DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
BLASHBACK ON #16


__ADS_3

PLASHBACK ON


Dua sahabatan yg sedang asik bercengkrama. Mereka adlah lira dan Gilang mereka bersahabat dari kecil


Obrolan mereka yg tadinya santai tiba-tiba saja Gilang mengajukan pertanyaan yg serius sehingga keadaan jadi canggung


"Lira apa aku boleh bertanya" Ucap Gilang dengan penuh keseriusan


"Hmmm" Jawab lira


"Apa kau sudah punya pacar ra" Kata gilang serius


"Pacar.... Kenapa kau menanyakan pacar... Kau lantai aku itu tidak punya teman lelaki kecuali kau gilang kau ini bercanda hah" Kata lura


"Lira " Panggil gilang agar lira menghadap nya


"ya" Jawab lira sambil menatap mata gilang


"Aku mencintaimu lira" Kata gilang


"Hahha.. Kau jangan bercanda gilang " Lira malah tertawa menanggapinya dengan candaan karena tidak percaya apa yg di katakan sahabatnya


"Aku serius lira aku mencintaimu... Entah kapan perasaan ini ada tapi aku merasakan bahwa aku mencintaimu lira " Ucap gilang penuh keseriusan


"Apa kau bercanda gilang" Lira mulai menanggapinya dengan serius


"Iya aku mencintaimu lira... Apa kau mau menerima ku lira? " Tanya lira

__ADS_1


"Aku tidak tau gilang .... Aku bingung" Kata lira


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang aku akan menunggunya bila kau sudah punya jawabannya lira" Kata gilang


Mereka tidak ada yg menyadari di balik pohon ada yg mendengarkan pbicaraan mereka dia mengepalkan tangannya menahan amarahnya dia adalah Sinta, dia mencintai gilang dia juga tidak mau lira bahagia seketika dia tersenyum licin , dia mempunyai rencana agar gilang membenci lira


"Lihat saja lira aku akan mengambil gilang.... Dia itu hanya milikku " Kata Sinta dengan senyum liciknya


Setelah kejadian itu lira tidak pernah bertemu dengan gilang lagi karena a gilang memiliki pekerjaan sehingga meninggalkan kampung. Lira terus berpikir apa dia mencintai gilang sama dengan apa yg gilang rasakan tapi dia bingung di sisi lain dia mulai merasakan rasa cinta itu tapi dia juga bingung karena dia juga tau sinta sepupunya mencintai gilang juga


"Apa aku terima saja gilang... Tapi Sinta juga mencintai gilang" Lira bingung dengan situasi ini


Lira terus saja melamun dengan pikirannya tiba-tiba saja teman sinta, nuri datang


"Ha.. Ha... Lira " Panggil nuri dengan terngengah-ngengah


"Itu.. Itu... Sinta" Ucap nuri


"Ada apa dengan Sinta nuri " Tanya lira penuh kekhawatiran


"Dia di sekap oleh para pemuda di gudang yg ada di ujung kampung lira " Jawab nuri


"Apa... Jangan bercanda nuri " Tanya nuri sambil terkejut


"Iya bener lira" Jawab nuri


"Yaudah aku ke sana kalo gitu " Kata lira sambil berlari agar dia dapat bisa menolong Sinta

__ADS_1


Setelah lira sampai di gudangnya di bingung karena di sana tidka ad apa-apa, di sana juga sepi


"Sinta ... Sinta" Panggil lira sambil berteriak


"Tolong.... Tolong"


Lira sayup-sayup mendengar seseorang meminta tolong di dalam gudang itu


"Sinta apa itu kau " Tanya lira sambil mendekatkan diri kepintu yg terkunci


"Lira tolong aku lira " Jawab Sinta di dalam gudang


"Tunggu aku akan membuka pintunya Sinta" Kata lira, dia mengambil sesuatu agar bisa membuka pintu dia melihat kayu besar lalu dia membawanya dan mendorong kayu itu kepintu sehingga menghasilkan dorongan ke pinta itu dan pintu pun terbuka , lira pun masuk dan menghampiri Sinta yg sudah di kelilingi pemuda kampung


Kau tidka apa-apa Sinta"kata lira sambil memeluk Sinta


"Aku tidak apa-apa lira " Kata Sinta sambil melepaskan pelukannya dan berdiri


"Mau apa kalian menyekap Sinta di sini hah" Tanya lira berteriak


"Kami hanya ingin bermain-main saja " Kata salah satu pemuda itu


"Pergi kalian" Usir lira


Lira sedang sibuk berdebat dengan para pemuda sedangkan Sinta pergi sendirian meninggalkan lira


"Apa mau kalian hah" Tanya lira karena salah satu pemuda mulai mendekat dan mengelus kepala lira yg tertutup hijab lira pun menepisnya tapi tangan nya malah di cekal oleh pemuda itu

__ADS_1


__ADS_2