DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
DI SIKSA #07


__ADS_3

"saya arka "jawab arka


"oh....aaaaa.....ayo tuan makanlah tinggal sedikit lagi..biar tuan cepat sembuh " sambil menyodorkan sendok ke mulut arka tapi arka menahannya dengan tangan dan berkata


"sudah .....saya sudah kenyang "


"ini minumlah obatnya tuan " sambil menyodorkan minum dan obat kepada arka dan arkapun meminumnya dan memberikan gelas itu kepada lira ketika dia sudah selesai minum


"kalo begitu saya pamit .. tuan istirahat lah agar cepat sembuh ..sata pamit dulu ya tuan?"pamit lira ke pada arka


" hmmm"jawab arka dengan muka datarnya


setelah lira keluar dari kamar arka dia mulai memejamkan matanya dan istirahat sedangkan di luar, lira yang baru saja keluar dari kamar arka di hadang oleh wanita yang seumuran dengan lira ,dia menggunakan pakaian ketat dengan make-up yang super tebal dia adalah sepupunya sinta


"dari mana aja kamu ha? " tanyanya dengan nada sombong


"aku habis dari kamar orang yang aku tolong kemarin "dengan menundukkan kepala nya


"oh ... kamu beraninya ngambil makanan tampa seinin dari mamah... mah mah mamah..? " panggilnya ke pada sang mamah


"ada apa sayang .. kenapa teriak-teriak sih " jawab sang mamah erin

__ADS_1


"itu mah masa dia ngasih makanan ke orang yg dia kenal gak ijin dulu sama mamah "ucap Sinta kepada sang mamah


" tapi tante erin dia itu kan butuh makan .. dia lagi sakit tan ..."jawab lira kepada erin


"alah alesan aja kamu... bilang aja kamu mau cari mukakan sama pria gak di kenal itu biar di sebut malaikat penyelamatan nya " ucap Sinta dengan nada jahatnya


"enggak kok aku gak berniat gitu tante sumpah tante " bantah lira kepada tante dan sepupunya


"alah alesan aja kamu .. hukum aja mah dia itu udah ngambil makanan tanpa seijin kita ma " kata Sinta memanas manasi mamahnya


"jangan tante Jagan" ucap lira dengan ketakutan


plak


"kamu itu ya udah numpang di rumah kita ... gak tau Terima kasih lagi "kata erin sambil menjambak jilbab lira


" maaf tante maaf "kata lira sambil menangis dan ketakutan .


" maaf maaf...emang dengan maaf kamu bisa ganti itu nasi hah? "


"maaf tante " lira menangis dan menundukan kepalanya

__ADS_1


Tiba-tiba saja kakek datang dari luar karna habis kerja dari sawah sambil membawa cangkul dengan bau yang kotor


" ada apa ini "kata kakek , seketika erin melepaskan jambakannya dari jilbab lira


" gak ada apa-apa ayah "elak erin kepada ayah mertuanya


" iya kakek gak ada apa-apa kok"jawab Sinta mendukung apa yg di katakan mamahnya


"kalau tidak apa-apa ...kenapa lira sampai menagis? " tanya sang kakek


"dianya aja yg cengeng kek " jawab Sinta


"bubar kalian " perintah sang kakek kepada menantu dan cucunya kemudian mereka pun pergi tigallah lira dan sang kakek


"kamu gak papa nak? " tanya kakek kepada lira


"ga kek ira gak papa" jawab lira


"seharusnya kamu lawan dia nak "


"ga bisa kakek dia itukan tante dan sepupu lira... udah ga papa kok kek, lagian lira juga gak papa kok? " dengan senyumnya yg manis agar tidak membuat sag kakek khawatir

__ADS_1


Tanpa diketahui siapapun arka mendengar pertengkaran semua orang , dia merasa kasihan dan iba kepada lira . dia tidak habis pikir dengan tante dan sepupunya, kenapa dia di siksa karna mengambil makanan tanpa meminta ijin.


__ADS_2