
Dengan tangan gemetar, Kenzi meraih tali dan pisau tersebut dan Kenzi membuang pisau itu karena yang Dion lakukan adalah mencekik Raya ketika Raya ketahuan dan mengancam akan membagikan vidio Dion bersama Kenzi.
Semua orang melihat Kenzi dan Kenzi menatap Raya yang ada di depannya.
Kenzi mengambil tali untuk mengikat Dion dan Bara.
"Aku tidak akan mencekik kalian keras-keras," kata Kenzi, ia berusaha meyakinkan dua temannya.
"Ini konyol," timpal Dion yang menolak.
Lalu, entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja Raya terjatuh dan sekarang, Kenzi tersenyum menyeringai pada Dion dan Bara membuat keduanya merinding.
Dion yang menolak untuk menuruti permintaan Raya itu menarik tangan Kenzi, ia mengajak temannya itu untuk pulang, tetapi, Kenzi sama sekali tak bergerak.
"Ken, kita harus pulang, ini sudah malam!" kata Dion dan Bara pun mengiyakan, Bara dan Dion ingin menggunakan kesempatan selama Raya tergeletak. Tanpa keduanya sadari kalau sekarang arwah jahat Lusiana ada di dalam tubuh kenzi.
****
Di rumah adik Adele, ia sedang memohon pada adiknya supaya tidak di kerangkeng.
"Dik, bolehkah Kakak makan seperti kalian, tanpa di kerangkeng, Kakak ingin makan di meja makan," kata Adele yang sedang menatap adiknya.
Adiknya merasa tidak tega, dahulu saat dirinya susah, Adele dan suaminya lah yang membantu.
"Tapi Kakak harus janji, Kakak tidak boleh keluar dari rumah ini."
"Ya, Kakak janji!"
Setelah itu, Adik Adele meletakkan piring makan malam Adele di nakas, ia mulai membuka gembok yang ada di kerangkengnya.
Setelah itu, semua orang duduk di kursi meja makan.
Adik dan adik iparnya menatap Adele dengan penampilan berantakan. Lalu, Adik Adele merapikan rambut Adele dengan mencepolnya sehingga terlihat sedikit rapi.
Adele tersenyum padanya dan melihat itu, dua keponakan Adele berkurang rasa takutnya.
Semua orang makan bersama.
Sementara itu, dunia maya sedang di hebohkan dengan Kenzi yang merekam Dion dan Bara.
Kedua pria itu sudah berhasil Kenzi ikat dan terlihat wajah babak belur dari keduanya.
Sekarang, Kenzi yang sedang merekam itu meminta pada dua pria tersebut untuk mengakui kesalahannya pada Raya.
Kenzi yang sedang merekam itu menertawakan.
"Kami mengakui kalau telah berbuat kasar pada Raya dan kami juga yang memperkosanya," kata Dion dan Bara melirik padanya.
Dan acara live itu sudah dilihat banyak orang termasuk Cila.
"Arion, kamu lihat dua anak ini, mereka adalah korban ku selanjutnya!" kata Kenzi yang ada di balik kamera.
Dion dan Bara saling menatap, tak tau apa yang dimaksud oleh Kenzi.
"Ken, bercandamu sudah keterlaluan!" seru Bara seraya meronta, tetapi, apalah daya, tangan dan kakinya sudah terikat.
****
Cila yang sedang menonton itu segera menghampiri Arion yang sedang ada di kamar, menemani Karin yang tak berhenti menangis dan berdoa.
"Dady, lihat ini, ada kejahatan yang menyebut nama Dady," kata Cila seraya menunjukkan acara Live yang Kenzi buat.
Arion dan Karin tak mengerti dengan maksud ucapan Cila, lalu, Arion mengambil ponsel Cila.
Arion melihat tempat gelap yang hanya diterangi oleh cahaya bulan, Arion melihat dua pemuda yang babak belur sedang menatap ke arah kamera.
Lalu, Arion mendengar,
"Arion, kamu punya kesempatan untuk menyelamatkan sampah ini dalam waktu dua puluh menit, telat sedikit kamu gagal!"
Mendengar itu, Arion mengetahui kalau Lusiana ada di sana.
Lalu, Arion mengerahkan bala bantuannya untuk mencari ke semua gedung kosong.
__ADS_1
Seraya menunggu Arion tiba, Kenzi memaksa Dion untuk mengakui kejahatan lainnya dan Dion mengaku telah mencekik Raya pada hari itu.
Dan rekaman itu tidak hanya sampai pada Arion, tetapi, pada Ibu Raya yang sedang membeli beras di warung.
"Bu, sini deh, ini ada acara live, dia dari sekolah anak Ibu, tapi acaranya ekstrem, Ibu lihat sendiri deh," kata tetangga Ibu Raya.
Melihat itu, Ibu Raya merasa sakit dan akhirnya dua pemuda itu mengakui sendiri kejahatannya, setelah itu, Ibu Raya segera pulang, ia mencari Raya ke kamarnya dan tidak menemukannya.
****
Arion yang sedang dalam perjalanan itu hampir menabrak Adele. Ya, Adele melarikan diri dari rumah adiknya, ia ingin mencari Lusiana.
Lalu, Adele yang sedang ditatap oleh Arion segera melanjutkan langkah kakinya dan Arion yang menyadari itu segera mengejarnya.
"Adel!" teriak Arion seraya meraih tangan wanita berdaster panjang itu.
Adele mengibaskan tangan Arion, lalu, untuk menenangkannya Arion mengatakan kalau dirinya akan membawa Adele untuk menemui Lusiana.
Mendengar nama itu, Adele berhenti meronta, justru Adele dengan tanpa disuruhnya sudah masuk ke mobil Arion.
Arion merasa tidak tega pada Adele yang terlihat benar-benar gila, Adele menggigit ujung jari-jemarinya seraya sesekali memperhatikan Arion yang sedang mengemudi.
Arion yang tak memiliki banyak waktu segera menuju ke lokasi yang rekannya itu tunjukkan, ya, rekan Arion yang menemukan gedung itu lebih dulu.
Sesampainya di sana, Arion melihat sudah banyak polisi dan teman sesama detektifnya.
Arion segera turun dari mobil.
"Anakmu ada di atas, segeralah temui dia!" perintah Arion dan Adele tanpa menunggu apapun lagi segera berlari, ia sangat merindukan Lusiana.
Sesampainya di atas, Adele dan Arion melihat kalau Lusiana sudah dikepung.
"Percuma, kalian akan menembaknya seratus kali pun dia tidak akan mati." Arion berbicara dalam hati.
"Licik, dia menggunakan tubuh orang lain dan setelah dua pemuda itu tewas, dia akan melarikan diri," pikir Arion dan apa yang Arion pikirkan sangat tepat.
Kenzi tertawa setelah melihat Arion.
"Lusiana," lirih Adele seraya mencari-cari keberadaannya.
Dion dan Bara yang ada di genggaman Kenzi itu memohon pada semua orang untuk diselamatkan.
"Aku tepat waktu, masih memiliki sisa beberapa menit, jadi lepaskan mereka!" perintah Arion seraya mendekati Kenzi.
Kenzi yang ada di belakang Dion dan juga Bara itu meletakkan pisau di leher di Dion.
"Aku mengundangmu bukan untuk membebaskan mereka, tapi, supaya kamu melihat kematian mereka!" kata Kenzi seraya menggerakkan tangannya hampir menyayat leher Dion.
Dan salah satu dari polisi menembak bahu Kenzi membuatnya terjatuh dan Lusiana terhempas dari tubuh itu.
Setelah itu, sebagian petugas segera menangkap Kenzi tidak lupa mengamankan Dion dan Bara.
Sementara Arion segera melepaskan cincinnya supaya Lusiana menyerangnya dan benar saja, Arion yang berdiri itu merasa cekikan di lehernya dan apa yang dialaminya itu membuat semua orang menjadi panik.
Lusiana yang mencekik Arion itu membawanya melayang dan saat itu juga Adele memanggil nama putrinya.
"Lusiana, hentikan, Mama minta maaf!" kata Adele dan Lusiana membanting Arion.
"Untuk apa kamu membawanya kesini!" bentak Lusiana dan Arion tak dapat mendengarnya.
Lalu, Lusiana yang mengamuk itu merasuki salah seorang petugas dan menggunakan pistolnya untuk menembak Arion dan tembakan itu mengenai bahunya.
"Sial, meleset!" kata Lusiana.
Ya, Lusiana ingin sekali menghabisi nyawa Arion, lalu, Karin. Lusiana menyimpan dendam karena mereka telah membuatnya terkurung.
Di mata Arion, Lusiana sangat menyebalkan, arwah penuh dendam itu bisa bebas merasuki siapapun yang diinginkan.
Setelah keluar dari satu tubuh, Lusiana masuk ke tubuh petugas lain.
"Aku di sini," kata Lusiana yang berpindah-pindah.
Arion memperhatikan satu persatu wajah yang sedang dirasuki.
__ADS_1
Lalu, Arion yang merasa jengkel karena di permainkan itu hampir menembak Raya yang sekarang sedang dirasuki Lusiana.
Sebelum menembak, Adele menahan tangan Arion.
"Jangan, dia membenciku dan hanya aku yang sebenarnya diinginkannya, dia seperti itu hanya ingin menunjukkan kekecewaannya!" kata Adele.
Setelah itu, Adele berjalan mendekati Raya yang mematung.
"Mamah akan ikut bersamamu," kata Adele yang seolah sudah siap mati.
"Bagaimana caranya, dunia kita berbeda," jawab Raya.
"Mamah akan menyusulmu, kita pergi bersama dengan tenang," kata Adele seraya meraih tangan Lusiana.
Raya menangis dan Raya menuntun Adele ke tepian.
"Mamah sudah siap?" tanya Raya dan Adele mengangguk.
"Lusi, apakah tidak ada cara lain?" tanya Arion dan pertanyaan itu diabaikan.
Raya yang menggenggam tangan Adele itu mengangguk, mempersilahkan Adele untuk terjun bebas.
Sementara itu petugas lain ingin menyelamatkan Adele, tetapi, Adele menolak.
"Tidak, sudah cukup, aku ingin menebus semua kesalahan ku pada putriku," kata Adele seraya menatap petugas yang berusaha menyelamatkannya.
Arion yang terluka itu bimbang, ia ingin menyelamatkan Adele, tetapi, sudah terlalu banyak korban dari Lusiana dan Arion yang melihat Adele terjun bebas dari gedung itu membulatkan matanya.
Semua orang berlarian untuk mencoba menolong, tetapi, tangan tak sampai, setelah itu, Lusiana keluar dari jazad Raya.
"Pak, gadis ini sudah tewas," kata petugas yang berniat menolong Raya.
Sementara itu, di bawah sana, Adele jatuh tepat di atas mobil bagian depan salah satu petugas dan di dalamnya ada Dion, Bara dan Kenzi. Ketiganya berteriak saat melihat Adele jatuh dan darah menutupi kaca mobil tersebut.
Apakah setelah kematian Adele akan membuat Dendam Lusiana terbalaskan? Ya, benar.
Di masa lalu, setelah menghabisi nyawa si gendut, Lusiana ingin juga menghabisi nyawa ibunya, tetapi, Lusiana tidak pernah mampu, lalu, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Dendam Lusiana pun selesai dengan kematian Adele, keduanya pergi ke alam yang berbeda bersama-sama.
Lalu, bagaimana dengan Arka, apakah Kunti itu menepati janji?
Tidak, Kunti itu sudah menyukai Arka sejak lama dan setelah beberapa hari merawatnya, Kunti itu tidak ingin mengembalikannya.
Dukun yang mengetahui kalau Kunti tidak menepati janjinya itu menyusul ke alamnya dengan membawa pasak, ia akan memaku kepala Kunti itu supaya Kunti tersebut menjadi manusia kembali, benarkah seperti itu?
Entahah, aku pun tak tau.. 🙈
Cerita ini hanya karangan belakang, sesuai dengan apa yang diimajinasikan.
Dan akhirnya, Kunti itu benar menjadi manusia, lalu, dukun tersebut berniat untuk memperistri Asih.
Dukun dan Asih mengembalikan Arka pada orang tuanya.
"Terima kasih karena telah mengembalikan Arka," kata Karin dan akhirnya, keluarga Karin selamat dari kejaran Lusiana.
Arion yang sedang berdiri di samping Karin itu mendapatkan telepon dari teman di bagian forensik.
****
Forensik mengatakan kalau Raya sudah meninggal dari beberapa hari lalu dan Dion yang menyesal itu mengakui perbuatannya. Sekarang, ketiga muda-mudi itu tidak lagi dapat lolos dari hukum.
Di makam Raya..
Walau Lusiana sangat jahat, tetapi, Ibu Raya mengucapkan terima kasih karena telah membantu mengungkapkan kejahatan berandalan tersebut.
Dan beberapa bulan kemudian, Kenzi melahirkan di dalam sel. Kenzi dan Dion juga dinikahkan.
Tamat..
Mohon maaf atas segala kekurangan tulisan saya, terima kasih bagi yang sudah membaca sampai akhir.
Semoga tulisan receh saya ini dapat menghibur diwaktu luang kakak semua 🙏
__ADS_1