
arka pun membuka bajunya, ketika arka membuka baju lira terkesima dengan badan arka. yang berotot.
lira malu dan grogi karena itu adalah pengalaman pertama baginya melihat badan seorang lelaki karena dia tidak pernah melihat badan lelaki , dianya pernah menjabat tangan lelaki bukan melihat badannya
"hmmm" deheman arka membuat lira sadar akan lamunannya
"ah maaf tuan " ucap lira dengan gugup
lalu lira pun membersihkan dan mengganti perban arka
"tahan sedikit tuan , mungkin ini akn sedikit sakit" ucap lira memberitahu arka
"sssttt. auu " desis arka karna lira menekan bekas jahitan nya
"ah maaf tuan" setelah lira mengatakan maaf dia melanjutkan pekerjaannya
"selesai " ucap lira dengan senang karna perbannya sudah diganti
"tuan, apa tua ingin jalan-jalan untuk menghirup udara segar " lanjut lira
"hmmm" kata arka dengan muka datarnya
"kalo begitu, ayo tuan kita ke sawah kakek , di sana udaranya segar tua "
__ADS_1
setelah mengucapkan itu lira dan arka pergi ke sawah kakek dengan berjalan kaki karna jaraknya tidak jauh dari rumahnya. sambil berjalan lira da arka berbincang-bincang
"tuan apa kau tau di sana itu ada gunung indah... kita dapat melihat kota dari sana " ucap lira sambil menunjukan gunungnya
"hmmmm" jawab arka dengan cuek
"tuan apa tua berasal dari kota " tanya lira keadaan arka
"ya... saya berasal dari sana " jawab arka
"apa kehidupan di kita itu menyenangkan tuan?" taya lira dengan penasaran karna dia belum pernah datang ke kota
" ya......di sana menyenangkan ... karena di sana segala sesuatu mudah di dapatkan....bahkan kau dapat memesan barang atau makanan dari rumah dan tidak perlu datang ke toko langsung.....tidak seperti di sini "jawab arka pajang lebar
" kau benar tuan di sini memang susah..kalo disini kita harus pergi ke pasar kalo mau berbelanja sesuatu,termasuk untuk mendapatkan pengobatan ... di sini hanya ada mentri itupun cuma satu .... tapi disini enak tuan "
"ya enak... lihatlah di sana " sambil menunjuk ke burung yah ada di pohon-pohon
"di sini burung-burung masih banyak sedangkan di kota mungkin sudah tidak ada karena banyak polusi dimana-mana.. disini juga udaranya segar dan alami karena disini tidak banyak polusi " jawab lira
"kau benar , di sini segar tidak seperti di kota panas... apa kau tidak pernah ke kota? " tanya arka
"tidak... saya tida pernah datang ke kota " jawab lira dengan sedih karna dia belum pernah ke kota
"apa kau ingin ke kita ? " tanya arka
"mau.. bahkan waktu kecil saya ingin ke sana ... kau tau tau tuan aku sampai menangis ingin ikut ke sana waktu ayah ku mau ke kota " jawab lira sambil membalikan badan menatap arka tiba-tiba saja lira tersandung baru karna tidka melihatnya
__ADS_1
"Aaaaa" keseimbangan lira goyah hampir saja jatuh tapi untungnya dengan sigap arka menangkan lira untuk menolong lira
pandangan mereka pun beradu seketika untung keduanya berdetak lebih cepat
deg
deh
deg
"perasaan apa ini....kenapa rasanya aku nyaman dengan dia dan kenapa jantungku berdetak cepat... apa artinya ini? " tanya arka bingung karena itu adalah pengalaman pertamanya bahkan dia bersentuhan dengan wanita pun kecuali hanya dengan ibu dan lira. dia juga bingung kenapa dengan lira dia tidak merasa jijik tapi dengan wanita lain dia jijik
"kenapa jantungan berdetak cepat seperti mau lari maraton saja.... dan apa ini kenapa rasanya nyaman sekali"tanya lira dengan bingung
Mereka larut dalam pikiran masing-masing tanpa mereka sadari mereka di lihat oleh warga yang lewat
" cie cie... "kata warga
" udah atuh neng jangan romantis-romantisan dijadikan jalan malu "kata warga lainnya
" iya.. mending kalian nikah aja deh "goda warga lainnya
seketika lira dan arka sadar,lira pun berdiri dan arka melepaskan tanganya dari badan lira
" maaf "ucap arka
" tidak apa-apa tuan... harusnya saya berterima kasih ke tuan karna sudah menolong saya kalo saja tidak ada tuan mungkin saya akan jatuh dan terluka "jawab lira
__ADS_1