DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
DI USIR #26


__ADS_3

#26


Setelah kakek surya di di mandi kan dan di kafani sekarang orang-orang sedang berbondong-bondong untuk mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya. Banyak orang yang mengantarkan beliau karena kakek seseorang orang yang ramah dan suka membantu warga .


Setelah pemakaman kakek surya selesai semua orang pulang kecuali lira dan arka. Lira sedang memandangi kuburan kakek dengan air mata yg mengalir terus


"Kakek" Lirih lira


"Ayo ira ....kita pulang... " Kata arka


"Kenapa ini semua terjadi... Kenapa harus ira kak... Aku bahkan tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini... " Kata lira tanpa menoleh ke arka


"Tidak kau tidak sendirian lagi ... Aku disini.. Kau punya aku ira tenanglah" Kata arka sambil berjongkok du dekat ira dan memegang pundaknya


"Sudah .. Kau harus mengikhlaskan kakek dia pasti sedih dan berat jika kau terus menerus bersedih begini lura..... Ayo kita pulang ini sudah mulai gelap" Lanjut arka

__ADS_1


Setelah lira dapat di bujuk arka , merekapun pulang beriringan. Setelah beberapa menit berjalan mereka sampai di rumah tapi setelah mereka berada di teras rumah mereka mendapatkan koper yg ada di luar sehingga mereka bigung tapi kebingungan mereka terjawab setelah erina dan sinta keluar dengan membawa tas ira dan di lemparkan ke hadapan ira sehingga ira kaget.


"Ada apa ini tante... Kenapa koper ira ada di luar" Tanya lira


"Kau masih bertanya... Kau adalah pembawa sial di keluarga kami... Kakak dan ayah ku meninggal karena kau ira ...dan Kau seharusnya pergi bersama ibumu yg selingkuh itu .. Pergi dari rumah ini menjauhlah dari hidup kami... Aku tidak kau berada di sini lagi dan aku tidakingin kesialan terus ada di rumah ini.. " Kata erina emosi


"Tapi tante ira harus kemana... Ira tidak punya siapa-siapa lagi tante " Kata ira menangis


"Itu terserah kau... Yg jelas kau harus pergi di rumah ini " Kata erina


"Pergi dari rumah ini dan menyingkirlah kau anak sialan" Kata erina sambil menggerakan kakinya agar lira melepaskannya dan benar lira sampai terhuyung ke belakang itung ada arka yg menangkapnya


"Baiklah tante .....ira akan pergi dari rumah ini" Kata lira berusaha tegar


"Baguslah pergilah" Kata erina

__ADS_1


"Tapi sebelum itu ijinkan ira untuk mengambil kotak dari kakek" Kata lira


"Cepat ambilah dan segera pergi dari sini... Aku sudah muak melihat wajahmu itu" Kata erina sambil pergi dari sana dan di susul oleh anaknya sinta


"Ayo berdiri lah " Kata arka


"Kak aku harus mengambil kotak dari kakek " Kata lira


"Apa kau butuh aku temani? " Tanya arka


"Tidak perlu kak... Kau tunggulah di sini" Kata iraa


lira pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar kakek dan mengambil kotak itu dengan perasaan sedih mendalam karena harus meninggalkan rumah ini yg notabene banyak kenangan di dalam nya


sebelum ira meninggalkan kamer kakeknya dia berkata

__ADS_1


"semoga kakek tenang di sana... kakek aku akan berusaha bahagia dan menjadi istri yg baik sesuai perintah kakek jadi tenaglah di sana kek aku baik - baik saja di sini " kata lira dan setelah mengatakan itu dia keluar dari kamar kakeknya


__ADS_2