
#27
Setalah mengambil kotak dari kakek lira dan arka pergi dari rumah itu dengan perasaan sedih. Mereka pergi ke terminal bus untuk pergi dan entah kemana tujuan mereka
Mereka beristirahat di kursi tunggu untuk menunggu bus, memang di sini jarang ada bus dan kebetulan hati ini adalah jadwal biasanya bus itu ada di kampung ini .
"Kita pergi kemana kak" Tanya lira
"Kita pergi ke rumah kakak ira" Kata arka
"Apa kakak tidak keberatan aku tinggal di rumah kakak... Aku pasti membebani kakak" Kata lira
"Kau tidak membebani kakak ira ... Sekarang kau tanggung jawab kakak... Sekarang kau istri kakak jadi jangan merasa membebani kakak" Kata arka sambil mengusap kepala lira yg tertutup hijab
"Terima kasih karena kakak mau menerima ira dan pernikahan ini" Kata lira dan arka hanya terseyum sebagai jawabannya
Setelah mereka menunggu cukup lama akhirnya bus pun datang dan mereka pun pergi ke kota dengan menggunakan bus .Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kota .
"Kau tunggu disini dulu ira kakak akan meminjam ponsel untuk menelpon seseorang" Kata arka
"Hmmm" Kata ira
Setelah itu arka mencari orang untuk bisa meminjamkan nya ponsel, untungnya ada orang yang berbaik hati yg meminjamkannya. Setelah itu arka menghampiri lira
"Ayo kita tunggu di halte" Kata arka
__ADS_1
"Baiklah kak" Kata ira
merekapun pergi ke halte untuk menunggu jemputan , setelah menunggu sebuah mobil datang menghampiri mereka dan keluarlah seorang pria dan menghambat mereka
"Arka.. Kau masih hidup... Sukurlah" Kata Alvin sambil memegangi tubuh arka dia masih tidak percaya bahwa arka masih hidup
"Iya ini aku arka...ayo cepat kita pulang istri ku pasti kecapean habis perjalan panjang" Kata arka yg membuat lira tersipu malu atas Kata-kata yg di lontarkan arka
"Apa... Kau sudah menikah arka yg benar saja kau pulang-pulang langsung bawa istri" Kata Alvin kaget langsung saja dia menoleh ke samping arka ada seorang perempuan yang cantik
"Maaf aku tidak mengabari kau bahwa aku sudah menikah .... Semua ini terjadi begitu cepat" Jelas arka
"Kau benar-benar sudah menikah arka ?" Kata Alvin
"Iya Alvin... Apa aku terlihat pertanda hah" Kata arka jengah dengan tingkah Alvin
"Kau pikir aku sesuka jenis hah? Sudahlah ayo kita pulang kau terlalu banyak berbicara Alvin" Kata arka sambil pergi ke mobil dan menyimpan koper ke bagasi mobil di bantu oleh Alvin , setelah itu arka membukakan pintu mobil untuk ira
"Ayo ira kita pulang" Kata arka
"Ha" Kata lira kaget karena dari tadi dia melamun
"Ayo kita pulang" Kata arka
"Iya kak" Kata lira sambil masuk mobil di susul oleh arka
__ADS_1
Sepanjang jalan tidka ada yg memulai pembicaraan Alvin yg fokus menjalankan mobil dan arka dan lira yg saling diam di bangku belakang
"Kau hebat mencari istri ka... " Kata Alvin memecah keheningan
"Tentu " Kata arka membuat lira tersipu malu
"Gomong-gomong nona kita belum berkenalan.. Aku Alvin " Kata Alvin
"Aku lira pak" Kata lira
"Oh ayolah nona lira aku ini masih muda jadi jangan panggil aku pak panggil aku Alvin" Kata Alvin
"Baiklah kak Alvin tapi kak Alvin juga jangan memanggil aku nona panggil aku ira saja kak" Kata lira
"Baiklah " Kata Alvin
"Bagaimana selama aku tidka ada apa semuanya baik-baik saja al? " Tanya arka
"Semuanya baik.. Tapi setelah kau tidak ada sean bekerja di kantor karena aku tidka sanggup menjankannya sendirian " Jelas Alvin
"Baguslah ... Sebaiknya sean bekerja di kantor " Kata arka
"Lalu bagaimana dengan black depis jika sean bekerja di kantor ka? " Tanya Alvin
"Kita bicarakan nanti di kantor" Kata arka
__ADS_1
Setelah perjalanan panjang mereka sampai di rumah arka yg cukup besar dan indah . Lira yg melihatnya pun takut dengan rumah arka