
"tolong jangan" kata lira sambil ketakutan dan menangis terseduh-seduh dan berusaha meronta agar lira bisa lepas
"Kau mau lepas dari kita sayang" Tanya preman itu dan lira pun hanya menganggukkan kepalanya
"Kalau kau ingin lepas maka kau harus meminum apa yg kita berikan dulu " Kata preman itu dan bodohnya lira dia menganggukkan kepalanya
"Ambil minuman itu" Perintah preman itu kepada temannya
"Baik bos" Kata preman itu, diapun mengambilnya minuman nya yg sudah di campuri obat perangsang
"Ini bos " Kata preman itu sambil memberikan minuman itu dan temennya memberikannya
"Ini minumlah" kata preman itu yg sudah mengambil minumannya dan meminumkannya ke mulut lira dan lira meminumnya sampai habis
"Pintar" puji preman itu karena lira meminumnya sampai habis
"Sekarang lepaskan aku" Kata lira
Belum juga preman itu menjawab tiba\-tiba saja arka datang
"Lepaskan dia" kata arka
"Kenapa kami harus melepaskan dia"tanya preman itu
__ADS_1
Bukannya arka menjawab dia malah mulai memukuli para preman itu
BUGH
BUGH
BUGH
Arka memukuli preman itu dengan ganasnya mungkin mereka bukan tandingannya karena bagi arka para preman itu mudah untuk di kalahkan dalam sekejap saja karena arka sudah biasa melawan orang\-orang seperti mereka bahkan arka bisa melawan lebih dari orang\-orang ini
Arka sedang sibuk melawan preman itu Sedangkan lira dia mulai merasakan efek dari minuman yg di berikan oleh preman itu dia mulai kegerahan dan rasanya dia ingin membuka bajunya tapi apa yg bisa di buat ikatan tali yg ada di tangan dan kakinya belum terlepas
"Apa kau tidka apa-apa" Tanya arka sambil melepaskan ikatan lira
"Kakak" Lirih lira sambil memeluk arka dia tidak mengingat batasnya antara wanita dan pria dia hanya ingin memeluk seseorang dan melampiaskan ketakutannya sedangkan arka melalui merasakan degupan kencang pada jantungnya
"Apa kau tidak apa-apa " Tanya arka sambil melepaskan pelukan mereka
"Aku tidak apa-apa kak tapi rasanya badanku gerah" Kata lira
"Kenapa pakaiannya mu bisa begini " Kata arka sambil membuka bajunya dan memakaikannya kepada lira dan arka juga mengambil hijab lira
Dan memberikannya ke pada lira
__ADS_1
"Pakailah hijab mu dulu lira" kata arka sambil menyodorkan hijab itu dan lira pun memakainya
"Terimakasih kak " Kata lira
"Kalau begitu ayok kita pulang " Ajak arka
"Ayo kak" Kata lira
Arka dan lira menuju pintu gudang dan muali membuka nya tapi pintu itu susah di buka dan arka mencoba berkali-kali untuk membuatnya tapi tidka bisa
"Kenapa pintunya susah di buka " Kata arka
"Apa mereka menguncinya kak" Tanya lira
"Mungkin" kata arka, dia berusaha membuka nya bahkan mendobraknya tapi tidka bisa sedangkan lira dia mulai gerah karena efek dari obat itu
"Kak apa kau gerah atau panas kenapa aku panas sekali " Kata lira sambil mengkipas-kipas
Badannya dengan ujung hijabnya
"Aneh ... Kenapa kau kepanasan inikan dingin lira" Jawab arka kebingungan
"Aku tidak tau kenapa kak tapi ini panas sekali" kata lira rasanya dia ingin membuka bajunya tapi dia masih waras karena di sini ada arka dan dia tahu betul bahwa memperlihatkan tubuhnya kepada orang yg bukan muhrimnya itu dosa
jangan lupa
VOTE LIKE DAN KOMEN
__ADS_1
please ya kalian jangan lupa itu merupakan dukungan buat ku jangan lupa ya vote dan like serta komennya