
Tanpa berpikir panjang, Alexia pergi menemui Karin di tengah malam.
Diam-diam, Alexia masuk melalui pintu belakang, sudah seperti maling dan Alexia terpergok oleh boneka Karin yang tanpa Alexia tau kalau boneka yang sedang duduk di sofa itu sedang menatapnya.
"Oh, jadi benar, itu boneka Karin, sama persis jeleknya!" kata Alexia seraya menatap boneka yang juga sedang menatapnya.
Setelah itu, Alexia yang sudah ada di ruang tengah itu mencari kamar Karin dan dia menemukan kamar yang tidak terkunci.
Baru saja, Alexia membuka pintu kamar itu sudah menjerit saat boneka itu sudah memegangi kakinya.
Alexia menendang boneka itu dan karena takut dengannya, Alexia berniat keluar dari rumah Karin, tetapi tak semudah itu.
Alexia yang berlari ke dapur dan berniat keluar melalui pintu belakang itu menjadi panik saat pintu itu terkunci dan entah kemana kuncinya.
Alexia yang menggunakan pakaian serba hitam itu mengambil panci, lalu ia lemparkan benda itu pada boneka kecil yang dapat berjalan.
Alexia terus melemparkan peralatan dapur dan Alexia mendapati pisau, ia pun menantang boneka itu.
"Ayo, sini kamu. Boneka setan!" kata Alexia dan boneka itu menutupi mulutnya yang tertawa menertawakan Alexia.
Lalu, Alexia berniat menangkap boneka itu, ia mengambil panci dan saat Alexia sudah mendapatkan pancinya, Alexia tak melihat boneka itu yang ternyata sudah ada di belakangnya, memegang pisau.
Alexia merasa ada sesuatu di belakangnya dan secepat kilat Alexia menghindar saat boneka itu mengayunkan pisau.
"Karin, tolong!" teriak Alexia yang sekarang sudah dicekik oleh boneka setan itu.
Dan Karin yang sedang mendengarkan musik melalui headsetnya itu tak mendengar suara Alexia.
Lalu, Alexia yang berhasil melepaskan boneka itu melihat kunci rumah yang tergeletak di lantai dapur. Ia pun segera membuka pintu, berlari keluar dari rumah Karin dan boneka itu menertawakan Alexia dari kaca jendela dapur.
Alexia yang hampir kehabisan nafas itu mengusap lehernya seraya menatap tajam pada boneka Karin.
Sesampainya di rumah, Alexia mencari tau melalui internet, ia mencari boneka yang bisa berjalan, bergerak dan menyerang.
Yang Alexia temukan adalah boneka setan atau boneka yang di dalamnya terdapat arwah penasaran.
Alexia menghubungi Karin dan Karin yang memang tidak begitu akrab dengan Alexia pun mengabaikannya.
Tidak lama kemudian, Alexia mengirim pesan dan Karin tetap mengabaikan, bahkan Karin tanpa membaca isi pesan itu sudah menghapusnya.
Karin yang merasa haus itu harus bangun dan ia terkejut saat melihat dapur yang begitu berantakan.
__ADS_1
Karin juga melihat bonekanya yang tergeletak di lantai dapur.
"Sayang, kenapa kamu di sini, kenapa sering berpindah dari tempatmu?" tanya Karin seraya mengangkat boneka itu.
Dan berapa terkejutnya Karin saat merasakan boneka itu bergerak, boneka itu menatapnya, seketika, Karin melemparkannya.
Dan boneka itu berdiri, lalu mengatakan kalau itu menyakitkan.
"Jangan lempar aku, aku bosan dilempar, itu menyakitkan!" kata boneka.
"Namaku Lusiana, jangan takut, aku ada di pihakmu," kata Lusiana seraya berjalan mendekat ke arah Karin dan Karin yang terdiam itu jatuh pingsan.
****
Keesokan paginya, Karin terbangun dan Lusiana sudah ada di tempatnya semula yaitu sofa ruang tengah yang terletak di depan kamarnya.
Karin yang membuka mata itu segera melihat kanan dan kirinya, ia tak melihat Lusiana dan Karin segera bangun dari berbaringnya.
Karin mencari Lusiana dan Karin menemukannya di sofa.
Lalu, Karin mengambilnya dan membanting boneka itu. Karin berharap kalau semalam itu tidaklah nyata, mana ada boneka yang dapat bicara, begitulah pikir Karin.
Dan yang Karin dapatin adalah boneka yang diam, Lusiana yang mengetahui kalau Karin takut dengannya itu tak mau menunjukkan wujud aslinya.
Karin pun menginjak-injak boneka tersebut.
"Bangun kamu, bukankah kamu dapat bicara!" kata Karin dengan terus menginjaknya.
Lalu, datang Andre yang membawakan sarapan untuk Karin, Andre melihat Karin seperti orang gila dan Andre berusaha menenangkannya.
Tetapi, Andre didorong oleh mantan kekasihnya itu. Ya, setelah Karin menerima foto dari Alexia, Karin langsung memutuskan hubungannya.
"Untuk apa kamu ke sini, aku tidak menerimamu lagi!" teriak Karin seraya mendorong Andre.
Dan Andre mengatakan kalau dirinya datang untung membantu dan setelah apa yang dilihatnya, Andre berniat membawa Karin ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya.
Seketika, Karin teringat dengan dirinya saat mengatakan hal yang sama pada Laila. Karin merasa kalau apa yang diucapkan oleh Laila adalah benar.
Karin terduduk, ia menutup telinganya seraya menatap boneka yang tergeletak di lantai..
Dan Karin duduk di sana sampai waktu yang cukup lama, Karin tak beranjak, sama sekali tak bangun dari duduknya menatap boneka itu sampai waktu berganti malam, membuat Andre yang masih menunggunya itu semakin khawatir.
__ADS_1
****
Di rumah sakit, Alexia sedang menatap Bram yang sedang berbaring di brangkar, ia ingin mencari tau penyebab Bram jatuh dari tangga.
Teringat dengan itu, Alexia pun segera pulang, ia ingin memeriksa CCTV di rumahnya dan Alexia terkejut saat melihat boneka yang dengan sengaja mengejutkan Bram.
"Boneka sialan itu, dari mana Karin mendapatkannya?" tanya Alexia pada dirinya sendiri.
****
Di rumah Karin, karena lelah dan mengantuk, sejenak, Karin memejamkan matanya dan Karin yang mendengar suara berisik itu membuka matanya, Karin melihat kalau Lusiana yang berada di atas Andre itu tengah menusuknya menggunakan pisau dapur.
Tentu saja, melihat itu Karin segera berteriak, ia bergegas bangun untuk melemparkan boneka tersebut sampai boneka itu mengenai televisi.
Karin berusaha menolong Andre dan Alexia yang baru datang untuk boneka itu menuduh Karin telah melakukan percobaan pembunuhan dan Alexia berteriak membuat warga sekitar berdatangan.
"Alex, aku berani bersumpah, bukan aku pelakunya!" kata Karin yang tangannya masih menutupi dada Andre yang terluka dan saat itu juga Andre menghembuskan nafas terakhirnya.
"Andre!" teriak Karin yang sudah tak merasakan nafas Andre saat jarinya ia letakkan di depan hidung Andre.
"Andre, bangun, Ndre," tangis Karin, selain bersedih hati karena Andre telah tiada, Karin juga membutuhkan saksi mata untuk menyelamatkannya dari jeratan hukum.
Benar saja, setelah kejadian itu Karin mendekam di penjara, ia tidak salah dan mengapa harus mendekam di penjara, Karin tidak menerimanya dan sama sekali tak mau mengakui.
Dan polisi yang menginterogasinya menyuruh Karin untuk mengakui dan mendapatkan keringanan.
Karin menjawab, "Bukan saya pelakunya, boneka sialan itu yang melakukan, bukan saya!" bentak Karin dan Karin pun mendapatkan tamparan karena telah membentak.
Gadis yang rambutnya berantakan itu menyentuh pipinya, terasa panas dan Karin menyimpan denda pada Lusiana.
Setelah interogasi, Karin kembali ke sel tahanan dan Karin hanya bisa duduk diam di sudut dengan memeluk kakinya.
"Bukan aku, bukan aku!" batin Karin.
Dan polisi yang menangani kasus tersebut memang tidak menemukan sidik jari Karin, tetapi, tidak ada lagi yang menjadi tersangka selain Karin.
Dapatkah Karin keluar dari penjara?
Jangan berhenti line dan komen, ya, all.
Dukung karya author dengan gift/votenya, ya.
__ADS_1
Terima kasih. 💙