
Di sebuah gang kecil, Karin dan Arion sedang berjalan dengan cepat.
"Arion, kita harus cepat!" kata Karin dan Arion mengiyakan.
Kemana tujuan keduanya?
****
"Ibu, kamu bilang aku hanya boneka?" tanya Lusiana yang sedang menyeret Syahnaz.
Dan karena tersinggung, Lusiana langsung melepaskan Syahnaz dari tangannya dan Lusiana mendekati Rima yang mulai ketakutan.
"Tidak, maksudku bukan seperti itu, Ibu bisa jelaskan," kata Rima seraya mundur perlahan.
Malam ini, Lusiana menangis darah dan merasa tidak akan melepaskan sesiapapun.
Rima jatuh terduduk di meja sofa ruang tamu dan Lusiana menutup semua pintu menggunakan kekuatannya, seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih dari boneka.
"Ya, Ibu salah, Ibu minta maaf, Lusi," lirih Rima dan Lusiana sudah tidak lagi mempercayainya.
Dan yang terjadi adalah, Lusiana harus menarik kaki Rima menggunakan satu tangannya.
Rima tersadar kalau dirinya telah menyimpan petaka di rumahnya, Rima yang tak mampu melawan itu berpegangan pada kaki meja dan Lusiana masih tetap menyeret.
__ADS_1
Lusiana membawa Rima ke kamar dan dengan sengaja Lusiana menutup pintu itu dengan kencang supaya kaki Rima terjepit.
"Ini yang ku rasakan saat tanganku putus," kata Lusiana yang menatap Rima, Rima yang tengah berteriak dan Rima menangis sejadinya.
Berharap kalau Lusiana akan menjadi pelindung keluarganya justru menghancurkannya.
Dan sekarang, Lusiana kembali menyeret kaki Syahnaz.
Rima yang kakinya cidera itu hanya bisa menangis.
"Jangan bawa anakku!" teriak Rima dan Rima yang mendengar suara Karin di depan rumah itu berteriak.
"Karin, tolong!"
Melihat Lusiana terus menyeret Syahnaz yang menangis itu membuat Rima harus bangun, ia harus menyelamatkan putrinya.
"Setaaaan! Urusanmu denganku, bukan anakku!" teriak Rima yang sedang berusaha mengejarnya walau berjalan dengan kaki yang diseret.
Lalu, Rima terdiam saat melihat Arion yang masuk melalui pintu belakang itu sudah berada ada di belakang Lusiana.
Terlihat, Arion membawa kandang dan Rima kembali memaki supaya Lusiana tetap menatapnya dan karena mulut Rima tak bisa diam, Lusiana menatapnya tajam dan saat Lusiana melepaskan Syahnaz untuk memberi Rima pelajaran.
Dan saat itu juga, Arion menangkap Lusiana dan Arion yang sempat meremehkannya itu ternyata harus mengeluarkan semua tenaganya untuk menahan Lusiana.
__ADS_1
"Arion, lepaskan aku, dasar pria tidak berperasaan," kata Lusiana yang memutar kepalanya menatap Arion.
Lalu, Karin yang menyusul itu segera membuka pintu kandang dan Arion telah menangkap Lusiana.
Kandang kucing berukuran kecil itu bagaikan penjara bagi Lusiana dan Lusiana terus berteriak.
Lalu, setelah boneka itu tertangkap, Arion dan Karin segera menolong keluarga Oki.
Oki dinyatakan koma, sementara Rima, ia mengalami cedera parah di kakinya dan itu membuat Rima harus duduk di kursi roda.
Rima terus menangis, menyesal karena telah menyimpan iblis di rumahnya.
Dan Rima mengucapkan terima kasih pada Karin dan Arion yang sudah datang.
Di kantor Arion, Lusiana yang ada di kandang kucing itu hanya diam, tergeletak layaknya benda mati pada umumnya.
"Kamu serius, dia bisa bergerak untuk melukai orang?" tanya salah satu teman Arion dan Arion hanya diam.
Percuma saja menjelaskan jika mereka tak melihat menggunakan mata kepalanya sendiri.
"Arion, kurang ajar kamu, awas kamu, Arion!" kata Lusiana dalam hati.
Arion hanya diam, ia menatap Lusiana yang sama sekali tak bergerak dan Arion yang terdiam itu sedang memikirkan cara untuk melenyapkannya.
__ADS_1
Dapatkah Arion melenyapkan Lusiana?