DENDAM LUSIANA

DENDAM LUSIANA
Berhadapan Dengan Lusiana


__ADS_3

Setelah hari itu, Rima seperti memiliki dua anak dan Rima meminta pada Lusiana untuk tidak menakuti juga menyakiti Syahnaz, Lusiana pun mengiyakan.


Sementara Oki, ia merasa sedih karena Nisa sudah tidak lagi menemaninya di kala sepi.


Dan Oki sama sekali tak tau kalau Rima memelihara boneka setan itu.


Malam telah tiba, Oki melihat Rima dan Syahnaz sudah tidur, lalu Oki keluar dari kamar, ia berbaring di sofa seraya menatap foto Nisa dan karena Nisa sudah tiada, Oki mulai menghapus sisa kenangan yang ada.


Setelahnya, Oki kembali ke kamar, ia ikut berbaring bersama anak dan istrinya, Oki memeluk Rima dan Rima yang merasakan pelukan itu menangis.


"Entah, aku benar atau tidak yang ku tau aku tak mau berbagi suami dan Mas Oki hanya boleh ada di sini," batin Rima.


****


Karin sedang duduk di kursi meja belajarnya, ia membalas pesan dari Bram yang menanyakan sudah sejauh mana misi Karin dan Karin menjawab kalau misi itu masih jalan di tempat.


Setelah itu, Karin teringat dengan Oki, ia bisa selamat dari kejaran Lusiana dan itu membuat Karin merasa aneh. "Tidak biasanya korban akan selamat," gumam Karin.


Keesokan paginya, Karin sudah bertamu di rumah Rima. Rima yang sedang memandikan Syahnaz itu segera membukakan pintu.


"Karin, ada apa?" tanya Rima yang belum mempersilahkannya untuk masuk dan Karin tak perlu menunggu itu, gadis berpenampilan tomboi dengan celana jeans hitam dan kaos polos lengan pendek berwarna nude itu masuk.


"Hanya ingin menjenguk Syahnaz," kata Karin.


"Ada, dia baru mau ku mandikan," kata Rima dan sebenarnya, Rima keberatan dengan adanya Karin di rumah, Rima khawatir Karin melihat Lusiana.


Lalu, Rima seolah memberi tanda pada Lusiana kalau di rumah ada Karin. "Karin, ayo, Syahnaz ada di belakang," kata Rima dengan intonasi sedikit tinggi supaya Lusiana mendengar suaranya dan benar saja, Lusiana yang sedang menjaga Syahnaz itu segera bersembunyi dengan masuk ke lemari gantung yang ada di dapur.


Sesampainya di ruangan belakang, Rima bernafas lega karena Lusiana sudah bersembunyi.


Lalu, Rima pun melanjutkan untuk memandikan Syahnaz yang sudah mulai ngantuk.


Rima menjujung Syahnaz yang ada di ayunan bayi. "Anak Mama nunggu lama, tidak?" tanya Rima seraya menatap putrinya.


"Ada Tante Karin, dia ingin melihatmu," lanjut Rima seraya melihatkan wajah putrinya pada Karin dan Karin gemas dengan bayi itu.

__ADS_1


Sementara Rima memandikan, Karin melihat-lihat seisi rumah bagian belakang dan Rima berdoa supaya Karin tak menemukannya.


Selesai dengan memandikan, sekarang, Rima ingin membuatkan minum untuk Karin dan Rima membuka lemari gantung untuk mengambil cangkir, saat itu juga Rima terkejut melihat Lusiana yang sedang bersembunyi, Rima terkejut karena tak menyangka anak angkatnya itu akan bersembunyi di lemari.


Rima segera menutup lemari itu kembali.


Selesai dengan membuatkan minuman, Rima menemani Karin yang sedang memperhatikan Syahnaz dan Syahnaz juga memperhatikan Karin.


"Kenapa adik kecil, kamu mau ikut?" tanya Karin dan Syahnaz yang menggemaskan itu tertawa lebar hingga semua gusi polosnya itu terlihat.


Karin ikut tertawa melihat itu.


Rima pun ikut senang melihat tawa anaknya dan itulah yang membuat Rima memutuskan untuk memelihara Lusiana, Rima tak mau Syahnaz menjadi yatim dan itu akan membuatnya bersedih.


"Kamu tau wanita yang ada di ruang melati?" tanya Karin seraya menatap Rima.


"Iya, dia istri dari teman suamiku, kenapa?" tanya Rima seraya menatap Karin.


Ingat dengan wanita itu membuat Rima ingat saat melihat Lusiana merenggut nyawanya dan Rima juga lah yang membantu melancarkan aksinya.


Rima yang sedang memikirkan malam itu terlihat bengong dan Karin menyentuh tangan Rima.


"Ah... iya. Maaf, aku melupakan keberadaanmu," kata Rima seraya tersenyum tipis.


Dan Karin yang mencurigai Rima itu langsung mengatakan tujuan utamanya.


"Mbak Rima tau Lusiana? Dia bukan boneka baik, dia boneka yang kerasukan arwah jahat, Mbak tidak boleh bersekongkol dengannya sebelum terlambat, Mbak." Karin menatap Rima yang juga sedang menatapnya.


"Kamu bicara apa, mana ada boneka jahat, bergerak pun tidak bisa, ada-ada saja," kata Rima yang berusaha menutupi.


Dan ucapan Rima semakin membuatnya yakin kalau Rima menyimpannya.


"Bukankah Mbak Rima sendiri yang meminta Mas Oki untuk menyingkirkan boneka yang Mbak pungut?" tanya Karin dan seketika, Rima sedikit menahan nafas, ia merasa Karin sebenarnya mengetahuinya.


"Alasan apa yang membuat Mbak menyuruh Mas Oki untuk membuang boneka itu?"

__ADS_1


"Karin, aku sama sekali tidak tau arah pembicaraanmu, aku harus menidurkan Syahnaz dan kamu harus segera pergi." Rima bangun dari duduk dan segera menggendong Syahnaz yang sedari tadi berbaring di sofa.


Karin menatap Rima dan Karin akan menggunakan Oki untuk mencari boneka itu, setelah dari rumah Oki, Karin yang sedang berjalan kaki itu menghubungi Oki.


"Halo, Mas. Aku dari rumahmu dan aku tau penyebab kematian selingkuhanmu, itu semua karena Lusiana dan kamu harus tau kalau istrimu menyimpannya," kata Karin dan Oki yang mendengar itu merasa tidak percaya.


"Bagaimana mungkin, dia sendiri yang menyuruhku untuk menyingkirkannya, alasan apa yang membuat istriku menyimpan boneka itu, bahkan Syahnaz saja tidak menyukainya."


"Kamu tanyakan saja sendiri, carilah di setiap sudut rumahmu, aku yakin boneka itu bersembunyi," kata Karin dan setelah itu, Karin menyudahi panggilan tersebut.


Mendengar itu, Oki berpikir kalau sebenarnya Rima mengetahui perselingkuhannya.


****


"Karin, dia seperti menjadi penghalang, bolehkah aku menyingkirkannya?" tanya Lusiana pada Rima yang sedang memasak di dapur. Sementara Syahnaz sedang tidur di kamarnya.


Rima mengiyakan, "Lakukan yang kamu suka asal jangan sakiti keluargaku, maksudku keluarga kita."


Dan Lusiana yang sedang duduk di meja makan itu pun mengiyakan dan sekarang, Lusiana turun dari meja.


Setelah mendapatkan ijin, malam ini, Lusiana pergi ke rumah Karin, Lusiana melihat Karin yang baru saja selesai mandi dan masih mengenakan handuk, tangannya sedang memegangi ponsel, Karin tengah berbicara dengan Arion yang mengajaknya untuk keluar.


"Ok, besok aku tidak ada pekerjaan dan memang setiap hari tidak ada pekerjaan," kata Karin setelah itu, Karin menyudahi teleponnya, ia merasa sedang di awasi dan benar saja, Karin melihat Lusiana yang mengintip di jendela yang tirainya tak tertutup rapat.


Karin segera memakai pakaiannya santainya, celana warna krem pendek seatas lutut dan kaos polos berwarna pink.


Karin segera tongkat yang sekarang selalu ia simpan di kamar, tepatnya di bawah tempat tidur.


Lusiana yang masih ada di jendela itu tertawa pada Karin seraya tangan yang mengetuk kaca jendela tersebut.


Lalu, Lusiana yang tak juga dibukakan jendela itu memecahkan kaca tersebut menggunakan batu.


Sekarang, Karin berhadapan dengan Lusiana.


Dapatkah Karin selamat dari kekejaman Lusiana?

__ADS_1


Like dan komen setelah membaca, ya, all.


Jangan lupa dukungannya, silahkan Vote/giftnya.


__ADS_2