
#32
"Kak... " Kata lira
"Hmmmm" Jawab arka dengan menyimpan kepalanya di bahu lira
"Ira ,sedang masak kak" Peringat lira
"Ya ....terus" Kata arka
"Ya terus ...kakak harus lepasin lah , biar ira masaknya cepet selesai " Kata lira
"Gangu ya....Ya udah kakak tunggu di meja makan aja ya" Lanjut lira
"Ya udah deh" Kata arka
Arka pun berjalan ke meja makan dan lira melanjutkan memasaknya. Setelah selesai memasak lira membawa sarapannya ke meja makan dan memberikan ke pada arka yg sudah ada di meja makan menunggu lira
"Di makan kak" Kata lira menyodorkan sarapan arka, dan arka pun memakannya
"Enak gak kak? " Tanya lira
__ADS_1
"Hmmmm gimana ya " Kata arka menggoda lira
"Gak enak ya " Kata lira sedih
"Enak kok.. Malah ini enak banget " Kata arka membuat lira senang dengan pujiannya
Kini arka sudah di depan mobilnya dan ingin pergi ke kantor tapi terhenti oleh teriakkan lira
"Kakak melupakan tas kakak" Kata lira memberikan tas kerja arka
" kakak lupa ... Ya udah sini tasnya " Kata arka mengambil tasnya
Kini hubungan gan lira dan arka semakin membaik dan romantis bahkan ada bumbu cinta di dalam hubungan mereka tapi entah sampai kapan mereka akan menyembunyikan perasaan satu sama lain.
Kini arka berada di ruangan yg telah lama dia tinggalkan, di sedang sibuk dengan berkas-berkas yg menumpuk di hadapannya, karena sudah beberapa bulan dia menghilang tanpa jejak jadi pekerjaannya menumpuk walaupun sudah ada yg meng-handle pekerjaan nya tapi tetap saja ada pekerjaan yg harus di kerjakan oleh arka. Tiba-tiba saja ada Ngengetuk pintu dari luar
Tok tok
"Masuk" Jawab arka dan masuklah sean dan Alvin ke dalam ruangan arka.
"Bos " Kata Alvin
__ADS_1
"Oh ... Rupanya kalian ayo kita duduk di sana saja" Kata arka sambil menuju sofa dan mereka pun duduk di sofa tersebut
"Dion Alexsander telah mengetahui bahwa bos sudah kembali .. " Kata sean
"Hmmmm..... Lalu bagaimana apakah kalian sudah mendapatkan bukti yg akurat tentang pembunuhan itu " Kata arka
"Belum bos... Kami sudah mencarinya tapi itu sulit untuk di dapatkan." Kata Alvin
"Satu-satunya cara adalah masuk ke kediaman dion dan mencuri bukti yg dia sembunyikan di rumah nya " Kata sean
"Tapi bagaimana bisa bukti itu kita ambil tanpa di ketahui dan menimbulkan pembunuhan " Kata arka khawatir
"Tapi itu satu satunya cara bos kalau kita tidak membunuh penjaga di sana bagaimana bisa kita mengambil bukti itu bos " Kata Alvin
"Benar bos..... Kenapa kau sekarang berubah al" Kata sean mengubah bicaranya dengan akrab tanpa folman lagi
"Aku tidak ingin kita mendapatkan dosa besar karena telah membunuh seseorang yg tidka bersalah... Disini yg bersalah adalah dion.. Maka dialah yg harus menanggung akibatnya" Kata arka
"Kau berubah ar dulu kau ingin membunuhnya karena telah membunuh keluarga mu tapi kenapa kau berubah" Kata sean
"Kau tidak tau sean si bos ini sudah memiliki istri yg soleha dan cantik bahkan aku jatuh cinta kepada istri bos jika saja dia bukan istri al aku sudah menikahi nya" Kata Alvin
__ADS_1