
"Aman," jawab Arion.
Setelah itu, Arion mengajak Cila dan Karin pulang.
Arion menggendong Cila di depan dan Karin yang membawakan barang Cila.
Sekarang, semuanya sudah ada di dalam mobil.
Arion menidurkan Cila di kursi belakang, sebelum kembali ke rumah, Arion mengantar Karin lebih dulu dan setelah Karin turun, Cila terbangun dari tidurnya.
Cila yang merasa penasaran dengan Karin itu bertanya, "Dady, siapa tante itu?"
"Dia teman Dady," jawab Arion seraya memindahkan Cila ke bangku depan.
"Tapi Cila tidak suka, Cila tidak mau Dady sama perempuan lain selain Mommy," kata Cila seraya menatap Arion.
Arion tersenyum. "Nak, kamu tidak tau saja, Dadymu ini sudah ditinggal Mommymu," kata Arion dalam hati.
****
Di rumah Karin, ia sedang menonton televisi, berbaring seraya memeluk bantal sofa dan Karin mendengar suara orang minta pintu, Karin membukanya dan jantung Karin hampir lepas dari tempatnya saat tiba-tiba ada benda kecil yang menyerangnya, benda itu adalah boneka Lusiana.
"Aaaaa!" teriak Karin seraya berusaha melepaskan Lusiana yang menempel di wajahnya.
Dan Hendru yang sedang tidur itu bangun, ia keluar dari kamar dan melihat Karin yang sedang bermimpi buruk.
Hendru membangunkannya, "Karin... Karin, bangun, Nak!"
Karin membuka mata dan Karin segera merubah posisinya menjadi duduk, gadis yang rambutnya sekarang pendek sebahu itu mengusap peluh yang menetes dari dahinya.
"Karin, belakangan ini, kamu selalu mimpi buruk, apa ada yang mengganggumu?" tanya Handru yang duduk di samping Karin.
Karin hanya menggeleng, setelah itu Karin bangun dari duduk. "Karin pindah ke kamar, Pah," kata Karin seraya memaki sandal tipisnya.
Di kamar, Karin yang melihat jendela belum ditutup itupun menutupnya dan setelah Karin berbalik badan, di balik jendela itu ada yang sedang mengawasi, dia adalah Lusiana.
Karin mengusap lehernya dan saat Karin kembali melihat jendela, di sana sudah tidak ada apa-apa.
Dan Lusiana yang kehilangan Alea itu kembali ke tempat persembunyiannya yaitu di genteng rumah yang terbengkalai. Kenapa Lusiana memilih genteng, karena di rumah terbengkalai itu kerap kali ada binatang seperti kucing dan anjing liar.
****
Setelah menemani Cila sampai tertidur, sekarang, Arion sedang berdiri di depan papan mading ruang kerjanya. Arion memperhatikan semua foto korban Lusiana dan semua adalah pelaku pelecehan kecuali Laila.
"Andre selingkuh dengan Alexia, lalu, Andre dan Alexia mati," kata Arion seraya memperhatikan foto keduanya.
"Adele, siapa Adele?" tanya Arion yang kemudian mengambil ponselnya, mengirim pesan pada seseorang.
Setelah itu, Arion kembali menyimpan ponselnya. Ia menatap boneka Lusiana.
__ADS_1
"Lusiana, apakah dia arwah penasaran, biasanya, yang menjadi arwah penasaran adalah mereka yang mati tidak wajar," gumam Arion.
Setelah itu, Arion keluar dari ruang kerjanya, ia duduk santai di sofa ruang tengah seraya membuka laptopnya.
Dan saat ia itu juga, Arion teringat dengan kasus tiga tahun lalu, kasus yang menewaskan satu keluarga karena dibunuh oleh gadis muda.
Gadis muda yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dan setelah penyelidikan, ternyata, gadis itu adalah korban pemerkosaan dan saat gadis itu meninggal, dirinya sedang hamil muda.
Ingat dengan kasus itu, Arion pun membuka berkas lama dan Arion menemukan jawabannya.
****
Keesokannya, Arion pamit pada Cila.
"Dady harus mengurus pekerjaan, kamu jangan nakal sama Bibi di rumah!"
Setelah itu, Arion mengecup kening Cila, lalu, menurunkan gadis kecil yang sedang digendongnya.
"Dady, Dady bilang tidak sibuk, tapi, Dady pergi terus, Cila ingin ke rumah Mommy," rengek Cila yang tak mau lepas dari gendongan Arion.
"Ya, sebaiknya, kamu bersama dengan Melodi, setidaknya sampai kasus ini benar-benar selesai," kata Arion dalam hati, setelah itu, Arion menggandeng tangan kecil Cila, membawanya ke mobil.
Sesampainya di rumah Melodi, Melodi sedikit menertawakannya, "Kamu bilang minggu ini tidak sibuk, tapi, lihatlah kenyataannya."
"Maaf, ada pekerjaan mendadak," kata Arion yang ingin segera pergi, dirinya sudah tidak lagi ingin berdebat dengan mantan istrinya.
"Ya, selalu saja begitu!" timpal Melodi seraya menarik tangan Cila dan membawanya masuk.
****
Arion pergi ke rumah sakit jiwa, melihat keadaan Adele yang selalu memeluk boneka.
Untuk memastikan boneka itu bukanlah Lusiana, Arion meminjamnya dan Adele segera merebut kembali boneka itu.
Arion merasa sedikit lega setelah tak melihat luka tembak di punggung boneka tersebut.
Melihat keadaan Adele, Arion mengira kalau Lusiana ingin bersama Adele.
"Tapi mau bagaimana, sekarang, mereka sudah beda alam," kata Arion seraya menatap boneka yang sedang ia sisir.
****
Beberapa waktu berlalu, karena Lusiana masih bersembunyi, keadaan sedikit aman terkendali.
Tetapi, selama bersembunyi, Lusiana yang sedang ada di loteng itu duduk dengan melipat lututnya, memeluk dan menangis.
"Hidupku sungguh menyedihkan, aku sangat iri dengan keluarga bahagia itu," kata Lusiana dengan pandangan lurus ke depan.
Flashback on..
__ADS_1
Lusiana yang baru saja dari rumah karin malam itu, melihat keluarga kecil yang bahagia dengan bayinya.
Seorang ayah yang sangat menyayangi istri dan putri kecilnya. Lusiana melihat kebersamaan itu dari jendela yang tirainya tidak tertutup rapat.
"Kamu sibuk sekali, Mas. Sampai kelelahan, mau aku pijit?" tanya istrinya yang sudah mengenakan piyama, lalu, istrinya itu meletakkan bayinya di keranjang bayi.
Pemandangan semakin indah saat si suami memeluk istrinya dari belakang dan sama-sama memperhatikan bayi kecilnya.
Lalu, Lusiana yang merasa masih remaja itu harus pergi saat si suami mulai bergerilya.
Flashback off..
"Aku harus bisa masuk ke keluarga itu," kata Lusiana seraya bangun dari duduk.
Dan Lusiana sudah seperti kucing yang berkeliaran lewat atap.
Sesampainya di rumah itu, Lusiana berbaring di pintu belakang.
Saat pagi menjelang, si ibu muda yang akan menjemur pakaian itu tak sengaja menginjaknya.
Wanita berdaster panjang selutut itu terkejut saat Lusiana berbunyi 'tetot'.
"Astaga, boneka siapa ini?" tanyanya pada diri sendiri.
Lalu, wanita berambut panjang itu meletakkan embernya kemudian mengambil boneka tersebut.
"Boneka yang cantik, tapi terlihat sedih," kata wanita itu yang membawa Lusiana masuk dan memasukkannya ke mesin cuci. "Astaga, aku harus dicuci lagi, pasti setelah ini aku harus dijemur seharian, untuk aku bukan vampir yang akan meleleh saat terkena sinar matahari."
****
Di kantor Bram, pria itu memanggil Karin dan menanyakan kebenaran tentang boneka Lusiana yang polisi katakan bahwa boneka setan itu sudah lenyap.
"Belum, mereka hanya menutupi untuk meredam kekhawatiran masyarakat, tapi, tenang saja, saya dan Arion masih dalam pencarian," kata Karin.
Dan Bram mengangguk.
"Kerja bagus, Karin, aku tidak menyangka kalau, Laila memiliki anak yang hebat sepertimu," puji Bram.
Karin tersenyum.
"Baiklah, saya harus pergi," kata Karin yang kemudian bangun dari duduk.
"Apakah uang itu sudah habis?" tanya Bram yang ikut berdiri.
"Masih ada, anda tidak perlu khawatir," jawab Karin.
Setelah itu Karin pergi dan diantar oleh pengawal Bram sampai ke pintu.
Apakah Lusiana akan bahagia setelah berada di tengah keluarga kecil tersebut?
__ADS_1
Like dan komen, ya, all. Dukung Author karena dukungan kalian adalah semangatku. 💙