan bersedih," kata Arion dan Karin mengangguk.


Setelah itu, Karin dan Arion kembali ke kamar, di sana, Karin dan Arion harus mendengar suara berisik dari dalam brangkas, ya, Arion menyimpan kotak itu di dalam sana.


Dan suara berisik itu seolah menjadi pengantar tidur bagi Karin dan Arion.


Sementara Lusiana, ia mengucap sumpah serapah kalau sampai dirinya bebas, Lusiana akan menghabisi semua anak keturunan Karin dan Arion.


(Untuk beberapa episode Lusiana anteng dulu, ya.)


****


Di rumah Melodi, wanita itu yang sudah menikah lagi tak bahagia, ia mendapatkan pria yang memang selalu ada, tapi itu membuatnya pusing karena selalu berada di rumah dan Melodi yang harus mencari nafkah.


"Kamu tau, aku sangat lelah, bisakah kamu membantuku mencari nafkah?" tanya Melodi yang baru saja kembali dari kantor.


"Kenapa? Membersihkan rumah dan menyiapkan semua yang kamu butuhkan juga bekerja, bukan?" tanya suaminya yang sedang duduk bersantai menonton televisi.


"Tapi bukan ini yang ku inginkan, aku ingin kamu bertanggung jawab sebagai seorang pria!" Setelah mengatakan itu, Melodi masuk ke kamar, ia meninggalkan suaminya yang sudah kebal dengan semua ocehannya.


Melodi yang duduk di bibir ranjang itu mengambil ponselnya, ia menatap nomor ponsel Arion dan sangat ingin menghubunginya.


Apakah Melodi akan mengganggu rumah tangga Arion dan Karin?


Bersambung.


Jangan lupa like dan komen, ya, all.

__ADS_1


Dukung juga dengan Vote/giftnya, ya. Terima kasih yang sudah mendukung 💙


__ADS_2