DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
KEKHAWATIRAN LIRA DENGAN KONDISI ARKA PADA SAAT ITU#10


__ADS_3

Setelah mengatakan itu lira dan arka melanjutkan perjalanan mereka dan sekarang mereka telah sampai di sawah kakek mereka berteduh di saung yang ada di sana yang di sengaja di buat untuk berteduh para petani


"Tuan" Panggil lira ketika mereka sedang melihat para petani yang sedang menggarap sawahnya


"Hmmm" Jawab arka cuek


"Apa kau tau tuan saat aku menemukan mu kau terluka parah... Aku pikir kau telah mati, tapi setelah aku memeriksa denyut nadi tuan masih ada dan aku membawa kau ke pak mentri dia bilang kau masih hidup tapi kondisimu menghawatirkan bahkan kata pak mentri kau susah untuk di tolong tapi maha kuasa masih sayang dengan tuan sehingga dia masih memberikan kesempatan ke tuan "jelas lira dengan panjang lebar


"Dan kau tau tuan pak mentri mengeluarkan peluru yah ada di dada tuan dengan alat yang ada saja karna untuk membawa tua ke kota itu tidak memungkinkan karna kalau tuan di bawa ke kota mungkin tua sudah meninggal di jalan karna kondisi tuan yg buruk.... Untung saja peluru yang ada di dada tuan jauh dari jantung tuan coba saja peluru itu mengenai jantung tuan mungkin kau sudah meninggal ... Kau tau tuan aku sampai takut dengan kondisi tuan yang memperihatinkan "lanjut lira dengan wajahnya sedihnya karna dia mengingat bagai mana keadaan arka pada saat itu


" Terimakasih "ucap arka


" Untuk apa tuan ? "Jawab lira dengan bingung


" Untuk segalanya ..... Kau sudah menolong ku pada saat itu "


"Sama-sama tuan.... Hmmm tua ap aku boleh menanyakan sesuatu " Tanya lira


"Hmmm" Jawab arka singkat

__ADS_1


"Hmmmm.... Tuan.. Kenapa kau bisa tertembak ? " Tanya lira dengan gugup


"Kau tidak perlu tau itu karna itu urusan ku " Jawab arka dengan malas karna dia tidak biasa memberi tau masalah kehidupannya kepada orang lain


"Baiklah... Tidak apa-apa kau tidak memberitahuku tuan "


Mereka menikmati suasana di sana tiba-tiba kakek datang menghampiri mereka


"Lira" Panggil kakek kepada cucunya


"Iya kek " Jawab lira sambil menghampiri kakeknya


" Maaf kek.. Ira hanya mengajaknya untuk menghirup udara segar saja agar tuan arka tidak bosan diam di kamar saja.... Lagipula dia sudah membaik kakek"jawab lira


"Iya tuan saya sudah membaik karna kalian merawat saya dengan baik... Kau tidak perlu memarahinya" Sambung arka mendukung ucapan lira agar dia tidak di salahkan


"Syukurlah kaau kau sudah membaik nak... " Ucap kakek bersyukur dengan kondisi arka saat ini


"Terimakasih tuan karna kalian sudah merawat ku dan menampung ku "ucap arka

__ADS_1


" Kau tak perlu sungkan nak dan kau tidak perlu memanggil ku dengan sebutan tuan kau panggil kakek saja sama dengan lira cucuku "inbuh kakek


" Kakek apa kau ingin pulang... ? "Tanya lira


" Iya nak kakek ingin pulang, kakek merasa kurang enak badan da pusing mungkin karna terlalu laa di sawah "jawab kakek sambil memegang kepala nya karna merasa pusing


" Kakek ini ..sudah ira katakan jangan ke sawah... Biar ira saja ke sawah mengerjakan pekerjaan kakek lihatlah sekarang kondisi kakek jadi sakit kan...kakek ini sudah tua harusnya kakek istirahat saja di rumah"omel lira memarahi ke pada sang kakek tercinta


 


Mendengar omelan sang cucu kakek hanya tersenyum , memang benar apa yang di katakan lira dia memang sudah merasa tidak enak badan pagi hati tadi tapi dia memang memaksakan diri untuk ke sawah karna pekerjaannya yah belum selesai .


 


Arka tersenyum melihat interaksi dan keakraban sang kakek dan sang cucunya


"Kalo gitu kita pulang saja yuk kek agar kakek istirahat di rumah " Ucap lira hawatir dengan kondisi kakek


"Iya mari nak kita pulang" Ucap kakek mengajak arka dan lira pulang

__ADS_1


Mereka pun pulang ke rumah


__ADS_2