
#25
Ditengah-tengah perdebatan mereka tiba-tiba saja mantri yg memeriksa kakek datang menghampiri mereka yg sedang berdebat
"Bagaiman keadaan ayah saya dok" Kata Erina
"Dia terkena serangan jantung ... Kita harus segera membawa dia ke rumah sakit yg ada di kota jika tidka nyawanya tidka akan terselamatkan" Jelas pak mantri
"Kakek" Kata lira sambil berlari menuju ke kamar kakek dan diikuti oleh semua orang, ketika sampai di kamar kakek nya lira langsung memeluk kakeknya
"Kakek... Hiks... Jangan tinggalkan ira kek hiks" Kata lira terseduh-sedu
"Ira" Kata kakek sambil mengelus kepala ira
"Kakek dengar kami tidak melakukan itu kami hanya terjebak di sana kakek percayalah kek" Kata lira
"Kakek percaya ira" Kata kakek
"Maaf kek maaf.. Jika saja ira tidak terjebak di sana kakek tidak akan begini maaf kek maaf" Kata ira
"Ira... Apa kau mau mewujudkan keinginan terakhir kakek? " Kata kakek sambil memegang dadanya yg terasa sakit
"Kakek jangan banyak bicara dulu kek" Kata lira
"Arka" Panggil kakek
__ADS_1
"Iya kek" Kata arka mendekat ke arah kakek dan ira
"Menikahlah dengan arka lira " Kata kakek sambil menyatukan tangan arka dan lira
"Tapi... " Kata lira sambil menatap arka dan arka hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya
"Kami akan menikah kek" Kata arka tegas seketika saja kakek tersenyum
Kini lira sedang bersiap-siap untuk acara pernikahannya yg mendadak bahkan dia memakai kebaya peninggalan neneknya walaupun modelnya sudah ketinggalan jaman tapi masih bagus , Tiba-tiba saja Erina datang memanggil lira untuk acara ijab qobul yg akan di langsung kan
"Ayo semua orang sudah menunggu" Kata Erina sinis
"Iya tan" Kata lira
Merekapun pergi ke kamar kakek karena sang kakek ingin melihat sang cucu menikah sehingga mereka menikah di kamar kakek di sana sudah ada arka dan semua orang termasuk penghulu dan ada juga warga yg menjadi saksi
SAH
Kata pun sudah terdengar di kamar itu sebagai tanda bahwa sekarang arka dan lira sudah sah menjadi suami istri, penghulu pun mendoakan pasangan baru itu setelah acara berdoa itu selesai arkaenyematkan cincin ke jari lira karena acara ini mendadak dan untuk menyiapkan maskawin pun tidak ada waktu dan kakek memberikan cincin peninggalan nenek sebagai maskawinnya dan lira mencium tangan arka dan arka mencium kening lira
"Kakek titip ira kepada mu arka jagalah dia dan sayangilah dia " Kata kakek terngengah-engah
"Pasti kek" Kata arka
"Ira... Jadilah istri yg baik nak" Kata kakek
__ADS_1
"Iya kek" Kata lira berlinang air mata
"Ada sesuatu yg belum kau ketahui ira.. Setelah kakek meninggal kau carilah kotak yg kakek simpan di lemari dan carilah ibumu nak" Kata kakek sambil memegang dadanya
"Iya kel" Kata ira
"Berjanjilah kau akan bahagia bersama arka nak" Kata kakek
"Iya kek" Kata lira
"Hah... Hah Ashaduala ilahailallah waashaduana Muhammad da Rosulullah" Kata kakek di hembusan Napas terakhirnya
"Kakek" Kata ira sambil memeluk kakek
"Ayah... Kakek " Kata Erina dan Sinta sambil mendekat ke arah kakek dan memeluknya
"Kakek jangan tinggalkan kami kek" Kata lira
"Ayah" Kata Erina
"Inalilahi wainalilahi rojiun " Kata salah satu warga sambil mengecek napas kakek
"Kakek" Kata lira dan Sinta
"Ayah" Kata Erina
__ADS_1
Mereka menangis sejadi-jadinya atas kehilangan kakek bahkan Erina dan Sinta pun menangis atas meninggalnya kakek