DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Karin Si gadis Gila


__ADS_3

Flashback on, Lusiana yang berada di kamar itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan menyayat nadinya, tetapi, si pria gendut berhasil menyelamatkannya dan Adele mengucapkan terima kasih.


Setelah selamat dari itu, Lusiana yang putus sekolah sama sekali tidak keluar dari rumah.


Dan Lusiana harus keluar dari rumah ketika Adele memaksanya untuk keluar rumah membeli pembalut. Di warung terdekat, Lusiana mendengar gosip yang selalu menggosipkan Adele.


"Yah, namanya juga janda, pasti dia butuh modal buat hidupnya dan anaknya, tau sendiri gaya hidup mereka sok sosialita." Lusiana mendengar itu dari mulut tetangganya dan Lusiana yang mengenakan masker itu menitikkan air mata.


Ketika kembali ke rumah, Lusiana tidak melihat Adele, justru Lusiana melihat pria gendut yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


Hatinya bergetar karena takut dan Lusiana kembali keluar, tetapi, Lusiana yang berbadan kecil itu di tarik rambutnya oleh si gendut, si gendut membawanya masuk ke rumah.


Lusiana menangis dan terus menjerit, ia meminta pertolongan tetapi, Adele tidak ada dan pria itu membungkam mulut Lusiana, menyumpalnya menggunakan ****** ***** miliknya.


"Ibumu sedang datang bulan, tidak dapat melayani ku, kamu harus menjadi gantinya!" kata si gendut seraya menahan tangan Lusiana yang mencoba melawan.


Lusiana yang sudah mengerti apa yang akan terjadi menangis, dalam hatinya ia berdoa, meminta pada Tuhan untuk mencabut nyawa pria itu dengan penuh kesakitan.


Flashback off.


****


Karin yang di besuk oleh ayahnya itu menangis. Mengadu kalau bukan dirinya yang melakukan pembunuhan itu.


Dan Hendru mempercayai Karin yang mengatakan kalau bukan dirinya, tetapi, Hendru tidak mempercayai ucapan Karin yang mengatakan kalau boneka yang melakukannya.


Hendru menganggap Karin sedikit gila. Setelah itu, Hendru meminta ijin pada Karin untuk menjual rumah Laila, demi membebaskannya dari jeratan hukum.


Benarkah apa yang Hendru lakukan?


"Setelah ini, tinggal-lah bersama Papa, Papa tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu, Karin!"


Karin terdiam dan setelah itu Karin harus kembali ke sel.


Di dalam, Karin merenung, walau dirinya sudah menjelaskan seperti apapun, nampaknya, tidak akan ada yang mempercayainya, Karin yang terdiam itu teringat dengan malam Saat Laila meninggal, betapa mengerikannya yang Laila alami dan dirinya sama sekali tidak mempercayainya.

__ADS_1


Karin kembali menangis dan membuat bosan penghuni lainnya.


****


Lusiana yang berada di dalam boneka merasa bosan ketika sendiri di rumah Karin dan dirinya belum menyelesaikan misinya yaitu menghabisi Alexia dan Bram.


Lusiana yang terkurung dalam boneka kecil itu berjalan kaki dan Lusiana yang pintar itu tentu saja berjalan dengan sembunyi-sembunyi.


Seraya menemukan majikan yang baru, Lusiana harus pergi menemui Alexia yang bersembunyi di hotel, di ruangan Bram.


Alexia sudah menyiapkan tongkat kasti apabila dia kedatangan tamu tak diundang dan benar saja, Alexia yang mengawasi dari CCTV itu melihat boneka yang membuka ruangannya dan Alexia yang merasa yakin dapat mengalahkannya itu ternyata tidak semudah dengan apa yang dibayangkan.


Lusiana yang bertubuh kecil dan mungil itu meledek Alexia.



Lusiana boneka yang dirasuki oleh Lusiana.


Alexia menantangnya seraya mengacungkan tongkatnya dan Lusiana pun tertawa.


Lusiana berlari melewati kaki Alexia dan Alexia berbalik badan untuk memukul Lusiana menggunakan tongkat baseballnya. Tetapi, tongkat itu mengenai meja kerja Bram beserta laptop dan meja kaca itu pecah dibuatnya.


Karena ruangan itu kedap suara, tidak ada seseorang pun yang mendengar keributan yang terjadi.


Lusiana yang licik itu melihat jendela dan Lusiana yang selalu dikejar Alexia itu berpikir untuk membuat Alexia jatuh dari ketinggian. Lusiana pun berdiri di tepi jendela.


"Alexia, kamu adalah wanita sampah yang tidak jauh berbeda dengan Adele!" kata Lusiana seraya menatap Alexia dan Alexia merasa tersinggung dengan ucapan boneka tersebut.


Alexia yang terbakar amarah itu berjalan cepat ke arah Lusiana, Alexia berteriak seraya mengayunkan tongkatnya dan mengenai kaca ruangan Bram, kaca itu pecah dan Lusiana yang sekarang sudah berada di bawah kaki Alexia itu mengangkat kaki Alexia, sehingga Alexia jatuh dari ketinggian.


Alexia dinyatakan tewas karena mengakhiri hidupnya dan Lusiana dengan cepat menghapus rekaman cctv.


Lusiana merasa puas setelah mengurangi satu sampah lagi di dunia ini, begitulah pikir Lusiana dan target selanjutnya adalah Bram, tetapi, Lusiana tidak mengetahui dimana keberadaan Bram.


"Ah, lelaki tua itu, paling dia sudah mati karena tak selamat saat jatuh dari ketinggian," kata Lusiana yang kemudian tidak bergerak sama sekali karena ada seseorang yang masuk ke ruangan Bram untuk memeriksa apa yang telah terjadi.

__ADS_1


****


Setelah beberapa waktu berlalu, Lusiana yang kembali tidak memiliki siapapun itu kembali terlunta, ia tergeletak di jalanan menunggu ada yang memungutnya.


Kali ini, Lusiana ditemukan oleh seorang anak kecil yang sedang berjalan, sepertinya, anak kecil itu baru saja disuruh Sang Mama untuk membeli telur di warung terdekat. Tetapi, karena boneka itu bukan miliknya, Sang Ibu pun membuangnya.


"Sayang, itu kotor, Nak. Lagi pula itu bukan milikmu, jangan pernah kamu ambil yang bukan milikmu, ok!" kata si Ibu seraya melemparkan Lusiana ke tempat sampah.


Lusiana yang berada di tempat sampah itu merasa kebauan dan Lusiana bergerak, ia bersiap turun sampai ketika ada seorang pemulung datang, Lusiana kembali tak bergerak dan karena bagi pemulung itu Lusiana cukup bagus, pemulung itu pun mengambilnya.


"Lumayan, bisa buat Nida," kata pemulung itu yang berjenis kelamin perempuan.


Sesampainya di gubugnya yang penuh barang rongsokan, pemulung itu segera mencucinya dan menggantung di jemuran menggunakan penjepit jemuran supaya tidak jatuh.


"Aduh, nasibku harus tergantung sana sini, seandainya aku tidak terjebak ke dalam boneka, mungkin aku tidak akan bernasib seperti ini," kata Lusiana yang sedang di jemur malam hari.


Setelah mendapatkan majikan baru, apakah Lusiana akan kembali berulah, lalu, bagaimana dengan Karin.


Karin masih mendekam di penjara, menunggu Hendru yang berjanji akan membebaskannya.


Karin yang sekarang menjadi pendiam itu menyimpan dendam pada boneka kecil yang pernah dipungutnya.


"Boneka sialan, aku akan membunuhmu!" kata Karin dan ucapan Karin didengar oleh penghuni lapas lainnya dan mereka mengatai Karin si gadis gila.


Karin juga menyetujui apa yang Hendru katakan yaitu menjual rumah Laila untuk membebaskannya.


"Tidak apa aku harus kehilangan rumah itu demi bebas dari tempat ini, aku harus mencarinya!" kata Karin yang sedang memandang kosong ke depan.


Karin yang selalu dipanggil gadis gila itu mulai terbiasa dengan panggilan barunya dan Karin tidak pernah menggubris siapapun yang menindasnya di lapas.


Karin yang dijuluki gadis gila itu cukup menatap tajam dan memberitahu semua kalau Karin adalah pembunuh darah dingin dan itu cukup membuat penghuni lainnya merasa sedikit takut dan memilih untuk tidak macam-macam dengannya.


Bersambung.


Like dan komen setelah membaca, ya, all. Jangan lupa untuk vote/giftnya juga, ya. Mohon maaf untuk typonya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2