DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
BUKA BAJUMU TUAN#08


__ADS_3

Malam pun tiba arka dan semua orang yah berada di rumah itu tidur, tapi tidak dengan lira dia sedang melamun di kamar kecilnya


"kenapa tante dan Sinta membenciku apa salahku.... kenapa ini bisa terjadi.. aku gak mau semua orang membenciku... aku ingin semua orang sayang kepada ku ya Allah " ucap lira dengan sedih tanpa terasa air matanya menetes


setelah mengatakan itu dia merebahkan tubuhnya di kasur nya dia melamun dan berpikir apa salahnya sehingga tante dan sepupunya membencinya dan terus menerus menyiksanya, berbeda dengan kakeknya dia sangat menyayangi nya. lira larut dalam pikirannya tanpa terasa dia ketiduran .


jam menunjukan jan 03.45 subuh lira terbangun lalu dia bangkit dari tidurnya da menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berhudhu dan melaksanakan sholat tahajud terlebih dahulu dan setelah itu melaksanakan sholat subuh setelah lira sholat dia mengaji al-quran setelah itu dia berdoa berdoa kepada sang ilahi


"ya Allah ampuni lah dosa almarhum ayah da ibu hamba dan berikan lah merek tempat di sisimu.... ya Allah kenapa tante dan Sinta membenci hamba.. apa salah hamba kepada mereka ya Allah... semoga tante erin dan Sinta menyadari kalau hamba menyayangi mereka ya allah dan berikan lah mereka hidayah mu ya Allah amin"dia lira setelah dia mengaji al-quran dia berdoa dengan hati yah sedih sampai sampai dia meneteskan air mata


seperti biasa setelah lira sholat dia membersihkan rumah dan memasak untuk sarapan pagi semua orang. setelah masakan lira selesai dia menatanya di meja makan ketika dia sedang menatanya erin Sinta dan kakek datang , mereka pun duduk dan mulai memakan sarapannya


"kek.. lira.. mau.. " ucap lira dengan gugup, dia takut dengan tante erin dan Sinta akan memarahinya karena ingin meminta ijin untuk memberi makan arka


"iya kak ada apa? " tanya sang kakek kepada cucunya


"lira mau ke kamar tuan arka untuk memberi bubur untuk sarapannya.. apa boleh kek? " tahan lira kepada kakek sabil melirim erin dengan takut


"oh namanya orang itu arka. ...apa dia kaya ?" tanya Sinta

__ADS_1


"sinta... kau itunya pikirannya cuman kaya kaya daan kaya mulu... ap kamu gak punya malu hah? menanyakan itu?... sudah sana lira kau beri dia makan " ucap kakek kepda cucunya, dia tidak habis pikir bagaimana dia memiliki cucu yang menanyakan kekayaan orang lain


"iyakek kalo gitu lira ke kamar tua arka dulu ya kek " imbuh lira kepda semua orang


setelah itu lira membawa makanan itu kekar arka, dia mengetuk pintu


tok tok tok


"masuk " jawab arka dari dalam


ketika lira masuk dia melihat arka yang berusaha untuk duduk, melihat itupun lira buru buru membantu arka untuk berdiri dan menyimpan makanannya terlebih dulu


"ayo tuan kau harus makan agar tuan cepat sembuh " ucap lira kepada arka


"hmmm " arka menjawab dengan wajah datarnya


"aaaa ayo tuan biar saya suapi "


"biar saya saja " tolak arka

__ADS_1


"biar saya saja tuan... kondisi tuan kan belum stabil" kata lira


"baiklah" Jawa arka dengan terpaksa


lira menyuapi arka tanpa ada pembicaraan apapun diantara mereka setelah arka makan dan meminum obatnya lira menyuruh arka untuk membuka bajunya


"tuan buka baju tuan" perintah lira


"hah" jawab arka kebingungan


"buka baju tuan " perintah lira lagi


"mau apa.. kamu menyuruh saya membuka baju? " jawab arka dengan dingin


"ish. tuan ini.. saya ingin. mengganti perban dan membersihkan jaitan yah ada di dada tuan " jawab lira dengan kesal


"oh" jawab arka dengan malu karna di a berpikir yang tidak tidak


jangan lupa vote ya teman teman

__ADS_1


__ADS_2