DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
SURAT DARI KAKEK #28


__ADS_3

#28


Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh kini lira sampai di kediaman arka yg cukup besar, ketika dia masuk ke dalam dia kagum dengan interior dan desain rumah dan di sana juga ada bi ema yg sudah menyambut mereka , dia adalah orang yg merawat dan menyiapkan kebutuhan arka .


"Den arka... Ini teh bener den arka.. Alhamdulillah si aden teh udah pulang gening "kata bi ema, dia bahagia akhirnya tuannya pulang setelah sekian lama menghilang seperti di telan bumi


" Iya bi ini arka"kata arka


"Kamana wae atuh den bibi teh ni cemas... Si aden teh ni tara pulang ka rumah tos sebulan... Sugan bibi mah aden teh ka luar negri kerja... Eeh ieu teh saya den ni gelis pisan" Kata bi ema


"Ini istri arka bi lira" Kata arka


"Lira bi" Kata lira sambil mencium tangan bi ema


"Ehh... Tekenging kitu neng.. Ai bibi mah didieu teh cuman pembantu" Kata bi ema kaget karena lira mencium tangannya


"Gak papa bi.... Bibi


kan lebih tua dari ira jadi wajar kalo ira cium tangan bibi" Jelas lira

__ADS_1


"Aduh si enon teh ni sholehah cantik lagi" Kata bi ema


"Masak gak bi... Alvin lapar ni belum makan" Kata Alvin


"Masak den... Ayo atuh biar bibi siapin dulu " Kata bi ema


Setelah acara makan selesai alvin pamit pulang karena ada miting yg tidak bisa di tunda kini di meja makan hanya ada lira dan arka


"Ayo" Kata arka


"Kemana kak? Tanya lira


" Istirahat.. Kau pasti cape kan? "Kata arka


Ketika sampai di kamar arka lagi lagi lira merasa kagum dengan kamar arka yg indah dan rapis


"Istirahat dulu kakak ada urusan nanti kaka pulangnya malam jadi kau tidak usah nunggu kakak? " Kata arka


"Iya kak.. Makasih" Kata lira

__ADS_1


"Iya... Kalo gitu kakak pergi dulu asalamualaikum" Kata arka sembari mengelus kepala lira


"Walaikumsalam" Kata lira


Lira pun membersihkan badan nya sebelum tidur dan melaksanakan sholat terlebih dahulu, ketika dia ingin tidur dia teringat dengan kotak dari kakeknya yg belum di buka.


Lira pun beranjak dari ranjang dan menuju kopernya untuk mengambil kotak itu dan membuka nya untuk mengetahui isinya, ketika dia membukanya dia menemukan dia amplop surat dan sebuah foto ayahnya dan dirinya waktu bayi dan ada seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjangnya.


Lira mengambil amplop dari kakek nya terlebih dahulu dan membaca nya


"*Untuk cucuku ira


Mungkin saat kau membaca surat ini kakek sudah tidak ada lagi di dunia . Tapi kakek berharap kau bahagia walau sudah tidak ada lagi kakek dan ayahmu.


Ada suatu hal yg kau belum ketahui nak, mungkin saat kau mengetahuinya kau akan marah dan sedih.


Maafkan kakek dan ayah mu ira karena kami sudah membohongi mu bahwa ibumu sudah meninggal ... Ya ibumu belum meninggal dia masih hidup nak.


Jika kau ingin mengetahuinya bacalah surat dari ayah mu. Jika nanti kau ingin mencari ibumu dan sudah menemukannya kau jangan marah atau membencinya nak ini takdir Allah SWT . Tapi jika kau tidak menemukannya atau dia tidak menerimamu karena sudah berubah kau jangan sedih tetaplah bahagia nak..

__ADS_1


Kakek menyayangi mu ira*"isi surat kakek surya


Ketika lira membaca surat dari kakeknya entah di mana air matanya menetes deras, dia tidak menyangka dengan kebenaran bahwa ibunya masih hidup.


__ADS_2