DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
#22 KEPANASAN


__ADS_3

BIASAKAN SEBELUM BACA DI LIKE DAN DI VOTE DULU YA 👍😊


Hari semakin gelap dan sekarang lira dan arka terjebak di gudang, arka semakin gencar mencoba untuk membuka pintu yg sengaja di kunci di luar sedang kan lira semakin kegerahan akibat obat perangsang yg diberikan preman itu dan lira seperti merasakan sesuatu dorongan aneh dalam tubuhnya bahkan tubuhnya semakin terasa panas tapi lira masih punya kesadaran dan mengucapkan istighfar berulang-ulang berharap Allah membantunya


"Kak... " Kata lira memanggil arka yg sedang medobrak pintu


"Ya" Jawab arka menoleh ke belakang dan menatap lira


"Kau kenapa ira? " Tanya arka


"Aku.....aku kepanasan kak" Kata lira


"Kenapa tubuhmu panas ira bahkan disini dingin bukan panas " Kata arka keheranan


"Aku tak tau kenapa kak" Kata lira sambil mengipasi tubuhnya dengan tangan


"Apa kau sakit ira" Tanya arka kepada lira smbil memegang kening lira dan seketika lira merasakan tubuhnya dingin setelah di sentuh arka dan tidak kepanasan lagi akibat sentuhan arka atau lebih tepatnya kening lira terasa dingin


"Enakan" Lirih lira sambil memegang tangan arka agar tetap ada di wajahnya


"Kau kenapa lira " Tanya arka


"Apa kau memakan sesuatu ira" Tanya arka curiga


"Aku... Aku meminum minuman yg di berikan preman itu katanya kalau aku meminumnya aku akan di bebaskan" Jelas lira polos


"Apa mungkin lira di berikan obat perangsang karna ciri-cirinya sama seperti yang Alvin jelaskan waktu itu" Kata arka dalam hatinya dia mengingat perkataan sahabatnya itu

__ADS_1


"Kau tau di mana letak gelas bekas yg kau tadi minum ? " Tanya arka untuk memastikan kecurigaannya


"Di sana kak" Kata lira menunjukan letak gelasnya, arka pun menarik tangan dari wajah lira dan mendekat ke arah gelas itu dan mengambil nya arka mencium bau minumnya itu dan ternyata benar baunya aneh arkapun semakin yakin bahwa lira sengaja di beri obat perangsang


"Ternyata benar" Kata arka dalam hatinya


"Ada apa kak" Tanya arka yg sekarang sudah ada di belakang arka


"Tidak .... Tidak ada apa-apa... Apa kau masih merasa panas lira " Tanya arka


"iya kak ini panas sekali " Kata lira


"Kau buka baju saja lira " Kata arka


"Tidak kak ini salah kita bukan mukhrim ini salah" tolak lira


"Janji"


"Janji" Kata arka


Setelah perdebatan mereka lira membuka hijabnya dan menggunakannya untuk mengipasi badannya dan duduk bersandar ke dinding dan menyebut asma Allah dan berharap rasa panas yg di rasakannya hilang tapi rasa panasnya malah semakin menjadi dan parahnya lagi dia rasanya ingin membuka bajunya tapi tidak mungkin karena disini ada arka


"Astaghfirullah... Ya Allah kenapaa panas sekali" Lirih lira


Melihat lira gusar dan sakin kepanasan arka pun mendekat dan duduk di sebelah lira


"Apa masih panas ira" Tanya arka

__ADS_1


"Iya kak panas sekali" Kata lira


Karena mendengar lira masih kepanasan arka pun membuka baju dalamannya sekarang arka telanjang dada lira yg melihatnya pun kaget dan grogi serta takut


"Kenapa kakak membuka baju dalaman kakak? " Tanya lira ketakutan


"Kesinilah " Perintah arka


Lira hanya diam mematung, karena melihat lira hanya diam saja diapun langsung memeluk tubuh lira, lira langsung berontak


"Lepas kak... Apa yg kakak lakukan ini dosa kak" Kata lira berusaha untuk lepas tapi naas kekuatannya tidak sepanjang dengan arka


"Diamlah ini cara satu satunya agar kau tidka kepanasan karena cara yg satunya tidka mungkin ku lakukan " Kata arka tegas


Lira yg mendengarkan hanya diam dan benar badannya tidak kepanasan lagi tapi masih ada hasrat yg luar biasa di tubuhnya tapi ini sudah mendingan dari pada tadi.karema malam makin parut dan lira merasa lelah dan cape dia tertidur di pelukan arka


Arla ygelihat lira tidurpun merasa tenang, kini arka hanya memikirkan siapa yg sudah berbuat ini semua kepada lira dan dirinya karena tidak mungkin ini kebetulan karena ini sangat rapi seperti di rencanakan


"Aku merasa ini semua di rencanakan tidak mungkin lira di culik dan tidak langsung di setubuhi ,kalo memang preman itu menculiknya hanya karena ingin memperkosa lira dan kenapa sebelum mereka ingin memperkosa lira mereka merobek baju lira dulu ,kan mereka bisa langsung membukanya dan kenapa mereka memberikan obat perangsang kepada lira dan anehnya lagi kenapa orang yg memberi tahuku bahwa lira memanggilku dan nyatanya lira malah ingin di perkosa ini rumit dan susah di mengerti "kata arka dalam hatinya banyak pertanyaan yg mengelilingi pikiran nya


JANGAN LUPA


VOTE


LIKE


DAN COMENT GAYS

__ADS_1


__ADS_2