DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
DISUAPI #34


__ADS_3

Setelah arka makan siang lira membereskan kotak makanan yg tadi dibawanya.


" Kak aku pulang dulu ya "kata lira


" Disini aja temenin kakak kerja nanti pulangnya bareng "kata arka


" Tapi kak...."kata lira


"Disini aja oke... Kamu bisa main henpon dulu sambil kakak kerja " Kata arka


"Tapi ira gak bisa menggunakan henpon kak" Kata lira memang dari dulu dia tidak memiliki HP karena jika dia di belikan oleh kakeknya selalau saja sinta mengambilnya atau merusaknya


"Kakak ajarin oke" Kata arka


Lira pun diajarkan menggunakan henpon oleh arka dengan cepat. Setelah itu arka melanjutkan pekerjaannya dan lira memainkan henponnya. Dan ternyata lira ketiduran di sofa mungkin karena kelelahan.


"Sayang" Kata arka sambil mengelus pipi ira


"Hmmm" Kata ira membuka mata nya


"Kita sholat dulu baru kita pulang" Kata arka


"Kata sholat di mana kak" Kata lira


"Di sini aja.. Kita sholat di ruang istirahat kakak " Kata arka


Arka pun mengajak lira ke ruangan istirahat arka disana ada kasur, sofa bahkan ada kukas di sana dan itu membuat lira terpukau bukan saja tempatnya yg indah karena dapat melihat kota di kaca jendela tapi juga dengan desain kamarnya


"Ini kamar kakak ? " Kata lira


"Iya ini kamar kakak ... Kau suka " Kata arka

__ADS_1


"Iya ira suka... Tapi kenapa ada kamar di sini ya? "kata lira


" Ya karena kakak jarang pulang ke rumah jadi kakak buat kamar disini agar kakak bisa istirahat disini tanpa harus pulang"kata arka


"Ohh... Jadi kakak jarang pulang ya " Kata lira


"Hmmm.. Tapi karena kakak sekarang punya istri yg cantik dan sholeh ini kakak akan berusaha pulang tepat waktu untuk istri kakak ini" Kata arka dan lira terseyum dengan kata-kata yg di lontarkan oleh arka


Mereka melaksanakan sholat berjamaah berdua dengan tenang. Setelah melaksanakan sholat lira dan arka pulang tapi arka memberhentikan mobilnya di mall


"Kenapa kita kesini.. Bukannya lita mau pulang ya kak" Kata lira


"Ada yg mau kakak beli jadi kesini dulu " Kata arka


Mereka menuju ke salah satu toko HP di sana, arka memilih HP keluar an terbaru setelah selesai baru mereka pulang . Ketika berada di parkiran tiba-tiba saja ada yg menyenggol lira yg membuat lira hilang keseimbangan untuk ada arka yg menahannya


"Maaf.. Saya tidka sengaja " Kata ibu-ibu itu


"Maaf ya nak " Kata ibu itu ketika melihat wajah arka dengan jelas, dia ketakutan dan langsung pergi


"Wajahnya tidak asing ya kak " Kata lira dia berpikir keras untuk mengingat siapa tapi nihil dia tidka ingat siapa -siapa


"Yaudah yuk kita pulang aja keburu malam " Kata arka


Mereka pun berjalan menuju mobil dan pergi dari mall itu ketika di jalan arka melamun memikirkan kejadian itu


"Bukannya itu ibunya dion Aleksander ... Kenapa dia ketakutan melihat ku... Apa dia takut karena suami dan anaknya itu yg telah membunuh keluarga ku jadi dia takut aku bunuh" Kata arka dalam hati


"Kenapa kak kok melamun " Kata lira


"Gak.. Kakak gak papa kok "kata arka

__ADS_1


" Tadi kakak melamun.. Apa kakak kepikiran kerjaan kakak ya.. Seharusnya tadi kakak selesain dulu biar ira tinggu aja sampai kakak selesai"kata lira


"Gak bukan masalah kerjaan kok jadi kamu tenang aja sayang " Kata arka sambil mengelus kepala ira yg tertutup oleh hijab


"Ihhh.. Kakak hijab ira jadi berantakan kan " Kata ira sambil membenarkan jahatnya dan arka hanya tersenyum sebab ira yg menggemaskan


"Sayang" Kata arka


"Hmmm" Kata lira


"Sayang " Kata arka sekali lagi


"Apa kakak ku sayang " Kata lira kesal seketika saja kesalnya hilang dengan rasa malu karena memanggil arka sayang dan lira buru-buru menutup mulutnya dan itu membuat arka tersenyum lebar dan sekaligus kaget


"Ops .. Maaf kak maaf" Kata lira


"Coba ulang sekali lagi sayang " Kata arka sambil menepikan mobilnya dan memegag bahu lira


"Gak ada pengulangan kak" Kata lira


"Ayo lah sayang sekali ini aja ya" Kata arka memelas


"Ira malu kak " Kata lira


"Gak usah malu kakak kan suami ira jadi gak usah malu oke " Kata arka


"Kakak sayang" Kata lira dengan suara kecil


"Hah ulang lagi .. Ulang lagi" Kata arka


"Kakak sayang" Kata lira dengan suara keras seketika arka memeluk tubuh ira erat

__ADS_1


"I love you lira anatasya " Kata arka dan itu tentu saja membuat ita kaget dan senang karena perasaan nya tidka bertepuk sebelah tangan


__ADS_2