DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Iseng


__ADS_3

Di rumah barunya, Lusiana hanya bisa diam, dia tidak ingin membuat keluarga barunya itu ketakutan dan Lusiana merasa senang saat melihat seorang Ibu yang begitu sangat menyayanginya.


Lusiana yang diletakkan di rak buku oleh pemilik barunya itu menangis, merindukan Adele.


"Sayang, sebentar lagi ayah kamu pulang, Mama harus mandi supaya Ayah kamu senang melihat Mama," kata wanita itu yang belum Lusiana ketahui namanya.


Setelah itu, wanita itu pun masuk ke kamar mandi dan selama itu, Lusiana turun, ia mengajak bayi yang usianya sekitar 5 bulan itu bermain.


Melihat Lusiana, bayi itu menangis dan Lusiana yang mendengar suara orang masuk ke rumah itu segera diam.


Dan ternyata yang datang adalah si Ayah yang baru saja kembali dari bekerja. Si Ayah yang mendengar suara tangisan anaknya itu pun segera ke kamar, dia menjunjung putrinya dan mencoba menenangkan.


"Anak cantik Ayah, Mama kamu sedang mandi, ya," katanya seraya mencium putrinya.


Setelah itu, si Ayah keluar dari kamar saat menerima panggilan dari ponselnya.


"Aku sudah katakan, jangan menghubungiku saat aku di rumah."


Setelah mengatakan itu, ia segera memutuskan sambungan teleponnya dan segera menghapus laporan panggilan.


Lusiana yang tengah mengintip dari pintu kamar merasa kecewa pada si Ayah yang ia yang anggap baik dan begitu sempurna.


Sebelum terpergok, Lusiana kembali ke tempatnya, tidak lama kemudian, Ibu bayi itu keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih digelung menggunakan handuk.


"Mas, kamu sudah pulang?"


Mendengar itu, suami pun segera membawa kembali putrinya ke kamar, tidak lupa si suami yang mencium kening istrinya.


"Nanti malam, Mama mau ke rumah, kita harus menyiapkan makanan," kata si suami dan si istri mengiyakan.


"Bajingan, dia adalah kepala keluarga yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas anak dan istrinya, tapi ternyata, dia tidak sebaik yang ku kira," kata Lusiana yang mematung di tempatnya.


Singkat cerita, malam pun tiba, Nenek dari putri kecil itu sudah datang dan dia tidak sendiri.


"Bapak, Ibu, bagaimana dengan perjalanannya?" tanya si istri yang menyapa kedua mertuanya itu.


"Menyenangkan dan jalanan sore ini lancar sehingga kami bebas dari kemacetan," jawab Ibu mertua.


"Rima, mana cucuku, sudah berapa kg sekarang?" tanya mertua yang sudah beruban.


"7, Bu."


"Wah, gembul dong cucu, Ibu?" tanyanya dan wanita yang dipanggil Rima tersenyum.


"Jadi, namanya Rima," gumam Lusiana yang sedang mengintip dan juga menguping.

__ADS_1


Lusiana merasa kalau dia memiliki pekerjaan di rumah itu dan Lusiana tidak akan kegabah.


Kali ini, Lusiana akan memberi pelajaran terlebih dulu sampai si suami mengakui kesalahannya.


Tidak ada yang dapat Lusiana lakukan, ia hanya terdiam di kamar.


****


Sementara itu, Karin sedang menatap foto Laila.


"Selama dia belum tertangkap, aku tidak akan tenang, Ma," kata Karin.


Setelah itu, Karin kembali meletakkan foto Laila di atas meja kecil samping ranjangnya.


Setelah itu, Karin berdoa, berharap tidak akan mimpi buruk lagi.


****


Di rumah Melodi, wanita cantik berambut panjang itu baru saja pulang, terlihat Cila tertidur digendongannya


"Terima kasih, karena sudah tidak terburu-buru memberitahu Cila yang sebenarnya," kata Melodi yang tengah berdiri di pintu.


Si pria yang membawakan barang-barang itu tersenyum.


"Iya, aku akan menuruti semua yang kamu inginkan," jawabnya. Setelah itu, si pria pun pamit dan Melodi mengingatkannya untuk berhati-hati.


Setelah itu, Melodi segera membawa Cila ke kamarnya.


****


Dua hari berlalu, Lusiana sedang berniat mengerjai target selanjutnya yaitu dengan menumpahkan minyak sayur di depan pintu ruang kerja suami Rima.


"Dia harus mendapatkan pelajaran," kata Lusiana.


Setelah menumpahkan minyak, Lusiana kembali menyimpan minyak itu di dapur.


Dan Rima yang sedang menyusui di ranjang itu mendengar suara suaminya yang mengaduh. Rima segera bangun, meninggalkan putrinya yang menangis karena belum selesai menyusu.


Rima melihat suaminya sudah terjengkang dan Rima membantunya untuk bangun.


"Mas, kenapa kamu bisa jatuh?" tanya Rima seraya membantu.


"Kenapa lantai sangat licin, kamu sengaja mau celakai aku?" tanya suaminya seraya tangan yang berada di pinggang, ia merasa sakit setelah jatuh dan Lusiana yang sekarang sudah ada di kamar itu menertawakan.


"Itu belum seberapa, kamu harus mendapatkan teror dariku!" kata Lusiana dan Lusiana segera terdiam karena Rima sudah masuk ke kamar.

__ADS_1


"Sayang, masih haus, ya. Maafin Mama, ya," kata Rima seraya menjunjung putrinya.


Dan Rima merasa kalau belakangan ini putrinya menjadi rewel dan banyak benda yang berpindah posisi.


"Kenapa ada bekas minyak di depan ruangan Mas Oki," gumam Rima yang sedang menenangkan bayinya. Ia menggendong dengan posisi bayi yang berdiri dipelukannya.


Bukannya diam, tapi, semakin kencang menangis karena putri Rima melihat Lusiana yang tersenyum padanya.


"Mungkin badan kamu pada sakit, ya. Soalnya, kemarin banyak yang gendong kamu," pikir Rima dan Rima yang memang akan memanggil Ibu urut itu segera menghubunginya.


"Halo, Mbah. Saya mau minta tolong, Mbah bisa datang ke rumah sekarang, suami saja jatuh, Mbah," pinta Rima dan si Mbah yang memang malam ini tidak sibuk pun mengiyakan.


Lalu, Rima menyiapkan keperluan urut suaminya dah tidak lama kemudian, Mbah yang ditunggu pun datang.


Rima segera membuka pintu dan Mbah yang baru saja masuk terdiam. wanita tua itu melihat aura gelap, tetapi, tidak dapat memastikan dari mana asal aura itu.


"Mbah, suami saya di ruang tengah, mari," ajak Rima dan Mbah pun tersenyum.


Selesai dengan mengurut Oki, Si Mbah segera mengurut si kecil yang ada di kamar dan Mbah memperhatikan kamar itu.


"Kenapa, Mbah?" tanya Rima yang melihat Mbah memperhatikan seisi ruangan.


"Tidak ada," kata si Mbah yang kemudian melihat si kecil.


Selesai dengan mengurut, si Mbah yang bangun dari duduk itu merasa ada yang mengawasi dan si Mbah melihat ke arah rak buku yang menggantung di atas meja belajar.


Si Mbah melihat Lusiana yang terdiam dan tanpa ia sadari kalau Lusiana lah yang sedari tadi memperhatikan.


****


Selesai dengan pekerjaannya, Mbah pun pamit pada Rima.


Dan malam ini, Lusiana yang tidak bisa diam itu kembali beraksi.


Lusiana masuk ke selimut yang menutupi tubuh Oki dan Oki yang sudah terlelap itu sangat terkejut saat mendapati sesuatu yang bergerak di kakinya..


Oki segera menyingkap selimut dan ia tidak mendapati apapun di bawah sana.


Sementara Rima, ia sudah sama sekali tak merasakan apapun.


"Sepertinya ada yang menggangguku," kata Oki.


Dapatkah Oki selamat dari ancaman Lusiana?


Like dan komen, ya, all.

__ADS_1


Jangan lupa dukung author dengan vote/giftnya.


Mohon maaf untuk typonya, 🙏✌


__ADS_2