DENDAM PEMBAWA CINTA

DENDAM PEMBAWA CINTA
TIDAK ADA YANG GRATIS DI DUNIA INI #11


__ADS_3

Pagi yang dingin tidak membuat seorang gadis tidur dalam selimut untuk menghangatkan tubuhnya karena dinginnya pagi ini, dia lira ya dia sedang membersihkan rumah dan memasak seperti biasanya


Setelah rumah di bersihkan dia membuat nasi goreng untuk sarapannya, ketika dia sibuk membuat sarapan tiga Sinta datang dan menyenggol tubuh lira seketika saja lira hilang keseimbangan tubuhnya untungnya dia bisa menahan tubuhnya tapi lira malah tidur sengaja menyentuh waja panas sehingga tangannya terluka


"Awww" Erangan lira menahan sakit di tangannya


"Upss... Maaaf lira gue gak sengaja " Ucap Sinta tanpa merasa bersalah


"Iya gak papa kok" Ucap lira


"Oh ya lo buat sarapan ya " Tanya Sinta


"Iya" Jawab lira


"Gak lo racuninkan ? " Tuduh Sinta kepada lira


"Enggak ko .. Mana pernah aku racun ini makanan " Jawab lira dengan takut


"Syukurlah kalo lo gak racun ini kita kita " Setelah mengatakan itu sinta pergi


Setelah kepergiaan sibta lira mulai memasak lagi dan mulai menghidangkan makannya di meja makan


"He lira udah belum sarapannya .. Lama banget " Tiba-tiba erin datang


"Iya tante ini udah kok" Jawab lira dan menyimpan makannya di meja


Erin dan Sinta pun mulai sarapan tapa menunggu sang kakek dan tiba-tiba kakek datang


"Lira " Kata kakek sambil duduk


"Iya kek" Jawab lira dengan lembut


"Panggil nak arka.. Ajak dia sarapan bersama dengan kita " Perintah sang kakek ke pada lira


"Iya kek" Setelah mengatakan itu lira pergi ke kamar arka untuk memanggilnya


Setelah berada di depan pintu kamar arka lira mengetuk pintu


Tok tok tok


"Tuan apa saya boleh masuk? " Tanya lira

__ADS_1


"Masuk" Jawab arka,


"Tuan mari kita sarapan ...semua sedang menunggu tuan di meja makan " Ucap lira


"Apa saya boleh meminjam pakaian karena saya gerah mau mandi? " Kata arka, dia bukannya menjawab ajakan lira dia malah meminjam pakaian,


"Tunggu sebentar tuan biar saya mengambil pakaian mendiang ayah saya dulu karena di sini tidak ada baju untuk tuan kalo punya kakek gak mungkinkah" Jawab lira


"Hmmm" Arka haya menjawab dengan deheman saja


Lira pun mengambil pakaian ayahnya yang masih bagus setelah itu dia memberikannya kepada pada arka


Setelah mengambil pakaian dari lira arka mandi di kamar mandi ya ga berada di rumah lira


Lira pun menuju ke meja makan untuk sarapan


"Mana nak arka lira bukannya kamu tadi memanggilnya? " Tanya kakek bingung karena kita datang sendirian


"Tadi kata tuan arka dia mau mandi dulu kek" Jawab lira


"Yasudah mari kita sarapan "


Merekapun sarapan di tengah aktivitas sarapan tiba-tiba arka datang


"Iya kek" Jawab arka sabil duduk


Melihat arka duduk untuk sarapan lira pun menyendok makanan untuk arka dan memberikannya kepada arka


Ini tuam makanlah"ucap lira sambil memberikan pirinyanya


"Terimakasih" Ucap arka


Arka pun memulai sarannya. Setelah semua orang selesai sarapannya arka mengucapkan sesuatu


"Kakek terimakasih sudah merawat saya dan memberikan tumpangan di rumah kakek" Kata arka kepada kakek


"Sama-sama nak.. Apa yang mau kau lakukan sekarang nak" Kata kakek


"Mungkin saya akan pulang ke kota kek " Jawab arka


"Tapi tuan disini susah untuk mencari bus untuk ke kota .. Tapi ada satu bus yang biasanya kesini itupun jarang ... Biasanya 1 bulan sekali... Atau mungkin tuan bisa menelpon keluarkan tuan untuk menjemput tua kesini " Kata lira memberitahu

__ADS_1


"Iya saya bisa menelpon tapi masalahnya saya tidak mempunyai telpon dan saya tidak ingat nomor telpon seseorang" Jawab arka


"Kau bisa tinggal di sini nak...jangan khawatir" Kata kakek


"Iya tuan kau bisa tinggal disini" Kata lira mendukung ucapan kakek


"Apa-apaan ayah ini... Ayah menampung sembarangan orang tidak di kenal di rumah kita... Emang nya rumah kita itu penampungan apa" Ucap erin dengan marah karena dia tidak terima dengan kata kakek


"Iya kakek kalau dia tinggal dengan kita pengeluaran kita semakin bertambah " Ucap Sinta mendukung perkataan ibunya


"Biarkan nak arka tinggal disini untuk sementara waktu " Kata kakek


"Tapi ayah kita itu sudah kesusahan .. Apalagi ini ayah mau menampung orang asing di rumah kita" Kata erin


"Apa-apaan kau erin... Sopan sedikit kepada tamu kita ini" Bentak kakek


"Kalian tidak berhak untuk mengatur apa yang kakek inginkan karena rumah ini punya kakek jadi terserah kakek" Lanjut kakek


"Dia boleh tinggal di sini tapi tidak gratis ...dia harus kerja di sawah untuk menggantikan si asep yang sakit..tadi dia memberitahu ku bahwa dia tidak akan kerja karena sakit ... Tidak ada yang gratis di dunia ini " Setelah erin mengatakan itu erin pergi di susul dengan Sinta anaknya


Meja makan hening setelah perkataan arin tadi


"Maaf nak arka atas perkataan erin tadi " Kata kakek memecah keheningan


"Iya tuan Jagan di ambil ke hati yah tua" Ucap lira


"Tidak apa-apa kakek itu memang benar ... Saya juga tau di dunia tidak ada yang gratis biar saya kerja di sawah kakek " Kata arka


"Jangan nak biarkan saja orang lain yg menggantikannya " Ucap kakek


"Tidak apa-apa kek biar saya saja " Ucap arka


"Kau masih dalam pemilihan nak.. Ka baru sembuh " Ucap kakek


"Tida apa-apa saya sudah sembuh kek " Kekeh arka


"Baiklah kalau kau memaksa " Pasrah kakek


"Lira nanti kau temani arka ke sawah untuk menanam padi kakek mau ke kebun untuk panen singkong" Perintah kakek ke lira


"Iya kek" Jawab lira

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE YA, SEMOGA KALIAN SENANG DENGAN NOVEL SAYA INI


__ADS_2