DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
MENANAM PADI #13


__ADS_3

"Nah sekarang kakak ambil padi ini dan ambil sedikit sekiranya segenggam tangan kakak.... Nah kalo sudah gini kakak tinggal tancapkan di tanahnya selesai.....apa sekarang kakak mengerti...coba kakak lakukan apa yang tadi aku contohkan"kata lira mengajarkan dan mencontohkan cara menanam padi ke arka bagaimana cara menanamkan padi. Arka pun mengikuti arahan lira


"Seperti ini" Kata arka sambil menunjukan padi yg di gemgamnya


"Iya sekarang kakak tinggal Menancapkannya di tanah ini " Tunjuk lira


Arka pun melakukan apa yg di perintahkan lira. ketika arka sibuk dengan kegiatan menanam padi .Tapi tiba-tiba saja lira memiliki ide jahilnya untuk menjahili arka .lira menyiram air ke wajah arka . arka yg merasakan ada air yg mengenai wajahnya dia langsung berbalik melihat siapa pelakunya dan langsung memarahinya


"Kau...kenapa kau menyiram ku lira " Kata arka geram dan penuh penekanan dengan kelakuan lira. Lira hanya tersenyum dan tertawa karna melihat wajah arka yg lucu karena kena cipratan air


"Hahhaha.... Kak kau lucu " Kata lira, dia malah tertawa terbahak-bahak melihat wajah arka


"Oh jadi aku lucu ... Begitu hah... Kalo begitu ini rasakan agar kau lucu juga sama dengan ku" Kaa arka sambil menciptakannya air ke wajah lira


"Ahh kak wajahku jadi kotor " Kata lira . Arka hanya tersenyum


"Ah sudahlah kakak tidak seru.. Kau malah membalas ku seharusnya kau mengalah saja kak " Ucap lira dengan ekspresi sedihnya arka yg melihatmu hanya terkekeh geli


"Sudah sudah.. Ayo kita selesaikan sebelum hari makin panas lira " Kata arka menyudahi candaan mereka.


 

__ADS_1


Mereka melanjutkan acara menanam padi mereka sampai selesai . Mereka merasa lelah terutama bagi arka karena ini hal baru baginya. Setelah selesai menanam padi mereka beristirahat di saung yg ada di sawah kakek


 


"Akhirnya selesai" Kata arka sambil duduk di saung


"Apa kakak capek " Kata lira sambil duduk di samping arka


"Lumayan " Kata arka


"Kalo begitu kita makan dulu setelah itu kita pulang " Kata lira sambil mengambil rantang yg tadi mereka bawa


"Tapi tangan ku kotor lira bagaimana aku bisa makan" Kata arka


"Kau cuci dulu tangan mu dengan air ini kak" Kata lira sambil menyodorkan botol air . arka pun mencuci tangan nya


"nah sekarang kakak makan " ucap lira mereka pun makan ketika makan lira berkata


"kak apa kau tau" kata lira


"hmmm" kata arka sambil memasukan makanan nya ke mulut

__ADS_1


"dulu aku sering ke sawah dengan ayah ku.. kita bersawah bersama dan makan di saung ini ... aku merasa senang dan bahagia pada saat itu tapi... sekarang ayah sudah tidak ada di dunia ini" kata lira sedih atas kepergiaan ayahnya


"kau jangan menangis nanti apa kata warga kalo melihat mu menangis.. nanti aku di tuduh melakukan sesuatu yg jahat kepada mu... " kaa arka menghibur lira agar gadis yg di hadapannya tidak sedih lagi


"ah kau merusak suasana kak" kata lira sambil mengusap air matanya


"sudah kita selesaikan makanan kita ini lalu kita pulang aku mau mandi... semua badanku pada gatel semua " kata arka


"kau gatal kak" taya lira


"hmmm" kata arka sambil makan


"mungkin itu karna kakak tidak pernah ke sawah jadi gatal " kat lira


"mungkin.. ah sudahlah kita lanjut makan saja " kata lira


 


mereka pun menyesalkan acara makan mereka dengan tenang. Setelah mereka selesai makan mereka pulang ke rumah.


 

__ADS_1


__ADS_2